Home >Documents >WAWASAN 21 April 2016

WAWASAN 21 April 2016

Date post:28-Jul-2016
Category:
View:423 times
Download:21 times
Share this document with a friend
Description:
KORAN WAWASAN
Transcript:
  • SALAH satu penambang tradi-sional adalah Daryuni (50), wargaDesa Mesoyi, Kecamatan Talun.Se jak menjadi janda beberapa ta -hun lalu, Daryuni harus meng hi -dupi sendiri ibunya yang sudahber usia 70 tahun dan dua orang

    anaknya, serta seorang cucu. Se-belum menjadi penambang pasirdan batu, Dayuni mencari kayuba kar di kampung halamannyaun tuk menghidupi keluarganyaitu. Satu ikat kayu bakar saya jualRp 5 ribu, tuturnya saat ditemuidi lokasi tambang tradisional ga -lian C di Sungai Sengkarang, DesaKayugeritan, kemarin.

    Namun, dengan hanya mencarikayu bakar, ia mengaku tidakmam pu menghidupi keluarganyaitu. Apalagi, anak keduanya masihduduk di bangku kelas 6 sekolahdasar (SD). Oleh karena itu, sejakdua tahun lalu, ia menerima ajak -an tetangganya yang sudah terle -bih dahulu bekerja sebagai pe nam-bang pasir dan batu di Desa Ka yu

    TAHUN KE-31 NO: 30 TERBIT 20 HALAMAN - ISSN 0215-3203

    LAZIMNYA wanita yangmenyukai perhiasan, baikkalung, gelang, anting dancincin, tetapi tidak denganLesti Andriyani D Academy. Dia mengakutidak menyukai perhias an. Semua itu karena da lam berpenampilan tidaksu ka yang ribet.

    Saya nggak suka yang ribetdalam berpenampilan, kalau kemu dian di panggung kesannyaglamour itu kebutuhan tampilan dipanggung. Kalau seharihari sayanggak suka, katanya, Rabu (20/4).

    TANGGUH: Dayuni (50), warga Desa Mesoyi, Kecamatan Talun, menam-bang pasir dan batu di Sungai Sengkarang di Desa Kayugeritan, KecamatanKaranganyar. Foto: Hadi Waluyo-yanBersambung ke hal 7 kol 1

    Harga Eceran Rp 3.000Harga Langganan Rp 70.000

    Kamis Legi 21 April 2016

    Tetap Sederhana

    Foto: kpl

    Tolak Minta Maaf ke Korban Tragedi 1965

    JAKARTA - Wakil Pre -siden Jusuf Kalla me ne-gaskan pemerintah ti -dak akan meminta maafkepada korban trageditahun 1965. Pe negasanini disampaikan JK usaibertemu dengan MenkoPolhukam Luhut BinsarPan djaitan.

    Pak Luhut ju -ga melaporkantentang bebe-

    Dibacok, AktivisLSM Terkapar KUDUS - Nasib naas menimpa Supriyadi (40),warga RT 1/RW 1, Desa Mijen, Kecamatan Kali-wungu. Lelaki yang merupakan aktivis sebuahLSM di Kudus tersebut menjadi korban pemba-cokan orang tak dikenal. Selain Supriyadi, turutmenjadi korban, Kasim (70) ayahnya yang kebe-tulan berada di tempat yang sama.

    Perempuan Tangguh Kayugeritan

    Tangan Ngapal demi Uang Rp 75 Ribu

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Di tengah kerasnya Sungai Sengkarang,

    Kabupaten Pekalongan,banyak perempuan-

    perempuan tangguh yang terpaksa bekerja keras sebagai

    penambang pasir dan batu secaratradisional di Desa Kayugeritan,

    Kecamatan Karanganyar. Taksedikit di antara mereka sudah

    berusia lanjut, di atas 50 tahun.Demi sesuap nasi mereka tegar

    melawan teriknya matahari di aliran Sungai Sengkarang.

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Kebakaran Pabrik Kayu Jokowi

    Labfor Sulit Ambil Barang BuktiSRAGEN - Kebakaran pabrik pe-ngo lahan kayu PT Rakabu Sejah -tera, milik keluarga Presiden RI Jo -kowi, di Dusun Wonosari, DesaSambirembe, Kecamatan Kalijam -be, Sragen menghanguskan sekitar800 meter kubik kayu. Kebakaranyang berlangsung sekitar 6 jam,pa da Selasa (19/4) sore tersebut,m e rusak gudang kayu milik Jo ko -wi F1 dan F2.

    Sumber api dipastikan berasalda ri kilen dry (oven), yang diguna -kan untuk mengeringkan kayu.Se lain itu, di Gudang F1, yangmen jadi lokasi awal terbakar, jugaba nyak terdapat bahan-bahan

    yang mudah terbakar, sebelumme luluhlantahkan pabrik kayu dikawasan industri Asmindo terse-but. Hingga kini, berapa total ke -rugian, belum diketahui secarapas ti, lantaran masih menunggutim apparsial, untuk menghitungasuransi kebakaran itu.

    Karena kawasan tersebut masih

    Menurut Badrodin, awalnya padahari Selasa (8/3/16) sekitar pukul18.00 WIB di Dusun Brengkungan,Desa Pogung, Kecamatan Cawas,Kla ten, dilakukan penangkapan ter- hadap terduga Siyono, alias Afif,alias Asri selaku Toliah Bi to nahartinya Panglima Askari.

    Lalu pada Kamis (10/03/16)sekitar pukul 08.30 WIB tim me -lakukan pengembangan. Si yonodibawa ke daerah Ter minalBesa, Kecamatan Selogiri, Ka-

    OLAH TKP: Petugas dari LabforMabes Polri Cabang Semarang saat

    melakukan olah TKP, Rabu (20/4). Foto: Sutiyatmoko W-yan

    Truk Hantam 3 Motor dan 1 MobilSEMARANG Sebuah trukber muatan paket elektronikber nopol B 9126 KB menabraktiga sepeda motor dan sebuahmobil di turunan Jalan AbdulRahman Saleh, Manyaran, te patnya di depan SMP N 19, Ra bu (20/4) pukul 18.00. Diduga

    rem truk blong. Akibatnya satukorban mengen

    da rai Vega RH2401 GW, te was seketikanamun belumdi ketahui iden

    titas korban. Sementara korbanlainnya pengendara HondaRevo H 2311 AF, Yamaha MioH 6564 IY dan penumpang mo bil Daihatsu Terios H 8752 GYmengalami lukaluka.

    Menurut salah seorang saksimata Ryan Adi (25) warga sekitar, truk melintas di turunandepan SMP 19. Truk tersebutja lan kencang hingga hilangken dali dan menabrak ken da ra an yang berada di jalur ber la wanan. Tadi saya lihat truk tu

    DIBACOK: Aktivis LSM, Supriyadi mendapat perawatan intensif usai dibacok orang tak dikenal.Foto: Ali Bustomi-yan

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    JAKARTA - Tewasnya terduga terorisasal Klaten Siyono sebelum diadili menuai polemik. Kapolri JenderalBadrodin Haiti menjelaskan secararinci bagaimana kronologidilumpuhkannya Siyono dalammobil. Badrodin juga mengakui ada kesalahan prosedur dalam kasus Siyono.

    Polri Akui Ada Kesalahan

    Jusuf Kalla

    Foto: Ant

    TERGULING : Truk bermuatan paket elektronik terguling setelahmenabrak tiga motor dan sebuah mobil di Jalan Abdul rahmansaleh semarang kemarin. Foto : Harviyan

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Kasus Siyono, 2 Densus Terancam Pecat

    Badrodin HaitiFoto: Ant

  • Hilyatu Millati Rusydiyah

    DAHULU wanita cen -derung dikenal dengantugas rumah tanggayang melekat dalam dirinya.Dalam bahasa Jawa sering dise -butkan bahwa wanita mem pu -nyai tiga tugas utama, yaituma sak, macak, dan manak (ba ca:memasak, bersolek, danberanak). Dalam perkem bang -an nya, tiga tugas dasar ini di -anggap sudah tidak relevan,karena pergeseran bu daya yangmendorong wanita untuk lebihaktif berkarya di luar rumahmereka.

    Banyak orang yang ber ta -nya, sebenarnya emansipasi ba -gaimanakah yang di per ju ang-kan Kartini pada masa lalu?.Melihat kiprah wanita saat iniyang telah mengalami banyakkemajuan dibandingkan de -ngan kiprahnya di masa Kartini.

    Berbagai wacana telah di -kembangkan untuk menyeli-diki makna emansipasi Kartini.Diantaranya menyimpulkanbah wa Kartini menghendakikesetaraan hak untuk mem -peroleh pendidikan. Sedangkanpendapat lain menyatakanbahwa Kartini mem perju ang -kan kesetaraan dengan laki-lakidalam segala bidang.

    Perjuangan emansipasi Kar -tini pada masa lampau tentunyadilatarbelakangi oleh kondisisosio cultureyang ada pada saatitu. Keterbatasan kesempatanuntuk mendapatkan pendidikanbukan merupakan produk bu -daya yang sengaja memarji nal -kan wanita pada saat itu. Akantetapi merupakan kebijakan pe -merintah Hindia Belanda yangsaat itu berkuasa dalammembatasi kaum pribumi untukmemperoleh pendidikan.

    Jika melihat faktor sosio cul -ture yang melatarbelakangi per -ju angan seorang Kartini,ten tunya banyak hal yang harusdijadikan pertimbangan untukdapat melanjutkan semangatKartini hingga saat ini.

    Pertama adalah bahwa Kar -tini walaupun pada saat itumenyuarakan emansipasi wa -nita, akan tetapi dia masihmenjalankan tugasnya sebagaiistri dan ibu rumah tangga. Diatidak melupakan kodratnya se -bagai wanita yang bagai ma -napun juga berkewajiban untukmengurus rumah tangga.

    Kedua, latar belakang RadenAjeng Kartini adalah seorangdari kalangan priyayi atau kelasbangsawan Jawa. Keterta ri kan -nya terhadap pendidikan meru -pakan pengaruh dari ke lu ar -ganya yang berasal dari ketu -runan keluarga cerdas dan ber -pendidikan.

    Ketiga, kemampuan Kartinidalam berbahasa Belanda me -mudahkan dia untuk me la ku -kan korespondensi de ngansahabat-sahabatnya di Belanda,

    yang pada akhirnya membukapandangannya dan mem bu at -nya tertarik dengan kemajuanberpikir perempuan Eropa padasaat itu.

    Berawal dari korespondensiitulah timbullah keinginan Kar -tini untuk memajukan perem -puan pribumi, dimana kondisisosial saat itu perempuanpribumi berada pada statussosial yang rendah karena tidakmemperoleh pendidikan.

    Emansipasi Masa KiniSa at ini, kaum wanita telah

    menggunakan semangat eman -sipasi Kartini dalam lingkupyang lebih luas. Mereka ber -bondong-bondong menuntutpersamaan hak dengan laki-lakidalam segala aspek kehidupan,baik dalam pekerjaan, rumahtangga, maupun bernegara.

    Mereka sudah tidak cang -gung lagi untuk mengkritisiperan wanita yang dianggap ku -rang selama ini. Hal ini tentunyaharus menjadi sorotan, karenapersamaan hak dalam semuaaspek sebenarnya akan mengu -rangi peran wanita dalam ru -mah tangga.

    Peran wanita pada dewasaini tentu sudah tidak diragukanlagi. Para wanita kini mem -punyai kesempatan yang besaruntuk berkarya, bahkan dalamberpolitik sekalipun. Negarakita telah mencatat dalam seja -rahnya bahwa seorang wanitapernah menjabat sebagai pre -sidennya, yaitu Megawati Soe -karno Putri.

    Sampai saat ini berbagaiprofesi telah digeluti kaumwanita. Berbagai posisi pentingtelah mereka capai. Akan tetapikaum wanita hingga kini masihbelum puas dan tetap menyu -arakan emansipasi. Emansipasiyang menurut mereka belumterwujud sepenuhnya, karenapro porsi laki-laki yang masihmendominasi sejumlah profesidan posisi.

    Emansipasi merupakan se -bu ah usaha untuk men dapatkanpersamaan hak.Emansipasiyang dimaksudkan oleh Kartinipada saat itu adalah agar wanitamendapatkan hak untuk mem -peroleh pendidikanseluas-lu as -nya dan setinggi-tingginya.Agar wanita juga diakui kecer -dasannya dan diberi kesem -patan menga

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended