Home >Documents >WAWASAN 19 Maret 2016

WAWASAN 19 Maret 2016

Date post:27-Jul-2016
Category:
View:479 times
Download:18 times
Share this document with a friend
Description:
KORAN WAWASAN
Transcript:
  • PERGESERANetika dan sopansantun yang kon-teksnya denganpergaulan saat ini,sebagian besarkarena dorongankemajuan teknologidan khususnyateknologi komu-nikasi. Sejakmunculnya teleponseluler kemudiandisusul dengan

    fasilitas SMS, hingga aplikasi whatsapp seolahmelunturkan sopan santun berkomunikasi.Orang tak perlu lagi menunduk sebagaitanda hormat ketika mengucapkan kata den-gan orang lebih tua, atau jauh lebih tinggi ja-batannya. Atau orang tak perlu lagime na han diri karena rindu atau bencisekalipun kepada lawannya hingga bertatapmuka. Karena cukup dengan mengangkatponsel bisa langsung bicara bahkan bertatapmuka.

    Sabtu Pon 19 Maret 2016

    TAHUN KE-31 NO: 03 TERBIT 20 HALAMAN - ISSN 0215-3203

    Tuntut pencabutan Perda Nomor 16 Tahun 2015

    tentang penanggulanganpenyakit masyarakat,

    ratusan pengemis gelandangan dan orang

    terlantar (PGOT) diBanyumas, Jumat(18/3) sore mer-

    obohkan pintu ger-bang kompleks

    perkantoran pemkab.Aksi anarkis ini

    dilakukan, setelahmereka tidak puas

    dengan jawaban bupati yangmenolak mencabut perda.

    SETELAH pintu gerbangro boh, ra tusan PGOT ber -sa ma dengan Se ri kat Rak -

    yat Mis kin Indonesia (SRMI) Ba -nyu mas langsung mene ro bos ma -suk hendak mengejar bupati yangbaru saja meninggalkan mereka.Namun, polisi beserta Satpol PPlangsung mencegah me re ka. Se-hingga pengunjuk rasa ha nyameng gelar orasi di halaman pen-dapa.

    Koordinator aksi, Bangkit me-ngatakan pencabutan Perda No -mor 15 Tahun 2015 di mana di da -lamnya terdapat pasal yang me la -rang aktivitas mengamen dan me -minta-min ta atau pengemis diperempat an jalan harus segera di-lakukan. Sebab, perda tersebut di-anggap melanggar hak asasi ma -nusia (HAM).

    CHEF sekaligus artisFarah Quinn meradang saat fotonyadigunakan tanpaizin oleh iklanproduk pisaumilik BeatrixShop dan Double Fry Panmilik ModernHouse padasalah satusitus belanjaonline. Kokisekaligusmodel itu punlangsung melaporkan ke MabesPolri.

    Bermula dari ucap

    DEMO ANARKIS: Tuntut pencabutan perda, ratusan PGOT robohkanpintu gerbang perkantoran Pemkab Banyumas, Jumat (18/3). Foto : Hermiana E Effendi-yan

    Foto: Dok

    Jumlah ini, terdiri dari perkara yangma suk sebanyak 1.485 kasus ditambah per kara di tahun sebelumnya 2014seba nyak 455 kasus. Sehingga, sebanyak 1.940 kasus yang masuk di Pe ngadilan Tinggi Agama, ujar Drs H Mu khidin Pa ni tera Muda Hukum Pengadilan Tinggi Aga ma (PTA) Semarang kepada Wa wasan, di kantornya di Ja lanHanoman Semarang, Jumat, (18/3).

    Dari jumlah perkara 1.485 kasus ce rai PNS di tahun 2015 ini terdiri dari ce rai ta lak (diajukan lakilaki) sebanyak567 ka sus dan gugat cerai (diajukanpe rempuan) se banyak 914 kasus danpo li gami seba nyak 4 kasus. Jumlah inime ningkat sedikit di bandingkan tahun2014 yang mencapai 1.456 kasus ce

    Harga Eceran Rp 3.000Harga Langganan Rp 50.000

    1.940 PNS Jateng Cerai

    Dicatut Iklan Pisau

    Bersambungke hal 7 kol 3

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    SEMARANG Kasus

    perceraian yang

    melibatkan Pegawai

    Negeri Sipil (PNS) di

    Jawa Tengah terbilang

    sangat tinggi dan

    meningkat. Tahun 2015,

    tercatat sebanyak 1.940

    kasus perceraian khusus

    PNS dari berbagai

    golongan dan dari jumlah

    itu sebanyak 1.162

    kasus berhasil diputus

    Pengadilan Agama (PA) .

    Saat PGOT Memprotes Perda

    Pemkab Dianggap Merampas Hak Pengemis

    JAKARTA - Gubernur DKI Basuki TPurnama (Ahok) menepis anggapanbah wa dirinya akan kembali ber dam -pingan dengan Presiden Joko Widodoun tuk Pilpres 2019. Ahok lalu sedikitmem buka bocoran tentang siapayang akan berpasangan dengan Jo ko -wi.

    Pak Jokowi sudah ada calon kokwa kil presidennya siapa. Rahasia, sayaenggak mau menyebutkan, kataAhok di Balai Kota DKI, Jl Medan mer -deka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat(18/3).

    Awalnya Ahok memang tak maumemberi bocoran. Tetapi setelah dita -nya lagi oleh wartawan, akhirnyaAhok memberi petunjuk selanjutnya.Pokoknya ada lah. Enggak usah man -cing-mancing. Yang pasti bukan orangpartai saja, ungkap Ahok.

    Entah bocoran ini benar atau tidak,te tapi memang Ahok adalah wakil dariJo kowi saat masih bersama-sama me -mimpin DKI Jakarta. Jokowi kemudianmenjadi Presiden di tahun 2014, ke-mudian Ahok naik menjadi GubernurDKI.

    Ahok sendiri akan kembali men ca -lon kan diri untuk Pilgub DKI 2017 le -wat jalur independen. Dia akanber pasangan dengan Kepala BPKADDKI Heru Budi Hartono yang tentu -nya bukan kader partai politik. dtc-yan

    Bocorkan Cawapres Jokowi

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Irianto Joko Moelyono

    Foto: Dok

    Antara Teknologidan Keluarga

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    KAJEN - Pembangunan sejumlah ruas jalan toldi Jawa Tengah hingga kini masih diadang per-soalan klasik, pembebasan lahan. Di KabupatenPekalongan, (ruas tol Pemalang-Batang) dan diKabupaten Semarang (ruas tol Semarang-Solo)merupakan yang terkendala masalah tersebuthingga pembangunannya terhambat.

    Mega proyek jalan tol di Kabupaten Pekalon-gan masih terkendala proses pengadaan tanah,dari 24 desa di enam kecamatan, proses gantirugi lahan jalan tol baru dilakukan di dua desa, 1desa baru proses musyawarah terkait ganti rugi,dan tujuh desa diumumkan petak bidang lahan-nya. Tim pengadaan lahan jalan tol pun masih

    Proyek Tol di Jateng DiadangPembebasan Lahan

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Basuki T PurnamaFoto: Ant

    Rio Jangan DitargetMuluk-mulukMELBOURNE Pembalap Formula 1 Indonesia, Rio Haryantoba kal menorehkan sejarah dengan tampil secara resmi diGrand Prix Australia Minggu (20/3) siang WIB. Hingga freepra ctice Jumat (18/3) di Sirkuit Albert Park, Rio masih ber

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    FREE PRACTICE : Rio Haryanto saat bersiap menjalanifree practice di Sirkuit Albert Park kemarin. Foto Antara

  • Sore telah berlalu dan kitamenunggu pagi. Pagi adalahawal. Pagi adalah kesegaran.

    Pagi adalah semangat. Wawasanterbit pagi, lebih awal, lebih

    segar, lebih bersemangat,nantikan esok pagi, Senin 10

    Januari 2011.(Koran Sore Wawasan,

    9 Januari 2011).

    Lima tahun yang lalu, yai-tu ketika Wawasanmemutuskan untuk pin-dah waktu terbit menjadi pagihari, penulis menjadi pembacaaktif Koran Pagi Wawasan, se-buah surat kabar yang sampaisaat ini selalu menemani hari-hari penulis untuk mengha-dapi dinamika hidup yang bu-tuh akan infromasi. Sesuai de-ngan akhir pesan di atas padakoran sore Wawasan 9 Januari2011, harian ini membuat hi -dup penulis lebih bersema-ngat, hingga saat ini.

    Bertepatan di tahun 2011tersebut, penulis menginjak-kan kaki di Kota Semaranguntuk melanjutkan studi diInstitut Agama Islam NegeriWalisongo Semarang (seka-rang UIN). Bukan IAIN yangmembuat penulis mengge-mari Koran Wawasan, melain-kan Monash Institute Sema-rang (MIC), sebuah lembaganirlaba yang didirikan oleh Dr.Mohammad Nasih al-hafidhuntuk melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa masa depan.

    Berkenalan dengan WawasanSemenjak menjadi disciples

    MIC, sebutan untuk kader Mo-nash Institute, hampir tiadahari yang penulis lewatkan un-tuk membaca Koran Wawasan.Bahkan, setiap kajian bakdashalat Shubuh, penulis dandisciples lain tidak sabar me-nunggu kedatangan loper ko-ran, sekalipun kajian itu belumselesai. Para disciples, yang ke-banyakan berasal dari pede-saan, awalnya menang dipak-sa untuk membudayakanmembaca, termasuk infromasiterhangat yang melingkupi ke-hidupan masyarakat Indo-nesia, terutama Jawa Tengah.Maklum, budaya membaca su-rat kabar tidak begitu terlihatdi desa. Karena itulah, paramentor MIC sengaja memilihKoran Wawasan sebagai suratkabar langganan yang patutuntuk dibaca, tentu saja de-ngan berbagai pertimbangan.

    Budaya MembacaHalaman demi halaman

    yang disajikan oleh Koran Wa-wasan tidak luput dari penga-matan dan pembacaan paradisciples. Rata-rata merekamempunyai minat baca tinggi.Meski ada 25 disciples yangharus bergantian membaca-nya, tetapi tidak jadi persolan.Justru hal itu menjadi suatuaktivitas yang seru lagi me-ngasyikkan. Tidak jarang, me-reka berebut untuk membacapertama kali, hingga akhirnyasatu Koran Wawasan dibagi-bagi perlembar-halaman yangmasing-masing disciples sukai.

    Mereka yang gemar bola,termasuk penulis, tidak luputmenyerbu rubrik Sport yang

    menyajikan berita-berita olah-raga dengan tampilan yang le-bih elegan. Maklum, di MICtidak ada televisi. Selain itu,para disciples juga tidak diper-kanankan untuk menonton TVselama proses kaderisasi ber-langsung. Ini dilakukan agarti-dak menggaggu konsentrasibelajar. Karena itulah, mereka,memanfaatkan rubrik SportKoran Wawasan untuk me-ngetahui apakah tim jagoanmereka menang atau kalah.Keadaan ini juga berlaku bagimereka yang gemar fashion,perkembangan teknologi, du-nia artis, dan lain-lain.

    Disciples yang kebanyakanberasal dari daerah-daerah diJawa Tengah (Jateng) jugamencari rubrik-rubrik yangmemuat daerahnya. Merekaingin mengetahui berita ter-baru apa yang ada di dae-rahnya. Rubrik-rubrik daerahyang disajikan kala itu (2011),sebut saja Salatiga-Ambarawa-Ungaran, Kendal-Demak-Gro-bogan, Lintas Timur, dan LintasBarat menjadi santapan pagiyang menambah semangat.Meski kini beberapa rubrik itutelah berganti menjadi JatengRegion, tetapi secara subtansitidak mengubah muatan dae-rah dicari disciples.

    Selain berita lokal, para dis-ciples juga ditekankan agarmembaca berita-berita nasio-nal terbaru. Tujuannya tidaklain adalah untuk mengetahusituasi terkini bangsa Indo-nesia, yang akan mereka pim-pin di masa yang akan datang,sebagaimana tujuan didiri-kannya MIC di atas. Sikap dannalar kritis di-sciples diuji lewatpembacaan berita. Tidak ja-rang, diskusi-diskusi menge-nai kabar terbaru dilakukanuntuk menemukan solusi ataspermasalahan yang muncul.Ini memaksa mereka untukberpikir keras.

    Menjadi Teman BelajarDiskusi-diskusi itu sering

    menimbulkan perbedaan pe

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended