Home >Documents >WARTA JEMAAT ... 2020/05/03  · WARTA JEMAAT 3 MEI 2020 EDISI 7/XXXIII/2020 3 MINGGU IV...

WARTA JEMAAT ... 2020/05/03  · WARTA JEMAAT 3 MEI 2020 EDISI 7/XXXIII/2020 3 MINGGU IV...

Date post:06-Aug-2020
Category:
View:3 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT

    GPIB Jemaat ‘GIBEON’ DKI JAKARTA Alamat : Jl. Raya Pesanggrahan No. 1A, Kodam Bintaro, Jakarta Selatan 12320

    Telp. : (021) 734 2124

    E-mail : [email protected] ; [email protected] , Web : gpibgibeon.or.id

    WARTA JEMAAT

    MINGGU IV SESUDAH PASKAH

    MINGGU, 3 MEI 2020 Edisi : 7 / XXXIII / 2020

    Waktu Ibadah Hari Minggu (umum) :

    Ibadah 1 : 06.00 WIB – Ibadah 2 : 09.00 WIB – Ibadah 3 : 18.00 WIB (Ibadah Nuansa Muda)

    Waktu Ibadah Hari Minggu Pelayanan Anak IHMPA (umum) : 07.30 WIB

    Waktu Ibadah Hari Minggu Persekutuan Teruna IHMPT (umum) : 08.00 WIB

    mailto:[email protected] mailto:[email protected]

  • WARTA JEMAAT 3 MEI 2020 EDISI 7/XXXIII/2020 2

    Selamat Datang MAJELIS JEMAAT GPIB Jemaat GIBEON Jakarta

    menyambut dengan penuh sukacita dan damai sejahtera atas

    kehadiran Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang datang menghadap

    Tuhan dalam ibadah yang selama masa PSBB (Pembatasan Sosial

    Berskala Besar) ini dilaksanakan secara Live Streaming di rumah

    masing-masing, dan berharap Bapak, Ibu, Saudara-saudari dapat

    kembali hadir dalam ibadah minggu yang akan datang.

    Kiranya kesetiaan beribadah kita kepada Tuhan, merupakan

    ungkapan syukur nyata melalui kehidupan persekutuan jemaat dan menjadi berkat bagi

    kita dan sesama.

    Bagi saudara-saudari yang ingin menjadi anggota Jemaat GPIB ‘GIBEON’, dimohon

    dapat menghubungi Majelis Jemaat yang bertugas saat ini, seusai jam ibadah, atau pada

    kantor Sekretariat Majelis Jemaat GPIB GIBEON setiap hari kerja.

    Adapun persyaratan untuk menjadi anggota Jemaat baru sebagai berikut :

     Membawa Surat Attestasi dari Gereja asal, dan mengisi formulir dan kartu warga

    jemaat.

     Melampirkan fotocopy dari dokumen asli surat-surat Gereja (Baptis, Sidi,

    Perkawinan Gereja, dan Catatan Sipil)

    SELAMAT BERIBADAH, Berkat Tuhan melimpah atas kita sekalian.

    Mohon PERHATIAN Jemaat selama ibadah berlangsung :

    1. Untuk tidak mengaktifkan HP 2. Untuk menjaga ketertiban dan ketenangan, bagi jemaat yang membawa anak kecil

    dimohon kerjasamanya untuk menjaga dan menenangkan anaknya untuk tetap duduk. 3. Ikut menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.

    4. Tidak merokok di lingkungan Gereja

    JADWAL PIKET ANGGOTA PHMJ

    SELASA Sekretaris II

    RABU Ketua II

    KAMIS Ketua IV & Bendahara, Sekretaris

    JUMAT Ketua I, Ketua V, & Sekretaris

    SABTU Ketua V

    WAKTU KERJA KANTOR MAJELIS JEMAAT GPIB GIBEON :

    Hari SENIN : LIBUR

    Hari SELASA s/d SABTU : 08.00 WIB s/d 17.00 WIB

    (istirahat 12.00 WIB s/d 13.00 WIB) Bagi saudara-saudari jemaat yang memerlukan pelayanan dapat menghubungi Pengurus Sektor atau

    Majelis Jemaat dimana saudara-saudari berdomisili atau dapat langsung ke kantor sekretariat Majelis

    Jemaat GPIB GIBEON pada hari kerja.

  • WARTA JEMAAT 3 MEI 2020 EDISI 7/XXXIII/2020 3

    MINGGU IV SESUDAH PASKAH

    Paskah adalah hari raya yang mula-mula dirayakan dan merupakan unsur penting dalam Tahun Gereja. Dirayakan sebagai Hari Kebangkitan KRISTUS dan yang merupakan titik tolak iman orang percaya

    (1 Korintus 15 : 14). Dirayakan dalam kegembiraan dan sukacita

    Warna dasar : Putih Lambang / Logo : Bunga Lily Warna Bunga Lily : Putih

    Arti : Bunga Lily merupakan simbol dari hari Paskah dan kekalan umbi-umbian dari bunga Lily haruslah ditanam dan mati dahulu di dalam tanah, baru kemudian daripadanya akan tumbuh suatu kehidupan baru. Lewat Paskah orang percaya telah menerima kehidupan baru yang diberikan melalui kematian dan penderitaan KRISTUS (band. Yohanes 12 : 34), dan kehidupan baru itu sendiri adalah kehidupan yang berkaitan dengan hidup kekal. Paskah dirayakan pada hari Minggu pertama setelah Jumat Agung (Minggu I setelah Pra-Paskah) dan setelah perayaan Paskah ada Minggu Paskah II - VII.

    TEMA JANGKA PANJANG GPIB (TAHUN 2006 – 2026)

    “YESUS KRISTUS SUMBER DAMAI SEJAHTERA”

    (YOHANES 14 : 27)

    TEMA JANGKA PENDEK III GPIB (2016 – 2021)

    MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA GEREJA UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN DAN

    KESAKSIAN YANG MENDATANGKAN DAMAI SEJAHTERA DI TENGAH DAN BERSAMA

    MASYARAKAT

    (LUKAS 1 : 17)

    TEMA TAHUNAN GPIB (TAHUN 2020 – 2021)

    MENGUATKAN TATANAN BERGEREJA AGAR MENDATANGKAN BERKAT BAGI MASA DEPAN

    UMAT DAN MASYARAKAT

    (IBRANI 11 : 8 – 10 )

  • WARTA JEMAAT 3 MEI 2020 EDISI 7/XXXIII/2020 4

    BINA IMAN

    R E Z E K I

    Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam. Pekerjaan yang

    menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini. Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih,

    setelah beberapa saat berjalan, rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah

    dengan "acara" kehujanan.

    Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di

    pojok jalan, mempunyai tenda sederhana. Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai

    bapak penjual yang sendirian, ditemani lampu petromak yang masih menyala. Dia menyilahkan saya

    duduk. "Disini saja dik, daripada kehujanan...," begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.

    Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa

    tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, "tolong bikin mie goreng pak, di

    makan disini saja". Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk.

    Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman

    yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar. Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan

    segenap bumbu.

    Segera saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai

    hilang. Basa-basi saya bertanya, "Wah hujannya tambah deras nih, orang-orang makin jarang yang

    keluar ya Pak?" Bapak itu menoleh ke arah saya, dan berkata, "Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya.."

    katanya sambil menghela napas dalam-dalam.

    "Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?" kata saya, "Wah, rezekinya jadi berkurang dong

    ya?" Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja, tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu,

    pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru...

    "Gusti Allah, ora sare dik, (Tuhan itu tidak pernah istirahat), begitu katanya. "Rezeki saya ada dimana-

    mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat

    sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya." Bapak itu melanjutkan, "Anak saya

    yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok masih hujan..."

    Deg... Aduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, "Gusti Allah ora sare". Tuhan Memang Maha Kuasa,

    yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat

    hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Maknanya

    terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan.

    Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu

    berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan

    dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya

    cuma harus bersabar.

    Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah

    bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan

    mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang

    mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.

  • WARTA JEMAAT 3 MEI 2020 EDISI 7/XXXIII/2020 5

    Hmm...saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti

    lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya. "Ya Tuhan, Engkau Memang Maha yang Tak

    Pernah Beristirahat" Untunglah, hujan telah reda, dan sayapun telah selesai makan. Dalam perjalanan

    pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora Sare....Gusti Allah Ora Sare…

    Teman, begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya. Tuhan memang selalu

    punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia

    memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya

    menjadi semakin banyak belajar.

    Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa.

    Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun

    sebelumnya, saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.

    Namun, rupanya tahun ini Tuhan punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap

    agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Tuhan pun tetap

    memberikan saya yang terbaik. Saya tetap bel

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended