Home >Documents >WASh NTT News Edisi Juli 2009

WASh NTT News Edisi Juli 2009

Date post:04-Apr-2018
Category:
View:221 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 7/30/2019 WASh NTT News Edisi Juli 2009

    1/8

    Timor Tengah Se la tan . Syair pantun dalam Bahasa Timor Amanatun itu dialunkan

    oleh, Demas bersama dengan Yoseph Mafeo, Agustinus Asbanu, Sulce Benu, Veronika

    Tafuli dan 20 orang kawan-kawannya sambil menari dalam bentuk lingkaran. Syair

    tersebut memiliki makna ajakan kepada masyarakat untuk membudayakan hidupbersih dan sehat karena dengan perilaku hidup bersih dan sehat dapat mengatasi giziburuk, kemiskinan, dan mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

    Demas, murid kelas IV, Sekolah Dasar Negeri Bimate, Desa Snok, Kecamatan Ama-natun Utara, Kabupaten Timor Tengah (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur itu se-

    dang memimpin kawan-kawannya berbalas berpantun dengan cara bersenandungmengikuti ritme irama dan pola gerakan tertentu. Masyarakat Timor menyebutnya

    sebagai Bonet, sebuah seni tradisional yang walaupun populer ditingkat masyarakat,kini mulai jarang dipentaskan dihadapan umum.

    Daftar Isi :

    >Membalut Pesa

    Cuci Tangan Pa

    Sabun Melalui

    Pantun (1)

    > BONET Dari AMencari Jodoh,

    Hingga Media

    Promosi PHBS

    > Pulau Ende yan

    Luar Biasa! (6)

    WASHNTT NEWS

    31 Juli 2009 Edisi II, tahun 2009WASH-NTT NEWSd i te r b i t k an un i c e f -

    Kupang F ie ld Of f ice

    un tu k be r bag i i n fo rpe r k embangan k eg

    Wate r S an i ta t i on an

    H y g iene ( WA S H) d iP rop ins i Nusa Teng

    T imur ( N TT)

    D

    emas Tafulimenghentak-hentakkan

    kakinya ke-bawah mengikuti iramapantun yang dilagukan.Suara giring (gelang ber-lonceng yang terbuat darikuningan) dari pergela-ngan kakinya bergeme-rincing seirama denganbait-bait pantun yang di-

    lantukan, PHBS lo laisPalo Let, Pa Lole NeumHai To Ok Oke, Na FenaKit Het Moin Alekot, MoinTa Na Leok, Pahe NaoMat.

    MEMBALUT PESAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN

    MELALUI PANTUN

    Cata t an Redaks i :

    Se te lah s a tu t ahuns e jak te r b i tn y a N e

    le t te r ed i s i pe r tama

    mak a pada A w a l B u

    A gus tus i n i , N ew s leed i s i k edua ak h i r ny

    dapa t d i te r b i t k an . ed is i kedua ka l i in i

    r edak s i mengangk a

    PHBS yang d ibu ngkda lam k esen ian bu

    lok a l dan d i k emas

    dengan s anga t k r es ebaga i tema u tam

    L iha t s a ja baga ima

    pesan PHBS d isam pk an m e la lu i B one t

    Kabupaten TTS a taak s i k r ea t i f m as y ar

    d i Pu lau Ende yang

    meny am pa ik an pesPHBS yang d i t o reh

    pada d ind ing tugu

    d i tep ian pan ta i .

  • 7/30/2019 WASh NTT News Edisi Juli 2009

    2/8

    Halaman 2

    Berba las Pantu n

    Demas dan kawan-kawannya dari SD Negeri Bimate

    merupakan salah satu dari 20 Sekolah Dasar yang

    diundang untuk mengikuti kompetisi Promosi Peri-

    laku Hidup Bersih dan Sehat melalui media seni tra-disional Bonet, yang dilaksanakan oleh POKJA AMPLKabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada tang-

    gal 18 dan 19 Mei 2009 di Lapangan Puspemnas,Kota Soe. Cornelis Metta, selaku Ketua Panitia Pe-

    laksana menambahkan bahwa kompetisi ini bertu-

    juan untuk dapat meningkatkan kesadaranmasyarakat utamanya anak-anak agar dapat mem-

    perbaiki pola perilakunya menjadi lebih bersih dansehat. Bonet dipilih sebagai media untuk menyam-

    paikan pesan PHBS karena selain menggunakanbahasa lokal, seni tradisi ini sangat populer di

    masyarakat Kabupaten TTS, terang Cornelis yangjuga Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan padaDinas Kesehatan Kabupaten TTS.

    Bonet merupakan seni berbalas pantun, yang biasa

    terdapat di belahan tengah Pulau Timor, salah satu

    pulau utama di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Senitradisional yang umurnya ratusan tahun ini banyak

    ditemui pada sub-suku Dawan seperti Amanatun,Amanuban dan Mollo yang mendiami wilayah yang

    terbentang luas dari daerah Mollo di ujung barathingga Boking diwilayah timur. Mengingat wilayah

    Kabupaten TTS yang luas dan jumlah se-kolah dasar yang begitu banyak, maka

    panitia penyelenggara membatasi jumlah

    peserta ini hanya 20 Sekolah Dasar saja.Selain karena keterbatasan biaya, kami

    ingin membina rasa kebersamaan melaluikolaborasi dengan berbagai organisasi

    dan proyek dalam jejaring Air Minum danPenyehatan Lingkungan yang beroperasi

    di Kabupaten TTS, lanjut Cornelis berse-

    mangat.

    Kolab oras i POKJA AMPL

    Kegiatan yang rencananya akan dilakukan secara

    rutin tiap tahun ini, dilaksanakan oleh KelompokKerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan

    (POKJA AMPL) Kabupaten TTS dibawah koordinasiDinas Kesehatan Kabupaten TTS. Salah satu hal

    yang patut dibanggakan dari kegiatan ini adalahdukungan jejaring AMPL yang beroperasi di Kabu-

    paten TTS. Jejaring AMPL itu antara lain adalahGTZ-ProAir, UNICEF, ACF, Plan International, CAREInternational, Church World Service (CWS), dan

    PAMSIMAS. Setiap anggota jejaring pendukungkegiatan festival PHBS ini berbagi tugas dengan

    memberikan dukungan teknis dan fasilitas pada se-kolah-sekolah yang berada dilokasi dampingan.

    GTZ-ProAir misalnya, memfasiltasi SDN Kolon dan

    SDG Pili yang berada diwilayah Desa sasaran ProAirdi Kabupaten TTS. Begitu juga dengan PLAN Inter-

    national yang memberikan dukungan pada 4 Seko-

    Kami ingin membina rasa

    kebersamaan melalui

    kolaborasi dengan berbagai

    organisasi dan proyek dalam

    jejaring AMPL,

  • 7/30/2019 WASh NTT News Edisi Juli 2009

    3/8

    Halaman 3lah Dasar, yaitu, SDN Oekiu, SDI Siso, SDG Kokoi, dan SDI Nenona-

    heun. Sedangkan ACF dan PAMSIMAS masing masing mendukung duasekolah, berturut-turut yaitu; SDI Boking, SDN Bimate, SDG ofu, dan

    SDI Oeupun. Adapun SDI Klofo, SDI Oehala, dan SDG Biloto berada

    dalam wilayah pendampingan CWS. Sementara itu CARE memberikandukungan pada SDG Kolbano dan sisanya difasilitasi oleh UNICEF,

    antara lain, Fatukoto, SDN Oeusapi, SDI Oenali, SDI Kobelete, SDN Ke-setnana dan SDI Sekip.

    Ka lau i ng in Buang Ha ja t , M asuk lah k eda lam Jam ban

    Berdasarkan pemantauan Timatius Benu, salah seorang juri kompetisiini, isi pantun yang dibawakan oleh setiap sekolah cukup menarik dan

    unik. SDI Boking misalnya, lirik pantun mereka menekankan peng-gunaan jamban keluarga, Kalu Teka Na Men, Tama Neuwa Kakus, Ka-

    kus So Ma Obe Kakus So Tao Oe. Syair pantun tersebut memiliki

    makna, Kalau ingin Buang Hajat Besar, Masuklah kedalam Jamban,Jamban harus ditutup, Jamban harus tersedia air, jelas Timatius yang

    juga bekerja dilingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten TTS ini. Temakompetisi Bonet kali ini sangat jelas, yaitu tentang Perilaku Hidup Bersih

    dan Sehat. Namun penekanan syair Bonet dari setiap sekolah berbeda-

    beda. Ada yang menekankan syair pantun pada penggunaan jambanyang sehat, ada pula yang menyarankan untuk selalu mencuci tanganpakai sabun. Seperti Bonet dari SDN Fatukoto yang menghimbau

    masyarakat untuk terbiasa mencuci tangan dengan sabun. Secara

    umum, semua tampilan bonet dari berbagai peserta sangat menarik,baik dari makna syairnya, cara pelantunannya dan gerak tariannya,

    Timatius menambahkan.

    Setelah melalui perundingan dewan juri yang cukup alot, maka SDI

    Boking terpilih sebagai juara pertama kompetisi Promosi Perilaku HidupBersih dan Sehat melalui media seni tradisional Bonet ini. Menurut de-

    wan juri yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, unsur Dinas Pariwisata

    dan pemilik sanggar atau praktisi budaya, SDI Boking memiliki angka

    diatas rata-rata untuk semua kriteria penilaian yang telah ditetapkanoleh panitia penyelenggara. Pemenang kedua hingga ketiga kompetisiini adalah SDG Ofu dan SDI Kobelete. Sedangkan pemenang harapan

    satu hingga tiga berturut turut adalah SDI Oehala, SDN Bimate dan SDIKlofo.

  • 7/30/2019 WASh NTT News Edisi Juli 2009

    4/8

    Halaman 4

    Para peserta Bonet

    Bonet dipercaya sebagai salah satu khazanah budayasastra lisan Suku Dawan, selain heta, tonis dan nuu.

    Suku Dawan sendiri merupakan suku besar yang

    penduduknya tersebar Pulau Timor bagian barat, ter-utama di wilayah administrasi Kabupaten Kupang, Timor Ten-

    gah Selatan, dan Timor Tengah Utara. Seperti pada umum-nya tarian daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur semacam

    lego-lego di Alor atau Tari Gawi di Ende Pulau Flores, bonetjuga ditarikan dengan membentuk lingkaran, di-

    mana satu dengan lainnya saling bergandengan

    tangan dan berputar sambil melantunkan pantundengan syair syair yang biasanya memiliki rima

    mengulang. Bentuk lingkaran dengan berganden-gan tangan dipercaya oleh masyarakat Suku

    Dawan melambangkan persatuan dan kesatuanantara sub-suku Dawan, yaitu Amanatun,

    Amanuban, dan Mollo.

    Dahulu Bonet dijadikan ajang mencari jodoh bagimuda-mudi di wilayah Amanatun, Amanuban dan

    Mollo ini. Kini kami mencoba untuk memodifikasipantun dalam Bonet agar dapat dijadikan media

    untuk menyampaikan pesan-pesan perubahan perilaku hidup

    bersih dan sehat, Jelas Cornelis Metta, Ketua Panitia pelak-sana Kompetisi Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat me-

    lalui media seni tradisional Bonet disela-sela kegiatan yangdilaksanakan di Lapangan Puspemnas, Kota Soe, dari tanggal

    18 hingga19 Mei 2009. Cornelis menambahkan bahwa bi-asanya Bonet dipentaskan untuk memeriahkan berbagai

    acara kekeluargaan, acara resmi dibidang pemerintahan

    maupun keagamaan. Bonet merupakan tari persatuan yangdilakukan baik oleh anak-anak, pemuda/pemudi, orang tua,

    laki-laki maupun perempuan.

    Tidak salah apabila puluhan tahun yang lalu, sebelum radio,televisi, parabola, VCD dan MP3 menjangkau masyarakat se-

    cara luas, peme