Home > Documents > Wrap Up Hemato Sken 1

Wrap Up Hemato Sken 1

Date post: 04-Aug-2015
Category:
Author: syurliaputri
View: 203 times
Download: 6 times
Share this document with a friend
Embed Size (px)
of 28 /28
WRAP UP SKENARIO SANTI PUCAT DAN LEMAH Kelompok B-2 Ketua : Maya Dwi Anggraeni 1102011157 Sekretaris : Syurlia Putri 1102011273 Mia Indah Sari 1102011162 Nadia Anisha 1102011186 Reza Akbar Nasution 1102011230 Reza Septian Noorady 1102011231 Sugih Primas Adjie 1102011267 Tenny Widya Sari 1102011277
Transcript

WRAP UP SKENARIO SANTI PUCAT DAN LEMAH

Kelompok B-2 Ketua : Maya Dwi Anggraeni 1102011157 1102011273 1102011162 1102011186 1102011230 1102011231 1102011267 1102011277 1102011283 1102010307

Sekretaris : Syurlia Putri Mia Indah Sari Nadia Anisha Reza Akbar Nasution Reza Septian Noorady Sugih Primas Adjie Tenny Widya Sari Tjut Fiora Tsania Oebit Zahra Astriantani Sulih

Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi 2011/2012

LO.1. Memahami dan Menjelaskan Eritropoiesis LI.1. Definisi Eritropoiesis LI.2. Mekanisme Eritropoiesis LI.3. Faktor yang Mempengaruhi Eritropoesis LI.4. Morfologi, Sifat Fisik, Fungsi dan Jumlah Normal Eritrosit LI.5. Kelainan Morfologi

LO.2. Memahami dan Menjelaskan Hemoglobin LI.2.1. Definisi Hemoglobin LI.2.2 Struktur Hemoglobin LI.2.3 Fungsi Hemoglobin

LO.3. Memahami dan Menjelaskan Anemia LI.3.1. Definisi Anemia LI.3.2. Klasifikasi anemia LI.3.3. Etiologi Anemia

LO.4. Memahami dan Menjelaskan Anemia Defisiensi Besi LI.4.1. Definisi LI.4.2. Etiologi LI.4.3. Patofisiologi LI.4.4. Manifestasi LI.4.5. Pemeriksaan Lab LI.4.6. Penatalaksanaan LI.4.7. Pencegahan

LO.1. Memahami dan Menjelaskan Eritropoiesis LI.1. Definisi EritropoiesisDefinisi: Erythropoiesis adalah suatu proses pembentukan sel darah merah (eritrosit). Pada orang dewasa pembuatannya di sumsum tulang. Pada janin eritropoeisis terjadi di yolk saccs. Faktor yang mempengaruhi eritopoesis: Eritropoetin (95% di ginjal/ sel-sel interstitial pertibular ginjal). kemampuan respon SSTL (anemia, perdarahan). Integritas proses pematangan eritrosit. Organ yang memproduksi eritrosit: SSTL Ekstramedular

LI.2. Mekanisme Eritropoiesisa. Selama perkembangan intrauterus, eritrosit mula-mula dibentuk oleh yolk sac dan kemudian oleh hati dan limpa sampai sumsum tulang terbentuk dan mengambil alih produksi eritrosit secara ekslusif. b. Pada anak, sebagian tulang terisi oleh sumsum tulang merah yang mampu memproduksi sel darah. Namun, seiring dengan pertambahan usia, sumsum tulanh kuning yang tidak mampu melakukan eritropoiesis secara perlahan menggantikan sumsum merah, yang tersisa hanya di beberapa tempat, misalnya sternum, iga dan ujung-ujungg atas tulang oanjang ekstremitas.

Sumsum tulang tidak hanya memproduksi SDM tetapi juga merupakan sumber leukosit dan trombosit.Di sumsum tulang terdapat sel punca pluripotent tak berdiferensiasi yang

secara terus menerus membelah diri dan berdiferensiasi untuk menghasilkan semua jenis sel darah. Ginjal mendeteksi penurunan/ kapasitas daraah yang mengakngkut oksigen.Jika O2 yang disalurkan ke ginjal berkurang, maka ginjal mengeluarkan hormone eritropoietin dalam darah yang berfungsi merangsang eritropoiesis (produksi eritrosit) dalam sumsum tulang.Tambahan eritrosit di sirkulasi meningkatkan kemampuan darah mrngangkut O2.Peningkatan kemampuan darah mengangkut O2 menghilangkan rangsangan awal yang memicu sekresi eritropoietin.

LI.3. Faktor yang Mempengaruhi EritropoesisKeseimbangan jumlah eritrosit yang beredar di dalam darah mencerminkan adanya keseimbangan antara pembentukan dan destruksi eritrosit. Keseimbangan ini sangat penting, karena ketika jumlah eritrosit turun akan terjadi hipoksia dan ketika terjadi kenaikan jumlah eritrosit akan meningkatkan kekentalan darah. Untuk mempertahankan jumlah eritrosit dalam rentang hemostasis, sel-sel baru diproduksi dalam kecepatan yang sangat cepat yaitu lebih dari 2 juta per detik pada orang yang sehat. Proses ini dikontrol oleh hormone dan tergantung pada pasokan yang memadai dari besi, asam amino dan vitamin B tertentu.

Hormonal Control Stimulus langsung untuk pembentukan eritrosit disediakan oleh hormone eritropoetin (EPO)dan hormon glikoprotein.Ginjal memainkan peranan utama dalam produksi EPO. Ketikasel-sel ginjal mengalami hipoksia (kekurangan O2), ginjal akan mempercepat pelepasaneritropoetin. Penurunan kadar O2 yang memicu pembentukan EPO : 1. Kurangnya jumlah sel darah merah atau destruksi eritrosit yang berlebihan 2. Kurang kadar hemoglobin di dalam sel darah merah (seperti yang terjadi pada defisiensi besi) 3. Kurangnya ketersediaan O2 seperti pada daerah dataran tinggi dan pada penderita pneumonia. Peningkatan aktivitas eritropoesis ini menambah jumlah sel darah merah dalam darah,sehingga terjadi peningkatan kapasitas darah mengangkut O2 dan memulihkan penyaluranO2 ke jaringan ke tingkat normal.Apabila penyaluran O2 ke ginjal telah normal, sekresieritropoetin dihentikan sampai diperlukan kembali. Jadi, hipoksia tidak mengaktifkanlangsung sumsum tulang secara langsung, tapi merangsang ginjal yang nantinya memberikanstimulus hormone yang akan mengaktifkan sumsum tulang.Selain

itu, testosterone pada pria juga meningkatkan produksi EPO oleh ginjal.Hormone sexwanita tidak berpengaruh terhadap stimulasi EPO, itulah sebabnya jumlah RBC pada wanitalebih rendah daripada pria.

Eritropoeitin - Dihasilkan oleh: sel interstisial peritubular ginjal,hati - Stimulus pembentukan eritroprotein: tekanan O2dalam jaringan ginjal. - penyaluran O2ke ginjal merangsang ginjal mengeluarkan hormon eritropoetin ke dalamdarah merangsang eritropoiesis di sumsum tulang dengan merangsang proliferasi dan pematangan eritrosit jumlah eritrosit meningkat kapasitas darah mengangkut O2 dan penyaluran O2ke jaringan pulih ke tingkat normal stimulus awal yang mencetuskansekresi eritropoetin hilang sampai diperlukan kembali. - Pasokan O2 ke jaringan akibat peningkatan massa eritrosit/Hb dapat lebih mudah melepaskan O2: stimulus eritroprotein turun - Fungsi: mempertahankan sel-sel precursor dengan memungkin sel-sel tsb terus berproliferasimenjadi elemen-elemen yg mensintesis Hb. - Bekerja pada sel-sel tingkat G1 - Hipoksia: rangsang fisiologis dasar untuk eritropoeisis karena suplai O2& kebutuhanmengatur pembentukan eritrosit. LI.4. Morfologi, Sifat Fisik, Fungsi dan Jumlah Normal Eritrosit Eritrosit normal berbentuk lempeng bikonkaf dengan diameter 7,8 m, dengan ketebalan pada bagian yang paling tebal 2,5 m dan pada bagian tengah1 m atau kurang. Volume eritrosit adalah 90 - 95 m3.Jumlah eritrosit normal pada pria 4,6 - 6,2 juta/Ldan pada wanita 4,2 - 5,4 juta/L. Kadar normalhemoglobin pada pria 14 - 18 g/dL dan pada wanita12 - 16g/dL.

Fungsi Sel darah Merah Sel darah merah berfungsi mengedarkan O2 ke seluruh tubuh. Berfungsi dalam penentuan golongan darah. Eritrosit juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Ketika sel darah merah mengalami proses lisis oleh patogen atau bakteri, maka hemoglobin di dalam sel darah merah akan melepaskan radikal bebas yang akan menghancurkan dinding dan membran sel patogen, serta membunuhnya. Eritrosit juga melepaskan senyawa S-nitrosothiol saat hemoglobin terdeoksigenasi, yang juga berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan melancarkan arus darah supaya darah menuju ke daerah tubuh yang kekurangan oksigen. LI.5. Kelainan Morfologi Eritrosit 1) KELAINAN UKURAN a) Makrosit, diameter eritrosit 9 m dan volumenya 100 fL b) Mikrosit, diameter eritrosit 7 dan volumenya 80 fL c) Anisositosis, ukuran eritrosit tidak sama besar 2) KELAINAN WARNA a) Hipokrom, bila daerah pucat pada bagian tengah eritrosit 1/3 diameternya b) Hiperkrom, bila daerah pucat pada bagian tengah eritrosit 1/3 diameternya c) Polikrom, eritrosit yang memiliki ukuran lebih besar dari eritrosit matang, warnanya lebih gelap.

3) KELAINAN BENTUK

a) Sel sasaran (target cell), Pada bagian tengah dari daerah pucat eritrosit terdapat bagian yang lebih gelap/merah. b) Sferosit, Eritrosit < normal, warnanya tampak lebih gelap. c) Ovalosit/Eliptosit, Bentuk eritrosit lonjong seperti telur (oval), kadangkadang dapat lebih gepeng (eliptosit). d) Stomatosit ,Bentuk sepeti mangkuk. e) Sel sabit (sickle cell/drepanocyte) Eritosit yang berubah bentuk menyerupai sabit akibat polimerasi hemoglobin S pada kekurangan O2. f) Akantosit, Eritrosit yang pada permukaannya mempunyai 3 - 12 duridengan ujung duri yang tidak sama panjang. g) Burr cell (echinocyte), Di permukaan eritrosit terdapat 10 - 30 duri kecil pendek, ujungnyatumpul. h) Sel helmet, Eritrosit berbentuk sepeti helm. i) Fragmentosit (schistocyte), Bentukeritrosit tidak beraturan. j) Teardropcell, Eritrositseperti buahpearatau tetesan air mata. k) Poikilositosis, Bentukeritrosit bermacam-macam.

LO.2. Memahami dan Menjelaskan Hemoglobin LI.2.1. Definisi HemoglobinMenurut William, Hemoglobin adalah suatu molekul yang berbentuk bulat yang terdiri dari 4 subunit. Setiap subunit mengandung satu bagian heme yang berkonjugasi dengan suatu polipeptida.Heme adalah suatu derivat porfirin yang mengandung besi.Polipeptida itu secara kolektif disebut sebagai bagian globin dari molekul hemoglobin

Nilai Batas Ambang Hb di Indonesia(Nilai normal Hb pada berbagai umur dan jenis kelamin(WHO).Menkes RI 736 a/menkes/XI/1989)

Bayi baru lahir : 16,5 +/- 3 g/Dl

Bayi 3 bulan : 11,5 +/- 2 g/dL Anak usia 1 tahun : 12 +/- 1,5 g/dL Wanita tidak hamil : 14 +/- 2,5 g/dL Wanita hamil : 11 g/dL Ibu menyusui : 12 g/dL Wanita dewasa : 12 g/dL Pria dewasa : 13 g/dL Hemoglobin ditemukan hanya disel darah merah.hemoglobin adalah molekul yang berbentuk bulat dan terdiri atas empat subunit. Setip subunit memiliki dua bagian : 1. Bagian globin, protein yang terbentuk dari empat rantai polipeptida yang sangat berlipat-lipat. 2. Empat gugus nonprotein yang mengandung besi yang dikenal dengan Heme, dengan masing-masing terikat ke salah satu polipeptida di atas. Heme adalah suatu derivate porfirin yang mengandung besi. Hemoglobin satuannya adalah % Hb atau g/dL, secara genetis Hb mempunyai 146 pasang basa nomer 6 glutamin (glu) Hb normal.Hb yang tidak normal sickle cellhemoglobine nomer 6 valine (val). Hb pria 15,4 g/dL ; Hb wanita 13,8 g/dL,Tanpa melihat jenis kelamin 14,6 g/dL . Hemoglobin adalah suatu pigmen (yang berwarna secara alami). Karena kandungan besinya maka hemoglobin tampak kemerahan jika berikatan dengan O2 dan keunguan jika mengalami deoksigenasi.(Sherwood,L. 2011. Fisiologi manusia. Ed.6. Jakarta: EGC) Sifat penting darah dalam transport oksigen adl ikatan yang reversibel oksigen dengan Hb Hb + O2 HbO2 Pd kons. tinggi Hb berkombinasi dgn O2 untuk membentuk Oksihemoglobin (HbO2) dan reaksi bergeser ke kanan. Tiap atom Fe dlm mol. Hb mengikat satu mol. O2. Bila kita plot jml Oksihemoglobin yg ada pada tiap kons. O2 diperoleh kurva disosiasi oksigen hemoglobin

LI.2.2 Struktur Hemoglobin

Molekul hemohlobin A, yang memperlihatkan empat subunit. Ada dua rantai polipeptida alfa dan dua rantai polipeptida beta yang masing masing mengandung satu gugus heme.

LI.2.3 Fungsi Hemoglobin Hemoglobin berperan penting dalam mempertahankan bentuk sel darah yang bikonkaf, jikaterjadi gangguan pada bentuk sel darah ini, maka keluwesan sel darah merah dalam melewati kapiler jadi kurang maksimal.Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kekurangan zat besi bisa mengakibatkananemia. Nilai normal hemoglobin adalah sebagai berikut : a. Anak-anak 11 13 gr/dl b. Lelaki dewasa 1418 gr/dl c. Wanita dewasa 1216 gr/dl Jika nilainya kurang dari nilai diatas bisa dikatakan anemia, dan apabila nilainya kelebihan akanmengakibatkan polinemis. LO.3. Memahami dan Menjelaskan Anemia LI.3.1. Definisi Anemia Anemia adalah keadaan dimana masa eritrosit dan /atau massa hemoglobin yang beredar tidak dapat memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. LI.3.2. Klasifikasi anemia Klasifikasi Anemia berdasarkan morfologi eritrosit A. Anemia hipokromik mikrositer (MCV


Recommended