Home >Documents >WAWASAN 09 April 2016

WAWASAN 09 April 2016

Date post:27-Jul-2016
Category:
View:441 times
Download:24 times
Share this document with a friend
Description:
KORAN WAWASAN
Transcript:
  • TAHUN KE-31 NO: 20 TERBIT 20 HALAMAN - ISSN 0215-3203

    Prestasi putra bangsa dibidang robot kembali mem-buktikan tidak kalah dengannegara maju di bidang terse-but. Mahasiswa Indonesia

    tidak bisa dipandang sebelahmata oleh negara lain. Seperti

    yang dilakukan oleh tiga maha-siswa yang tergabung dalamtim robotik dari Universitas

    Islam Sultan Agung (Unissula)Semarang yang meraih sukses

    di Amerika Serikat (AS).

    TIGA mahasiswa FakultasTek nologi Industri (FTI), juru-san Teknik Elektro masing-ma sing Faisal Aminuddin (ke-

    PENYANYI Isyana Sarasvati mengaku memilikikelemahan dalam kehidup an sosial karena pribadinya yang tertutup.Hal itu berpengaruhpada sikap Isyana dalammenuangkan emosi. Alihalih curhat, dia berbicaramelalui alunan nada.

    Aku ngerasain kalauaku nggak pernah cerita keorang, jarang sekali.Apalagi kalau personal, akunggak pernah cerita sama

    JUARA: Tim robotik Unissula dari kiri: Faisal Aminuddin, La OdeMuhammad Idris, dan Ahmad Zuhri, juara umum lomba robot diAS, tiba di Bandara Ahmad Yani kemarin. Foto: Siti KH

    JAKARTA - Seorangwarga nega ra In-do nesia dite mu -kan tewas diSydney, Aus-tralia. Pe rem -puan ber na-ma Mi mingL i s t i y a n i(27) itu di -du ga di bu -nuh olehpria ber na -ma KhanhThanh Ly.

    D i l a n s i rDailymail,

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Harga Eceran Rp 3.000Harga Langganan Rp 70.000

    Sabtu Wage 9 April 2016

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Hampir Depresi

    Foto: kpl

    Sebab, peme-rintah hanya me- minta bantuanotoritas Fili pina.

    Ah eng gak adaitu, kata Wakil

    Presiden Jusuf Kalla diKantornya, Jakarta, Jumat

    (8/4).

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Bersambung ke hal 7 kol 6Bersambung ke hal 7 kol 3

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Bantuan Umar Patek Ditolak Pembebasan

    Sandera 10 WNI

    JAKARTA - Pemerintah menolakbantuan mantan teroris Umar Patekuntuk membebaskan 10 Warga

    Negara Indonesia (WNI)yang disandera

    kelompok mili-tan Abu Sayyafdi Filipina.

    Bocoran Kunci Jawaban UN RekayasaTEGAL - Ketua Pelaksana Ujian Nasional (UN)Dinas Pendidikan Kota Tegal, Sudoro memas-tikan kunci jawaban yang dijual ke sejumlahsiswa SMA di Tegal merupakan hasil rekayasa.Pasalnya, kunci jawaban UN hanya dimiliki olehPusat Pengembangan Pendidik (Puspendik).

    Kunci jawaban hanya ada satu di Puspendik.Jikalau Universitas Negeri Semarang (Unnes) di-pusatkan sebagai pemindaian jawaban, kami be-rani memastikan tidak akan ada akses untuk bi

    Ratusan Warga TerisolasiTEMANGGUNG Hingga Jumat (8/4) ratusan warga Dusun Tlogowungu, DesaMun car, Kabupaten Temanggung, terisolasi akibat tebing longsor menutup aksesjalan menuju dusun tersebut. Warga punha rus bersusah payah melewati jalan seta pak di lokasi longsor.

    Kadus Tlogowungu, Walsito, menga ta kan longsor terjadi setelah hujan derasKa mis (7/4) lalu. Kejadian tersebut meng akibatkan seorang lukaluka karena tertimbun longor setinggi dada saat melintasdaerah tersebut. Dusun Tlogowungu ber ada di perbatasan dengan wilayah Ka bupaten Kendal. Tebing longsor setinggi 50meter dengan lebar sekitar 100 meter. Gu

    TERISOLASI: Sejumlah warga berjalan membawa dagangan hasilbumi melewati lokasi jalan longsor di dusun Tlogowungu, Muncar,Gemawang, Temanggung, Jateng,Jumat (8/4). Hujan deras menyebabkantebing setinggi 50 meter dengan panjang 50 meter longsor dan menutup jalan antar desa yangmengakibatkan seorang warga terlukadan sedikitnya 200 kepala keluarga terisolasi. Foto: Antara

    Tim Robotik Unissula Juara Umum di AS

    Desain Unik jadi Kunci SuksesWNI Dibunuh Sindikat Bali Nine

    Asa Juara dan Liga ChampionsLONDON Tottenham Hotspur kembali menjalaniujian berat, untuk menjaga asa melengserkanpemuncak klasemen Leicester City, dalam pe re butan titel juara Premier League. Spurs ha rus menghadapi rintangan tembok besar, de

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Miming ListiyaniFoto: Dok

    Umar PatekFoto: Dok

  • TE R U N G K A P N Y Ajaringan peredaran nar-koba yang beroperasi dibalik jeruji besi oleh Kepolisiandan BNN, mulai di LP Nusa-kambangan, Cilacap, Jateng,hingga LP Kerobokan, Badung,Bali, dan teranyar di RutanMalabero. Freddy Budiman,bandar narkoba yang telah di-vonis mati pengadilan, terny-ata masih bisa mendapatkansejumlah fasilitas istimewa didalam penjara. Ia masih dapatberpesta sabu, berkencan den-gan sejumlah perempuan,bahkan mengendalikan bisnisnarkobanya dari dalam pen-jara. Sedangkan di LP NarkobaNusakambangan, Cilacap, napiHartoni Jaya bisa leluasa men-gendalikan bisnis barang ha-ram itu.

    Para tahanan di sana me-lakukan kejahatan berlipat,yakni mengedarkan narkobadan melawan petugas BadanNarkotika Nasional (BNN)yang hendak menggeladah me-reka hingga memantik keru-suhan yang menyebabkan ru-tan terbakar. Persoalan nar-koba di penjara terus terjadiseperti tak bisa diberantas tun-tas. Padahal, pengungkapannarkoba di penjara telah di-lakukan sejak 2012.

    Bobroknya PenjaraPenjara bukan tempat liar

    tanpa pengawasan. Semestinyatidak sulit mendeteksi pere-daran narkoba dan kejahatanlainnya. Semua terkontrol, di-pagari tembok serupa benteng.Kegiatan penghuninya ter-batas, tidak bisa sembarangankeluar-masuk dan mesti mele-wati berlapis pemeriksaan.Bahkan, kamera pengawas di-pasang di tiap sudut penjara.Tidak sekadar terkoneksi keserver di LP, kamera pengawasitu bisa diakses realtime lewattelepon seluler Menteri Hukumdan HAM Yasonna Laoly.

    Menteri Yasonna yang bisamengakses seluruh CCTV yangterpasang di LP hanya lewatsentuhan jarinya pun masih ke-colongan. Oleh karena itu, sulitmengabaikan begitu saja peranpara petugas LP dalam me-nyuburkan bisnis narkoba dankejahatan lainnya di balik pen-

    jara. Sehingga, jangan salahkanbila orang menyebut betapabobroknya pengelolaan pen-jara kita. Kita meragukan pe-redaran narkoba dan bisnisgelap lainnya dapat diberantastuntas bila pengelolaan penjarabobrok begitu. Alih-alih bisadibersihkan, dengan pengelo-laan yang begitu bobrok, pen-jara justru bisa menjadi tempatpaling aman untuk berbisnisnarkoba.

    Terpenting bukanlah me-masang CCTV dan segala pe-rangkat canggih lainnya, me-lainkan membentuk integritaspetugas LP dan rutan yangtangguh, yang memiliki inte-gritas tinggi, tidak mudahkompromi, dan menolak segalabentuk transaksi. Jajaran DirjenPemasyarakatan Kemenkumdan HAM harus menjadi yangterdepan memberantas pere-daran narkoba di penjara. Per-lawanan sindikat narkoba dibeberapa penjara semestinyatak boleh dianggap enteng.

    Badan Narkotika Nasional(BNN) bersama KementerianHukum dan Hak Asasi Manu-sia harus mengambil tindakanradikal untuk membabat habisjaringan narkoba di penjara.Kerusuhan seperti yang terjadidi Kabupaten Malabero, Beng-kulu, tak boleh dibiarkan. Insi-den itu merupakan buktibahwa mafia narkoba dibiar-kan beroperasi di lembaga pe-masyarakatan. Kejadian itumerupakan potret atas bobrok-nya penjara kita.

    Sikap Tegas PemerintahPenyusupan mafia narkoba

    ke birokrasi negara sudah men-jadi fakta tidak terbantah. Me-mang harus diakui, transaksinarkoba dari dalam penjaramelibatkan uang besar. Huku-man tegas dan lebih berat ha-rus dijatuhkan kepada sopiratau petugas LP yang terlibatdalam jaringan peredaran nar-kotika, demi memastikan sis-tem lembaga pemasyarakatan

    berjalan baik sebagai elemenvital dari sistem penegakanhukum itu sendiri.

    Kalau ditelusuri, daftar ke-rusuhan yang timbul akibatperlawanan para narapidananarkoba akan semakin pan-jang. Di tiga penjara di JawaTimur, misalnya, dari operasiBNN, sebanyak delapan ter-sangka ditangkap, empatorang di antaranya adalah so-pir, dokter lapas, dan dua nara-pidana. Yang menjadi perta-nyaan, mengapa persekong-kolan sopir dengan dokter la-pas itu bisa luput dari penga-wasan kepala penjara?

    Terbongkarnya jaringan nar-koba di berbagai penjara mem-buktikan bahwa kerja Direk-torat Jenderal Pemasyarakatanmasih jauh dari cukup. Harusada keberanian dari DirektoratJenderal Pemasyarakatan un-tuk mengambil langkah ra-dikal. Sikap diam DirektoratJenderal Pemasyarakatan sung-guh membuat publik waswas.Apa yang dilakukan lembagaini untuk membersihkan jari-ngan pengedar narkoba sangatjauh dari janji.

    Sekarang ini negara se-mestinya tidak lagi melihat ke-jahatan narkoba sebagai per-soalan biasa-biasa saja. ApalagiMenteri Hukum dan Hak AsasiManusia Yasonna Laoly, per-nah mengatakan zero toleranceuntuk pejabat yang terlibat.Jadi sudah semestinya, keja-hatan narkoba patut dilihat se-bagai kejahatan luar biasa yangmengancam masa depan keta-hanan dan kemandirian bang-sa. Penyelesaiannya pun harussecara extraordinary. Indonesiasudah dalam kondisi daruratnarkoba. Menteri Hukum danHAM Yasonna H Laoly perlumengambil kebijakan tanganbesi.

    Penulis, Pengajar Civic Hukum (PPKn)

    Universitas MuhammadiyahMalang

    PENDIRI : Ir H Budi SantosoPEMIMPIN UMUM : Irianto Joko MoelyonoPEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB : Gunawan PermadiPEMIMPIN PERUSAHAAN : Sarsa Winiarsih SantosoWAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : Djoko Sutedjo

    REDAKTUR SENIOR: Sosiawan. REDAKTUR PELAKSANA: Budi Sutomo,Achmad Ris Ediyanto. KOORDINATOR LIPUTAN: Heri Suyanto.

    PERSONALIA REDAKSI: Samsudin Bakrie. REDAKTUR: Eddy Tuhu PW, AdlanHeriyudi, Sosro Margono, Sucito, Kusmiyanto, Didik Saptiyono,

    Aman Ari yan to, Yunan Hidayat, Soetjipto, Wis nu Setiaji, Yanuar Dwi Sarjono, Sunarto, Siti Khajarwati, Rita Hidayati.

    Reporter: Unggul Su bagyo, Sugeng Ariatmojo, Sapto Sari Jati, Felek Wahyu,Jaka Nuswantara, Nurul Wahid, Rusmanto Budi, Ernawaty,

    Agus Umar, Sunardi, Fitria Rahmawati, Arix Ardana. Foto grafer : Weynes Furqon S. Kores ponden Kedu: Tri Budi Hartoyo (Koordi-

    nator), Widyas Cahyono, Ali Subechi. Banyumas: Joko Santoso (Koordinator), Hermiana Englaningtyas, Ady Purwadi.

    Pekalongan : Janti Artati (Koor dina tor), Eko Saputro, Hadi Waluyo, Probo Wirasto. Pati : Wahono (Koordinator), Budi

Embed Size (px)
Recommended