Home >Documents >WARTA JEMAAT ... 2021/01/03  · WARTA JEMAAT 03 Januari 2021 Edisi 47/I/2021 MINGGU NATAL...

WARTA JEMAAT ... 2021/01/03  · WARTA JEMAAT 03 Januari 2021 Edisi 47/I/2021 MINGGU NATAL...

Date post:24-Jan-2021
Category:
View:6 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • WARTA JEMAAT 03 Januari 2021 - Edisi 47/I/2021

    Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

    (GPIB)

    Jemaat "JURANG MANGU" Ruko Ganda Asri Blok B No.11

    Jl. Ceger Raya, Pondok Karya, Kec. Pondok Aren-Tangerang Selatan

    Telp: 021-22737123

    Email: [email protected]

    _________________________________________________________________

    Edisi 47/I/2021. Minggu, 03 Januari 2021

    HARI MINGGU II SESUDAH NATAL

    WARTA

    JEMAAT

    mailto:[email protected]

  • WARTA JEMAAT 03 Januari 2021 Edisi 47/I/2021

    MINGGU NATAL Dirayakan pada setiap tanggal 25 dan 26 Desember. Dalam abad ke IV Natal diterima sebagai pesta kedatangan/kelahiran KRISTUS ke

    dunia. Dalam dunia kekafiran tanggal 25 Desember dirayakan sebagai Dies Natalis Solis Invicti, hari kelahiran terang yang baru (matahari).

    Dengan menetapkan tanggal itu sebagai kelahiran KRISTUS, Gereja

    mau menyatakan bahwa Terang yang benar bukanlah dari alam atau dunia dewa, melainkan Terang itu adalah KRISTUS, Juruselamat

    dunia yang datang dari ALLAH.

    Warna dasar : Putih Lambang/Logo : Palungan dan pelangi

    Warna pelangi : Merah, Kuning, Hijau Palungan : Kuning

    Arti : Pelangi merupakan symbol dari kesetiaan dan cinta kasih ALLAH bagi seluruh isi dunia.

    Setelah peristiwa air bah yang menunjuk pada bumi yang sudah penuh oleh dosa, maka ALLAH menghadirkan pelangi sebagai tanda perjanjianNYA dengan Nuh beserta seluruh

    keturunannya, lebih dari itu dengan semua manusia dan mahluk hidup lainnya yang telah

    diciptakanNYA. IA berjanji bahwa IA tidak akan pernah lagi menghancurkan bumi ini (Kejadian 9). Pelangi juga mengingatkan kita tentang kesungguhan ALLAH untuk memenuhi

    atau menggenapi janji-janjiNYA. Palungan memberi arti pada perlawatan ALLAH kepada manusia, supaya mereka tidak binasa, dimana ALLAH telah memberikan AnakNYA yang

    tunggal, yang lahir di Betlehem untuk memberikan hidupNYA bagi manusia supaya mereka tidak binasa (Yohanes 3:16). Pelangi juga mau menyimbolkan tentang

    pembebasan/penebusan yang sekaligus telah diberikan lewat kelahiran Anak ALLAH tersebut,

    yang diperuntukkan tidak saja bagi orang-orang pilihan, tetapi terutama lebih menunjuk kepada semua orang dan seluruh ciptaan. Pelangi dan palungan hendak mengungkapkan

    suatu tema besar tentang kasih dan kesetiaan ALLAH terhadap dunia ini

    TEMA JANGKA PANJANG GPIB (TAHUN 2006 – 2026) ―YESUS KRISTUS SUMBER DAMAI SEJAHTERA‖

    (YOHANES 14 : 27)

    TEMA JANGKA PENDEK III GPIB (2016 – 2021) MENGEMBANGKAN SUMBERDAYA GEREJA UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN

    DAN SESAKSIAN YANG MENDATANGKAN DAMAI SEJAHTERA DI TENGAH DAN BERSAMA MASYARAKAT

    (LUKAS 1 : 17)

    TEMA TAHUNAN GPIB (TAHUN 2020 – 2021) MENGUATKAN TATATAN BERGEREJA AGAR MENDATANGKAN BERKAT BAGI MASA

    DEPAN UMAT DAN MASYARAKAT (IBRANI 11:8-10)

  • WARTA JEMAAT 03 Januari 2021 Edisi 47/I/2021

    Renungan:

    "Selalu baru tiap hari, besar kesetiaanMu" (Rat. 3: 22)

    Pertanyaan di tahun baru itu seringkali.. apa resolusi ibu/bapak/saudara di tahun

    ini? Resolusi adalah harapan-harapan yang mau dicapai. Keinginan-keinginan yang

    ingin diraih dan dipenuhi. Umumnya resolusi-resolusi itu sifatnya istimewa. Tetapi

    pandemic Covid 19 mengajarkan banyak pada kita semua. Resolusi tidak lagi muluk-

    muluk dan spektakuler. Kesehatan menjadi harapan utama setiap orang.

    Tradisi resolusi tahun baru sebetulnya bukan ―produk baru‖. Sejarahnya sudah

    terdeteksi sejak tahun 153 SM. Ketika itu Bangsa Romawi, untuk menghormati

    Janus, yang dalam mitologi Romawi dikenal sebagai ‖Dewa Permulaan dan Akhir‖

    atau ‖Penjaga Pintu dan Gerbang‖, menamai bulan pertama: Januari. Janus

    dipercaya mempunyai dua wajah; satu melihat ke masa lalu, satunya lagi

    memandang ke masa depan. Orang-orang Romawi bila ingin melakukan permulaan

    suatu pekerjaan biasanya memohon pertolongan kepada Janus.

    Sejak itu, Janus menjadi ikon kepercayaan kuno tentang resolusi. Bangsa Romawi

    kerap menjadikan awal tahun baru sebagai ajang perdamaian. Masa dimana

    permusuhan berakhir. Lawan dirangkul. Damai disebar. Pokoknya, memasuki tahun

    baru dengan hati adem pikiran tentrem. Biasanya juga ada tradisi tuker-kado antar

    teman dan kerabat. Kadonya? Ya, namanya juga jaman baheula, isi kadonya ranting

    daun dari pohon suci, atau biji-bijian. Terakhir koin bergambar wajah Janus menjadi

    hadiah populer masa itu. Tahun baru sendiri tidak mutlak dimulai ketika kalender

    menunjukkan tanggal 1 Januari. Tergantung kalender mana yang dipakai. Nah,

    ngomongin tentang kalender alias penanggalan ini memang sedikit ribet. Gonta-

    ganti. Maklum, masa itu hal-hal baru terus ditemukan.

    Ada penanggalan ala Romawi. Satu tahun ada 10 bulan. 304 hari. Mulainya bulan

    Maret. Sistim penanggalan ini tidak terlepas oleh gaya suka-suka para Kaisar

    Romawi. Mereka senang mengubah-ubah sistim penanggalan demi memperpanjang

    masa pemerintahan mereka.

    Ada juga penanggalan ala Julian. Dari namanya, pencetusnya memang pahlawan

    bangsa Romawi yang termasyur, Julius Caesar. Satu tahun ada 365 ¼ hari.

    Dihitung dari waktu yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari. Setiap 4

    tahun sekali ada tahun kabisat.

  • WARTA JEMAAT 03 Januari 2021 Edisi 47/I/2021

    Ada penanggalan ala Gregorian. Bermula ketika tahun 1582 terjadilah titik

    equinox—siang dan malam sama lamanya—dan baru ketahuan kalau penanggalan

    ala Julian tidak akurat. Tidak tanggung-tanggung kurang 10 hari. Paus Gregorius

    XIII turun tangan dan mengeluarkan maklumat pada Konsili Nicea I, bahwa gereja

    menambahkan 10 hari pada penanggalan yang ada. Dari situlah bermulanya

    kalender Gregorian yang kita gunakan sampai sekarang (kalender international).

    Lebih jauh sistim penanggalan juga terus berkembang. Ada sistim penanggalan

    Hijriyah atau Anno Hegirae (A.E). Ada juga sistim penanggalan China; sistim

    penghitungannya bukan berdasarkan matahari (solar calendar), tetapi berdasarkan

    bulan (lunar calendar).

    Tidak heran kalau yang namanya tahun baru pun tidak satu. Di Indonesia sendiri,

    selain tahun baru masehi atau tahun baru internasional, ada tahun baru untuk Islam

    yang dikenal dengan tahun baru Hijriah (1 Muharam), tahun baru China (Imlek),

    dan tahun baru Hindu yang diawali dengan tradisi Nyepi.

    Namun kapan pun tanggal tahun baru itu, sebenarnya tidak terlalu penting. Jauh

    lebih penting makna di balik setiap perayaan itu, bahwa ada saat dimana kita perlu

    sejenak berdiam diri; menengok ke belakang, kepada kehidupan yang sudah kita

    jalani, sambil kemudian kita menata diri untuk melangkah ke depan, kepada

    kehidupan yang akan kita jalani. Momen untuk beresolusi.

    Resolusi adalah ketetapan hati. Seumpama target yang kita set di awal langkah,

    untuk kemudian kelak diakhir langkah kita evaluasi. Bisa juga dibilang koridor atau

    pagar bagi langkah kita, supaya jelas arah tujuan; tidak terombang-ambing seperti

    layangan putus. Setidak pasti apapun sebuah tahun, resolusi dengan iman adalah

    sesuatu yang menggerakkan Langkah kita dan memberi semangat menjalaninya..

    SELAMAT MENJALANI TAHUN 2021... TUHAN MENYERTAI KITA SEMUA.

  • WARTA JEMAAT 03 Januari 2021 Edisi 47/I/2021

    1 BIDANG TEOLOGI & PERSIDANGAN GEREJAWI

    1. JADWAL PELAYANAN IBADAH HARI MINGGU

    TANGGAL

    03 Januari 2021 Minggu II

    Sesudah Natal

    10 Januari 2021

    Minggu I

    Sesudah Epifani

    17 Januari 2021

    Minggu II

    Sesudah Epifani

    24 Januari 2021

    Minggu III

    Sesudah Epifani

    WAKTU Pukul 09.00 Pukul 09.00 Pukul 09.00 Pukul 09.00

    PELAYAN

    FIRMAN Pdt. H.H. Jacob

    Pdt. Nancy

    Nisahpih-Rehatta

    Pdt. Nancy

    Nisahpih-Rehatta

    Pdt. Nancy Nisahpih

    Pelayan 1 Pnt. Amintas Sidabutar

    Pnt. Ronny Nahumury

    Pnt. Sience Kippuw Pnt. Frank Kandou

    Pelayan 2 Dkn. Theodorus

    Schuurman Dkn. Johny

    Mandagie

    Dkn. Agus

    Sungkowo

    Dkn Ganes P.

    Sitorus

    Puji-Pujian

    PS Gita Effatha

    GPIB Effatha

    PS Virtual GP GPIB

    Marga Mulya Yogyakarta

    Pianis Sondang Salnika Alain Akihary Sondang Salnika Ibu Titi Purba

    Pemandu Lagu

    Egie Serhalawan Grandy Yermias Eggie Serhalawan Vita Lewaherilla

    Persiapan pelayanan Ibadah Hari Minggu dilaksanakan pada setiap Hari Sabtu, jam 10.00 WIB, tempat ruang Gereja GPIB Jurang Mangu.

    2. UCAPAN TERIMA KASIH

    Majelis dan Jemaat GPIB JURANG MANGU menyampaikan terima kasih kepada Pelayan

    Firman pada :

    Hari/Tanggal PELAYAN FIRMAN Keterangan

    Minggu, 03 Januari 2021 09.00 WIB

    Pdt. Hans H. Jacob Pendeta Emeritus GPIB

    Tuhan memberkati Bapak dan Keluarga dalam tugas pelayanan dimanapun melayani.

  • WARTA JEMAAT 03 Januari 2021 Edisi 47/I/2021

    3. PEMBACAAN ALKITAB SEPEKAN

    HARI / TGL. WAKTU Ayat Alkitab TEMA

    Senin,

    04 Januari ‗21

    Pagi Kejadian 12 : 1 – 6 Diberkati U

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended