Home >Documents >WAWASAN 09 Oktober 2015

WAWASAN 09 Oktober 2015

Date post:23-Jul-2016
Category:
View:447 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
KORAN WAWASAN
Transcript:
  • Puluhan Kepala Keluarga(KK) di sebuah desa

    Kabupaten Pekalonganini harus melewati

    malam hari yang benar-benar gelap gulita. Tigabulan terakhir listrik di

    kampungnya padam, gara-gara debit air sungai Welo

    yang kering karena musim kemarau.

    PEREMPUAN paruh ba -ya nampak duduk sen-diri bersandarkan tem -bok di teras rumahnya.Ta ngannya nampak te -

    rus bergerak memasang payetatau burci. Dengan cekatan, ta-ngannya lincah memainkanjarum untuk memasang payetpada kebaya.

    Kaum ibu-ibu di sini sebagi -an besar jadi buruh pasang pa -

    Oleh : Dr. H. Noor Achmad, MA

    Rektor Unwahas Semarang

    DALAM beberapa hari lagi umat Islamakan merayakan tahun baru hijriyahyang ke 1437. Seperti kita ketahui istilahhijriyah diambil dari peristiwa hijrahnyaRasulullah SAW dari Makkah ke Madi-nah. Hijrahnya Rasulullah SAW merupa-

    kan momentum yang sangat penting karena dari peristiwa itulahRasulullah SAW membangun sebuah masyarakat dalam suatu ne-

    Harga Eceran Rp 2.000Harga Langganan Rp 50.000 TAHUN KE-30 NO: 189 TERBIT 20 HALAMAN - ISSN 0215-3203

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Foto: Dok

    Jumat Legi 9 Oktober 2015

    PENYANYI muda berbakat GitaGutawa ikut terlibat dalam acara kegiatan sosial, dengan berinisiatifuntuk mengumpulkan 1.000 bukutulis untuk disumbangkan kepadaanakanak Indonesia yang membutuhkan.

    Dia juga terlibat dalam rangkaianacara ini, yakni konser Voice of Children. Acara yang digelar dalam rang

    Foto: kpl

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Tahun 1437 H

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Kumpulkan 1.000 Buku

    SEMARANG - Pelaksana Tu -gas Harian (Plh) SekretarisDae rah (Sekda) Provinsi JatengJo ko Sutrisno mengatakan, ba -ru ada delapan daerah yangme ngusulkan UMK ke Pem-prov Jateng. Mereka di antara-nya yakni Banjarnegara danPurbalingga. Dipastikan Joko,de lapan daerah tersebut rata-rata mengalami kenaikan 10per sen dari tahun sebelumnya.Saya tidak hafal datanya, te-rang Joko Kamis (8/10).

    Joko mengklaim, keterlam-batan usulan di tingkat Provin -si lantaran masih dalam proses

    pe ngiriman dokumen usulan.Se mestinya, usulan tersebut ha -rus sudah diselesaikan di dae-rah akhir September, dan ma -suk di Pemprov Jateng per 1Oktober. Meski akhirnya Jokotak menampik masih ada dae-rah yang membahas UMK.

    Mudah-mudahan kualitaspembahasan UMK 2016 di ting-kat dewan pengupahan tidakber kurang akibat molornya pe -nyerahan usulan UMK darima sing-masing pemerintah ka-bu paten/kota. Pengusaha ha -

    UMK Rata-rata Naik 10 Persen

    Tol Ungaran-Bawen Ambles BAWEN - Ruas jalan tol ruasUngaran-Bawen, tepatnya dise putaran KM 32+600 yangberada di wilayah Blondo, Ke-ca matan Bawen, Kabupaten Se-ma rang, ambles. Adanya ke -rusakan bahu jalan tol tersebutmasih dalam proses perbaikankarena dikhawatirkan kerusak-annya bisa merembet sampaike bahu jalan sehingga meng-ganggu pengguna tol.

    Kerusakan bahu jalan tol da -ri arah Ungaran menuju Bawentersebut disebabkan tanahnya

    ambles. Sehingga cor beton ba -hu jalan mengalami retak se-pan jang sekitar 100 meter. Na -mun kerusakan bahu jalan inibelum sampai mengganggupengguna jalan tol karena be -lum sampai ke badan jalan.

    Kamis (8/10) kemarin se-jum lah pekerja terlihat masihmelakukan perbaikan keru-sakan bahu jalan tol. Sehinggapara pengguna jalan tol harushati-hati. Sebab adanya peker-jaan perbaikan terjadi penyem-pitan jalan sejauh sekitar 200meter.

    Seorang pekerja perbaikanja lan tol, Tedi Salim (30) me-ngatakan, keretakan bahu jalantol terjadi sejak beberapa bulanla lu. Kerusakan itu terjadi aki-bat tanahnya ambles. Bebe-

    Bawa Sabu Rp 40 Miliar, Didor BREBES Dua gembong narkoba

    dibekuk jajaran anggota Badan

    Narkotika Nasional (BNN) di exit

    tol Pejagan Brebes.

    Salah seorang tersangka, Yansensius Berliano (40), war ga Malang, Jawa Timur te was ditembakpetugas kare na melawan sa at penyergap an, sedangkan Agus Sa lim(41) tersang ka lain masih ditahan.

    Keterangan yang dihimpunWawasan Ka

    mis (8/10) me nyebutkan, Yansen sius dan Agus Sa lim dikuntit se jak dari Jakarta di tangkap petu

    Desa Gelap Gulita Akibat Sungai Kering

    Anak-anak Belajar dengan Lampu Senter

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    BANYUMAS Kasus kekerasan kembali mencoreng du niapen didikan di Kabupaten Ba nyumas. Imam Tri Widodo (14),sis wa kelas 8 SMP Negeri 3 Sokaraja, Kamis (8/1) terpaksati dak masuk sekolah kare na harus menjalani pe merik saanme dis di Puskesmas Sokaraja. Imam mengaku dipukul danditampar serta dijambak oleh salah seorang guru, hing ga iamenderita luka lebab pa da wajahnya.

    Kejadiannya kemarin hari Rabu (7/10), saat pelajaran Baha sa Inggris. Ada teman yang menaruh tulisan tidak sopan dise carik kertas pada meja saya. Kebetulan Pak Guru melihatdan langsung memarahi saya. Sa ya sudah mengatakan, k a lauitu bukan tulisan saya, tetapi saya malah dipukul, tutu rnya.

    Menurut pengakuan Imam, ia dipukul dua kali pada wajah.Kemudian saat ia kembali membantah soal tulisan tersebut,guru yang berinisial KBL tersebut menamparnya. Terakhir, sa

    Imam Dipukul Guruhingga Lebam

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    TANPA LISTRIK: SuasanaDukuh Sokokembang, Desa

    Kayupuring, KecamatanPetungkriyono saat siang hari.

    Pada waktu malam hari desa inisudah tiga bulan gelap gulita.

    Foto: Hadi Waluyo-yan

    DICOR ULANG : Kondisi bahujalan tol ruas Ungaran-Bawen diKM 32+600 yang mengalami keretakan sudah dilakukan pengecoran ulang sebelum dilapisi aspal. Foto: Rusmanto Budhi

    Bersambung ke hal 7 kol 3

  • Surabaya dan BandungJadi Patron SemarangDARI acara bedah visi-missi bakal calon Wa-likota dan Wakil alikota Semarang beberapawaktu lalu, memang tampak bahwa ketigapasangan calon belum menunjukkan karakterpemimpin yang wani ngedan. Ketiga pasan-gan calon masih sangat normatif dalam men-gajukan visi dan missinyauntuk membagunKota Semarang. Dari ketiga pasangan calon,

    semua hanya menyampaikan program-pro-gram yang bersifat fisik, seperti pembangunaninfrastruktur.

    Padahal sudah waktunya Kota Semarangdipimpin oleh walikota dan wail walikotayang ot of the box dalam segala hal. Merekaberdua harus berani ngedan agar Semarangbenar-benar bisa segera bangkit dan mengejarketertinggalannya dengan kota-kota lain,seperti Bandung dan Surabaya. Oleh karenaitu, saya berharap ketiga pasang calon;Marmo-Zuber, Hendy-Ita, dan Sigit-Agus,mampu mengubah strategi dan paradigmakepemimpinan pada saat diberi amanaholehmasyarakat Semarang nanti.

    Artinya, mulai sekarang,ketiga pasangcalon harus sudah mengubah maindset danpendekatan-pendekatan baru untuk merebuthati masyarakat Semarang. Mumpung masa

    kampanye masih cukup panjang, tawarkanlahmetode dan program-program yang tidakbiasa. Atau, beranilah untuk ngedan,karena jika pola dan model kepemimpinanmasih biasa-biasa saja, maka sangat sulituntuk bisa memajukan kota Semarang dengansegera.

    Terus terang menurut saya, patron yangpantas dijadikan tolok ukur adalah KotaSurabaya dan Bandung. Dua kota itu sangatfantastis dalam perkembangannya. Mengapakita tidak menirunya, sejauh yang memu-ngkinkan untuk dilakukan? Ayo, ketigapasang calon silakan berlomba merebut hatirakyat dengan tawaran program dan para-digma kepemimpinan baru yang beraningedan .

    Beny OktavianusPenggaron Kidul, Semarang.

    PENGURUS baru NahdlatulUlama (NU) sudah terbentuksebagai amanah Muktamarke-33 di Jombang, Jawa Timur.Muktamar telah terselenggara den-gan dinamika hangat dan ditutupsecara resmi telah ditutup oleh RaisAam Syuriah terpilih KH MarufAmin pada Kamis (6/8).

    Penutupan muktamar dilak-sanakan setelah Rais Aam Syuriahdan Ketua Umum Pengurus BesarNahdlatul Ulama (PBNU) masakhidmat periode 2015-2020 terpilih.Hasil sidang muktamar jugamengamanahkan kepada 7 orangsebagai Tim Formatur kepenguru-san PBNU yang baru. Ketujuhorang tersebut antara lain Rais AamKH Maruf Amin, Ketum PBNUKH Said Aqil Siraj, serta perwakilandari 5 zona wilayah Indonesia yaituJawa Timur, Jambi, Papua, NusaTenggara Barat, dan KalimantanTimur.

    Muktamar masih meninggalkanpolemik yang mengkhawatirkanbagi NU ke depan. Sebagian muk-tamirin menolak proses dan hasilmuktamar, khususnya pemilihanRais Aam Syuriah dan KetuaUmum Tanfidziyah. Kelompok inimenamakan diri sebagai ForumLintas Wilayah NU se-Indonesiaterdiri dari 29 PWNU dan ratusanPCNU.

    Forum Lintas Wilayah NU sejakditerimanya sistem AHWAmenggelar rapat di PonpesTebuireng dan akhirnya menuntutPBNU demisioner menggelar muk-tamar ulang. Konstelasi internaldan dinamika eksternal menjaditantangan berat pemimpin baruNU ke depan.

    Dinamika MuktamarDinamika muktamar menun-

    jukkan gejala panas sejak awal reg-istrasi. Hal ini tidak lepas dariwacana penerapan sistem AhlulHalli Wal Aqdi (Ahwa) dalampemilihan Rais Aam dan KetuaTanfidziyah. Akhirnya votingmemenangkan penerapan sistenAhwa untuk pemilihan Rais Aam,sedangkan pemilihan Ketua Tan-fidziyah tetap melalui voting. Hasilakhir voting Ahwa dari total 496suara, diperoleh 252 suara setujudengan Ahwa dan 235 suara meno-lak Ahwa dan 9 suara abstain.

    Tahap selanjutnya dilakukanpemilihan anggota Ahwa. Dari 508utusan PC dan PW seluruh Indone-sia, sebanyak 380 PC dan PWmenyerahkan 9 nama dari masing-masing PC dan PW. Sembilan

    nama kiai yang terpilih menjadianggota Ahwa antara lain KHMaruf Amin, KH Nawawi AbdulJalil, KH Turmudzi Badruddin, KHKholilur Rahman, KH DimyatiRois, KH Syaikh Ali Akbar Mar-dud, KH Mahtum Hannan, KHMaimun Zubair, dan KHMasyubadar.

    Hasil musyawarah Ahwa mene-tapkan KH. Musthofa Bisri (GusMus) sebagai Rais Aam dan KH.Maruf Amin sebagai wakilnya.Dalam perjalanannya Gus Musmengundurkan diri, sehinggaotomasi ditentukan KH. MarufAmin sebagai Rais Aam.

    Agenda puncak terakhir adalahpemilihan Ketua Tanfidziyah. Vot-ing dilakukan pada Kamis (6/8)pukul 01.00 WIB oleh 41