Home >Documents >WARTA November 2004-exp2par - Pusat Perencanaan VII NOMOR 4 HALAMAN Masjid dalam Perspektif...

WARTA November 2004-exp2par - Pusat Perencanaan VII NOMOR 4 HALAMAN Masjid dalam Perspektif...

Date post:24-Jun-2018
Category:
View:225 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • VOLUME VII NOMOR 4

    HALAMAN

    Masjid dalamPerspektif

    Arsitektur danKebudayaan Islam

    di Indonesia

    Abrilianty O. Noorsya, ST

    2

    kan pengetahuan dan kebijakan, danmenjadi inti kehidupan di dalam duniaIslam.

    Salah satu gambaran Ibn Battuta adalahPeziarah melakukan perjalanan dengankereta berkuda yang jumlahnya bertambahpada tiap tahap perjalanan. Para peziarahmendapatkan bahwa tiap tahap perjalanandan pemberhentian ada yang mengelola,dan dalam perjalanan melintas negarayang berbahaya ada pengawalan olehsekelompok pasukan pengawal. Pada tiappusat pemberhentian atau pemberhentianantara terdapat rumah peristirahatan ataupenginapan, dan disambut dengankeramahtamahan. Sebuah gambaranhospitality business yang menyerupaiperjalanan wisata dengan segala fasilitas-nya pada masa kini.

    Menyimak pengalaman di atas, seorangpakar ilmu sosial politik bernama Dr So-hail Inayatullah (1993), menganalogikanpengelola perjalanan dan pemberhentiandengan biro perjalanan wisata pada masakini, negara yang berbahaya adalahmakanan yang buruk dan petugas visayang berperangai buruk, sedang pasukanpengawal adalah petugas imigrasi dan

    Perkembangan ziarah menjadiwisata

    Dunia merupakan sebuah buku mereka yang tidak melakukan perjalananhanya membaca satu ha laman demikianlah kata-kata bijak yang pernahdiucapkan pada masa lalu. Salah satumaksud melakukan perjalanan adalahmelakukan ziarah. Dalam perkem-bangannya, perjalanan ke tempat-tempatyang memiliki nilai spiritual telah menjadisalah satu bentuk perjalanan wisata danumum dikenal sebagai wisata ziarah.

    Dalam lingkungan perjalanan umat mus-lim, catatan Ibn Battuta (Travels in Asiaand Africa: 1325-1354) menceritakanpada masa itu yang dikenal adalahmusafir dan peziarah, bukan wisatawan.Umat muslim, misalnya, sejak lama telahmelakukan perjalanan ziarah. Untukmenunaikan rukun Islam ke lima umatmuslim yang mampu secara fisik dan fi-nansial melakukan perjalanan ziarah keMekah dalam rangka menunaikan ibadahhaji. Tidak hanya itu, melakukan per-jalanan mengunjungi orang bijak dantempat bersejarah, merupakan sebuahbentuk kegiatan untuk mengakumulasi-

    4PelatihanManajemen

    KepariwisataanKabupaten Bogor

    Rina Priyani, ST., MT.

    Volume VII, Nomor 5 12 November - 12 Januari 2005

    I S S N 1 4 1 0 - 7 1 1 2

    WARTA PARIWISATAWARTA PARIWISATAWARTA PARIWISATAwww.p2par . i tb .ac . id /warta

    ex-Ke lompok Penel i t ian dan

    Pengembangan Kepar iw isa taan

    Lembaga Penel i t ian dan

    Pemberdayaan Masyarakat

    Ins t itu t Teknolog i Bandung

    Pel indung: Lembaga Penel i t ian dan Pemberdayaa nMasy ara ka t Inst i tu t Teknologi Bandung

    Penanggung Jawab: Dr . I r .Rin i Ra ksadjay a, M.S.A.Pemimpin Redaksi : I r . Ina Her l i an a, M.Sc.

    Redaktur Rubr i k : I r .Agus R.Soer iaatmadja , MLA.Rina Pr i ya ni , ST. ,MT.

    Yani Adr ia n i , ST.Redaktur Pelaksa na : Fictor Ferdinand, Ssi .

    Riyan t i Yul ia .Bendahara : Novi Indr iyant i , S. Par .

    Promosi : Neneng Rosl i ta , S.T.Dist r ibusi : Ri ta Rosi ta .

    Desthy Ar iant i .

    Perkembangan Wisata Ziarah

    dan Peluang Pengembangannya

    di Indonesia

    Dr.Ir.Rini Raksadjaya, MSA.

    WACANA

    Dari Redaksi:

    Motivasi perjalanan adalah penyebab perkembangan industri pariwisata saat ini. MomenIdul Fitri menjadi cukup menarik untuk dikupas, karena beragam motivasi perjalananbercampur di dalamnya. Dari sekedar mengisi liburan hingga ke bentuk awal motivasiperjalanan dengan momentum religius: wisata ziarah dan menyambung tali silaturahmi.Sehubungan dengan hal tersebut, pada edisi ini Warta Pariwisata mengangkat sekelumitkilas balik, dinamika, potensi daya tarik, serta sedikit pengalaman perjalanan denganmotivasi religius.

    4PenerapanTeknologi

    Lingkungan DalamMendukung Pem-

    bangunan Berkelan-jutan di WilayahPesisir: TantanganBagi Daerah di Era

    Otonomi

    Komang Elva Equitari, ST

    KonferensiKepariwisataanIndonesia 2004PARIWISATAMEMBANGUNBANGSA

    Abrillianty O.Noorsya, ST

    5

    1Perkembangan

    Wisata Ziarah danPeluang Pengem-bangannya diIndonesia

    Dr.Ir.Rini Raksadjaya, MSA.

    3Karakteristik Wisa-tawan NusantaraPada Masa Liburan

    Akhir Tahun

    Yani Adriani, ST

    Kya-kya (Jalan-jalan) di Surabaya

    Kiki Damayanti ST

    6

    Saatnya PariwisataKota Bandar Lam-pung Berkembang!

    Idham Noor Aslam, ST

    6

    Pesona Kota BandaAceh

    Yosep Purnama, ST

    7

  • VOLUME VII NOMOR 4

    HALAMAN 2

    pusat informasi. Demikian juga akomodasi dankeramahtamahan merupakan elemen pariwisata masakini. Mungkin Ibn Battuta pun tidak pernah mem-bayangkan bahwa akan terjadi transformasi kegiatanberziarah menjadi bentuk seperti yang dikenalsekarang, dan peziarah kelak akan menjadi wisatawan.

    Ziarah memang memiliki perbedaan dari perjalanansecara umum. Kamus Besar Bahasa Indonesia(DEPDIKBUD, 1990) menyebutkan bahwa ziarahadalah kunjungan ke tempat yang keramat. Dari sudutpandang motivasi melakukan kegiatan, perjalananziarah adalah perjalanan spiritual yang bersifat pribadibagi pelakunya. Seorang peziarah akan mengawali per-jalanannya dengan antisipasi kegembiraan dan ke-bahagiaan dan secara sukarela memisahkan diri darimasalah duniawi. Peziarah meninggalkan persoalankesehariannya untuk mendapatkan yang lain, dan padaakhir perjalanan kembali ke tempat asalnya denganpengalaman transformasi diri. Perjalanan ziarah dila-kukan manusia untuk berbagai tujuan: ibadah, menda-patkan pengampunan, ungkapan terimakasih, mencarirejeki atau mujizat dan lain-lain. Ziarah merupakankonsep lintas agama dan kepercayaan, yang dikenaloleh berbagai budaya di dunia.

    Diawali dengan penemuan mata uang, tulisan, danroda perjalanan manusia berkembang menjadi suatu

    bisnis. Manusia dapat melakukan perjalanan jauh, sertamembayar perjalanan dan akomodasi dengan matauang. Selanjutnya, makam-makam dan tempat spiritualseperti makam Faraoh pada abad 2700 SM berkem-bang menjadi objek wisata ziarah, dan pada masa kinimenjadi obyek wisata yang didatangi pengunjung dariberbagai penjuru dunia. Salah satu kegiatan ziarah yangkemudian juga berkembang menjadi kegiatan wisatadunia adalah Olimpiade. Pada mulanya Olimpiadeadalah kegiatan pemujaan masyarakat Yunani terhadapdewa mereka, Zeus. Kegiatan fisik atletik berbaurdengan pertunjukan kesenian sebagai kegiatanpersembahan dan doa.

    Wisata ziarah di Indonesia

    Di Indonesia, kegiatan berziarah pun sudah dikenalsejak lama namun belum dikembangkan secara optimalsebagai kegiatan wisata ziarah. Sebuah tulisan di se-buah harian nasional terkemuka berjudul WisataZiarah, Potensi yang Terkubur membahas potensiwisata ziarah di Indonesia yang kurang tergarap. Me-mang, di bumi nusantara ini bertebaran tempat yangmenerima banyak kunjungan masyarakat untuk mela-kukan ziarah. Tawaran paket wisata ziarah di buminusantara ini menunjukkan sejumlah tempat yangmenarik banyak pengunjung, seperti makam Sunan

    Masjid dalam Perspektif Arsitektur dan Kebudayaan

    Islam di Indonesia

    Abrillianty O. Noorsya, STWACANA

    PengantarPerkembangan Islam di Indonesia yang sudahberlangsung selama puluhan bahkan ratusan tahunsedikit banyak ikut membentuk karakteristikmasyarakatnya, khususnya dalam hal sosial budaya.Kondisi ini turut memberikan warna dalam khasanahbudaya Indonesia yang beragam. Keanekaragamanbudaya di Indonesia yang unik sesuai denganbentukannya masing-masing telah menjadi aset dandaya tarik milik bangsa yang berharga. Adanya dayatarik yang unik tersebut turut menciptakan kegiatan-kegiatan didalamnya, salah satunya adalah kegiatankepariwisataan. Kegiatan wisata budaya, wisata ziarahmaupun wisata kota menjadi sedikit contoh dariberbagai kegiatan wisata lain yang menjadikan objekbudaya peninggalan Islam sebagai daya tarik.Keindahan dan keunikan budaya peninggalan Islam diIndonesia memiliki makna tersendiri terhadappenafsiran kebudayaan dan kehidupan di masa lampaumaupun masa yang akan datang.

    Islam dan Kebudayaan di IndonesiaSejarah mencatat bahwa Islam masuk ke Indonesiamelalui jalur hubungan dagang yang sangat panjang.

    Penyebaran Islam diawali pada abad ke-13 ketika parapedagang dari Gujarat yang terletak di bagian UtaraIndia, berdagang ke wilayah Indonesia, tepatnya diPulau Sumatra. Di Jawa khususnya, Islam masuk danberkembang secara perlahan tapi terus menerusselama abad ke 13-16. Asal-usul Islamisasi di Indonesiasebenarnya masih menyisakan pertanyaan yang belumterjawab. Menurut beberapa sumber, penyebaranIslam di Indonesia dilakukan oleh para pedagang dariSemenanjung Arab, pedagang dari Persia bahkan adasumber yang menyebutkan Islam di bawa oleh parapedagang dari daratan Cina. Terlepas darikesimpangsiuran asal muasal Islam di Indonesia,penyebaran Islam ke wilayah tanah air yang luas,membuktikan bahwa Islam di Indonesia tidak hanyaberasal dari sekelompok pedagang dari wilayahtertentu saja.

    Perjalanan panjang sejarah bangsa, khususnya sejarahIslam di Indonesia mengakibatkan keragaman budayayang baik langsung maupun tidak telah dipengaruhioleh pergerakan Islam. Salah satunya, kini Islam telahmenjadi agama dengan jumlah penganut terbesar diIndonesia. Pertemuan budaya Islam dengan budaya

    Bersambung ke halaman 13

  • VOLUME VII NOMOR 4

    HALAMAN 3

    Bersambung ke halaman 11

    Bersambung ke halaman 8

    lokal telah menimbulkan kegiatan sosial maupunbudaya baru dalam kehidupan masyarakat, antara lainberupa seperti selamatan, ziarah, pengajian, ruwatan,sekatenan, kesenian, bahkan beberapa mitos maupunkepercayaan akan hal-hal tertentu. Pertemuan budayaini tidak hanya berlangsung pada tata cara kehidupanbermasyarakat, tetapi juga dari peninggalan budayalain yang berupa situs maupun lokasi bersejarah yangdianggap sakral, seni membangun, dan juga dari segipemikiran, baik politik, ekonomi, dan lain sebagainya.Pengaruh dari berbagai keb

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended