Home >Documents >WAWASAN 28 Maret 2016

WAWASAN 28 Maret 2016

Date post:27-Jul-2016
Category:
View:462 times
Download:43 times
Share this document with a friend
Description:
KORAN WAWASAN
Transcript:
  • Musibah itu membuat infrastrukrur rusak. Desa Clapar ju ga terisolasi. Longsor susulandi prediksi masih mengancamka ta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Catur Subandrio SSos,Minggu (27/3) petang.

    Dipaparkan Catur,i n f r a s t r u k t u r

    yang menga la

    mi rusak parah antara lain ja lan,jembatan, drainase, tanggul sungai, serta puluhan ru mah penduduk mengalami ru sak berat.

    Jalan utama yang meng hu bung kan Banjarnegara Pagen tan rusak berat sepanjang 100meter di desa Clapar. Jalan tidakdapat dilalui sama sekali, se hingga lalu lintas harus me mutarlewat Karangkobar ka ta nya.

    Jumlah rumah rusak berat15 rumah, dan rusak sedang ti

    ga rumah. Namun karena gerakan tanah masih terus terjadijumlah ini bisa saja terus ber tambah. Sabtu (26/3) malamgerakan tanah mengakibatkan

    dua rumah hancur. Sehinggame nambah jumlah rumah yangru sak. Total kerugian akibatben cana gerakan tanah belumdapat dihitung karena tanah

    TAHUN KE-31 NO: 09 TERBIT 20 HALAMAN - ISSN 0215-3203

    Desa Clapar Terisolasi

    Hidup dalam keprihatinan bagi se-bagian masyarakat Kabupaten

    Brebes ternyata masih dijumpai ditengah-tengah kemajuan zaman.Terbukti ada warga yang masihmengonsumsi nasi aking untuk

    menyambung hidupnya.

    NAMANYA Mbah Sudinah(80). Dalam usianya yang sudahrenta dengan pendengaran

    yang sudah mulai berku-rang, wanita asal Desa

    Sla tri Utara, Kecamat -an Larangan, Kabupa -ten Brebes ini masihdoyan mengonsumsi

    ma k anan tersebut.Anak satu-satunya

    Su dinah, Sokheh (50),me ngaku kalau ibunyaitu sudah pikun dan pen-

    de ngarannya sudah ber -ku rang akibat dimakanusia. Menurut Sokheh,ibu nya makan nasiaking karena kehen-dak nya sendiri. Te -tang ga juga sering

    ka sih nasi buat makanmak (ibu-red). Namun,

    mak senang makan nasi aking,lanjut Sokheh.

    Sokheh yang ditemui di ru -mahnya mengaku pula dari du -lu serba kekurangan hidupnya.Sebagai buruh serabutan, diaha rus banting tulang membia -yai kebutuhan hidupnya, ter-ma suk pula merawat ibunya

    yang sudah renta.Diakuinya, akibat pekerjaaan

    yang dijalaninya dan kondisieko nomi yang serba pas-pasanme nyebabkan istrinya mening-gal kan dirinya dengan memba -wa kelima anaknya.

    SETELAH bercerai dariDonny Hermawan pada2015, Cinta Penelope(31 tahun) tak pernahter lihat menggandengpria. Namun, akhirakhirini pedangdut itu digosipkan sedang dekatde ngan berondong alias priayang usianyabe berapa ta hun lebih mu da darinyayang menjadiproduser sa lah saturumah produksi.

    Ketikaditemui beberapa waktulalu di ka was an Petamburan,Jakarta Selatan,Cinta terlihat beberapa kali ber me sraan de

    BANTUAN : Bupat Hj Idza Priyanti SE memberikan bantuan sembakokepada Mbah Sudinah yang masih sering makan nasi aking di rumah-nya, Minggu (27/3). Foto. Eko Saputro

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Kisah Mbah Sudinah di Usia Senja

    Ekonomi Seret, Tiap Hari Makan Aking

    WONOSOBO Belasan korbanke celakaan truk maut yang terjun ke jurang desa Kumejing,Ka bupaten Wonosobo, Sabtu(26/3) lalu masih menjalani pera watan di Puskesmas Wa das lintang, Kaliwiro, dan RSUDSe tjonegoro.

    Plt Kepala Desa Kumejing,Ke camatan Wadaslintang, Da min di Wonosobo, Minggu(27/3), mengatakan, kecelakaantersebut mengakibatkan empatorang tewas, yakni Jasiyah (46),dan Sarihin (65) Misnem (47),dan Masinem (63).

    Ia mengatakan truk tersebutmembawa rombongan yangakan mengaji ke wilayah Kalida dap yang masih satu lokasi dike camatan Wadaslintang. Trukmembawa puluhan orang tersebut terguling dan masuk jurangku rang lebih sedalam delapanme ter, katanya.

    Truk terguling di tanjakan dan

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    JAKARTA - Menteri Pember-da yaan Perempuan dan Perlin-dungan Anak (PPA) YohanaYembise geram dengan praktikeksploitasi anak yang masihterjadi. Sebab praktik itu

    benar-benar merenggut hakanak.

    Ini betul-betul sudahme langgar hak-hak

    anak, kata Yohanasaat menggelar jum -pa pers di RumahPerlindungan So -sial Anak (RPSA),Bambu Apus, Ja -karta Timur,Minggu (27/3)

    Sebab, lanjutYohana, se su -ai dengankon vensi hakanak yang su -

    dah diratifi -kasi Pre si-den Jokowibahwa se-tiap anakber hak un -

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    BANJARNEGARA Bencana tanah longsor

    dan tanah gerak di Dusun Krajan, Desa

    Clapar, Kecamatan Madukara, Banjarnegara,

    hingga Minggu (27/3) masih berlangsung.

    Kondisi tersebut membuat 64 Kepala

    Keluarga (KK) yang terkena dampak

    langsung terpaksa mengungsi.

    Longsor Susulan Mengancam Harga Eceran Rp 3.000Harga Langganan Rp 50.000

    Senin Pahing 28 Maret 2016

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Empat Tewas, Belasan Korban Truk MautMasih Opname

    SEMARANG Tol SemarangSo lo pada seksi III BawenSalatiga terancam tak dapatdi gunakan saat Lebaran ta hunini. Pasalnya pembebas anlahan yang ditarget De sembertahun lalu kembali alot. Terlebih panitia penga da an tanah(P2T) yang semu la dipegangSekda ma sing masing Kabupaten/Kota, kini dikendalikanBadan Pertanah an Nasional

    Pembebasan LahanTol SemarangSolo Tersendat

    Lebaran Belum Bisa DilewatiGeram Praktik Eksploitasi Anak

    LONGSOR: Seorang warga melintasi lokasi longsor di DesaClapar, Madukara, Banjarnegara, Jateng. Longsor terjadi secaramerayap dan perlahan seluas lima hektare, mengakibatkanwarga terpaksa mengungsi karena ancaman longsor susulan,Minggu (27/3). Foto: Antara

    PUTUS : Jembatan di Dusun Krajan, Desa Clapar KecamatanMadukara, Banjarnegara putus karena bencana tanah bergerak.Infrastuktur di desa tersebut rusak parah dan 64 KK terpaksamengungsi. Foto :Joko Santoso

    Kepincut Berondong

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    TERHAMBAT: Sejumlahpekerja mengerjakan pembangunan Tol BawenSalatiga di Tuntang, Kabupaten Semarang. proyek Tol SemarangSolomengalami keterlambatan fisikhingga 20% karena terbenturpembebasan lahan sebesar7,3%. Foto: Antara

    Foto: kpl

    Yohana YembiseFoto: Ant

  • HINGGA saat ini, seolahbelum ada langkahtepat dan konkrit yangbenar-benar dapat membumi-hanguskan penyakit praktikkorupsi dari bumi pertiwi. Pa-salnya, persebaran praktik ha-am tersebut dari waktu kewaktu bukannya semakin ber-kurang, melainkan justru kianmassif. Ironisnya, praktik men-jijikkan itu justru tampak kiandiminati baik oleh kalanganpejabat pu-sat maupun daerah.Mirisnya, tidak sedikit pejabatyang melakukan korupsi ber-jamaah.

    Massifnya korupsi di Indo-nesia sungguh mengherankan,kian hari semakin subur. Pa-dahal, tidak ada satu normaatau dalil yang tidak meng-haramkannya. Dalam Islam, se-tidaknya korupsi telah dilarangdalam QS. Al-Baqarah ayat 188dan QS. Al-Nnisa ayat 29 yangsecara substantif menjelaskantentang larangan mengambilharta milik orang lain dengancara yang dilarang (bathil).

    Selain itu, secara hukumIndonesia, sudah ada perun-dang-undangan tentang lara-ngan berkorupsi. Di antaranya,UU No. 31 Tahun 1999 jo UUNo. 20 Tahun 2001 tentangPemberantasan Tindak PidanaKorupsi, UU No. 30 Tahun 2002tentang Komisi PemberantasanTindak Pidana Korupsi, sertaterakhir dengan diratifikasi-nyaUnited Nations ConventionAgainst Corruption, 2003 (Kon-vensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi, 2003)dengan UU No. 7 Tahun 2006.

    Namun, hampir setiap bulan,bahkan setiap minggu, selalu adapenangkapan tersangka barupelaku korupsi. Dan lagi-lagipelakunya ialah para pejabatyang memiliki posisi strategisselevel menteri, gubernur, wali-kota, bupati, dan anggota DPR.Implikasinya, lunturlah keper-cayaan rakyat kepada peme-rintah. Dan menyebabkan Indo-nesia berapor merah. Berdasar-kan catatan Transparency Inter-national ketika merilis CorruptionPerseptions Index (CPI) 2014 yangmenyimpulkan Indonesia pe-ringkat ke 107 terkorup di du-nia.

    Padahal, di sisi lain, masihbanyak rakyat Indonesia yangbernasib miskin atau kurangmampu. Potret rakyat terutamaanak-anak dan orang tua cacatyang meminta-minta di jalanandan persimpangan lampu me-rah, anak putus sekolah, anakkelaparan, gizi buruk, menjadibukti nyata betapa banyaknyarakyat miskin Indonesia. Dansaat ini, praktik korupsi menjadisalah satu penyebab utamanya.Bermilyar-milyar rupiah uang

    Negara yang seharusnya dapatdigunakan untuk mensejah-terakan rakyat justru raup dikantong para koruptor. Aki-batnya, rakyat gagal sejahterakarena ulah busuk mereka.

    Selain merugikan Negara danmenyengsarakan rakyat, praktikkorupsi juga tentu menjatuhkanmartabat bangsa dan Negara dimata bangsa lain. Karena ko-rupsi, Indonesia menjadi di-pandang rendah dan lemah.Sebab, kuatnya praktik korupsimenunjukkan betapa lemahnyakarakter, komitmen, dan keju-juran generasi bangsa. Meng-guritanya paraktik korupsi diIndonesia disebabkan oleh be-berapa faktor. Dalam konteksini, teori Jack Bologne berlaku diIndonesia. Jack menyebut adaempat faktor penyebab ma-raknya praktik korupsi yangsaling mendukung.

    Pertama, greedy (keseraka-han). Ini menjadi faktor internalyang hampir melekat pada dirisetiap orang, termasuk seorangkoruptor. Keserakahan meru-pakan awal penyebab mun-culnya praktik korupsi. Karenatidak merasa puas, akhirnyapara pejabat rela berkorupsi.

    Kedua, opportunity (kesem-patan). Faktor ini yaitu sistemyang menyediakan ruang ataupeluang untuk melakukan ko-rupsi. Karena pada dasarnyasetiap orang memiliki kecen-derungan sifat serakah, ketikadidukung dengan adanya pe-luang untuk mengatongi uangNegara, maka dilakukanlah.Telah kita ketahui, bahwa sis-tem di Indonesia sangat saratdengan korupsi. Di antaranya,ketika mau mengabdi menjadipegawai negeri sipil (PNS), se-orang pelamar tersebut harusmembayar pimpinan suatuinstansi tujuan dengan sejumlahuang tertentu yang nilainya cu-kup banyak.

    Ketiga, need (merasa tidakcukup). Perasaan selalu merasakurang turut menjadikan se-seorang memiliki sifat koruptif.Ketika seseorang sudah

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended