Home >Documents >Warta ILO Jakarta, November 2010 pdf

Warta ILO Jakarta, November 2010 pdf

Date post:31-Dec-2016
Category:
View:217 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • Edisi Dua Bahasa, November 2010

    ILO Jakarta

    residen Swiss, Doris Leuthard, bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia, Muhaimin Iskandar, secara resmi meluncurkan Proyek ILO

    mengenai Keberlanjutan melaui Usaha yang Kompetitif dan Bertanggungjawab (Sustainability through Competitive and Responsible Enterprises/SCORE), 6 Juli lalu, di Jakarta. Didanai Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO) dan Badan Kerjasama Pembangunan Norwegia (NORAD) yang bekerja sama dengan ILO, proyek ini didukung oleh Kementerian Tenaga Kerja Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), konfederasi nasional dan Yayasan Dharma Bhakti Astra.

    Program SCORE membantu usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia agar bisa meningkatkan mutu dan produktivitas, meningkatkan kondisi kerja, serta memperkuat kerja sama dan komunikasi antara pengusaha-pekerja. Program ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk bisa lebih berdaya saing

    secara internasional, sehingga menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. Di Indonesia, program SCORE telah memulai berbagai aktivitas percontohan di sektor onderdil mobil, dan akan segera diperluas di dua bidang lain.

    Presiden Leuthard mengatakan, Indonesia dan Swiss memiliki hubungan diplomatik selama 58 tahun. Kedua negara ini pun telah bekerja sama di bidang perekonomian, perdagangan, investasi dan pembangunan. Indonesia terpilih menjadi pelaksana proyek SCORE karena memiliki banyak UKM, yang sebagian besar membutuhkan program untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di tingkat nasional dan internasional. Di samping Indonesia, program SCORE juga

    Presiden Swiss, Doris Leuthard bersama dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia, Muhaimin Iskandar (keenam dan ketujuh dari kiri) saat peluncuran Proyek SCORE di Jakarta, didampingi perwakilan organisasi pekerja dan pengusaha, serta Peter van Rooij, Pejabat Sementara ILO-Jakarta saat itu (kedua dari kanan).

    Proyek SCORE ILOPresiden Swiss

    di Indonesialuncurkan

    P

    SCO

    RE/ILO Jakarta

  • dikembangkan di Cina, Kolombia, Ghana, India, Vietnam dan Afrika Selatan.

    Meningkatkan produktivitas usaha tidak semata-mata terpaku pada masalah teknologi baru atau metode produksi yang revolusioner. Produktivitas hanya dapat dicapai dengan partisipasi secara penuh dan komprehensif dari angkatan kerja serta melalui dialog dengan perusahaan, kata Presiden Leuthard, seraya menambahkan harapannya agar SCORE Indonesia bisa memberi teladan bagi UKM di seluruh negeri dan di tempat lain.

    Menteri Muhaimin menyambut baik penunjukan Indonesia sebagai negara yang akan menjalankan program SCORE. SCORE Indonesia sangat mendukung Rencana Kerja Strategis Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam mempromosikan penciptaan lapangan kerja yang layak dan penciptaan peluang kerja secara luas di sektor pembangunan. Program ini juga akan membantu memperbaiki kondisi hubungan industrial serta kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, tegasnya.

    Sebagian besar UKM di Indonesia memang rentan terhadap guncangan eksternal. Mereka kerap kesulitan mempertahankan bisnisnya, terlebih lagi dalam belitan krisis keuangan global di mana jaminan mutu pekerjaan berisiko untuk dikorbankan. Harus diakui, UKM yang berhasil dan berdaya saing tinggi merupakan kunci pembangunan ekonomi berkelanjutan yang secara efektif bisa menurunkan tingkat kemiskinan.

    Sementara Peter van Rooij, Direktur ILO di Indonesia, mengatakan, di banyak negara, termasuk Indonesia, UKM yang berfungsi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi menghadapi berbagai tantangan. Padahal UKM merupakan kunci untuk menciptakan dan mengembangkan kerja layak bagi semua. Program SCORE akan memainkan peranan penting dalam meningkatkan dan menumbuhkan produktivitas serta kondisi kerja UKM melalui manajemen dan praktik kerja yang lebih baik. Ini juga merupakan kontribusi praktis untuk merealisasikan program kerja layak, katanya.

    Program SCORE di Indonesia Apa dan Bagaimana

    Setelah melakukan serangkaian konsultasi dengan para pemangku kepentingan yang relevan, program SCORE di Indonesia pun merangkul sektor otomotif. Proyek yang dimulai 2009 hingga 2012 ini meliputi wilayah Jakarta

    Raya. ILO bekerja sama dengan badan-badan nasional dan internasional lain membantu meningkatkan kapasitas pada produktivitas dan manajemen lingkungan kerja, jelas Januar Rustandie, Manajer Proyek SCORE di Indonesia.

    Program pelatihan yang digelar di Indonesia terdiri dari lokakarya komprehensif selama dua hari dengan para ahli SCORE dan tiga kunjungan lokasi untuk setiap perusahaan per modul pelatihan. Sedangkan lima modul pelatihan meliputi isu-isu yang terkait dengan kerja sama di tempat kerja, mutu, produktivitas dan produksi yang lebih bersih, manajemen sumber daya manusia dan keselamatan, kesehatan dan hubungan kerja.

    Sebelum proyek diluncurkan pada Juli 2010, sebuah pertemuan awal diadakan pada bulan Januari. Tujuannya selain menyosialisasikan sejumlah modul dan program-program SCORE, juga untuk mendapatkan komitmen dari

    pelaku UKM yang memasok produk ke jaringan kelompok Astra. Saya senang dengan hasil pertemuan awal. Dari 15 UKM peserta, 11 telah terdaftar dan menyatakan komitmennya untuk bergabung dan berpartisipasi di dalam program pelatihan SCORE. Ini juga sejalan dengan penerima manfaat utama proyek yakni para pekerja dan pengusaha di bidang manufaktur onderdil mobil berukuran kecil dan menengah yang memiliki 50-200 pekerja, terang Januar.

    Saat ini, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang didukung Apindo dan serikat pekerja/buruh sedang melaksanakan program SCORE di perusahaan-perusahaan terpilih. Pada 2011, program tersebut akan diperluas melalui pusat pelatihan produktivitas lokal di beberapa provinsi di Indonesia.

    berita utama

    2

    Sofjan Wanandi, Ketua Apindo

    Program SCORE akan membantu UKM Indonesia bersaing di pasar nasional dan internasional. Program ini sangat dibutuhkan oleh UKM untuk meningkatkan produktivitas, efi siensi, daya saing serta kerja sama antara pengusaha dan pekerja guna menciptakan kondisi kerja yang lebih baik.

    Jrg Schneider, Kepala Kerja Sama Pembangunan Ekonomi (SECO)

    Swiss dan Sekretariat Negara Swiss Bidang Perekonomian mendanai dan mendukung program SCORE karena kami percaya program ini dapat membantu meningkatkan kondisi tenaga kerja dan kondisi kerja di Indonesia.

    I

    SCORE/ILO Jakarta

    Lingkungan kerja salah satu UKM. Apa Kata Mereka...

    Peter van Rooij, Direktur Baru ILO di Indonesia

    engemban tugas sebagai Direktur ILO di Indonesia merupakan sebuah

    hak istimewa dan tanggung jawab penting. Setelah menghabiskan tiga tahun sebagai Deputi Direktur di Jakarta, saya lebih mengenali negara ini, dengan situasi dan kebutuhan konstituen kami: pemerintah yang diwakili oleh Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, perwakilan pekerja melalui berbagai Konfederasi serikat pekerja, dan perwakilan pengusaha melalui Apindo.

    Berkarya untuk ILO di Indonesia saat ini merupakan momentum yang tepat dan menarik: kemajuan penting telah dicapai, termasuk yang berkaitan dengan Pekerjaan yang Layak, namun tantangan belum lagi selesai. Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan. Selain para kolega di Kantor Jakarta dan wilayah lainnya di Indonesia (dan Timor-Leste), kami memiliki banyak mitra pendukung, termasuk organisasi-organisasi internasional lain dan, tentu saja, para donor yang memberikan banyak dukungan selama bertahun-tahun.

    Indonesia adalah sebuah negara penting dan saat ini sedang naik daun. Negara ini, misalnya, merupakan anggota G20. Negara ini pun termasuk negara berpenghasilan menengah dengan peran internasional yang lebih penting dan pembangunan yang lebih luas bagi warganya. Indonesia jelas memiliki potensi besar untuk lebihIndonesia Bisa memastikan manfaat bagi semua pihak.

    Rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) pemerintah, visi pekerja melalui kesepakatan bersama dengan Apindo pada tahun ini memberikan sebuah kerangka rencana untuk memungkinkan ILO meningkatkan dukungannya di tahun-tahun mendatang. Fakta bahwa Indonesia saat ini sedang mengadopsi Pakta Lapangan Kerja Global yang memungkinkan Indonesia mendorong prioritas bersama, kepemilikan, komitmen dan sinergi bersama. Indonesia, memang, berusaha menjadi teladan bagi negara-negara lain.

    Perencanaan dan landasan kerja untuk tahun-tahun mendatang akan lebih ditingkatkan oleh keluarga PBB di Indonesia yang menjalin kerjasama untuk mendukung Indonesia dalam bentuk Kemitraan PBB untuk Kerangka Pembangunan periode 20112015. Terinspirasi oleh RPJM, kami pun berkomitmen untuk menjalin kerjasama strategis guna mendukung Indonesia dalam pembangunannya lebih lanjut.

    Timor-Leste, Sekretariat ASEAN dan Indonesia adalah para mitra yang senantiasa mendapatkan dukkungan kami. Waktunya tepat. Banyak hal tersedia untuk mewujudkan kemajuan yang signifi kan dalam mencapai pekerjaan yang layak bagi semua di tahun-tahun mendatang. ILO-Jakarta siap dan berharap untuk melakukan bagian kami. Indonesia, Bersama BISA.

    3

    Sepatah Kata

    Yayat Supriyatna, Direktur Mitrakarsa

    Sebelum adanya program SCORE, kami hanya mengambil sedikit tanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan pekerja. Setelah melaksanakan SCORE, kami lebih mengerti dan sadar akan kesehatan dan keselamatan pekerja. Kami sekarang melengkapi para pekerja dengan peralatan yang diperlukan seperti sarung tangan, masker, dan sepatu.

    Syukur Sarto, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)

    Karena sebagian besar lapangan kerja ditemukan di UKM, penting untuk mempromosikan praktik tempat kerja yang baik di dalam UKM. Program ini harus dilaksanakan di seluruh Indonesia. Saya percaya, meningkatnya produktivitas

    tenaga kerja juga akan meningkatkan produktivitas perusahaan yang pada gilirannya juga akan men

Embed Size (px)
Recommended