Home >Documents >Warta Jemaat GRI Antiokhia 184

Warta Jemaat GRI Antiokhia 184

Date post:13-Mar-2016
Category:
View:231 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
Warta Jemaat GRI Antiokhia 183/2010
Transcript:
  • Warta GRI Jemaat Antiokhia edisi 09 Januari 2011

    Tim Gembala :Pdt. Bigman Sirait (Ketua), Pdt. Erwin Nuh Tantero,

    Pdt. Yusuf Dharmawan(Untuk konsultasi dengan gembala, silakan menghubungi sekretariat)

    MODUL IBADAHMinggu 1-3 : Khotbah Ekspositori , Minggu 4 : Seminar, Minggu 5 : KKR

    Tim Gembala :Pdt. Bigman Sirait (Ketua), Pdt. Erwin Nuh Tantero, Pdt. Yusuf Dharmawan

    (Untuk konsultasi dengan gembala, silakan menghubungi sekretariat)

    Twin Plaza, Office TowerLt.2 Ruang Visual

    Kebaktian Umum Pkl. 07.30 WIBKebaktian Umum Pkl. 10.00 WIB

    Kebaktian Remaja Pkl 10.00 WIBSekolah Minggu Pkl. 10.00 WIB

    Balita, TK, Kls : Kecil - Besar (SD),Tunas (SMP), Remaja (SMA)

    Pacific PlaceMediteranian Function Room

    (P1 Pacific Place)Sudirman Central Business District

    (SCBD)Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53, Jakarta

    Edisi 09 Januari 2011

    Sekretariat: WISMA BERSAMA, Lt.4Jl. Salemba Raya 24A-B, Jakarta Telp. (021) 392 4229, SMS 0856 92 333 222,

    Rekening Bank: CIMB NIAGA Jemaat AntiokhiaOperasional Gereja A/C 2120100287007, Pembangunan A/C 2120100288003

    Email: info@gri.or.id, Website: www.gri.or.id

    Kebaktian Umum Pkl. 17.00 WIBSekolah Minggu Pkl. 17.00 WIB

  • Warta GRI Jemaat Antiokhia edisi 09 Januari 2011

  • Warta G

    RI Jemaat A

    ntiokhia edisi 09 Januari 2011

    SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERIBADAHDI GEREJA REFORMASI INDONESIA JEMAAT ANTIOKHIA

    KAMI SAMBUT DENGAN PENUH SUKACITA, BAPAK/IBU/SDR/I YANG BARU PERTAMA KALI HADIRDALAM KEBAKTIAN MINGGU, KIRANYA TUHAN MENYERTAI DAN MEMBERI SEJAHTERA PENUH

    Kebaktian M

    inggu1

  • Warta GRI Jemaat Antiokhia edisi 09 Januari 20112

    Surat dari Gembala

    Oleh : Pdt. Yusuf Dharmawan

    SEBAGAI ungkapan cintanya, seseorangakan berusaha menyenangkan orangyang dicintai-nya. Mungkin dengan penuh

    perjuangan, pengorbanan bahkan penderitaanakan ia lakukan untuk mewujudkannya. Itulahyang dilakukan Nuh saat ia melaksanakan apayang Tuhan perintahkan. Sungguh tidak mudahdimengerti perintah Tuhan itu. Nuh disuruhmembuat perahu yang besar, dengan panjang

    Hidup yang menyenangkanTuhan

    sekitar 150 meter, lebar 25 meter dantinggi 15 meter, di darat jauh dari laut.Tiada tanda tanda akan turun hujan,apalagi air bah. Tidak mustahil bila orangorang di sekitar Nuh menertawakan per-buatannya, bahkan menganggap Nuh su-dah gila. Nuh bergeming dan terus bekerjapuluhan tahun menyelesaikan perahutersebut ( Kejadian 6 : 9 22 ).

    Iman Nuh kepada Allah tidak sia sia.Kehidupannya yang menyenangkan Tu-han membawa berkat bagi orang danmakhluk lain.

    Dari hidup Nuh, kita bisa belajar bahwapusat kehidupan Nuh adalah Allah. Nuhmempunyai persekutuan yang sangat eratdan percaya kepada Allah dengan sepe-nuh hatinya. Betapa dekatnya hubunganAllah dan Nuh, yang diungkapkan Alkitabbahwa Allah memberitahukan apa yangmenjadi pemikiran dan keputusan-Nya( Kej. 6:13 ). Allah membuat Nuh menjadibagian dari rencana-Nya.

    Iman yang teguh kepada Tuhan menja-dikan Nuh, pertama tetap hidup benardan mempunyai pendirian yang teguh.Sekalipun tidak nyaman hidup ditengahorang orang yang mempunyai cara hidup

    yang berlawanan, ia tidak hanyut dan terpe-ngaruh dengan keadaan di sekitarnya yangrusak. Kedua, taat sepenuhnya kepada perin-tah Tuhan, di tengah hinaan dan cemoohanorang di sekelilingnya.

    Marilah kita mohon pertolongan Roh Kudusagar kehidupan kita selalu dapat menyenang-kan Tuhan, walaupun situasi sekeliling mungkintidak mendukung.

  • Warta GRI Jemaat Antiokhia edisi 09 Januari 2011 3

    6

    Kebaktian Tengah MingguGRI Jemaat Antiokhia

    Tempat : Wisma Bersama, Jl Salemba Raya 24 A-B Jakarta Pusat

    LIBURAntiokhia Ladies Fellowship

    Kamis, 13 Januari 2011 Pukul : 11.00 WIB

    Rabu, 12 Januari 2011 Pukul : 12.00 WIB

    Sabtu, 15 Januari 2011

    Tetap Menjadi yang TerbaikPembicara: Bp. Roy Huwae

    WartaTengah Minggu

    LIBUR

    Jumat, 14 Januari 2011 Pukul : 17.30 WIB

    Pukul : 13.00 WIBGerakan Pengabdian Pemuda Bangsa

    Doa PagiSetiap Senin dan Jumat

    LIBUR

    Pukul: 17.00 WIB

    Pukul : 08.45 WIB

    Antiokhia Teenagers & Youth Fellowship

    LIBUR

    Persekutuan Oikumene

  • Warta GRI Jemaat Antiokhia edisi 09 Januari 20114

    Mengenal Alkitab

    oleh: Roy Huwae

    YOHANES Pembaptis, perintis jalantampilnya Yesus Sang Mesias, mulai raguakan misi kedatangan Yesus sebagai

    Mesias, pasca mendapatkan laporan kegiatanpelayanan Yesus dari muridnya. Peristiwa yangdiceritakan itu bertitik tolak kepada pelayananpribadi demi pribadi.

    Padahal harapan bangsa dan Yohanes Pem-baptis akan seorang Mesias adalah seorang yangmampu mengadakan perubahan - perbaikan pembaharuan pembebasan bangsa dari pen-jajahan. Dengan kata lain, Yesus diharapkanakan mengadakan tindakanrevolusioner, memimpinbangsa Israel memperolehkemerdekaan dan kebeba-san. Tapi sepertinya misi inibelum tampak perealisasian-nya. Yohanes mulai meragu-kan-Nya, karena keterbe-lengguannnya di dalam pen-jara pun belum mendapatkankebebasan. Maka ia menyu-ruh kedua muridnya untukmenanyakan langsung ke-pada Yesus tentang Keme-siasan-Nya.

    Lukas menempatkan duaperistiwa sebelumnya ten-tang dua pertobatan pribadi dalam pelayananYesus. Hal ini menunjukkan bagaimana carakerja Allah dalam dunia yang memiliki prioritaskepada pribadi terlebih dahulu, lalu kepadabangsa. Bila dalam pelayanan-Nya Yesus banyakmelakukan pembaharuan pribadi, bukan berartiperubahan dan pembaruan secara revolusioneryang diharapkan bangsa Israel tidak menjaditujuan-Nya. Justru melalui pembaharuan priba-dilah maka pembaharuan bangsa secara

    revolusioner akan tercipta.

    REALITA KEHIDUPANYesus telah mengungkapkan kebenaran,

    namun masih saja ada orang yang menge-raskan hati terhadap kebenaran itu. OrangFarisi dan ahli taurat yang selalu menganggapdiri benar, belum juga terbuka akan kebenaranyang sesungguhnya. Justru para pemungutcukai yang dianggap mereka sebagai orangberdosa, menyatakan respons keterbukaan

    akan kebenaran dan mem-beri diri dibaptis. Dimana-pun kebenaran diberitakan,selalu menimbulkan berba-gai respons, ada yang me-nerima dengan sukacitadan percaya, ada jugayang tetap menolak danmengeraskan hati terha-dap kebenaran itu.

    APLIKASIKeterlibatan kita dalam

    misi Kemesiasan Yesus di-prioritaskan kepada pem-baharuan pribadi sehinggamenjadi dampak kepada

    perubahan bangsa. Walaupun ada yang akanmenerima atau menolak kebenaran, beritakeselamatan harus tetap disampaikan. Karenaitu sudah memang tugas orang percaya, yangharus dijalankan. Tetapi jangan lupa bahwakeselamatan itu semata-mata dari AnugerahAllah dan bukan dari usaha kita. Itu sebabnyakita harus berserah dan bergantung sepenuh-nya kepada Allah, supaya Iapun dapat me-mampukan hidup kita untuk dapat berbuahdan menjadikan berkat bagi orang lain. Amin.

    DIMULAI DARI PERUBAHAN DIRI(Luk 7 :18-35)

  • Warta GRI Jemaat Antiokhia edisi 09 Januari 2011 5

    Ucapan Terima Kasih Kepada Keluarga

    Yang menyediakan Konsumsi Minggu ini:

    02 Januari 2011Keb 07.30Keb 10.00

    Keb 17.00

    : K 61: Kel. Bp. Martin

    : Ibu Ellen

    Keb 07.30Keb 10.00

    Keb 17.00

    : NN: Kel. Bp. Sahat Sirait

    : Ibu Evi

    09 Januari 2011

    Bagi Bapak/Ibu yang ingin ikut ambilbagian dalam penyediaan snack dapat

    menghubungi:TP Ibu Gina (0888-804-0440)PP Ibu Evi (0817-771-717)

    LAPORAN PERSEMBAHAN KOMITMEN TANGGAL 19 DESEMBER 2010

    LAPORAN PERSEMBAHAN KOMITMEN TANGGAL 26 DESEMBER 2010

  • Warta GRI Jemaat Antiokhia edisi 09 Januari 2011

    Kehidupan Keluarga

    4

    JENI sangat takut dengan badut. Diagemetar dan menangis ketika badutmenghampirinya. Ibunya segera mende-

    kati Jeni, memeluknya erat-erat dan meng-ajaknya untuk berbicara tentang badut darikejauhan.

    Seperti juga rasa malu, rasa takut adalahperasaan negatif yang tidak mudah diusir de-ngan suatu perintah. Rasa takut datang begitusaja dan hanya dapat diusir jika ada rasa amanyang menggantikan posisinya.

    Penting bagi orang tua sejak dini menempat-kan Kristus di dalam hati anak-anak sehinggaperasaan takut yang negatif tidak mudah ber-takhta di hati mereka. Penting pula bagi orangtua memberikan rasa aman dan kasih yangcukup sehingga perasaan itu menjadi perisaiyang cukup tebal bagi seorang anak untukmenghadapi hal-hal yang menakutkan.

    Di sebuah pesawat terbang, seorang anakusia 3 tahun berteriak-teriak minta turun: Kap-ten, jangan terbangkan pesawatnya! Saya mauturun. Gendong saya, gendong saya papa! Diaterus berteriak seperti itu walaupun sebenarnyaia sedang berada dalam gendongan papanya.Ketika saya tanyakan, ibunya berkata ia takutsekali pada saat-saat pesawat tinggal landas.Ayah ibu yang bijaksana ini terus menghibur,memberikan pelukan hangat sambil berkata:Kamu takut ya? Kamu takut pesawatnyajatuh? Tidak apa-apa koq, ada papa mama yangjaga! Coba lihat tuh ada bendera-bendera danlampu-lampu, tuh ada mobil yang jagain pesa-wat (papa mama terus berbicara mengalihkanperhatian anak sambil terus menggendong eratsupaya anak merasa aman).

    Tidak jarang pula saya mendengar orang tuaikut panik saat anak panik. Kata-kata yang cen-derung keluar dari mulut orang tua adalah:Nggak usah takut........Jangan nangis! Kata-kata yang sama sekali tidak menolong anakmengatasi rasa takutnya, malah menambahbebannya.

    Mengatasi Rasa TakutBeberapa kali Deni tidak mau ke kamar mandi

    sendiri karena takut. Setiap kali ibunya meng-antar Deni ke kamar mandi, setiap kali puladinasihatinya supaya Deni tidak takut. Ibu jugamenekankan bahwa Deni tidak perlu takutkarena ada Tuhan Yesus.

    Sayangnya perasaan takut berbeda denganperasaan lainnya. Perasaan takut sering da-tang begitu saja tanpa bisa dihentikan ataudiusir dengan hanya berkata pada diri sendiriTida

Embed Size (px)
Recommended