Home >Documents >Wrap Up Vaksin

Wrap Up Vaksin

Date post:25-Apr-2017
Category:
View:245 times
Download:9 times
Share this document with a friend
Transcript:

WRAP UP PBLSKENARIO 1 MPTMENCEGAH PENYAKIT DENGAN VAKSINASI

Disusun oleh:KELOMPOK A-1

KETUA: ANISA NURJANAH(1102013033)SEKRETARIS: ABIYYA FARAH PUTRI (1102013003)ANGGOTA: ADELIA PUTRI SABRINA(1102013005) ADELINA ANNISA PERMATA (1102013006) ANDINI ZULMAETA(1102013027) ANDREW ROZAAN F(1102013028) ANGGIE ELKA PRATIWI(1102013029) FADHILA AYU SAFIRINA(1102013101)

UNIVERSITAS YARSIJl. Let. Jend. Suprapto. Cempaka Putih, Jakarta Pusat. DKI Jakarta. Indonesia. 10510. Telepon: +62 21 4206675.Skenario:

MENCEGAH PENYAKIT DENGAN VAKSINASISeorang bayi berumur 2 bulan mendapat vaksinasi BCG dilengan kanan atas untuk mencegah penyakit dan mendapat kekebalan.Empat minggu kemudian bayi tersebut dibawa kembali ke RS karena timbul benjolan diketiak kanan.Setelah dokter melakukan pemeriksaan didapatkan pembesaran nodus limfatikus di regio axilaris dekstra.Hal ini disebabkan adanya reaksi terhadap antigen yang terdapat dalam vaksin tersebut dan menimbulkan respon imun tubuh.

A. Kata-kata Sulit1. Vaksinasi : Produk untuk menghasilkan kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari penyakit.2. BCG (Bacille Calmette Guerin) : Vaksin yang paling efektif untuk mencegah TB. Serta berguna untuk kanker kandung kemih.3. Nodus Limfatikus : Gabungan dari jaringan limfatik yang dibungkus oleh serabut elastis dan serabut otot polos4. Regio Axilaris Dekstra : Lipat ketiak kanan5. Antigen : Zat yang dapat memicu respon imun6. Imun : Kekebalan tubuh

B. Brainstroming1. Bagaimana peranan limfoid dalam mengatur imunitas tubuh?2. Bagaimana mekanisme pertahanan yang dihasilkan oleh vaksinasi BCG?3. Mengapa vaksinasi BCG harus diberikan saat usia 2 bulan?4. Mengapa terjadi pembesaran pada nodus limfatikus?5. Apa saja organ limfoid?6. Bagaimana hubungan antara limfoid dengan limfosit?C. Jawaban1. Limfoid berfungsi sebagai system pengaturan utama pertahanan tubuh2. Imunitas dibagi menjadi 2 :- Imunitas Alamiah (NonSpesifik)a. Fisik/Mekanik: Kulit, Selaput lendir, batuk, bersinb. Larut : Asam Lambung, Interferon, Sitokin, Komplemenc. Seluler : Fagosit, Natural Killer Cell-Imunitas Didapat (Spesifik) a. Humoral : Sel Limfosit B

Vaksin BCG (masuk ke dalam tubuh sebagai antigen) Limfosit B merespon melakukan fagositosis sebagian dijadikan sel B memori (jika bakteri yang masuk terlalu banyak daripada antibody yang dihasilkan oleh Sel B) Mengkode T- Helper sel T Memori dan T-Sitotoksik (untuk merusak bakteri) Semua sel T diatur oleh sel T-Supressor agar tidak berkerja berlebihan sehingga tidak membunuh flora normalb. Seluler : Sel Limfosit T3. Karena pertahanan tubuh dari ibu sudah berkurang sehingga harus diberi vaksin4. Limfosit berproliferasi yang bertujuan untuk mengimbangi bakteri yang masuk, karena berproliferasi itulah nodus limfatikus membesar5. Organ yang berperan :

39

- Lien- Tonsil- Thymus- Spleen- Nodus Limfatikus

- Bone Marrow- Pembuluh Limfe- Kapiler Limfe - Lymph6. 7. Limfoid adalah organ yang membentuk limfosit untuk menghasilkan antibodi

D. HipotesaLimfoid merupakan sistem organ yang menghasilkan organ-organ yang berperan dalam mengatur sistem imunitas tubuh.Hal ini dilakukan dengan cara menghasilkan limfosit untuk melawan antigen.Sistem ini dapat dimanipulasi dengan pemberian antigen (bakteri) yang telah dilemahkan atau vaksinasi, misalnya BCG. Pemberian BCG biasanya dilakukan pada usia 2 bulan karena pertahanan tubuhdari ibu sudah berkurang. Pemberian vaksin dapat menimbulkan benjolan di nodus limfatikus terdekat karena terjadi respon tubuh terhadap antigen tersebut.

E. Sasaran BelajarLI.1. Memahami dan Mernjelaskan Anatomi Limfoid1.1 Makroskopis Anatomi Limfoid1.2 Mikroskopis Anatomi limfoid

LI.2. Memahami dan Menjelaskan Sistem Imunitas2.1 Definisi Sistem Imunitas2.2 Klasifikasi Sistem Imunitas2.3 Fungsi Sistem Imunitas2.4 Mekanisme Sistem Imunitas

LI.3. Memahami dan Menjelaskan Antigen3.1 Definisi Antigen3.2 Klasifikasi Antigen3.3 Fungsi Antigen3.4 Sifat Antigen

LI.4. Memahami dan Menjelaskan Antibodi4.1Definisi Antibodi4.2Struktur Antibodi4.3Klasifikasi Antibodi

LI.5. Memahami dan Menjelaskan Vaksinasi dan Imunisasi5.1 Definisi Vaksinasi5.2 Definisi Imunisasi5.3 Waktu Pemberian

LI.6. Memahami dan Menjelaskan Pandangan Islam tentang Pemberian Vaksin

LI. 1 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Organ Limfoid 1.1. Makroskopis Organ LimfoidSejumlah ogan limfoid dan jaringan limfoid yang morfologis dan fungsional berlainan berperan dalam respons imun. Organ limfoid dapat dibagi menjadi: Organ limfoid primer tempat pembentukan dan pematangan limfosit Organ limfoid primer terdiri dari sumsum tulang dan timus. Sumsum tulang merupakan jaringan yang kompleks tempat hematopoiesis dan depot lemak. Lemak merupakan 50 % atau lebih dari kompartemen rongga sumsum tulang. Organ limfoid diperlukan untuk pematangan, diferensiasi dan poliferasi sel T dan B sehingga menjadi limfosit yang dapat mengenal antigen. Sel hematopoietik yang diproduksi di sumsum tulang menembus dinding pembuluh darah dan masuk ke sirkulasi dan di distribusikan ke bagian tubuh. Organ limfoid sekunder Organ limfoid sekunder merupakan tempat sel dendritik mempersentasikan antigen yang yang ditangkapnya di bagian lain tunuh ke sel T yang memacunya untuk poliferasi dan diferensiasi limfosit.Organnya yaitu lien/ limpa, KGB, tonsil, appendix, plaque peyeri

Yang termasuk sistem limfaticus adalah:1. Cairan limfe / LymphLymph merupakan cairan intraselular yang masuk ke kapiler lymph dan mengalami filtrasi yang kemudian masuk ke pembuluh lymph. Setelah itu akan beredar / bersirkulasi ke seluruh tubuh yang kemudian akan masuk ke pembuluh darah.2. Pembuluh LymphPembuluh Lymph memiliki diameter yang berbeda-beda mulai dari yang terkecil yaitu Kapiler Lymph, Lymphatic dan Ductus Lymphaticus (Ductus Thoracicus). Ductus Lymphaticus terdiri atas 2 bagian yaitu : Ductus Lymphaticus Dextra dan Ductus Lymphaticus Sinistra.

A. Ductus Lymphaticus DextraDuctus Lymphaticus Dextra merupakan saluran limfe yang pendek (1,25 cm), menerima aliran cairan limfe dari daerah : Kepala dan leher bagian dextra. Thorax dan extremitas superior bagian dextra. Ductus limfaticus dextra Vena Brachiocephalica Dextra (v. anonyma) tepat pada sudut antara Vena Jugularis Iinterna dan Vena Subclavia Dextra Vena Cava Superior (sirkulasi umum)

B. Ductus Lymphaticus SinistraDuctus Lymphaticus Sinistra merupakan saluran limfe yang panjang (38-45cm) dengan diameter 4-6 mm serta terletak dalam ruangan mediastinum (posterior), menerima aliran cairan limfe dari daerah: Daerah regio kepala dan pangkal leher sinistra Daerah extremitas superior dan bahu sinistra Daerah regio thorax sinistra Daerah extremitas inferior, panggul dan abdomen terutama dari intestinum yang kemudian ke cysterna chyle. Kepentingan klinis saluran limfe: Limfangitis: Bila infeksi pada saluran limfe (pembuluh limfe) Limfadenitis: Bila infeksi pada limfonodus Limfedema: Edema pembuluh limfe bila terjadi obstruksi pembuluh limfe oleh parasit Contoh : Penyakit kaki gajah atau penekanan oleh tumor, sehingga tekanan pada Pembuluh limfe meningkat kemudian edema dan membengkak.

3. Lien (Limpa)

Organ limfoid terbesar, lunak, rapuh dan vascular berwarna kemerahan dan bentuk oval Besar lien sebesar kepalan tangan sendiri Dibungkus oleh jaringan perlekatan peritoneum pada permukaan yang disebut kapsula fibrosa lienalis Fiksasi lien ke ginjal melalui ligamentum renolienalis dan ke lambung melalui ligamentum gastrolienalis Pembuluh darah masuk daerah hilus lienalis adalah arteri lienalis dan darah vena masuk melalui vena lienalis (vena port untuk dibawa ke hepar) Terdapat pusat immunologis yaitu folikel limfoid (pulpa alba / folikel putih ) yang tersebar di seluruh sinusoid yang sangat vaskular (pulpa rubra / folikel merah) Memiliki serat otot polos yang membantu pengaturan volume darah didalam lien, juga serat kolagen dan elastis Letak : Regio hipokondrium sinistra dalam ruang intraperitoneal. Diproyeksikan dari luar pada costae 9,10,11, setinggi vertebre thoracalis 11-12 Cauda pankreas menempel pada daerah hillus lienalis bersamaan masuknya arteria lienalis dan keluar vena lienalisBatas anatomis : - Anterior = Gaster, cauda pankreas, fleksura colli sinistra, renalis sinistra- Posterior = Diaphragma, pleura dan pulmo sinistra, costae 9-12

4. Limfonodus/ Nodus Limfatikus/ Kelenjar Limfe

Bentuk oval seperti kacang tanah, mempunyai pinggiran yang cekung disebut dengan hilus Besarnya sebesar kepala peniti sampai sebesar buah kenari dan dapat diraba terutama pada daerah leher, axilla, inguinale dan lain-lain Terletak disekitar pembuluh darah yang berfungsi memproduksi limfosit dan antibodi untuk mencegah penyebaran infeksi lanjutan Daerah daerah tubuh yang memiliki nodus limfatikus1. Daerah Kepala dan Leher bagian lateral dan belakang : yaitu di sepanjang m.sternocleidomastoideus, lingual, pharynx, cavum nasi, palatum, muka, mandibula / dasar mulut2. Daerah Extrimitas Superior : manus, antebrachi,brachi dan regio axilaris3. Daerah Mamae di bawah m.pectoralis meliputi kulit dan otot4. Daerah Thorax : meliputi dinding torax, jantung, pericardium dan paru, pleura, esophagus, aliran limfe thorax dan kelenjarr mamae masuk ke dalam node limfatikus anterior dan posterior5. Daerah Abdomen dan Pelvis : Meliputi daerah peritonium dan sekitar aorta dan Vena Cava Inferior dan pembuluh darah intestinum. Aliran limfe superficialis bagian depan dan lateral dan belakang diatas pusat masuk, nn ll axilaris anterior dan posterior dan dibawah pusat, ke nn limfatisi inguinalis superficial6. Daerah Extrimitas Inferior : Disepanjang arteri,vena tibialis, regio poplitea, regio inguinale, alran limfe masuk limfonodus inguinale

5. Timus

Organ limfoid terletak pada sternum bagian atas belakang di daerah mediastinum superior dan bertumbuh terus sampai pubertas Setelah pubertas, timus mengalami involusi dan setalah dewasa semakin kecil tetapi masih berfungsi untuk menghasilkan limfosit T yang baru Timus yang besar terlihat setelah lahir pada saat bayi dan neonatus Mempunyai 2 lobus, mempunyai bagian korteks dan medulla berbentuk segitiga, gepang dan kemerahan Pendarahan timus berasal dari arteria thymica yang merupakan cabang dari arteria thyroidea inferior dan mamaria internaBatas-batas anatomi : Batas anterior: Manubrium sterni & rawan Costae Batas atas: Regio Colli Inferior (trachea)

7. TonsilTonsil terletak dalam satu lekukkan yang dikenal dengan Fossa Tonsilaris yang dibatasi 2 otot yang melengkung berbentuk arcus palatoglosus dan arcus palatopharyngeus. Dasar fossa tonsilarus dinamakan dengan istilah Tonsila bed dan tonsil termaksud salah satu dari organ limfoid yang terdiri atas 3 buah tonsil yaitu Tonsila Palantina, Tonsila Lingualis, Tonsil Pharyngeus.Ketiga tonsil tersebut membentuk cincin pada saluran limfe yang dikenal dengan Ring of Waldeyer. Hal ini yang menyebabkan jika salah satu dari ketiga tonsila ini terinfeksi dua tonsila yang lain juga ikut meradang.

Organ limfoid yang terdiri atas 3 buah tonsil, yaitu:

I. Tonsila palatine Terletak pada dinding lateralis, orofaring dekstra dan sinistra Terletak dalam satu lekukan yang dikenal dengan fossa tonsilaris, dasar dari lekukan itu adal tonsil bed Tonsil membuka ke cavum oris terdiri dari 12-15 crypta tonsilaris Ditutupi oleh selapis jaringan ikat fibrosa yang berbentuk capsula Persyarafan tonsil oleh N IX (Glossopharyngues) dan N palatinus (N V2) Pendarahan berasal dari arteria tonsilaris cabang a.maxillaris externa (facialis) dan arteria tonsilaris vabang a.pharyngica ascendens lingualis

II. Tonsila inguialis Terletak dibelakang lidah, 1/3 bagian posterior, tidak mempunya papilla sehingga terlihat permukaan berbenjol-benjol (folikel). Pendarahan tonsil berasal dari arteria dorsalis lingue (cabang arteria lingualis), arteria carotis eksterna

III. Tonsila pharyngealis Terdapat di daerah nasofaring dibelakang pintu hidung belakang Bila membesar disebut adenoid, dapat menyebabkan sesak nafas karena dapat menyumbat pintu nares posterior (choanae), terletak di daerah nasopharynx, tepatnya diatas torus tobarius dan OPTA1.2. Mikroskopis Organ Limfoid

a. Lien (limpa)

Merupakan tempat destruksi bagi banyak sel darah merah. Merupakan tempat pembentukan limfosit yang masuk ke dalam darah. Limpa bereaksi segera terhadap antigen yang terbawa darah dan merupakan organ pembentuk antibodi penting Dibungkus oleh simpai jaingan ikat padat yang menjulurkan trabekula yang membagi parenkim atau pulpa limpa menjadi kompartemen tidak sempurna Pulpa limpa tidak mempunyai pembuluh limfe Limpa dibentuk oleh jalinan kerja jaringan retikular yang mengandung sel limfoid, makrofag dan sel-sel antigen-presenting Tidak memperlihatkan adanya daerah korteks dan medula yang jelas Kapsul pada limpa lebih tebal dibanding pada limfonodus

Pulpa limpa Pada permukaan irisan melalui limpa, tampak bintik-bintik putih dalam parenkim nodulus limfatikus (pulpa putih/pulpa alba) Pulpa alba terdapat dalam jaringan merah tua yang penuh dengan darah pulpa merah/pulpa rubra. Pulpa rubra terdiri atas bangunan memanjang yaitu korda limpa (korda billroth) yg terdapat diantara sinusoid

Pulpa putih Terdiri dari jar. limfoid yang menyelubungi A. sentralis dan nodulus limfatikus Sel-sel limfoid yang mengelilingi A. sentralis terutama Limfosit T dan membentuk selubung periarteri. Nodulus limfatikus terutama limfosit B Diantara pulpa putih dan pulpa merah terdapat zona marginalis

Pulpa merah : Jaringan Retikular dengan ciri khas, yaitu adanya: korda limpa yang terdiri dari sel dan serat retikular makrofag limfosit sel plasma dan banyak unsur darah (eritrosit, trombosit, granulosit) Banyak terdapat sinusoid

Zona marginalis Terdiri dari banyak sinus dan jar.ikat longgar. Terdapat sedikit limfosit dan banyak makrofag yg aktif Banyak mengandung antigen darah peran utama dalam aktivitas imunologis limpa

Fungsi limpa Pembentukan limfosit Dibentuk dalam pulpa putih pulpa rubra sinusoid bercampur darah Destruksi eritrosit Dilakukan oleh makrofag dalam korda pulpa merah Pertahanan organisme Oleh karena kandungan limfosit B, limfosit T, sel antigen presenting dan makrofag

b. Limfonodus / Nodus Kimfatikus/ Kelenjar Limfe

Organ bersimpai berbentuk bulat / mirip ginjal, terdiri dari jaringan limfoid. Tersebar diseluruh tubuh disepanjang jalannya pembuluh limfe Nodus ditemukan di ketiak dan di lipat paha, sepanjang pembuluh-pembuluh besar di leher dan dalam jumlah besar di toraks dan abdomen terutama dalam mesenterium Limfonodus memiliki sisi konveks (cembung) dan konkaf (cekung) yg disebut hilus tempat arteri dan saraf masuk dan vena keluar dr organ

Korteks luar Dibentuk oleh jar.limfoid yang terdiri dari satu jar. sel retikular dan serat retikular yang dipenuhi oleh limfosit B Di dalam jar.limfoid korteks terdapat struktur berbentuk sferis yang disebut nodulus limfatikus Terdapat sinus subkapsularis, yang dibentuk oleh suatu jar.ikat longgar dari makrofag, sel retikular dan serat retikular Korteks dalam Merupakan kelanjutan korteks luar, mengandung beberapa nodulus Mengandung banyak limfosit T Medulla Terdiri dari korda medularis yg merupakan perluasan korteks dalam Banyak mengandung Limfosit B dan beberapa sel plasma Korda medularis dipisahkan oleh struktur seperti kapiler yg berdilatasi sinus limfoid medularis yang mengandung cairan limfe

Limfe mengalir ke nodus limfatikus untuk membersihkannya dari partikel asing sebelum kembali ke sirkulasi darah. Sewaktu cairan limfe mengalir melalui sinus, 99% atau lebih antigen dan kotoran lainnya dipindahkan oleh aktivitas fagositosis makrofag. Infeksi dan perangsangan antigenik menyebabkan limfonodus yang terinfeksi membesar dan membentuk pusat-pusat germinativum yang banyak dengan proliferasi sel yang aktif

c. Tonsil

I. Tonsila palatine

Terletak pada dinding lateral faring bagian oral Permukaan tonsila palatina dilapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk yang juga melapisi bagian mulut lainnya Setiap tonsila memiliki 10-20 invaginasi epitel (epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk) yang menyusup ke dalam parenkim membentuk kriptus yang mengandung sel-sel epitel yg terlepas, limfosit hidup dan mati, dan bakteri dalam lumennya Yang memisahkan jar.limfoid dari organ-organ berdekatan adalah satu lapis jaringan ikat padat yamgg disebut simpai tonsila yg biasanya bekerja sebagai sawar terhadap penyebaran infeksi tonsila Di bawah tonsila palatina terdapat jar.ikat padat yang membentuk kapsul. Dari kapsul terbentuk trabekula dengan pembuluh darah, dibawah kapsul terdapat serat otot rangka

II. Tonsila lingualis

Lebih kecil dan lebih banyak Terletak pada pangkal lidah Ditutupi epitel berlapis gepeng Masing-masing mempunyai sebuah kriptus

III. Tonsila faringeal

Merupakan tonsila tunggal yang terletak dibagian supero-posterior faring. Ditutupi epitel bertingkat silindris bersilia Terdiri dari lipatan-lipatan mukosa dengan jar. Limfoid difus dan nodulus limfatikus Tidak memiliki kriptus Simpai lebih tipis dari T. palatina

d. Timus

Timus memiliki suatu simpai jaringan ikat yg masuk ke dlm parenkim dan membagi timus menjadi lobulus. Setiap lobulus memiliki satu zona perifer gelap disebut korteks dan zona pusat yg terang disebut medula korteks dan medula berisi sel-sel limfosit. Sel limfosit berasal dr sel mesenkim yg menyusup ke dlm suatu epitel primordium dr kantung faringeal ke 3 dan 4. Korteks timus limfosit T yg sangat banyak, Sel retikular epitel yg tersebar Bbrp makrofag Medulla timus Mengandung sel retikular dan limfosit Sel2 ini menyebabkan medula tampak lebih pucat dibanding bgn korteks Mengandung badan hassal (corpusculum tymicum) yang merupakan sel retikular epitel gepeng yg tersusun konsentris , mengalami degenerasi dan mengandung granula keratohialin. Timus mengalami involusi stlh pubertas Timus ditempati oleh sel-sel yg dihasilkan dr sumsum tulang. Sel-sel ini mulai menjalani diferensiasinya mjd sel T Timus menghasilkan beberapa faktor pertumbuhan protein yg merangsang proliferasi dan diferensiasi limfosit T LI.2. Memahami dan Menjelaskan Sistem Imunitas2.1 Definisi Sistem ImunitasSistem imunitas atau sistem kekebalan tubuh adalah mekanisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis kuman patogen dari luar, maupun sel kanker yang terjadi di dalam tubuh.Jika sistem kekebalan bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh terhadapinfeksibakteridanvirus, serta menghancurkan selkankerdan zat asing lain dalam tubuh. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkanpatogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam tubuh. Sistem kekebalan juga memberikan pengawasan terhadap seltumor, dan terhambatnya sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker.

2.2 KlasifikasiA. Sistem Imunitas Innate (Nonspesifik) / Imunitas Alamiah: Imunitas yang diperoleh tanpa didahului oleh kontak dengan antigen, bersifat nonspesifik. Tidak ditujukan terhadap mikroba tertentu, telah ada dan siap berfungsi sejak lahir. Mekanismenya tidak menunjukan spesifitas terhadap benda asing dan mampu melindungi tubuh terhadap banyak pathogen potensial. Pertahan terdepan dalam menghadapi serangan berbagai mikroba dan dapat memberikan respon langsung

Terdiri dari 3 mekanisme, yaitu :1. Pertahanan Fisik / Mekanik Kulit, selaput lendir, silia saluran napas, batuk dan bersin : garis pertama terdepan terhadap infeksi.2. Pertahanan LarutPERTAHANAN BIOKIMIAa. Asam lemak pada kelenjar sebaseus di kulit : mempunyai efek denaturasi terhadap protein membranb. Lisozim dalam keringat, ludah, air mata, dan air susu ibu : hancurkan lapisan peptidoglikan dinding bakteri positif gramc. ASI: Laktooksidase dan Asam Neuraminik : Antibakterial terhadap E.coli dan Staphylococcusd. Saliva Laktooksidase : Merusak dinding dan menimbulkan kebocoran sitoplasma , dan berfungsi sebagai opsonin dalam lisis sel mikrobae. HCL , Enzim Proteolitik, Antibodi, Empedu dalam usus halus, menciptakan lingkungan yang dapat mencegah infeksi banyak mikrobaf. Mukus yang kental melindingi sel epitel mukosa dapat menangkap bakteri dan bahan lainnya dikeluarkan oleh silia

PERTAHANAN HUMORALPertahanan humoral: sistem imun nonspesifik menggunakan berbagai molekul, diantaranya adalah peptide antimikroba seperti defisiensi, katelisidin dan IFN dengan efek antiviral.1) KomplemenKomplemen merupakan molekul sistem imun nonspesifik yang bisa menjadi spesifik dalam keadaan tertentu. Komplemen terdiri atas jumlah besar protein yang bila diaktifkan dapat memberikan efek proteksi terhadap infeksi dan berperan dalam respon inflamasi. Komplemen berperan sebagai opsonin yang meningkatkan fagositosis, sebagai factor kemotaktik, menimbulkan destruksi/lisis bakteri dan parasit. Komplemen dengan spectrum aktivitas yang luas diproduksi oleh hepatosit dan monosit serta langsung dapat diaktifkan oleh mikroba atau produknya.Hasil aktivasi komplemen berupa mediator yang bersifat biologic aktid dan enzim untuk reaksi berikutnya. Aktivasi dari komplemen merupakan usaha tubuh dalam menghancurkan antigen. Ada 9 komponen dasar pada komplemen yaitu C1 sampai dengan C9.

2) Protein fase akut (PFA)a. Selama fase akut infeksi, terjadi perubahan pada kadar protein dalam serum yang disebut APPb. Protein yang meningkat atau menurun selama fase akut disebut juga APRP yang berperan dalam pertahanan dini. Diinduksi oleh sinyal yang berasal dari tempat cedera atau infeksi melalui darah. Hati merupakan tempat sintesis APRPc. C-reactive protein (CRP) merupakan salah satu PFA, termasuk golongan protein yang kadarnya dalam darah meningkat pada infeksi akut sebagai respon imunitas nonspesifik. Sebagai opsonin, CRP mengikat berbagai mikroorganisme. Pengukuran CPR digunakan untuk, menilai aktivitas penyakit inflamasi dan jika tetap tinggi maka menunjukkan infeksi yang persisten. CRP dapat meningkat dengan bantuan Ca++.d. Lektin/kolektin merupakan molekul larut dalam plasma yang dapat mengikat manan/manosa dalam polisakarida (karenanya disebut MBL) yang merupakan permukaan banyak bakteri seperti galur pneumokokus dan banyak mikroba, tetapi tidak pada sel vertebrata. Lektin berperan sebagai opsonin yang mengaktifkan komplemene. Protein fase akut lainnya adalah 1-antitripsin, amilod serum A, haptoglobin, C9, factor B dan fibrinogen yang juga berperan pada peningkatan laju endap darah akibat infeksi, namun dibentuk jauh lebih lambat dari CRPf. Mekanisme fosfolipid diperlukan untuk produksi PG dan LTR yang berguna untuk meningkatkan respons inflamasi melalui peningkatan permeabilitas vascular dan vasodilatasig. Sitokin IL-1, IL-6, TNF- disebut sitokin proinflamasi, merangsang hati untuk mensintesis dan melepas sejumlah protein plasma.

3. Pertahanan Selulera. Fagosit mononuklearTerdiri atas monosit dalam sirkuasi dan makrofag dalam jaringan. Pada dasarnya, monosit dan makrofag sama-sama mempunyai fungsi yg sama, yaituuntuk fagositosis mikroba patogen, melepas mediator inflamasi dan sitokin, sertamempresentasikan antigen dari patogen yg dicerna kepada sel limfosit T. Penghancurankuman(fagosit) dilakukan dengan membentuk fagolisoson, yaitu fusi antar fagosom ygdidalamnya terdapat patogen dan lisosom, yg akan mendestruksi patogen, baik dengan mengunakan enzim pencernaan dari lisosom maupun menggunakan spesies oksigen reaktif.Hal ini juga mengawali pengelepasan mediator inflamasi maupun sitokin yg akanmenginduksi baik sel-sel imun spesifik maupun nonspesifik lainnya.

b. Fagosit Polimorfonuklear atau GranulocyteMerupakan 60-70% dari seluruh jumlah darah putih normal dan dapat keluar dari pembuluh darah(kemotaksis/responinflamasi). Granulosit dibagi menurut pewarnaan histologiknya menjadi neutrofil, eosinofildan basofil.Sel-sel ini mempunyai granul-granul yg mengandung enzim pencernaan.c. NeutrofilMerupakan sel pertama yg dikerahkan ketempat bakteri masuk.Fungsi utamaneutrofil adalah fagositosis, baik dengan jalur oksigen dependen dan independen.Neutrofil jgdapat mengenal patogen scr langsung.d. EosinofilMerupakan 2-5% dari sel darah putih orangsehat.Eosinofil jg berfungsi sebagai fagosit, dengan cara melepaskan isi granul nya yg bersifat toksik ke sel sasaran.Sel ini berperan penting pada infeksi parasit.e. BasofilBerjumlah sangat sedikit,sekitar

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended