Home >Documents >Warta USM Edisi Juni 2015

Warta USM Edisi Juni 2015

Date post:26-Jul-2016
Category:
View:240 times
Download:9 times
Share this document with a friend
Description:
 
Transcript:
  • WARTA USM 1No 03 Vol. 16 Edisi Juni 2015

    USM meraih akreditasi B setelah dilakukan visitasi oleh tim dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi yang terdiri atas Prof Kamanto Sunarto SH PhD, Prof Dr Sum-artono MS, Dr Ir Mery Hasmeda MSc, Prof

    Drs Suparwoto MPd. Visitasi tersebut dilaku-kan pada 24-25 Maret yang lalu.

    Dengan diraihnya Akreditasi B, USM se-makin percaya diri untuk mendirikan Fakultas Kedokteran, karena syarat untuk mendirikan FK tersebut akreditasi institusi minimal B.

    TERBIT TRIWULAN

    ALAMATJl. Soekarno - Hatta

    Semarangemail: warta@usm.ac.id

    www.usm.ac.id

    !"#$%&'$()!'*$(*#*+$()!*$%$#$)(,---.

    Bersambung ke hal 15

    Media Komunikasi Universitas Semarang No. 03 Vol.16 Juni 2015

    USM Raih Akreditasi B

    SEMARANG Universitas Semarang (USM) memberikan bonus berupa uang Rp 7,5 juta kepada peraih medali per-unggu nomor poomsae pada SEAGames 2015 di Singapura, Mutiara Habiba di kampus USM Jl Soekarno-Hatta, ke-marin. Bonus diserahkan Rektor USM, Prof Dr Pahlawansjah Harahap SE ME,

    kemarin.Selain bonus dari

    Rektor, mahasiswi S1 Ilmu Komu-nikasi fakultas Teknologi Informasi (FTIK)

    Universitas Semarang (USM)

    Terima Bonus Rp 7,5 Juta

    SEMARANG- Universitas Semarang (USM) meraih akreditasi institusi B dengan SK BAN PT nomor :485/SK/BAN-PT/Akred/PT/V/2015. Surat Keputusan ini berlaku hingga 23 Mei 2020.

    USM Maju Kebersamaan

    SEMARANG - Semua pegawai USM, baik dosen maupun karyawan diminta kompak dan bersama-sama memajukan Universitas Semarang (USM) agar berkembang lebih besar dan maju dalam pendidikan. Sehing-ga pada waktunya USM akan menjadi perguruan tinggi yang diunggulkan.

    Hal itu ditu diungkapkan Ketua Badan Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Ir Joetata Hadihardaja dalam sambutannya pada Malam Tasyakuran Dies Natalis Ke-28 USM

    di halaman Gelora Prof Sudarto SH, 13 Juni 2015.

    USM maju seperti sekarang ini karena kebersamaan. Mari kita jaga kekompakan dan kebersamaan ini untuk kemajuan USM, kata Joetata.

    Menurutnya, USM bertekad men-jadi universitas unggulan pada tahun 2023. Untuk itu, kerja keras dan perjuangan sangat dibutuhkan.

    Dalam waktu dekat, USM akan mendirikan Fakultas Kedokteran pal-ing lambat 2016, tandasnya. (mh)

    karena

    Bersambung ke hal 15

    J Selangkah Lebih Maju Mendirikan Fakultas Kedokteran

    Prof Ir Joetata Hadihardaja mengibarkan bendera start tanda dimulainya jalan sehat Dies Natalis Ke-28 USM

  • WARTA USM2 No 03 Vol. 16 Edisi Juni 2015 Wacana

    Ketergantungan masyarakat In-donesia akan konsumsi nasi sa ngat tinggi dan kebayakan masyarakat Indonesia memiliki prinsip yang kuat akan anggapan bahwa belum makan kalau belum mengkon-sumsi nasi. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran yang cukup serius dan perlu mendapat perhatian khusus guna menca-pai program diversifi kasi pangan.

    Program diversifi kasi pangan biasanya dilakukan dengan menggunakan bahan pangan lokal sebagai alternatif pangan. Penanganan yang tepat dan yang dapat di-lakukan untuk menangani masalah kon-sumsi nasi yang tinggi ialah dengan cara

    diversifi kasi pangan menggunakan bahan pangan lokal yang dibuat sedemikian rupa meyerupai bahan pangan makanan pokok masyarakat Indonesia yaitu beras. Bahan pangan yang menyerupai beras yang di-maksud di sini biasanya dikenal dengan sebutan beras analog.

    Beras analog merupakan beras tiruan yang dibuat dari bahan pangan lokal beru-

    pa tepung tepungan selain tepung beras dan tepung gandum, diolah dan diben-tuk menyerupai beras asli yang memiliki sifat fungsional (pangan yang memberi-kan manfaat positif bagi kesehatan) dan biasanya memiliki kandungan gizi yang lebih baik dari beras asli.

    Beras analog dapat dibuat dari ba-han pangan lokal seperti tepung jagung, tepung mocaf, tepung sagu dan tepung tepungan lain yang berasal dari umbi umbian (seperti umbi garut), kacang kacangan (seperti kacang merah) maupun tepung yang berasal dari serealia (seperti sorgum, jewawut) dan jenis lainnya.

    Tahapan pembuatan beras analog bi-asanya dimulai dari persiapan alat dan bahan baku, setelah itu penimbangan ma-sing masing bahan diikuti dengan pen-campuran.

    Hasil pencampuran bahan bahan tersebut dikukus terlebih dahulu sebe-lum dilakukan proses pencetakan. Proses pencetakan di sini, menggunakan metode ekstrusi dengan alat yang digunakan ialah ekstruder, sedangkan hasil pencetakan dinamakan ekstrudat. Pencetakan di-lakukan dua kali agar hasil didapat lebih baik dan memiliki kenampakan yang mendekati beras asli.

    Tidak hanya beras analog, saat ini yang juga sedang booming dan menjadi trend-ing topic di kalangan masyarakat Indone-sia ialah adanya beras sintetis baru baru ini. Beras sinetis yang beredar di masyara-kat ini terbuat dari bahan plastik, dimana bahan plastik yang digunakan disinyalir terbuat dari bahan resin yang biasa digu-nakan sebagai bahan pernis, bahan per-ekat dan fi berglass. Selain bahan plastik bahan baku yang digunakan ialah kentang dan juga ubi yang hancur.

    Potensi adanya beras sintetis (beras

    plastik) ada pada tahapan proses pen-cam puran. Beras analog pada proses pen campuran menggunakan bahan ba-han pangan lokal dan juga bahan tamba-han pangan yang aman bagi kesehatan, sedang kan beras sintetis pada proses pen-campuran menggunakan bahan tamba-han yang bersifat toksik (resin pembuat plastik) yang digunakan sebagai bahan pengikat agar campuran tepung dapat menyatu saat dicetak dan sebagai bahan pelapis agar hasil cetakan beras tampak mengkilap.

    Ciri ciri beras sintetis yang beredar di masyarakat ialah permukaan beras licin dan warna tampak putih be ning, tumpu-kan beras utuh (tidak patah patah) se-dangkan beras asli ada yang patah patah (akibat penggilingan atau penyosohan), beras plastik jika dicuci air bekas cu-cian masih bening sedangkan beras asli air bekas cucian tampak keruh (putih keruh), beras plastik jika direndam dalam air akan mengapung (beras sintetis atau beras plastik tidak dapat bercampr dengan air) sedangkan beras asli akan terendam di dalam air dan mengendap di bagian dasar tempat atau wadah pencucian.

    Adanya beras sintetis (beras plastik) yang beredar di kalangan masyarakat saat ini harus mejadi perhatian yang khusus, agar masyarakat Indonesia lebih berhati hati dalam mengkonsumsi bahan makan-an pokok yaitu beras yang diolah menjadi nasi sebagai makanan pokok sehari hari.

    Konsumen khususnya masyarakat luas harus lebih waspada dan lebih bijak dalam memilih beras untuk dikonsumsi, jangan tergiur dengan iming iming harga mu-rah akan tetapi juga harus lebih memper-hatikan kualitas mutunya, jangan sampai salah memilih produk pangan yang nanti-nya akan memberikan dampak yang bu-ruk bagi kesehatan di kemudian hari.

    Memang beras analog memilki harga yang cukup mahal, akan tetapi mutu gizin-ya sangat terjaga. Jadilah warga negara In-donesia yang bijak dalam memilih produk pangan, sebagai bahan pangan pokok.

    Penulis adalah Dekan Fakultas Perta-nian USM

    BULAN ramadhan bulan yang penuh dengan rahmat, bulan yang penuh berkah bagi siapa saja mau mau mendapatkannya. Betapa banyak orang yang berlomba-lomba mendapatkan keberkahan ramadhan namun berapa banyak pula orang yang menjauh dari keberkahan ramadhan tersebut.

    Bulan yang tentunya dinanti ke-datangannya bagi setiap insan beriman ini seyogyanya digunakan untuk benar-benar mencari ridlo Allah semata, ke-napa? Karena banyak amalan yang seo-lah bernilai akhirat tapi karena salah niat akhirnya menjadi bernilai dunia saja. Misalnya seorang yang tadarus di masjid sehabis tarawih yang harusnya diniatkan untuk mendapatkan ridlo Allah namun kadang niat itu bergeser

    menjadi ajang untuk pamer (riya) suara yang merdu atau bangga (ujub) dengan suara yang dimilikinya. Hal inilah yang menyebabkan tidak mendapatkan ke-berkahan ramadhan.

    Lantas bagaimana agar kita mendapatkan keberkahan ramadhan, ada beberapa hal yang harus kita laku-kan antara lain, pertama memperbanyak ibadah sunnah seperti sholat tarawih, dzikir, tilawah quran, kedua empati, ketiga perbanyak sedekah,keempat me-ningkatkan kualitas puasa, kelima ber-kumpul dengan orang-orang ahli ilmu.

    Dengan menjalankan kelima hal tersebut insyaallah kita akan meraih ke-berkahan ramadhan, lebih-lebih bulan ramadhan memiliki malam yang lebih mulia dari seribu bulan yang sering kita sebutu dengan lailatul qadar. Lailatul qadar merupakan malam yang dinanti-

    nanti setiap orang yang beriman pada setiap ramadhan, bahkan pada malam inilah semua orang berlomba-lomba mendapatkannya dengan berbagai amal ibadah untuk mendekatkan diri pada sang Khaliq.

    Dengan melakukan berbagai ak-tifi tas yang bernilai ibadah di malam tersebut harapannya semua dosa-dosanya terampuni, semua amalannya dilipat gandakan serta yang terpenting menadapatkan ridlo dari Allah SWT.

    S emoga ramadhan tahun ini amal ibadah kita senanatiasa diridloi oleh Allah SWT sehingga kita mencaapai derajat muttaqin sebagaimana harapan kita semua.aaamiin.

    Penulis adalah anggota Forum Komunikasi Mahasiswa Islam (Fokmi) USM

    Beras Analog Vs Beras Sintetis

    Menggapai Berkah di Bulan Ramadhan

    Beras merupakan bahan makanan pokok masyarakat Indonesia. Sebagian besar hasil pertanian di Indonesia ialah beras, maka dari itu beras menjadi salah satu bahan pangan bagi masyarakat Indonesia yang diolah menjadi nasi sebagai makanan pokok.

    Oleh: Ummi Kulsum

    Oleh: Sri Budi Wahyuningsih MP

  • WARTA USM 3No 03 Vol. 16 Edisi Juni 2015

    Usai sholat jumat para jamaah mendapatkan taushiah dari syech asal Palestina. Syech yang sedang menyele-saikan studi S2 di Madinah ini mengaku senang sekali terhadap masyarakat In-donesia lebih-lebih bisa hadir bersila-turahim dengan para guru, mahasiswa

    di lembaga pendidikan USM ini