Home >Documents >WAWASAN 01 April 2016

WAWASAN 01 April 2016

Date post:27-Jul-2016
Category:
View:469 times
Download:31 times
Share this document with a friend
Description:
KORAN WAWASAN
Transcript:
  • Sementara itu, pemerintahtetap akan menaikkan iuranke las I dan II sesuai denganPer pres 19/2016.

    Kelas III memang betul-be -tul untuk masyarakat dan rak -yat bawah. Sebelumnya di-usulkan dinaikkan tapi Presi-den Jokowi memutuskan un -tuk dikembalikan, Sekretaris

    Ka binet Pramono Anung diKompleks Istana Kepresiden -an, Kamis (31/3).

    Pram menjelaskan, keputu-san untuk membatalkan pe-naikan iuran BPJS Kesehatan

    BANJARNEGARA Bencanatanah bergerak dan longsor diDesa Clapar, Kabupaten Banjarnegara semakin meluas.Jumlah rumah rusak akibatben cana tersebut juga ber tam bah hingga Kamis (31/3).

    Berdasarkan pantauankami, jumlah rumah yang me nga lami kerusakan berat telahmencapai 20 unit, rusak se dang dua unit, dan rusak ri ngan empat unit serta 33 ru mah terancam longsor, ka ta nya Catur Subandrio, Kepala

    Pe laksana Harian Badan Pe nanggulangan Bencana Dae rah (BPBD) Banjarnegara, di dampingi Koordinator PoskoAju Clapar BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo.

    Menurut dia, pada hari Ka mis (31/3) tidak terjadi gerakan tanah yang signifikanser ta berdasarkan prediksiBa dan Meteorologi Klimato logi dan Geofisika (BMKG),kon disi cuaca di Desa Clapar,Ke camatan Madukara, mendung dan berpeluang hujan

    pa da siang hingga sore hari.Terkait jumlah pengungsi,

    dia mengatakan bahwa terjadipenambahan jika dibandingsa tu hari sebelumnya yangse banyak 74 keluarga. Hariini, kami mencatat sebanyak85 keluarga atau 296 jiwayang mengungsi. Mereka terdiri atas 161 lakilaki dan 135pe rempuan. Dari jumlah ter se but ada empat ibu hamil,de lapan bayi di bawah satuta hun, delapan anak batita,dan 31 orang lanjut usia, ka

    tanya.Ia mengatakan bahwa sela

    ma enam hari sejak terja di nyabencana tersebut tercatat sebanyak 273 pengungsi yangmemeriksakan kesehatannyadi posko kesehatan, se bagianbesar mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)dan mialgia (pegalpegal).

    TraumaMusibah tanah bergerak ju

    TAHUN KE-31 NO: 13 TERBIT 20 HALAMAN - ISSN 0215-3203

    Ada tradisi menarik di Kabupaten Pemalang

    mengiringi pembangunan sebuah masjid. Adalah munggah mustaka

    menjadi prosesi budaya yangdilestarikan

    sekaligus sebagai syiar agama.

    DIIRINGI shalawatdan takbir, ribuanwar ga Desa Gon-dang, KecamatanTa man Pemalang,tumpah ruah me -

    nyak sikan dua mus-taka Jami Baitussalam

    yang terbang dan men-darat di atas kubah lain-nya. Tidak sedikit pulayang terharu hingga me -neteskan air mata saatper lahan kedua mustakayang terbuat dari alu-munium tersebut perla-han-lahan naik dan ke -

    mudian terpasang di tempat-nya pada Kamis (31/3).

    Prosesi pemasangan musta -ka masjid yang tergolong unikitu diawali dengan arak-a rakanmengelilingi Desa Gon dang se-

    jauh kurang lebih tiga kilome-ter. Arak-arakan di iringi sekitar2.000 warga yang sebagianmerupakan anak muda dan sis-

    ARTIS Cut Tari telah memutuskan untuk mengurangi kesibukannya di dunia hiburandemi sang anak. Ternyata,ada alasan lain daripadasekadar ingin menghabiskanwaktu bersamasama.

    Memang sekarang lagibenarbenar ngurus anak,jadi ibu lah. Saya nggak inginanak saya mengerti bahwa diakorban perpisahan, ujar CutTari tentang anaknya, SidneyAzkassyah Yusuf, saat ditemuidi Kawasan Daan Mogot,Kamis (31/3).

    TERBANG: Dua mustaka Masjid Jami Baitussalam Desa Gondangditerbangkan untuk dipasang pada tempatnya. Foto : Probo Wirasto-yan

    Prof Dr Muhibbin

    (Rektor UIN Walisongo Semarang)

    DALAM sebuah riwayat di ka -takan bahwa hidup yang pa -ling bermakna dan akan men -dapatkan keberuntung an ia lahmanakala diberikan umur pan-jang, dan amal perbu at an nyabaik, dan sebalik nya hi dupyang sangat jelek dan akan membawa kepada ke- sengsaraan ialah ka lau umur panjang dan selalu di-gunakan untuk ke maksiatan. Namun bukan ber- arti umur yang pendek itu jelek, melainkan semua

    Hidup yang Bermakna

    Foto: Dok

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Tradisi Munggah Mustaka di Pemalang

    Warga Terharu saat Kubah Masjid Terbang

    BANYUMAS Empat bocah pencurimotor yang kemarin diamankan Pol -sek Sumbang, akhirnya dipulangkandengan dikembalikan kepada orangtua dan dalam pembinaan Balai Pe-ma syarakatan (Bapas) Purwokerto.

    Kapolsek Sumbang, AKP Supaat,Ka mis (31/3) mengatakan, awalnyaada empat bocah yang diamankan yai -tu IA (14), AIS (14), ES (13) dan TRS(12). Setelah dilakukan pemeriksaan,ternyata ada satu anak lagi yang terli-bat yaitu TF (15), sehingga ada limaanak yang diamankan.

    Empat anak yang diamankan per-tama masih sekolah, dua anak kelas 5Sekolah Dasar (SD) dan dua lainnyakelas 7, sedangkan TF merupakananak putus sekolah, terangnya.

    Menurut Kapolsek, dari pengakuananak-anak ini, mereka mengaku men-curi sepeda motor karena pernah meli-hat pencuri motor beraksi. Sehinggamereka meniru cara mencuri sepedamotor.

    Sebenarnya, anak-anak ini dijerat

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Harga Eceran Rp 3.000Harga Langganan Rp 70.000

    Jumat Legi 1 April 2016

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    Bocah Pencuri Motor Dibina Bapas

    Demi Anak

    Foto: kpl

    SOLO - Densus 88/Antiteror di -min ta tidak bertindak over da -lam menangkap dan menanganika sus. Hal tersebut di kha wa tir -kan semakin menyuburkan ra -dikalisme.

    Hal tersebut disampaikanoleh anggota Dewan Pertimba-ng an Presiden (Wantimpres),Ha syim Muzadi, kepada war ta -wan usai diskusi pencegahanpa ham radikal terorisme di Ho -tel Lorin, Solo, Kamis (31/3).Tang gapan itu disampaikannyamenjawab pertanyaan tentangka sus kematian Siyono di ta-ngan Densus 88.

    Penangkapan berujung ke-ma tian kan sudah berulang kali

    terjadi. Kasus yang ini (Siyono)bu kan kali pertama to. Saya ma -lah khawatir kasus-kasus sepertiitu akan memperkuat militansidari kelompok radikal. Saya ju -ga berkali-kali menyarankanagar penindakan kasus teroris -me jangan over, kata dia.

    Hasyim juga menyarankanagar Densus mempertimbang -kan untuk tidak ingin tampil se-cara over ketika melakukanpe nindakan atau penangkapanter duga teroris. Dicontohkan-nya, saat ini terlalu sering ma -syarakat menyaksikan televisime nayangkan aksi Densusmeng gerebek teroris. MenurutHa syim hal itu harus dihen-

    tikan.Sedangkan mengenai ka -

    sus Siyono, Hasyim men -de sak Densus 88 harusmemberikan penjelasansecara transparan. Pen-jelasan itu harus di be ri -kan oleh pimpinanDen sus 88 sebagai pe -nanggung jawab ope ra -si, ujar mantan KetumPBNU ini.

    Ditemui di tempatyang sama, Kepala BNPT,Ir jen (Pol) Tito Karnavian,me minta semua semua pihakti dak melihat persoalan pe na -

    BPJS Kelas IIIBatal Naik

    Bersambung ke hal 7 kol 6

    Bersambung ke hal 7 kol 1

    k

    Longsor Clapar Meluas, Rumah Rusak Bertambah

    SEMARANG - Pemerintah membatalkan kenaikan iuran Badan Penyelenggara JaminanSosial (BPJS) Kesehatan untuk kelas III, yang sedianya telah termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Bersambung ke hal 7 kol 3

    Kasus Tewasnya SiyonoDensus Diminta Tak Over

    GOTONG ROYONG: Warga bersama relawan bergotong royong membuat saluran air di lokasi bencana longsor dan tanahbergerak di Desa Clapar, Madukara, Banjarnegara, Jateng, Kamis (31/3). Hingga seminggu sejak terjadi bencana tanah longsor, tanah di lokasi tersebut terus mengalami pergerakan dan semakin meluas. Foto: Antara

    PEMBERITAHUAN

    Diberitahukan kepada para pelanggan dan pembaca, harga langganan Koran PagiWawasan mulai 1 April 2016 disesuaikandari Rp 50 ribu per bulan menjadi Rp 70 ribuper bulan. Untuk eceran dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000. Demikian harap maklum.

    Hasyim MuzadiFoto: Ant

  • INDONESIA mungkin belumakrab dengan hari buku anakinternasional (HBAI). Jikabelum akrab, maka wajar jika ja-rang atau sedikit pihak yangmerayakan atau sekedar mere-fleksikanya. Tanggal 2 April di-pilih untuk merayakan HBAIuntuk mengenang tanggal kela-hiran Hans Christian Andersen.Seorang penulis asal Denmarkyang memang produktif dalammenciptakan karya yang bertemakisah anak-anak. Karyanya sudahditerjemahkan dalam ratusanbahasa karena dianggap me-ngandung nilai-nilai moral yanguniversal. Bahkan sebagaian kar-yanya sudah pernah diadaptasimenjadi film.

    Karyanya seperti The LittleMatch Girl, The Little Mermaid,The Snow Girl, juga mempe-ngaruhi penulis cerita atau do-ngeng anak-anak semasanya.Maka tidak mengherankan jikapada tahun 2005 Denmark meng-helat festival yang khusus mem-peringati dua abad kelahiranAndersen. Bagi penulis festivalseperti itu laik dihelat bagi orangyang sadar betapa pentingnyapendidikan. Buku-buku do-ngeng karya Andersen telahmenjadi alat penanam moralitasotomatis bagi anak-anak yangmembacanya. Bukankah itu halyang paling inti dari setiap ting-kat pendidikan? Sebuah moralitasyang tertanam kuat.

    Budaya Membaca di IndonesiaUNESCO pada tahun 2012

    melansir penelitian yang me-nunjukan indeks membaca na-sional kita 0,001. Hal itu cukupmencengangkan mengingat ha-nya ada 1 orang yang punya mi-nat baca tinggi per 1000 orang.Dalam merefleksikan HBAI inikita akan semakin terpukul saatmengetahui bahwa menurut la-poran Komisi Nasional Perlin-dungan Anak Indonesia, sampaitahun 2011 ada sekitar 11,7 Jutaanak yang belum tersentuh pen-didikan dasar. Saat ada minat ba-ca yang rendah ditambah jutaananak belum mendapat pendi-dikan dasar, bagaimana kitamengharap ada generasi mudapenuh moralitas dari hasil ba-caan-bacaanya? Maka kata men-cekam bukanlah hal yang ber-lebihan untuk menggambarkanmasa depan generasi mendatang.

    Soekarno sendiri getol meng-

    kampanyekan PemberantasanButa Huruf. Apa yag pernahdilakukan Soekarno mulai 1948adalah melibatkan 17.822 guru di18.663 tempat untuk programtersebut. Tercatat ada 761.483peserta didik yang engikuti pro-gram tersebut. Bukankah hal itum

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended