Home >Documents >W A R T A P E R S E K U T U A N GKI Jl. Gunung Sahari IV No. W arta Persekutuan Minggu, 28 Agustus...

W A R T A P E R S E K U T U A N GKI Jl. Gunung Sahari IV No. W arta Persekutuan Minggu, 28 Agustus...

Date post:18-Mar-2019
Category:
View:215 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

Warta Persekutuan Minggu, 28 Agustus 2016 1

W A R T A P E R S E K U T U A N

GKI Jl. Gunung Sahari IV No. 8 Jakarta 10610 (Anggota PGI)

Tel: 420-4364, 420-6979, 422-2122 FAX: 425-4260 Website: www.gkigunsa.or.id

Pdt. Royandi Tanudjaya : royandi@gkigunsa.or.id

Menjadi Gereja yang Mengasihi,

Peduli dan Berbagi

Pdt. Imanuel Kristo : imanuelkristo@gkigunsa.or.id

Pdt. Suta Prawira : sutaprawira@gkigunsa.or.id

Pdt. Nurhayati Girsang : nurhayatigirsang@gkigunsa.or.id

Pdt. David Sudarto : davidsudarto@gkigunsa.or.id

Pdt. Merry R. Malau : merrymalau@gkigunsa.or.id

Pdt. Em. Anthoinette W. : anthoinettewinata@gkigunsa.or.id

Pdt. Em. Flora Dharmawan : floradharmawan@gkigunsa.or.id

Pdt. Febe Oriana Hermanto : febehermanto@gkigunsa.or.id TH. L - NO. 35 MINGGU, 28 AGUSTUS 2016

MERAYAKAN TALENTA SENI YANG BERAGAM

Keanekaragaman adalah realitas kehidupan. Lihatlah, mulai dari realitas diri kita sampai realitas sosial kita. Mengenai diri kita sebagai realitas tubuh, Paulus di dalam surat I Korintus 12 mengatakan bahwa, tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota (1 Korintus 12:14). Tidak hanya banyak anggota, namun anggota-anggota tubuh itu sedemikian beraneka. Tangan, kaki, mata, telinga, hidung, kepala, berbeda satu dengan yang lain. Apa yang disampaikan Paulus itu barulah gambaran tubuh dalam arti yang kelihatan atau yang tampak dari luar. Jika kemudian tubuh kita di bedah, apa yang ada di dalamnya lebih mencengangkan lagi. Di dalamnya terdapat organ-organ tubuh yang jumlahnya tidak sedikit. Jika dibedah lebih dalam lagi, dalama tubuh kita ini ada begitu banyak sel-sel yang jumlahnya sulit dihitung dan beraneka ragam pula. Namun yang berbeda satu sama lain itu ada dalam satu tubuh. Kehidupan hanya akan berlangsung baik, manakala setiap anggota tubuh menjalankan fungsinya dengan baik dan saling memberikan dukungan. Setiap anggota tubuh harus menjalankan fungsinya dengan baik dan saling memberikan dukungan, itulah hukum kehidupan. JIka terjadi penyimpangan akan hal itu, maka akan terjadi pula masalah di dalam tubuh dan tubuh akan menjadi sakit. Belakangan diketahui ada penyakit yang disebut autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh yang di dalamnya terdapat sel-sel justru menyerang sel-sel sehat dalam tubuh sendiri.(http://www.alodokter.com). Penyakit dalam kategori autoimun ini adalah salah satu yang paling sulit diobati, setidaknya itu yang terjadi sekarang ini.

http://www.gkigunsa.or.id/mailto:royandi@gkigunsa.or.idmailto:imanuelkristo@gkigunsa.or.idmailto:sutaprawira@gkigunsa.or.idmailto:nurhayatigirsang@gkigunsa.or.idmailto:davidsudarto@gkigunsa.or.idmailto:merrymalau@gkigunsa.or.idmailto:anthoinettewinata@gkigunsa.or.idmailto:floradharmawan@gkigunsa.or.idhttp://www.alodokter.com/

Warta Persekutuan Minggu, 28 Agustus 2016 2

Realitas soasial kita juga menampilkan gambaran seperti realitas tubuh kita. Itulah sebabnya, Paulus pun menggunakan tubuh sebagai analogi untuk menggambarkan jemaat. Jemaat sebagai realitas sosial, terdiri dari orang-orang yang beraneka ragam. Setiap orang memiliki karunianya sendiri-sendiri, pun demikian dengan latar belakang identitasnya. Dahulu, di jemaat perdana, ada orang-orang Yahudi dan non Yahudi, ada yang berlatar belakang budak dan orang merdeka, dan lain sebagainya. Realitas sosial yang lebih luas menyajikan pula potret keanekaragaman. Dalam tubuh Gereja Kristen Indonesia (GKI), terdiri dari tiga sinode wilayah yang memiliki keanekaraman warisan budaya, teologi dan tradisi-tradisi berorganisasi yang tidak persis sama. Sebagai sebuah bangsa, Indonesia juga sangat beraneka ragam. Terdapat lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia, menurut sensus BPS tahun 2010, dalam 300 kelompok besar etnik tersebut terdapat 1.340 suku bangsa (https://id.wikipedia.org). Dari data-data tersebut sudah sangat jelas dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman adalah realitas kehidupan. Karena keanekaragaman adalah realitas kehidupan, maka siapapun yang mengakui bahwa Allah adalah Pencipta kehidupan, ia harus mengakui pula bahwa keanekaragaman itu adalah ciptaan Allah. Penerimaan akan keanekaragaman atau pluralitas itu sangat penting. Dan bagaimana cara kita menerimanya itulah yang amat menentukan bagaimana kehidupan akan berjalan. Jemaat Korintus pernah punya pengalaman buruk tatkala mereka menyikapi keanekaragaman itu secara keliru. Karunia yang berbeda-beda di dalam jemaat disikapi dengan cara mengadunya untuk mencari pengakuan mana yang lebih hebat. Jangankan ketemu apa yang mereka cari, yang terjadi kemudian justru sebaliknya, jemaat menjadi terpecah-pecah, terjadi ketegangan dan konflik berkepanjangan. Tatkala keanekaragaman tidak diterima dan dikelola dengan baik, maka keindahan kehidupan akan rusak. Tatkala keanekaragaman diterima dengan syukur, dikelola dengan baik, maka kehidupan akan menjadi sebuah keindahan sebab harmonisasi terjadi di sana. Allah yang menciptakan semesta ini, dapat dilihat pula seperti Seniman Maha Agung. Karya-Nya dalam semesta yang beranekaragam itu amat menakjubkan. Semuanya tertata dengan baik. Pemazmur menyampaikan ketakjubannya itu melalui Mazmur 19:1-7. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya., demikian pemazmur mengawali mazmurnya. Ketakjuban pemazmur membawanya pada rasa syukur dalam menerima kehidupan, ia tersungkur di hadirat Allah, membangun mezbah untuk memuliakan Allah. Karena itu, mazmur-mazmur yang ditulisnya adalah mazmur-mazmur yang mengagungkan Allah sang Pencipta.

https://id.wikipedia.org/

Warta Persekutuan Minggu, 28 Agustus 2016 3

Salah satu yang dianugerahkan Allah adalah talenta seni yang beraneka ragam. Kita harus menerima dengan syukur bahwa dalam kehidupan sebagai gereja, Tuhan telah memberikan talenta-talenta seni yang sedemikian beraneka. Hal yang dilakukan Daud dalam 1 Tawarikh 25 tatkala membangun mezmah peribadahan di rumah Allah adalah dengan memberi tempat para seniman untuk ambil bagian secara khusus di rumah Tuhan. Jumlah mereka yang disebut ahli seni saat itu ada 288 orang.(1 Taw.25:7). Talenta-talenta seni diberi tempat, dikelola dan dirayakan dalam ibadah yang memuliakan Allah. Ada yang bernyanyi, ada yang mengiringi nyanyian dengan ceracap, gambus dan kecapi, sehingga rumah Tuhan menjadi tempat perayaan perjumpaan umat dengan Allah yang indah. Perayaan ibadah itu bukanlah panggung pertunjukkan untuk mempertontonkan atau memamerkan diri sang seniman. Perayaan ibadah adalah mezbah bagi seseorang untuk mempersembahkan diri melalui talentanya, menolong umat Tuhan berjumpa dengan Allah dan bersama-sama mengagungkan nama Allah. Praise God With Your Talent ! -by dav's.

Warta Persekutuan Minggu, 28 Agustus 2016 4

KEBAKTIAN UMUM MINGGU, 28 AGUSTUS 2016 TEMA : Merayakan Talenta Seni yang Beragam Pertukaran Pelayan Firman Sinode GKI dalam rangka HUT GKI Bulan Seni GKI Gunung Sahari

KETERANGAN KEBAKTIAN I [ PK. 06:00 ]

KEBAKTIAN II [ PK. 08:00 ]

KEBAKTIAN III [ PK. 10:00 ]

KEBAKTIAN IV [ PK. 17:00 ]

PELAYAN FIRMAN

Pdt. Lie Thien Siang

d/ GKI Cepu, Jawa Tengah

Pdt. David Christianto Indro

Cahyono d/ GKI Genuk Indah,

Semarang, Jawa Tengah

Pdt. Rahmat Paska Rajagukguk

d/ GKI Gereformeerd, Semarang, Jawa Tengah

Pdt. Stephanus Liem

d/ GKI Martadireja, Purwokerto, Jawa

Tengah

PENATUA PENDAMPING

Pnt. Felicia Irene A. Pnt. Johny Sumual Pnt. Reynold Iwan W. Pnt. Tirtamarta S.

PENATUA PENYAMBUT

Pnt. Anita Permana Pnt. Riana Utama Pnt. Tatang Hapendy S. Pnt. Janti Paulina R. Pnt. Lusiana Sutanto Pnt. Ronald Naftali M. Pnt. Eniwati Rustandi Pnt. Pieter Natanael Pnt. Harryadi Santosa Pnt. Alexander Phoa Pnt. Handi Tirtasaputra Pnt. Djefri K. Pnt. Kwee Lanny L. Dewi Pnt. Aryanto Sjarif T. Pnt. Rindah Rahardja Pnt. Aryapriwa A.

MULTI MEDIA Toni Bertha Felix Ricky

PADUAN SUARA Adoramus Gema Kasih

Pesparawi GKI Gunsa

PEMANDU NYANYIAN Evy A. / Alita / Henry / Khrisna

PEMUSIK Ens Gunsa - Leodet dkk.

Kebaktian Komisi-Komisi

KET Pkl. PELAYANAN

FIRMAN TEMA

PENATUA PENDAMPING

LITURGOS SINGER PEMUSIK

KEBAKTIAN ANAK

08:00 10:00

KEBAKTIAN REMAJA

08:00

Pdt. Rahmat Paska

Rajagukguk d/ GKI

Gereformeerd, Semarang, Jawa

Tengah

HUT GKI diciptakan

dalam keutuhan

Pnt. Samuel Ramot P.

Sirait Charlote Eben + Iva

Jovian + Matias +

Dava

10:00

Pdt. David Christianto I.

Cahyono d/ GKI Genuk

Indah, Semarang, Jawa

Tengah

Pnt. James Sondah

Ange Kezia R +

Ivan R

KEBAKTIAN PEMUDA

10:00

Pdt. Stephanus Liem d/ GKI

Martadireja, Purwokert, Jawa

Tengah

Your community

for your church

Pnt. Tjhin Irawan

Marselina Raynard + Clarissa P.

Alvin

Warta Persekutuan Minggu, 28 Agustus 2016 5

KEBAKTIAN UMUM MINGGU, 4 SEPTEMBER 2016 TEMA : Bukan aku yang menentukan, tapi Dia ! Sakramen Baptis Kudus Dewasa & Penerimaan Anggota Pkl. 17.00 WIB

KETERANGAN KEBAKTIAN I [ PK. 06:00 ]

KEBAKTIAN II [ PK. 08:00 ]

KEBAKTIAN III [ PK. 10:00 ]

KEBAKTIAN IV [ PK. 17:00 ]

PELAYAN FIRMAN Pdt. Suta Prawira PENATUA PENDAMPING