Home >Documents >WAWASAN 13 April 2016

WAWASAN 13 April 2016

Date post:28-Jul-2016
Category:
View:439 times
Download:34 times
Share this document with a friend
Description:
KORAN WAWASAN
Transcript:
  • TAHUN KE-31 NO: 23 TERBIT 24 HALAMAN - ISSN 0215-3203

    Limbah biasanya hanya dibuangatau dibakar. Namun limbah yang

    satu ini bukannya dibuang, tetapi justru menjadi barang

    bernilai jual tinggi.

    BAGI kebanyakan warga lim-bah kayu sering dimanfaatkanuntuk kayu bakar, pagar tana-

    man, dan keperluan lainnya. Na -mun bagi Heru Pujianto (30),lim bah kayu jati bermanfaat lain.De ngan sentuhan tangan Heru,lim bah kayu jati tersebut bisamenjadi barang seni, dan memi-

    liki nilai jual dalam bentuk su-venir mini barongan, topeng,dan gantungan kunci.

    Di rumah produksinya Se -kar Jompong Art yang tergo-

    long sederhana di Jl Mr IskandarXII (gang B) Nomor 7, RT-03/RW-04 Kelurahan Jetis, Kecamatan Blo -ra, Heru Pujianto dan istrinya me -nyulap limbah kayu menjadi sa ra -na bisnis suvenir untuk meng hi -du pi keluarganya.

    Gantungan kunci berbentuk ke -pala barongan khas kesenian rak -yat Blora, merupakan salah satuje nis suvenir yang banyak dipesanpe langgan, kantor, sekolah, dan

    TUMOR dan kanker payudaramenjadi penyakit berbahayayang cukup menghantui ba nyak wanita. Bahkan artis mu da cantik jelita Pevita Pearcemengaku dirinya tengah me ngidap tumor payudara. Pevitatahu telah memiliki tumor sejaksatu atau dua ta hun yang lalu.

    Ternyata tumor yang bia sa nya menjadi awal dari kankerpayudara di tubuh Pevita tumbuh menjadi tiga buah.Akhirnya bintang muda tersebut memilih untuk ber ba gitentang penyakitnya danberniat mengingatkan parawanita untuk mendeteksipenyakit tersebut sejak dini. Kpljie

    SUVENIR : Dari tangan Heru Pujianto, limbah kayu berubah menjadi suvenir khas Blora yang banyak diburu orang. Foto: Wahono

    SEMARANG - Gubernur Jateng Gan-jar Pranowo diharapkan bisa turun ta -ngan secara langsung untuk memper-cepat proses pembebasan lahan tol Se-marang-Solo. Pasalnya, proses pem-bangunan tersebut sudah memakanwaktu yang sangat lama.

    Anggota Komisi D DPRD JatengNgai nirrichadl mengatakan, jika ma -salah pembebasan lahan dibiarkanber larut, maka banyak pihak yangakan dirugikan. Selain pelaksanaanpro yek akan mengalami kesulitan,masyarakat yang sudah mengharap-kan adanya pembangunan pun akanme rasa kecewa.

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Harga Eceran Rp 3.000Harga Langganan Rp 70.000

    Rabu Pon 13 April 2016

    Idap Tumor

    Foto: kpl

    Dia ditahan di rutan PolresJakpus untuk 20 hari pertama,ucap Plh Kabiro Humas KPKYuyuk Andriati, Selasa (12/4).

    Fahri sebelumnya diketahuiberada di Semarang, Jawa Tengah, ketika KPK melancarkanoperasi tangkap tangan. Pihak

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Bersambung kehal 7 kol 1

    Diantar ke KPK, Fahri Ditahan JAKARTA Fahri Nurmallo (FN), ketua tim jaksa yang menangani

    kasus korupsi penyalahgunaan BPJS Kabupaten Subang yang telah

    dipindahtugaskan ke Kejati Jateng di Semarang, resmi ditahan KPK.

    Fahri dititipkan di rumah tahanan (rutan) Polres Jakarta Pusat.

    Tunggu Hari Baik

    DPR akan BentukPanja Kasus Siyono

    JAKARTA Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)memberi sinyal perombakan (reshuffle) kabinetbelum akan dilakukan pekan ini. Penegasan inidisampaikan JK dengan kode yang disebutnya hari baik.

    Belum hari baiklah, tunggutunggu saja,ujar JK di Kantor Wa

    pres Jl Me dan Mer deka Utara, Jakar ta

    Pusat, Selasa (12/4).JK mengaku

    belumberencana

    bertemukhusus

    de ngan Presiden Joko Wi do do untuk mem

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    JAKARTA - Kejanggalan kematian Siyono usaiditangkap Densus 88 menjadi sorotan Komisi IIIDPR. Ada wacana agar dibentuk panitia khusus(pansus) atau panitia kerja (panja) terkait kasustewasnya warga Klaten ini.

    Wacana itu dimunculkan dalam rapat Ko-misi III bersama Muhammadiyah, KomnasHAM, dan Kontras di Jakarta, Selasa (12/4).

    Anggota Fraksi PPP Arsul Sani menilaima sa lah ini bisa dibahas di panja. Apaperlu ada pan ja tersendiri di luar panjapenegakan hukum? Atau panja Pene-gakan Hukum ambil kasus Siyono men-

    Heru Pujianto Sulap Limbah Kayu jadi Suvenir

    Andalkan Medsos, Kewalahan Layani Pesanan

    TMJ Punya SisaWaktu 4,5 Bulan

    BARANG BUKTI: PimpinanKPK Laode M Syarif (tengah)dan Agus Rahardjo (keduakanan) menyaksikan petugasKPK menunjukkan barangbukti uang saat konferensipers tentang Operasi TangkapTangan KPK di Gedung KPK,Jakarta, Selasa (12/4). Foto: Antara

    Duel Beraroma Balas DendamMADRID Asa Atletico Madrid untuk lolos ke babaksemifinal Liga Champions musim ini akan ditentukanpada tengah pekan ini saat mereka menjamu Bar ce lona pada leg kedua babak perempat final Liga Champions musim ini di Vicente Calderon Stadium, Kamis

    (14/4) dini hari WIB.Kemenangan menjadi harga mutlak

    yang harus diraih anak asuh Diego Simeone pada leg ke dua nanti. Hal ini dikarenakan pada leg pertama, 10 pe

    ma in Atletico tidak mampu membendung Barcelona

    Bersambung ke hal 7 kol 1

  • BARU BARU ini ada fenom-ena menarik. Yakni, ketikapenyanyi dangdut ZaskiaGotic terpeleset lidah dalam se-buah acara televisi. Ucapan danjawabannya, dianggap telah me-nyinggung sebagian besar wargamasyarakat. Karena menyangkutisu nasionalisme dan aspek berne-gara. Kontroversinya masih ber-lanjut. Dan menjadi santapan me-dia yang terus diberitakan. Apayang dihadapi oleh penyanyi pe-rempuan ini, menjadi agenda danopini publik. Masyarakat terusingin mengikuti perkembangan-nya.

    Soal keseleo lidah yang barusaja dihadapi oleh Zaskia, bukanhal baru. Sudah menjadi hal yanglumrah. Ingat ketika Cita Citatayang membuat publik Papua ma-rah, karena pernyataannya yangbermakna rasial. Atau kita masihingat ketika lelucon trio pelawakBagito yang mentertawakan GusDur (ketika terpilih jadi presiden).Dan akhirnya, menjadi petaka be-sar bagi kelompok lawak terkenalitu. Lelucon yang diharapkan lu-cu, justru menjadi bumerang. Ma-lah menuai reaksi keras masya-rakat penonton. Dan mungkinmasih banyak fakta yang lain,ketika program siaran langsungtelevisi menuai kontroversi den-gan reaksi penonton.

    Program siaran langsung tele-visi memang sering memakankorban. Pancar langsung siarantelevisi, telah menyadarkan kitatentang peluang peluang konflikbaru yang belum pernah terbacaselanjutnya. Acara siaran lang-sung televisi, terkadang membukapeluang baru. Menciptakan ruangruang terbuka, bagi lahirnya kon-flik yang sulit diduga kemuncu-lannya. Banyak program acara te-levisi popular, akhirnya harus di-hentikan karena banyak hal kon-troversi yang dilahirkan.

    Berkaca dari dampak yang di-timbulkan oleh siaran langsungtelevisi, kita pun dihadapkan padabanyak persoalan dan pertanyaanpertanyaan yang mendasar. Apa-kah setiap program acara televisimembuka ruang bagi munculnyapersoalan dan konflik konflik ba-ru? Terutama siaran langsung tele-visi? Apakah benar, jika ada tudi-ngan bahwa televisi kita belummenjadi satu bangun industriyang utuh, ketika ada banyak ce-lah yang pada akahirnya akanmencederai publik? Selain itu, da-ri kasus kasus spontan yang seringmengejutkan itu, kita dihadapkanpada betapa menakutkannya sia-ran televisi dengan dampaknya.

    Paradoks Televisi itu media yang mem-

    bumi. Demikian banyak pakar se-pakat. Televisi telah memotongruang ruang geografis. Mende-katkan yang jauh. Mempopuler-kan yang asing, mengenalkan ke-ragaman dan keunikan yang adadi banyak tempat. Populasi televisiterus meningkat. Hitung saja, be-rapa banyak keluarga di tanah airyang tidak mempunyai televisi?Jumlah konsumsi televisi semakinmeningkat bertambah. Bukan ha-nya jumlah stasiun televisi sajayang terus memperoleh izin. Ru-mah rumah tangga telah disesakioleh kebisingan siaran televisi.

    Sekadar catatan saja. Tahun1950, populasi televisi di NegaraAmerika Serikat hanya 10% daritotal jumlah penduduk. Konsumsisemakin meningkat. Selang enam-puluh tahun kemudian, saat inijumlah televisi di rumah tanggalAmerika telah lebih dari 99% daritotal jumlah penduduk. Lebih me-narik lagi, 66% di antara rumahtangga itu mempunyai lebih darisatu televisi di rumahnya. Ini men-jadi bukti betapa fenomenalnyamedia televisi. Sihir televisi sulituntuk dihindari. Untuk Indonesiasendiri tercatat tak kurang 60 jutapesawat televisi ada dalam ruangkeluarga . Ini artinya, desakan tele-

    visi dengan programnya sulit un-tuk dihindari.

    Popularitasnya yang tinggi itusungguh menakutkan. Patut un-tuk dikritisi. Bahkan, karena popu-laritasnya yang begitu tinggi se-ringkali muncul tudingan, bahwatelevisi adalah sumber petaka pal-ing mutakhir banyak kasus di du-nia. Perilaku imitatif dari tayangantelevisi, pada akhirnya merepro-duksi kekerasan itu sendiri. Bah-kan, muncul asumsi, saat ini tele-visi menjadi media pembunuhpaling tinggi. Lebih banyak anakyang meninggal lantaran tayan-gan televisi, dibandingkan denganmereka yang meninggal karenapenyakit asma, flu, kanker, paruparu atau yang lain.

    Studi terakhir dari UniversitasMichingan mengungkapkan faktaironis. Yakni, televisi telah men-sah-kan, melakukan glorifikasi(pengesahan) pada hal hal men-dasar dalam kehidupan. Televisikian mempertegas tentang apa ituhitam dan putih. Buruk dan baik.Si jahat dan si budiman. Melaku-kan glorifikasi bahwa sah sah saja,si budiman diizinkan untuk mem-bunuh si jahat. Bunuhlah tanpaampun, tanpa belas kasihan, makaitu sebuah kepuasan. Penontonakan menunggu itu. Begitu hu-kumnya. Buktikan saja segenapgempita dan dramaturgi dati si-netron, ataupun film yang acap-kali ditayangkan.

    Fungsi televisi cukup mence-kam, nampaknya. Tetapi mau di-kata apa. Fungsi itulah yang se-ringkali dirasakan. Akan tetapi,masih sering kita mendengar, bah-wa televisi itu media yang kon-struktif, mampu memberikan nilainilai keutamaan. Seloroh pakarhukum komunikasi bernama Ni-cholas Johnson, penting untuk di-renungkan. Jika televisi seringkalidisebut sebagai media pendidi-kan, lalu siapakah gerangan gu-runya?

    Berkaca dari kasus kasus salahucap atau pun salah

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended