Home >Documents >What to do when you find a child with speech and language staff.ui.ac.id/system/files/users/ D....

What to do when you find a child with speech and language staff.ui.ac.id/system/files/users/ D....

Date post:11-Apr-2018
Category:
View:217 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 70

    What to do when you find a child with speech and language delay

    Hardiono D. Pusponegoro

    Tujuan1. Mengetahui definisi keterlambatan bicara dan gangguan bahasa.2. Mengetahui gangguan psikologis-neurologis yang sering disertai

    keterlambatan bicara dan gangguan bahasa.3. Mampu melakukan deteksi dini dan pemeriksaan lanjutan yang

    diperlukan bekerjasama dalam tim interdisiplin.4. Mampu merujuk ke terapis yang sesuai.

    PendahuluanBagi dokter anak, keterlambatan bicara dan bahasa tentu bukan masalah yang asing lagi. Akan tetapi, gangguan ini melibatkan begitu banyak aspek perkembangan, mulai dari aspek kognitif hingga sosial, sehingga masih banyak hal yang dapat kita pelajari .Dalam membicarakan masalah bicara dan bahasa, kita harus membedakan antara delay atau keterlambatan dengan disorder atau gangguan. Bila kita berbicara tentang delay, berarti kita hanya mengetahui bahwa kemampuannya terlambat dibandingkan dengan anak seumurnya, sedangkan disorder atau gangguan berarti bahwa anak mengalami suatu gangguan spesifik.

    Selanjutnya, gangguan bicara berbeda dengan gangguan bahasa atau gangguan komunikasi. Berbagai disiplin ilmu sering menggunakan istilahnya sendiri; hal ini sering membingungkan. Untuk keseragaman, penulis menggunakan definisi dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders atau DSM-V yang baru dikeluarkan pada tahun 2013.1

    Gangguan suara bicara (speech sound disorder) merupakan produksi suara bicara sehingga menjadi sulit dimengerti, mengganggu komunikasi verbal serta partisipasi sosial, akademik, dan okupasi. Gangguan suara bicara dapat berupa gangguan artikulasi, kefasihan, dan/ atau kualitas bicara.1,2 Gangguan artikulasi ditandai substitusi, penghilangan, penambahan atau distorsi suara sehingga bicara menjadi kurang jelas. Gangguan kefasihan bicara ditandai adanya stuttering atau gagap ditandai gangguan kecepatan, ritme, dan pengulangan suara, kata, kalimat. Gangguan suara meliputi gangguan kualitas, nada, dan kekerasan suara. Gangguan suara bicara tidak dibicarakan dalam makalah ini.

  • What to do when you find a child with speech and language delay

    71What l Why l How in Child Neurology

    Gangguan bahasa (language disorder) merupakan gangguan penguasaan dan penggunaan bahasa baik bahasa yang diucapkan, bahasa tertulis, atau bahasa tubuh, yang disebabkan defisit produksi atau komprehensi.1

    Gangguan bahasa dapat meliputi kurangnya perbendaharaan dan pengertian tentang kata, gangguan dalam pembentuan struktur kalimat, dan gangguan penggunaan kata dan kalimat sehari-hari.1,2

    Gangguan komunikasi sosial atau pragmatik merupakan gangguan penggunaan secara sosial dari bahasa verbal dan non-verbal.1,2 Gangguan komunikasi sosial tidak dibahas dalam makalah ini.

    Bila semua gangguan tersebut tidak mendapat terapi yang tepat, akan terjadi gangguan perilaku, gangguan penyesuaian psikososial, dan kemampuan akademik yang buruk.3,4 Para ahli sepakat bahwa intervensi akan memperbaiki prognosis pada sebagian besar kasus.5 Intervensi harus dilakukan sedini mungkin, saat sinaps dan mielinasi otak masih berkembang. Intervensi yang dilakukan setelah anak berumur lebih dari 5 tahun tidak akan memberi hasil yang optimal. Dokter harus mampu mendeteksi keterlambatan bicara dan gangguan bahasa, membedakan antara keterlambatan dan gangguan spesifik, menentukan diagnosis, dan mengetahui intervensi apa yang sebaiknya dilakukan.3

    Perkembangan bicara dan bahasa normalPerkembangan bicara normal melalui beberapa tahapan yaitu munculnya cooing, babbling, ekolalia, jargon, kata dan kombinasi kata, dan pembentukan kalimat.3,6 Penambahan perbendaharaan kata umumnya masih agak lambat pada umur 1-2 tahun. Setelah 2 tahun, perbendaharaan kata bertambah dengan cepat. Penggunaan kemampuan bahasa untuk proses adaptif dan sosialisasi berkembang dengan pesat setelah anak berumur 2 tahun. Pada anak berumur kurang dari 2 tahun lebih mudah mengenali keterlambatan bicara dibanding keterlambatan bahasa. Tahapan normal perkembangan bicara dapat di lihat pada Tabel 1.

    Deteksi keterlambatan bicara dan bahasaKeterlambatan bicara dan bahasa dapat dideteksi secara klinis dengan mengacu pada milestone perkembangan bicara dan bahasa, dan menggunakan instrumen tertentu. Deteksi secara klinis ditujukan untuk mencari faktor predisposisi dan gejala penyakit atau gangguan lain yang dapat disertai keterlambatan bicara dan bahasa. Deteksi secara klinis memerlukan kerjasama interdisiplin antara dokter dari berbagai bidang ilmu, psikolog, dan terapis, karena selain faktor anak, diperlukan juga evaluasi faktor orang tua dan lingkungan anak.

  • Hardiono D. Pusponegoro

    72 What l Why l How in Child Neurology

    Tahapan perkembangan bicara dan bahasa tentunya telah diketahui dengan baik oleh dokter anak. Beberapa instrumen khusus telah tersedia, misalnya The Early Language Milestone Scale (ELMS),8 The Clinical Adaptive Test/Clinical Linguistic and Auditory Milestone Scale (CAT/CLAMS),9 atau MacArthur-Bates Communicative Developmental Inventory.10 Sayangnya, semua instrumen tersebut dibuat dalam bahasa Inggris sehingga sulit menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Selain itu, dari hasil suatu meta-analisis, tidak satu pun instrumen dapat direkomendasikan sebagai instrumen skrining yang sempurna.11

    Berdasarkan milestone perkembangan bicara dan bahasa, dikenal adanya red flags, yaitu tanda awal saat anak mulai terlihat mengalami keterlambatan bicara dan bahasa dan memerlukan evaluasi lebih lanjut.

    Dalam practice parameter yang diterbitkan oleh American Academy of Neurology,12 indikasi mutlak untuk evaluasi lebih lanjut adalah bila dijumpai anak dengan keadaan: y Tidak menunjukkan babbling, menunjuk, atau mimik yang baik pada umur

    12 bulan y Tidak ada kata pada umur 16 bulan y Tidak ada 2 kata spontan pada umur 2 tahun y Hilangnya kemampuan bicara atau kemampuan sosial pada umur berapapun.

    Tabel 1. Pola normal pekembangan bahasa dan bicara3,6,7

    Umur Kemampuan reseptif Kemampuan ekspresif

    Lahir Bereaksi terhadap suara Menangis

    2-4 bulan Berminat terhadap wajah Cooing: ooooCooing bergantian dengan orang tua

    6 bulan Menoleh bila dipanggil namanya Babbling: bababa, dadada

    9 bulan Mengerti bahasa verbal yang rutin diucapkan: dadah

    MenunjukBicara: mama, dada

    12 bulan Mengikuti perintah verbal Jargon: Kata-kata yang sering diucapkanKata pertama

    15 bulan Menunjuk ke bagian tubuh Belajar kata-kata baru perlahan-lahan

    18-24 bulan Mengerti kalimat Belajar kata-kata baru lebih cepatMenggunakan kalimat terdiri dari dua kata

    24-36 bulan Menjawab pertanyaanMengikuti perintah dua langkah

    Kalimat dapat dimengerti 50%Kalimat terdiri dari 3 kataBertanya Apa?

    36-48 bulan Mengerti apa yang dikatakan orang lain Bertanya Mengapa?Kalimat dapat dimengerti 75%

  • What to do when you find a child with speech and language delay

    73What l Why l How in Child Neurology

    Keterlambatan bicaraSebagian besar keterlambatan bicara merupakan keterlambatan bicara ekspresif, yang disebut juga sebagai late talkers, developmental language delay, atau maturational delay.3,13 Sebanyak 95% di antara anak-anak ini merupakan late bloomers yang menunjukkan catch-up pada masa prasekolah.2 Sebagian lain berlanjut dan merupakan awal dari gangguan bahasa.

    Anak dikatakan mengalami keterlambatan bicara bila kemampuannya kurang dari 1 simpang baku (standard deviation, SD) dibandingkan anak seumurnya.2 Anak-anak ini tidak mengalami gangguan kognitif. Fungsi reseptif, dapat normal atau terlambat, yang relatif lebih sulit dideteksi. Faktor predisposisi adalah kemiskinan, kurangnya pendidikan orang tua, prematuritas atau berat lahir rendah, depresi pada ibu, dan jenis kelamin lelaki. Dalam keluarga sering ditemukan riwayat keterlambatan bicara, gangguan bahasa, dan kesulitan belajar. Tidak ditemukan penyebab neurologis lain.

    Dalam praktiknya, keterlambatan bicara ekspresif tanpa disertai keterlambatan bidang lain mudah dideteksi namun sulit didiagnosis dan merupakan diagnosis per-eksklusionam. Berbagai penyebab keterlambatan bicara yang lain harus disingkirkan terlebih dahulu. Mungkin pula gejala gangguan lain baru terlihat seiring perjalanan waktu.

    Tabel 2. Tanda adanya masalah dalam perkembangan bicara7

    Usia Kemampuan

    Saat lahir dan seterusnya

    Tidak memberi respons terhadap suaraTidak ada minat berinteraksi dengan orang lain

    4 bulan Tidak mempunyai keinginan berkomunikasi

    6 bulan Mata tidak melirik dan kepala tidak menoleh pada sumber suara yang datang dari belakang atau sampingTidak respons terhadap panggilan namanyaKehilangan kemampuan mengeluarkan suara

    12 bulan Tidak ada jargon atau kata-kata rutinTidak mengatakan ma-ma, pa-paKehilangan kemampuan bicara yang sudah pernah ada

    15 bulan 18 bulan

    Tidak ada kata-kataTidak mengerti bila diajak berbicara

    18 bulan Tidak dapat mengucapkan 10 kata

    21 bulan Tidak respons terhadap perintah: duduk, berdiri, kemari

    24 bulan Perbendaharaan kata kurang dari 50Tidak ada kalimat terdiri dari 2 kataBicaranya sulit dimengerti orang lainTidak dapat menunjuk dan menyebutkan bagian tubuh: mulut, hidung, mata dan kuping

  • Hardiono D. Pusponegoro

    74 What l Why l How in Child Neurology

    Gangguan bicara dan bahasaGangguan bicara dan bahasa dapat disebabkan:7

    1. Gangguan pendengaran2. Retardasi mental3. Autisme4. Sebagai bagian dari gangguan perkembangan menyeluruh (global developmental

    delay), gangguan neurologis misalnya palsi serebral, atau deprivasi psikososial5. Developmental language disorder atau gangguan bahasa dalam masa perkembangan

    a. Reseptifb. Ekspresifc. Campuran reseptif-ekspresifd. Gangguan fonologik-sintaktike. Gangg