Home >Documents >WAWASAN 06 April 2016

WAWASAN 06 April 2016

Date post:27-Jul-2016
Category:
View:430 times
Download:36 times
Share this document with a friend
Description:
KORAN WAWASAN
Transcript:
  • Kasubag Progam Dinsos Provinsi JatengAdji Hadi Prakoso mengatakan, jumlah ituter diri atas beberapa jenis PMKS. Di anta ra -nya, balita telantar sebanyak 26.400 jiwa, anaktelantar sebanyak 110.007, total sebanyak136.407. Sedangkan anak tersangkut hukum685 jiwa dan anak jalanan 1.255 jiwa.

    Selain itu ditambah anak dengan kedisa bi -litas (ADK) sebanyak 24.310 jiwa, Kekerasananak sebanyak 260 jiwa, Anak memerlukanke butuhan khusus sebanyak 250 jiwa dan lan-jut usia telantar 178.375 jiwa.

    Penyandang disabilitas sebanyak 107.238

    TAHUN KE-31 NO: 17 TERBIT 20 HALAMAN - ISSN 0215-3203

    Jateng Pernah Sandang PMKS Terbesar

    Sungguh malang niannasib pasangan suamiistri, Estin (46) dan

    Tarsem (44). Bersama seorang anak laki-lakinya,

    Tomi Indra (10 bulan)harus rela tinggal di kamar mandi bekas.

    RUANGAN yang men-jadi tempat tinggal terse-but adalah sisa ba ngun-an yang utuh dari puingrumah milik Juriyah(60) yang nyaris terba -kar habis pada awal Juni2015 silam di KelurahanPurbalingga Wetan RT 2RW 1, Kecamatan Pur-

    ba lingga, Kabupaten Purba-ling ga.

    Tidak masalah di bekas ka -

    mar mandi mas, ini saja sudahsyu kur yang penting bisa untukber teduh. Yang punya rumah jugamemberikan izin, kata Tarsemsembari menggendong anaknya,Se lasa (5/4).

    Pada bagian bangunan yang ke -cil itu ia telah menghamparkankar pet dan satu unit kasur. Pada-hal di sisinya masih terdapat klo -set jongkok dan sebuah bak man -di. Sisi dinding dindingnya punjuga masih terdapat keran-keranyang telah mati.

    SELAIN Stuart Collin adajuga Titania Aurel Hermansyah yang se dangmengikuti ujian na sional paket C. Aurelmengikuti ujian diSMA Negeri 93, Kra mat Jati, Jakarta Timur.

    Ujian Nasional paketC di gelar serentak sejakkemarin, Senin (4/4), ber sa maan dengan ujian nasionalre guler. Aurel mengikuti ujianpaket C karena mengenyampendidikan home schooling.

    Aurel terdaftar dengan no mor peserta 050400303dari Pusat Ke giat an BelajarMengajar (PKBM) Rambutan,Jakarta Timur. Dtcjie

    Potret Kemiskinan di Jateng

    Kerja Serabutan, Tinggal di Bekas Kamar Mandi

    JAKARTA - Fahri Ham -zah telah mendaftarkangu gatan atas pemecat -annya sebagai anggotaPKS. Gugatan di PNJa karta Selatan (Jaksel)itu ditujukan kepada ti -ga pihak, salahsa tunya Presi-den PKS So-hibul Iman.

    P u k u l14.00 WIBtelah men -d a f t a r -kan gu -gatan de -ngan pasalperbuatanm e l a n g g a rhu kum kePN JakartaSe latan. Kuasahu kum punyahak (untukmen daftarkan)ka rena sudahditunjuk, ka -ta kuasa hu -kum Fahri,Mu jahid, Se-lasa (5/4).

    Fahri Hamzah menggunakan pasal1365 KUHPerdata soal perbuatan me -lawan hukum. Yang digugat adalahpihak-pihak yang punya peran dalammenghasilkan keputusan pemecatanke Fahri.

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Harga Eceran Rp 3.000Harga Langganan Rp 70.000

    Rabu Legi 6 April 2016

    Gugat Sohibul

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Airnav Rumahkan Petugas ATC HalimJAKARTA - Buntut tabrakan antara Batik Airdan TransNusa di Bandara Halim Perdana Ku su -ma, Senin,(4/4) malam, Direktur Operasi AirnavIndonesia, Wisnu Darjono memastikan tiga per-so nel Air Traffic Controller (ATC) di Bandara Ha -lim Perdanakusuma (HLP/WIHH) dirumahkanselama tiga minggu. Tiga personel tersebut, con-troller, asisten controller dan supervisor. Ketiga -nya terlibat langsung dengan kecelakaan antarapesawat Batik Air dan TransNusa pada peristiwatersebut.

    Kami grounded tiga minggu. Seminggu untukmereka menenangkan diri, selebihnya untuk pe-meriksaan, ujarnya.

    Menurut Wisnu, dari tiga personel tersebut,dua orang dari TNI AU yaitu controller dan asis-

    136.407 Anak TelantarSEMARANG - Penanganan permasalahan sosial di masyarakat,khusunya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menjadi problem sosial yang tak kunjung selesai, termasuk di wilayahJawa Tengah. Data PMKS di Jawa Tengah tahun 2015 menyebutkan,berdasarkan kelompok masalah mencapai 4.690.751 jiwa.

    KAMAR MANDI BEKAS : Pasangan suami-istri Estin (46) danTarsem (44) tinggal di kamar mandibekas. Foto: Joko Santososn

    Pemerintah Berdosa SEMARANG - Ma rak -nya praktik eksploitasianak dengan menja di -kan nya mesin pencetakuang dinilai sebagai do -sa pemerintah, karenabe lum mampu membe -ri kan pendidikan terha -dap masyarakat untukme wujudkan semangatre volusi mental.

    Salah satu masalahbe sar yang masih diha -da pi bangsa Indonesia

    ialah kemiskinan. Orang-orang miskin melihatpe luang bahwa menjadi pengemis merupakansa rana untuk mendapatkan uang secara mudah,ujar pengamat sosial dan budaya Kota Semarang

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Djawahir

    Foto: Fitria Rahmawati

    PERIKSA: Sejumlah petugas mengamati bagiansayap kiri dari pesawat Batik Air dengan nomor registrasi PK-LBS yang mengalami insiden di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (5/4). Foto: Antara

    Ujian Paket C

    AJAK BALITA : Seorang pengemis menggendong balita sembari mengemis di perempatan Kawasan Jalan Pemuda Semarang. Pemanfaatananak di bawah umur untuk menarik iba sedang marak di kotakota besar. Foto : Harviyan

    Sarat Harta & TahtaPARIS Sebuah laga panas akan

    tersaji pada babak perempatfinal Liga Champions pada

    te ngah pekan ini. Dua timdengan kekuatan finan

    sial besar akan salingbe rtarung untuk memperebutkansa tu tempat di babak Semifinal Li ga Champions, saat Paris SaintGer main menjamu ManchesterCity di Parc Des Princes, Kamis(7/4) dini hari WIB.

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Fahri HamzahFoto: Dok

    Foto: kpl

  • PENDIDIKAN pada haki-katnya adalah perubahan.Secara filosofis, makna pe-rubahan disini adalah dari keti-daktahuan menjadi tahu (toknow), dari ketidakmengertianmenjadi mengerti (to unders-tand), dan sebagai dampak pe-ngiringnya adalah perubahansikap ataupun karakter yangterbentuk dengan menjadi insanberakhlak mulia. Tiga kompo-nen ini jika terintegrasi dalamdunia pendidikan, akhirnya goalyang diraih adalah tercapainyatujuan pendidikan nasional,yaitu mencerdaskan kehidupanbangsa dan mengembangkanmanusia Indonesia seutuhnya,manusia yang beriman danbertaqwa terhadap Tuhan YangMaha Esa dan berbudi pekertiluhur.

    Kurikulum Nasional (Kuri-kulum 2013) yang terus diper-barui dan disempurnakan hing-ga sampai saat ini, adalah ibaratlandasan pacu pendidikanyang sebenarnya cukup idealdalam melahirkan produk pen-didikan, berupa lulusan yangkompeten di bidang keilmuandan memiliki akhlak yang mulia(sikap spiritual dan sosial). Tigaaspek pendidikan yakni penge-tahuan (kognitif), ketrampilan(psikomotrik), dan sikap (afek-tif) yang terintegrasi pada setiapmata pelajaran adalah konsepyang begitu indah dalam du-nia pendidikan. Konsep ini se-mestinya tidak hanya indah di-atas lembaran kertas, namun di-implementasikan dengan baiksehingga pendidikan lebih ber-makna.

    Pembaruan Kurikulum Na-sional tak terlepas dari hasil pe-nelitian-penelitian pendidikandalam negeri sendiri dan inter-nasional. Jika mengamati danmembaca jurnal-jurnal interna-sional tentang dunia pendidi-kan, arah dunia pendidikansaat ini sedang menuju ke-se-buah pendekatan partisipatoris kontekstual. Partisipatorismenggambarkan sebuah relasidan keterlibatan penuh, antarapeserta didik, orang tua, pen-didik, lembaga pendidikan danmasyarakat secara umum, un-tuk membangun kepedulianbersama arti pentingnya pen-didikan. Kontekstual sendiri le-bih terkait pada standar profe-sionalitas tenaga pendidik, me-liputi pedagogical skill dan contentknowledge dalam pembelajaran.

    Pendekatan kontekstual yanglahir di Amerika Serikat olehSCANS (Secretary of LaborsCommission on Achieving Ne-cessary Skills), adalah pan-dangan pendidikan modern saat

    ini. Pengembangan kontekstualterus dilakukan dan akhirnyabanyak diterima dan dilaksa-nakan oleh praktisi pendidikandidunia termasuk di-Indonesia.Kurikulum Nasional yangmenggunakan pendekatansaintifik (scientific approach) se-benarnya juga tercakup dalamembrio besar pendidikan kon-tekstual.

    Kurikulum Nasional padaakhirnya identik dengan pen-dekatan modern dalam duniapendidikan, semisal pendidikankontekstual. Kesamaan yangjelas terlihat bagaimana Kuri-kulum Nasional mementingkansebuah proses dalam kegiatanpembelajaran, mengarahkanagar pembelajaran lebih ber-makna sesuai ide besar pendi-dikan kontekstual.

    Demikian halnya denganpenilaian, penilaian pada Kuri-kulum Nasional adalah peni-laian autentik, penilaian me-nyeluruh, berkelanjutan sertaberbasis ciri khas perserta didik.Pandangan pendidikan modernseperti pada pendidikan kon-tekstual, dibangun dan dikem-bangkan dengan dasar yangkuat, melibatkan kebaruan da-lam dunia psikologi, neuros-cience, dan disiplin ilmu yanglain.

    Hal yang cukup pentingdalam pandangan pendidikanmodern adalah tidak mengenalistilah penilaian satu ukuranuntuk semua. Kurikulum sa-tu ukuran untuk semua padaakhirnya tidak cocok dengansiapapun dan dimanapun (Su-san Ohanian, 1999. Praktisi pen-didikan Amerika Serikat).

    Bagaimana dengan Ujian Na-sional (UN)?. Bukankah UNadalah satu ukuran untuk se-mua?. Dengan dalih sebagaiikhtiar untuk melakukan pe-metaan pendidikan nasional,atau sebagai barometer pen-didikan, pada akhirnya UN ter-lihat aneh pada zaman sekarangini.

    Dari sudut pandang kon-sepsi, UN sudah keluar jalur jikapemerintah konsisten terhadapimplementasi Kurikulum Na-sional, ditambah lagi denganoperasional dengan beaya yangsangat tinggi. Pelaksaan UN da-ri waktu kewaktu menyita ke-sibukan semua pihak, kemen-terian pendidikan, dari pusathingga daerah, yang semestinya

    energinya lebih fokus kepadastandarisasi proses dan tenagapendidik, daripada menguruslembaran-lembaran berupa ins-trumen tes.

    Pemetaan pemerataan kua-litas pendidikan nasional me-mang perlu dan penting, seba-gai tanggungjawab negara da-lam memajukan pendidikan.Sayangnya, alat untuk meme-takan kual

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended