Home >Documents >Water for the Poor Toolkit - Sambungan Komunal - Umum

Water for the Poor Toolkit - Sambungan Komunal - Umum

Date post:12-Jun-2015
Category:
View:423 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Transcript:

WATER FOR THE PO OR TOOL KIT

LAYANAN SAMBUNGAN KOMUNAL

PAKET PENJELASAN

WATER FOR THE PO OR TOOL KIT

LAYANAN SAMBUNGAN KOMUNAL

PAKET PENJELASAN

Rumah tangga yang berada didalam kawasan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), khususnya yang status lahan huniannya tidak jelas (ilegal) selama ini sulit untuk mendapatkan layanan air minum langsung dari PDAM. Beberapa PDAM terkendala oleh aturan yang ada untuk melayani rumah tangga yang berada di kawasan tersebut. Dilihat dari segi bisnis, PDAM juga enggan melayani penghuni kawasan MBR, karena adanya keharusan untuk menjual air dengan harga rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan suatu upaya khusus untuk mengatasi kesulitan MBR dalam mendapatkan akses air minum dan untuk menambah cakupan layanan PDAM. Salah satu upaya tersebut adalah program Layanan Sambungan Komunal (LSK) yaitu dimana PDAM memberikan layanan air minum dengan cara membangun meter air komunal sementara masyarakat akan membangun dan mengelola perpipaan distribusi dari meter air komunal sampai dengan meter air pelanggan. Sementara itu Fasilitas Kredit Mikro Sambungan Air diberikan bagi MBR untuk membayar biaya pemasangan sambungan rumah. Buku Water for The Poor Toolkit ini terdiri dari Paket Penjelas-an mengenai Layanan Sambungan Komunal-(LSK) dan Kredit Mikro Sambungan Air yang telah disusun bersama oleh Environmental Service Program (ESP)-USAID dan pemerintah Indonesia. Buku ini menyajikan informasi dasar yang dapat membantu setiap pihak dalam memahami proses Layanan Sambungan Komunal-(LSK) dan Kredit Mikro Sambungan Air Semoga dengan disusun. nya buku ini dapat bermanfaat untuk pengembangan program selanjutnya. Direktur Permukiman dan Perumahan d

Budi Hidayat

Akses masyarakat terhadap pelayanan air minum secara umum dirasakan masih rendah. Pencapaian sampai pada tahun 2007, cakupan pelayanan air minum melalui perpipaan yang tercapai adalah sebesar 45% diperkotaan dan 10% di perdesaan. Secara nasional cakupan pelayanan baru mencapai 24%. Gambaran pelayanan air minum kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tentu saja Iebih rendah lagi. Pelayanan pada masyarakat kurang mampu disamping keharusan bagi penyelenggara untuk menerapkan tarif sosial juga dibatasi oleh peraturan setempat tentang pelayanan pada rumah tidak memiliki ijin bangunan. Dari sisi pelayanan air minum oleh penyelenggara, pandangan bahwa penduduk MBR tidak mampu membayar pelayanan tidak sepenuhnya sahih. Hasil pengamatan dari beberapa kota di Inonesia memperlihatkan bahwa MBR membayar air minum per meter kubiknya > 10 kali lipat dari harga rata-rata. Ini mengisyaratkan bahwa pelayanan air minum pada MBR pada hakekatnya tidak ada masalah. Dalam rangka membentuk dan meningkatkan rasa kepemilikan `sense of belonging pada masa pengelolaan maka pendekatan pembangunan berbasis masyarakat perlu mendapat perhatian. Salah satu kerjasama Departemen Pekerjaan Umum dengan USAID-ESP dalam pengembangan alternatif pembangunan SPAM berbasis masyarakat adalah Program Layanan Sambungan Komunal (Master Meter) dan Layanan Sambungan Baru melalui Kredit Mikro. Program ini akan sangat bermanfaat untuk mengembangkan pelayanan air minum kepada masyarakat kurang mampu khususnya yang berada di perkotaan.Program ini diharapkan akan mendorong percepatan pelayanan masyarakat kurang mampu dan pada gilirannya akan berkontribusi pada pencapaian target MDG 2015. Direktur Jenderal Cipta Karya Direktur Jenderal kt kt e

USAID sepenuhnya mendukung pembuatan sekaligus penerbitan buku panduan Air Minum untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah - Water for the Poor. Salah satu tujuan utama keberadaan USAID di Indonesia adalah mengembangkan pelayanan dasar manusia, termasuk penyediaan akses air bersih. Saat ini hampir 100 juta orang Indonesia kekurangan akses untuk air bersih yang layak, yang mengakibatkan meningkatnya resiko kesehatan dan menghambat pembangunan ekonomi. Dampak dari resiko tersebut paling dirasakan oleh mereka yang justru tidak mampu menanggungnya.

Buku panduan Water for The Poor ini diterbitkan dalam dua volume, Meter Komunal (Buku 1) dan Kredit Mikro untuk Sambungan Baru (Buku 2). USAID sangat berharap inovasi ini dapat membantu seluruh pemangku kepentingan, yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan-perusahaan air minum, masyarakat serta lembaga pembiayaan dalam usaha mereka meningkatkan akses untuk air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Mission Director, USAID Indonesia ,

Walter North

Budi Yuwono B Budi Yuwono u n

Tentang Paket IniPaket Penjelasan ini berisi berbagai informasi tentang opsi Layanan Sambungan Komunal (LSK) yang merupakan salah satu perangkat (tool) untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mengakses layanan air minum perpipaan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Perangkat lainnya adalah Kredit Mikro untuk Sambungan Air. Paket Penjelasan LSK ini terdiri dari 4 (empat) bagian. Bagian pertama, yaitu Bagian Uraian Umum berisi berbagai informasi umum dan mendasar tentang LSK, seperti denisi, prinsip layanan, komponen, manfaat, tahap pengembangan, sampai ke kendala dan solusi dari suatu LSK. Bagian kedua dan ketiga, yaitu Bagian Perangkat PDAM dan Bagian Perangkat Fasilitator menjelaskan tentang tahaptahap spesik yang harus dilakukan pihakpihak itu dalam pengembangan LSK, berikut manfaat dan tanggung jawabnya. Bagian terakhir, yaitu Bagian Kumpulan Contoh berisi berbagai materi presentasi, dokumen, dan media promosi yang dapat dijadikan acuan bagi pihak-pihak yang ingin mengembangkan dan mengelola LSK nantinya. Selain untuk PDAM dan Fasilitator, Paket Penjelasan ini juga diharapkan dapat digunakan oleh pihak Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau Lembaga Donor , dalam upaya membantu pengembangan LSK. Perlu disadari sejak awal bahwa paket ini tidak cukup untuk menguraikan seluruh informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan dan pengelolaan LSK. Walau demikian, paket ini diharapkan dapat dijadikan landasan awal bagi pihak-pihak berkepentingan untuk dapat mempersiapkan tahap-tahap pengembangannya.

ISI PAKET Bagian URAIAN UMUM Bagian PERANGKAT PDAM Bagian PERANGKAT FASILITATOR Bagian KUMPULAN CONTOH

Publikasi ini diterbitkan oleh Environmental Services Program (ESP) atas dukungan dana the United States Agency for International Development (USAID)

Sambungan Air untuk Semua atau Water for the Poor merupakan salah satu kegiatan Environmental Services Program (ESP) yang bertujuan untuk mendorong adanya perangkat alternatif yang dapat meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap layanan air minum PDAM. Alternatif akses pelayanan ini dapat dilakukan dengan 1) Layanan Sambungan Komunal dan 2) Kredit Mikro Sambungan Air.

PengarahFoort Bustraan, Hernadi Setiono, Lina Damayanti, Siti Wahyuni, Ricky Pasha Barus, Julian Syah, Nur Endah Shoani dari tim ESP.

PenyusunQipra Galang Kualita, PT; yang terdiri dari Rudy Yuwono, Isna Marifa, Endro Adinugroho, Laksmi Wardhani, Deasy Sekar Tanjung Sari, Bayu Rizky Tribuwono, Utari Ninghadiyati, Budi Susilorini, Endang Sunandar, Muhammad Tauk Sugandi.

Sekilas mengenai ESPEnvironmental Services Program (ESP) adalah suatu program kerjasama antara the United States Agency for International Development (USAID) dengan pemerintah Republik Indonesia yang berlangsung selama 5 tahun sampai tahun 2009. Tujuan program adalah meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengelolaan air yang lebih baik, memperluas akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi. Termasuk akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang selama ini menggunakan air dari sumber-sumber lain yang tidak terjamin kesehatannya. Ada 6 provinsi yang menjadi wilayah kerja ESP, yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ESP, pembaca dapat mengakses www.esp.or.id.

ApresiasiUntuk Masukan dan Substansi: Teddy, Zaenal Abidin Siregar (PDAM Medan); Khairul Abidin dan Rawaludin Siregar (Dinas Permukiman kota Medan); Boy, Kiki, Agus (PDAM Bandung); Erna Purnawati (Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya); Indrarini (PDAM Surabaya); Edi Rag, dr. Wahyu, Silva (Jaringan Kesejahteraan/Kesehatan Masyarakat, Medan); Somad, Agus, Novi (Perhimpunan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat, Jakarta); Hellen, Lina, Wawan (Pengembangan Swadaya Masyarakat, Bandung); Acun (Bandung Peduli), Soeroso, Abdul Rohim (Pengurus Tirta Sari Bandung), Sanusi, Amansyah, Etty (Masyarakat Yong Panah Hijau, Medan), Masyarakat Belawan Medan. Untuk Foto: Environmental Services Program (ESP)

Penerbit:United States Agency for International Development (USAID )/Environmental Services Program (ESP) Ratu Plaza Building 17th Fl., Jl. Jend Sudirman No. 9, Jakarta 10270 Tel. 62-21-720 9594, Fax. 62-21-720 4546, Website : www.esp.or.id

WATER FOR THE PO OR TOOL KIT

LAYANAN SAMBUNGAN KOMUNALURAIAN UMUM

PAKET PENJELASAN

Tentang Bagian IniBagian Uraian Umum ini merupakan bagian awal dari Paket Penjelasan Layanan Sambungan Komunal. Bagian ini menguraikan berbagai informasi umum dan mendasar tentang Layanan Sambungan Komunal (LSK). Termasuk di dalamnya uraian mengenai denisi, prinsip layanan, komponen, manfaat, tahapan pengembangan, sampai ke kendala dan solusi dari suatu LSK. Bagian Uraian Umum ini selayaknya dipahami dulu sebelum pembaca melanjutkan ke bagian-bagian lain dari Paket Penjelasan Layanan Sambungan Komunal. Pembaca yang berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) disarankan untuk melanjutkan ke Bagian Perangkat PDAM. Sedangkan pembaca yang akan berperan sebagai Fasilitator disarankan untuk melanjutkan ke Bagian Perangkat Fasilitator. Dalam bagian Uraian Umum ini, pembaca akan menjumpai diagram umum tahapan pengembangan LSK. Diagram ini merupakan acuan utama dari pengembangan diagramdiagram spesik yang terdapat di Bagian P

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended