Home >Documents >ZOPP_Kuliah_2015 DAS

ZOPP_Kuliah_2015 DAS

Date post:21-Dec-2015
Category:
View:255 times
Download:7 times
Share this document with a friend
Description:
DAS
Transcript:

Proses Perencanaan Pengelolaan Sumberdaya Alam dalam DAS

Modul 10Proses Penyusunan Rencana Aksi Managemen Sumberdaya Alam dalam DASOleh Didik Suprayogo

Proses Penyusunan Rencana Aksi Managemen Sumberdaya Alam dalam DAS dengan pendekatan ZIEL ORIENTIERTE PROJEKT PLANUNG (ZOPP) ini dirancang dengan harapan akan diperoleh suatu profil masalah, peta sebaran masalah sert adanya pemikiran penetapan alternatif pemecahan masalah.

Tahapan pelaksanaan Penyusunan Rencana Aksi Managemen Sumberdaya Alam dalam DAS adalah sebagai berikut :

A. Melakukan analisis untuk Penyusunan Rencana Aksi yang berorientasi kepada tujuan.

1. Analisis PermasalahanMenyidik masalah-masalah yang terkait dengan suatu keadaan yang ingin diperbaiki melalui suatu penatagunaan dan perencanaan sumberdaya lahan di DAS.2. Analisis TujuanMeneliti tujuan-tujuan yang dapat dicapai sebagai akibat dari pemecahan masalah-masalah tersebut.3. Analisis AlternatifMenetapkan pendekatan kegiatan yang paling memebri harapan untuk berhasil.4. Analisis PeranMenyidik pihak-pihak (lembaga, kelompok masyarakat, dsb) yang terkait dengan kegiatan dan mengkaji kepentingan dan potensinya.

B. Melakukan Perencanaan dengan Membuat Matrik Perencanaan Kegiatan (MPK) dan Matrik Rincian Kerja (MRK)

A. Melakukan Analisis untuk Perencaan yang berorientasi kepada Tujuan1. Inventarisasi data DASTUJUAN Mendapatkan data yang komprehensif Menganalisis data untuk dijasikan sebagai informasi yang akurat untuk Penyusunan Rencana Aksi Managemen Sumberdaya Alam dalam DASMANFAATTerdokumentasinya informasi kondisi DAS

HASIL YANG DIHARAPKAN Informasi mengenai kegiatan dan rencana kegiatan yang diperlukan Informasi mengenai masalah Managemen Sumberdaya Alam dalam DAS Peta zonasi masalah

PELAKSANAAN INVENTARISASI DATA Pengumpulan data dan pengukuran lapangan Pembuatan peta lokasi dan gambar desain kegiatan

PENYAHIHAN INFORMASI DATA DAS / DESA Verifikasi data melalui pemeriksaan silang di lapangan Validasi data melalui lokakarya atau diskusi kelompok

2. Analisis Masalah Managemen Sumberdaya Alam dalam DASTUJUANTerdokumentasikan masalah Managemen sumberdaya alam dalam DAS

MANFAATMengembangkan analisis ke arah penyelesaian masalah

HASIL YANG DIHARAPKAN Profil masalah Peta sebaran masalah

FORM INVENTARISASI MASALAHKOMPONEN DASLOKASI DI DASKEGIATAN UTAMA / SEKTORMASALAH

Konservasi biodiversitas dan ekowisata

Konservasi tanah dan air

Tataguna lahan

Pertanaman

Kualitas air

Ketersediaan air

Ternak dan Perikanan

Institusi

Sosekbud

MEMPRIORITASKAN MASALAHDalam diskusi kelompok issu pokok/masalah di tabel di atas dibahas tentang prioritas penanganannya dengan alat bantu penilaian skore Extention, Leverage dan Intensity (ELI) yang tersaji di Tabel berikut :

Nilai Kriteria1234

ExtentionBila seperempat dari jumlah manusia, luas wilayah dan banyaknya komponen LH yang terkenaBila setengah dari jumlah manusia, luas wilayah dan banyaknya komponen LH yang terkenaBila tiga perempat dari jumlah manusia, luas wilayah dan banyaknya komponen LH yang terkenaBila sebagian besar (seluruh) jumlah manusia, luas wilayah dan banyaknya komponen LH yang terkena

LeverageBila masalah ini diatasi, maka seperempat masalah lain yang ada ikut teratasiBila masalah ini diatasi, maka setengah masalah lain yang ada ikut teratasiBila masalah ini diatasi, maka tigaperempat masalah lain yang ada ikut teratasiBila masalah ini diatasi, maka sebagian besar (seluruh) masalah lain yang ada ikut teratasi

IntensityRendahBerbalikTidak kumulatifTinggiTidak berbalikKumulatif

Penentuan skala prioritas penanganan issue pokok dilakukan pembobotan. Pembobotan dalam ELI adalah dengan mengalikan nilai-nilai ELI yang didapt oleh suatu masalah. Kemudian dari kemungkinan terjadinya angka dari kombinasi yang ada (yaitu : 1-2-3-4-6-8-9-12-16-24-32-48-64), maka nilai 1 4 masuk ke dalam kategori sebagai masalah prioritas rendah, selanjutnya nilai 6 16 adalah sedang, serta nilai 24 64 adalah tinggi.

MENETAPKAN AKAR MASALAHUntuk mendapatkan cara penanggulangan/pemecahan dari masalah maka perlu dievaluasi akar masalah dengan analisis sebab masalah dengan dibantu dengan proses analisis diagram alir sebagai berikut :

MasalahAKIBATSEBABAKIBATSEBABAKIBATSEBABAkar Masalah

3. Membuat Matrik Rencana Aksi Kegiatan (MPK)Berdasarkan Analisis Permasalahan maka dirumuskanlah suatu Analisis Tujuan. Analisis Tujuan memperlihatkan berbagai cara penanggulangan atau pemecahan dari masalah yang telah tercantum pada Analisis Permasalahan. Berpangkal dari cara penanggulangan masalah yang telah dipilih (Analisis Alternatif), tujuan-tujuan kegiatan disusun sebagai suatu rangkaian tujuan sehingga memperlihatkan strategi kegiatan yang sinambung, terarah dan realistis.Isi MATRIKS RENCANA AKSI KEGIATAN yaitu :1. Nama KegiatanDibuat dengan kalimat yang merupakan bagian dari kegiatan Managemen sumberdaya alam dalam DAS. Nama kegiatan harus dibuat dengan kalimat yang singkat dan sedapat mungkin nama kegiatan dapat memberikan gambaran besar / global mengenai kegiatan tersebut.

2. Latar Belakang / Rasional Setiap kegiatan harus mempunyai alasan mengapa kegiatan tersebut dilaksanakan. Umumnya yang diuraikan disini adalah masalah-masalah yang dihadapi dalam DAS dan akan diselesaikan dengan melaksanakan kegiatan. Masalah-masalah yang tercantum disini harus bisa ditemukan pada bab sebelumnya. Oleh sebab itu, pada penjelasan latar belakang, sebaiknya disampaikan tentang masalah yang ingin diselesaikan di dalam DAS yang telah dibahas sebelumnya.

Pada umumnya, masalah-masalah yang dicantumkan dalam latar belakang, dapat diselesaikan melalui beberapa alternative kegiatan. Oleh karena itu, perlu alasan / rasional yang menjelaskan tentang pemilihan kegiatan tersebut, apakah karena aktivitas tersebut paling sedikit membutuhkan sumberdaya, atau karena ada alasan lainnya. Untuk mengidentifikasi alasan yang akan dicantumkan pada bagian ini dapat menggunakan alat bantuan (tools) yang disebut Force Field Analysis.

3. Tujuan KegiatanAdalah tujuan Managemen SDA yang ingin dan dapat disumbangkan dengan tercapainya Maksud Kegiatan : Mempositifkan kalimat dalam issue pokok. Untuk menetapkan tujuan ini harus jelas dan dapat diukur tingkat keberhasilannya. Pada bagia ini diuraikan secara jelas tentang tujuan yang ingin dicapai. Keberhasilan pencapaian tujuan direpresentasikan dengan tercapainya indicator-indikator yang dicantumkan pada bagian indicator keberhasilan / indicator kinerja

4. Maksud KegiatanMerupakan tujuan inti dalam rangka kegiatan. Agar maksud kagiatan tercapai secara keseluruhan, maka harus dicapai beberapa Hasil Kerja Kegiatan, sehingga maksud kegiatan merupakan dampak yang diperoleh bila tujuan kegiatan tercapai.

5. Hasil-hasil KegiatanAdalah hasil dari terlaksananya beberapa kegiatan-kegiatan. Hasil kegiatan ini merupakan harapan-harapan terselesaikannya akar masalah yang dihadapi. Hasil program adalah penyelesaian akar masalah.

6. Mekanisme dan Rancangan Merupakan usaha kegiatan untuk seefisien mungkin mencapai Hasil Kerja Kegiatan yang telah ditetapkan. Dari kegiatan yang ditetapkan ini kemudian ditetapkan analisis peran dari stakeholders. Uraian pada bagian ini harus dapat menjelaskan tentang cara pencapaian tujuan dan sasaran kinerja yang telah diharapkan / ditetapkan. Dalam mekanisme dan rancangan ini, diuraikan mengenai tahap-tahap kegiatan secara lebih rinci. Dimungkinkan suatu kegiatan mempunyai satu atau lebih sub kegiatan dan masing-masing sub kegiatan mempunyai sub sub kegiatan yang lebih rinci lagi. Investasi atau pengadaan sumberdaya, tidak boleh dicantumkan sebaga bagian dari aktivitas.

7. Sumberdaya yang dibutuhkanBagian ini berisi uraian ringkas mengenai sumberdaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan, dan menjelaskan asal sumberdaaya tersebut (Stakeholder). 8. Jadwal PelaksanaanBagian ini berisi uraian ringkas tentang jadwal pelaksanaan kegiatan, dalam bentuk table (bar diagram). Sub kegiatan atau tahapan kegiatan yang dicantumkan pada bagian ini, harus sama dengan sub kegiatan atau tahapan kegiatan yang diuraikan pada mekanisme dan rancangan.

9. Indikator KinerjaPada bagian ini diuraikan usulan indicator kinerja atau indicator keberhasilan untuk mengukur tingkat keberhasilan / ketercapaian tujuan kegiatan. Indikator tersebut harus dapat mengukur dampak pelaksanaan akitivitas (outcome) dan apabila sulit, paling tidak harus dapat mengukur keluaran akitivitas (output). Indikator keberhasilan yang dicantumkan harus mengacu dan sesuai dengan tujuan kegiatan yang telah ditetapkan di bagian tujuan. Metoda yang digunakan untuk mengukur indicator kinerja, perlu dijelaskan secara rinci.

10. KeberlanjutanPada dasarnya ada 2 jenis kegiatan dalam Managemen DAS, yaitu (1) kegiatan yang hanya dilakukan satu kali, dan (2) kegiatan yang bias dilakukan berulang kali. Aktivitas ke 2 umumnya dikelompokkan sebagai aktivitas rutin atau aktivitas operasional. Untuk kegiatan semacam ini perlu dijelaskan tentang mekanisme yang diadopsi untuk menjaga keberlanjutan kegiatan, baik dari segi kebijakan, pendanaan maupun pemeliharaan sumberdaya hasil investasi.

11. Penanggung JawabSetiap kegiatan harus mempunyai institusi atau seseorang penanggungjawab, yang akan bertanggungjawab atas terlaksananya kegiatan tersebut. Penanggung jawab kegiatan, sebaiknya bukan pejabat tertinggi.

Matriks Rekomendasi Rencana Aksi ProgramNama Kegiatan: 1. Latar Belakang/ Rasional

2. Tujuan

3. Maksud kegiatan

4. Hasil Kegiatan

5. Mekanisme dan Rancangan

5.1. ......................

5.2 ......................

6. Sumberdaya yang Dibutuhkan

Sub-KegiatanBiaya Investasi *( Juta Rp.)Sumber Biaya

Tahun 2007

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended