Home >Documents >WAWASAN 23 April 2015

WAWASAN 23 April 2015

Date post:21-Jul-2016
Category:
View:501 times
Download:55 times
Share this document with a friend
Description:
KORAN WAWASAN
Transcript:
  • AKSI unjuk rasa yang berben-tuk aksi diam tersebut digelardi Alun-alun Kudus mulai pu -kul 09.00 WIB. Para pengunjukrasa yang berjumlah belasan itujuga mengusung poster bertu-liskan selamatkan air di Pegu-nungan Muria dan Kendeng.

    Menurut koordinator aksida ri Muria Research Center Vi -jai Murdiono di Kudus, Rabu,aksi ini sengaja digelar bersa-maan dengan Hari Bumi untukmengajak masyarakat di Kabu-

    pa ten Kudus untuk memanfa -atkan air secara bijak.Pemanfa -atan air secara berlebihan, katadia, justru merugikan masyara-kat untuk jangka panjang.

    Oleh karena itu, lanjut dia,eksploitasi air di kawasan Pe-gu nungan Muria dan Kendengharus ditolak, karena merupa-kan daerah tangkapan air. Jikadi eksploitasi secara besar-be-saran dikhawatirkan masyara-kat setempat nantinya tidakbi sa lagi menikmati air bersih,ujarnya.

    Apalagi, lanjut dia, air meru-pa kan komponen penting da -lam kehidupan karena setiapha ri manusia menggunakan airun tuk minum, mencuci, mema-

    sak, mandi dan kebutuhan lain-nya. Bahkan, lanjut dia, sekitar75 persen jaringan tubuh ma-nu sia terdiri atas air. Menurutdia, air boleh dimanfaatkan, na -mun tidak bisa dimiliki.

    Berdasarkan hasil riset Kha -san pada tahun 2015 di Pegu-nungan Muria, kata dia, airdi jual per tangki ukuran 5.000li ter sebesar Rp20.000 danukur an 7.000 liter sehargaRp25.000.

    Setiap harinya, lanjut dia,ter jual hingga 16 rit pada mu -sim kemarau, sedangkan mu -sim hujan antara enam hinggadelapan rit. Untuk keuntungan

    BANDUNG - Presiden JokoWi dodo dalam pidato pembu-ka an Konferensi Asia Afrika(KAA) mengkiritisi peran Per -se rikatan Bangsa Bangsa (PBB)

    yang kurang sigap dalam me-nyikapi konflik antar negara.Apa maksud Jokowi?

    Kita sepakat menolak Plt In -spektorat, Plt AT Raharjo yangjuga menjabat Kepala Perpusda.Pimpinan kami masih yangdahulu, Praptomo WR, tegasInpektur Pembantu Wilayah (Ir-banwil) Drs Kaliri, Rabu (22/4).

    Dijelaskan dia, selama peja-bat lama belum menerima Su ratKeputusan (SK) nonjob, ma kasecara tidak langsung Prap tomoWR masih menjadi ke pala Ins-pektorat yang definitif. Adapunupaya Plt untuk me ngantor diInspektorat ditolak secara tegasoleh seluruh staf.

    Penolakan tersebut dibuk-

    tikan dengan membubuhkantanda tangan yang kemudianakan dilanjutkan dengan aksimo gok kerja. Mereka menilai,upaya pelengseran pejabat la -ma tidak seusai dengan perun-dang-undangan yang ada. Ka -mi tidak akan gegabah untukmenerima Plt baru. Karena pa -da hakekatnya proses yang adatidaklah berkiblat dengan per-aturan, beber Kaliri.

    Sementara itu, Kepala DinasPendapatan Pengelolaan Ke-uangan dan Aset Daerah (DPP

    5

    Kamis Pahing 23 April 2015

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Harga Eceran Rp 2.000Harga Langganan Rp 50.000 TAHUN KE-30 NO: 36 TERBIT 24 HALAMAN - ISSN 0215-3203

    TEGAL - Berbagai aksi penolakan kebijakanWali Kota Tegal, Hj Siti Masitha belum berhenti.Rabu (22/4), ratusan PNS kembali mendudukiPendapa Ki Gede Sebayu dan melakukan aksidengan berbagai orasi secara bergantian. Aksi ini juga mengganggu pelayanan umum kepada masyarakat.

    MENTERI Pendidikan danKebudayaan (Mendikbud)Anies Baswedan kembalimengambil langkah cepat,untuk menanggulangi efekkebocoran 30 buklet naskahsoal Ujian Nasional (UN)SMA melalui akun GoogleDrive.

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    EDUKATIKA

    Mendikbud Cek EfekKebocoran UN

    6

    ARTIS cantik Citra Kiranadiketahui sudah cukup lamaberpacaran dengan aktor AliSyakieb. Tapi rencana untukmenikah sepertinya masihlama terwujud. Citra yang disinggung kapan akanmenikah malah berseloroh.Ia mengaku punya pacar banyak dan masih dalam tahapmemilih yang terbaik.

    GEBYAR

    Punya Pacar Banyak

    TOLAK EKSPLOITASI: Para aktivis dari Muria Research Center Indonesia saat menggelar aksi menolak eksploitasi air pegununganMuria. Aksi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi. Foto: Ali Bustomi-yan

    Aksi Mogok PNS Tegal Berlanjut

    Eksploitasi Pegunungan Muria

    Pengusaha Air Disinyalir Tak Kantongi Izin

    Pembukaan KAA

    Jokowi Kritik PBB

    Layanan Masyarakat Terganggu

    DUDUKI PENDAPA : Ratusan PNS menduduki Pendapa Ki Gede Sebayu Komplek Pemkot Tegal untuk menolak kebijakan Wali Kota terkaitSK nonjob. Foto : Haikal-yan

    Walikota Tegal Bisa di-PTUN SEMARANG - Pakar Komuni-ka si Politik Undip Yulianto me-nil ai, kisruh yang terjadi antaraWalikota Tegal Siti Masitha dansejumlah Pegawai Negeri Sipil(PNS) di lingkungan Pemkot Te-gal, seharusnya bisa dise lesaikanlewat komunikasi bi rokrasi.

    Jika akhirnya persoalan ter-se but akhirnya meluas, bisa di-pas tikan tidak terjalin ko mu-nikasi yang baik antara atasandan bawahan, tidak menunjuk-kan pola pembangunan komu-ni kasi yang kondusif sekaligus

    menunjukkan kelema-han waliko ta Tegal, pa-parnya, Rabu (22/4).

    Reaksi yang ditunjukkanWa likota Tegal, dengan mem-be rikan sanksi pelanggaran di -si plin dengan menggeser ataumenonjobkan ke-15 PNS yangvokal, justru menunjukkan po -la kepemimpinan yang protek-tif. Justru malah membuatkon disi semakin tidak kondu-sif. Saya melihat apa yang di-sampaikan para PNS itu me -rupakan sebuah sebab akibat,mereka bereaksi dengan polakepemimpinan walikota se-hingga kemudian mengadukanpersoalan mereka kepadaDPRD, lanjutnya.

    Keputusan yang dilakukan

    tersebut, juga dinilai mengin-dahkan saran Gubernur JatengGanjar Pranowo yang memintaagar para PNS tersebut untukti dak diberi sanksi. Seharus-nya bisa diselesaikan denganca ra kekeluargaan, komunikasiyang baik. Jika para PNS ini ti -dak bisa menerima keputusanrotasi jabatan tersebut, merekabisa menuntut di PengadilanTinggi Tata Usaha (PTUN), ter-lebih sudah ada saran dari Gu-bernur, tegasnya.

    RotasiSelain itu, dirinya juga meni-

    lai dasar pertimbangan untuk

    me lakukan rotasi tersebut jugaperlu dipertanyakan sebab di-lakukan dalam waktu singkatdan terkesan mendadak. Apa-lagi persoalan pengaduan paraPNS kepada DPRD tersebut te-ngah disorot. Kesan yang ada,Walikota semena-mena terha-dap bawahan, jelasnya lagi.

    Yulianto menyarankan agarSiti Masitha banyak melihatjejak rekam walikota sebelum-nya, dalam memahami kulturkepemimpinan birokrasi yangada. Kejadian yang sama jugapernah terjadi pada masa kepe-

    PEMBUKAAN: Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi PresidentMyanmar Thein Sein (tengah) dan Menteri Luar Negeri IndonesiaRetno LP Marsudi (kiri) memukul gong saat pembukaan KonferensiTingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika tahun 2015 di Jakarta ConventionCenter, Rabu (22/4). Foto: Antara

    JAKARTA Komjen Budi Gunawanakhirnya dilantik sebagai Wakil Kapolri(Wa kapolri) Rabu (22/4). Namun pe lantikan Wakapolri kali ini agak sedikitberbeda pasalnya digelar tertutup. Padahal pelatikanpelantikan yang pernahada digelar secara terbuka. Hanya SajaPolri membantah pelantikan digelar ter

    tutup.Tidak tertutup, harus (dige

    lar) sederhana, kalau tertutupsaya tidak akan mem be ri kan keterangan pers, kataKa div Humas Polri Ir jenAnton Charliyan di Ma besPolri, Jakarta, Rabu (22/4).

    Komisioner Komisi Kepolisian Nasional M Nasser mengkritik prosesi pe lantikan Wakapolri KomjenBudi Gunawan yang dilakukan secara tertutup. Me

    nurut Nasser sejak awalrencananya pe lantikan me

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Pelantikan BG Tak Indahkan Aspirasi

    Belasan aktivis lingkungan yangtergabung dalam Muria ResearchCenter (MRC) Indonesia, Rabu(22/4) kemarin menggelar aksi

    unjuk rasa di alun-alun SimpangTujuh Kudus. Aksi yang

    dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi tersebut

    dengan tuntutan menolak eksploitasi air di Pegunungan

    Muria Kudus.

    Komjen Budi Gunawan Foto: Ant

  • Kamis Pahing, 23 April 2015

    HIGHLIGHT

    HOTSPOT

    KA Jepang Pecahkan Rekor Dunia KecepatanJEPANG-Sebuah kereta cepat berteknologi magnet di Jepangyang disebut Maglev atau magnetic levitation telah meme-cahkan rekor dunia yang pernah diciptakan sebelumnyadalam hal kecepatan, dengan melaju 603 kilometer per jam.Jawatan kereta api Jepang atau Central Japan Railways me-ngatakan, kereta yang disebut maglev itu sempat melaju de-ngan kecepatan di atas 600 kilometer per jam selama hampir11 detik dalam uji coba hari Selasa (21/4).

    Kereta tersebut dapat mencapai kecepatan setinggi itukarena adanya magnet kuat yang memungkinkannya men-gapung beberapa sentimeter di atas jalur, sehingga menghin-dari terjadinya friksi. Magnet bermuatan listrik itu jugamembantu mendorong pergerakan kereta.

    Central Japan Railways berharap teknologi maglev bisa di-gunakan menjelang tahun 2045 untuk memangkas waktutempuh hingga setengahnya antara Tokyo dan Osaka men-jadi hanya sedikit di atas satu jam. Rute yang lebih pendek,antara Tokyo dan Nagoya, diperkirakan akan dibuka padaakhir tahun 2020-an

    Para pejabat mengatakan, uji coba hari Selasa dimaksud-kan untuk menetapkan batas kemampuan teknologi itu,namun menegaskan bahwa mereka berharap kecepatan padaoperasi sesungguhnya adalah sekitar 500 kilometer per jam.

    PM Jepang Shinzo Abe telah mempromosikan teknologiitu untuk kemungkinan dijual ke negara-negara lain, terma-suk Amerika, dimana Gedung Putih telah menginvestasikanmiliaran dolar dalam menggarap proyek ambisius kereta apicepat yang saat ini masih dalam tahap awal.

    Kereta maglev memecahkan rekor dunia yang diciptakannyasendiri pada 2003, yakni 590 kilometer per jam. voa-Ct

    MAGLEV: Kereta cepat berteknologi magnet (Maglev) mencatatkecepatan 603 kilometer per jam dalam uji coba dekat GunungFuji, Selasa (21/3). Foto: afp/voa

    Ibu Teledor, Bayinya Tewas Dimakan KecoakOKLAHOMA - Peristiwa tragis terjadi di Kota Oklahoma,Amerika Serikat. Bayi berusia tiga bulan, bernama Alice, tewasmengenaskan, dengan jasadnya sudah dirubung kecoak. Ketikabayi itu meregang nyawa, si ibu bernama Brittany Bell (27) justrua

Embed Size (px)
Recommended