Vital Sign

Date post:28-Nov-2015
Category:
View:60 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Description:
vital sign
Transcript:

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Pemeriksaan Vital SignPemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ada atu tidaknya pada tanda-tanda vital. Pemeriksaan ini meliputi :

1.Suhu Tubuh

Pusat pertukaran suhu tubuh terletak pada hypothalamus. Suhu tubuh dipertahankan konstan dengan mengatur keseimbangan produksi dan pengeluaran panas. Pengukuran suhu tubuh dapat dilakukan pada oral,rectal,maupun aksila, dengan menggunakan thermometer air raksa maupun termometer elektrik. Thermometer air raksa sebainya tidak diguanakan pada mulut, pada apenderita dengan kesadaran menurun atau setelah minum panas/dingin sebaiknya pemeriksaan ini ditunsa10-15 menit agar suhu minuman tidak mempengaruhi hasil pengukuran. Pengukuran suhu tubuh pada aksila dapat dilakukan pada pasien dalam keadaan sadar maupun tidak sadar. Hasil tidak tepat bila terjadi vasokonstriksi pembuluh darah kulit, misalnya: hipovolemia,syok,suhu sekitar dingin,habis mandi. Suhu rectal merupakan suhu inti tubuh oleh karena itu merupakan yang paling tepat dibandingan dengan cara oral,maupun aksila, hanya saja cara ini sulit dan kurang enax bagi penderita. Suhu rectal 0,4-0,5 lebih tinggi disbanding suhu oral,dan aksila.

Suhu tobuh normal : 36-37C.

Suhu tubuh : 37-38C dikatakan subfebril.

Suhu tubuh : >38C dikatakan febris.

Kenaikan suhu tubuh daoat terjadi akarena : infeksi,reaksi,transfuse,dll

1. Menilai perfusi perifer atau akral

Aliran darah disertai dengan oksihemoglobin yang cukup di pembuluh kapiler kulit telapak tangan dan kaki menimbulkan warna kemerahan dan bila diraba terasa hangat dan kering. Keadaan ini menunjjukan perfusi perifer/akral yang normal. Misalnya pada pasien yang syok aliran darah menurun, e kulit Nampak pucatdan pada perabaan terasa dingin dan basah.

2. Denyut Nadi

Denyut nadi pada keadaan normal sesuai dengan denyut jantng. Dengan menghitung frekwensi denyut nadi dapat diketahu frekuensi denyut jantung dalam satu menit. Denyut nadi dapat diraba di Carotis, Radialis, Brachialis, Femoralis, Popliteal, Dorsalis pedis dan tibialis posterior.

Normalnya 60-100x/menit.

3. Tekanan Darah

Tekanan darah dapat diukur dengan 2 metode :

-Metode Langsung : Dengan cara menusukkan jarum kepenbuluh darah dan dihubunhkan dengan manometer.

-Metode tidak langsung : Dengan menggunakan sphygmomanometer (Tensimeter),jika menggunakan metode ini, ada 2 cara yang dapat anda lakukan:

1. Cara palpasi: dengan cara ini hanya dapat diukur dengan tekana sistolik

2.Auskultasi : dengan cara ini dapat diukur tekanan sistolik maupun diastoli(tensimeter).

Tinnginya tekanan darah dapat dipengaruhi: emosi,rasa sakit,suhu sekitar,penggunaan kopi,tembakau,dll. Penderita dikatakan mengidap hipertsei diatas 160/95.

Tekanan darah normal:

Wanita : 110/70mmHg

Laki-laki:120/80mmHg

4. Pernafasan

Bernafas adalah pergerakan yang tidak disadari dan juga disadari yang diatur oleh pusat nafas di batang itak dan dilakukan dengan bantuan otot-otot pernafasan. Pada waktu inspirasi diafragma dan otot-otot interkostalis berkontraksi,memperluas rongga toraks dan memekarkan paru. Dinding dada akan bergerak keatas, ke depan dank e lateral, sedangkan diafragma bergerak kebawah. Setelah inspirasi berhenti paru-paru akan mengkerut, diafragma akan kembali keposisi semula. Dihitung frekuensi pernfasan per menit.

Normal: 12-20x/menit.

1.2Permasalahan

Bagaimana keadaan pasien terhadap pengaruh perbedaan kondisi dan posisi pasien ?

1. Sebutkan pengertian dari tekanan darah ?

2. Pada pembuluh darah apa sajakah saudara dapat meneriksa denyut nadi?

3. Sebutkan perbedaan antara pengukuran tekanan darah cara palpasiu dengan cara auskultasi!( dari segi konsep-teori-sarana-prosedur-hasil)

4. Mengapa pemeriksaan tekanan darah dilakukan pada lengan atas kanan?

5. Apakah pemasangan manchet yang terlalu longgar atau terlalu ketat dapat mempengaruhi hasil pengukuran tekanan dara? Jelaskna!

6. Jelaskna mengenai mekanisme yang mendasari suara-suara konkaff(korotkonkaf I,II,III,IV,V)?

7. Suara korotkoff IV,V dapat digunakan untuk menentukan tekanan diastolic, mana yang lebih baik? jelaskan!

8. Apakah ada perbedaan anatar atlet dan non atlet dalam hal pemulihan denyut nadi dan tekanan darah post exercise(setelah latihan)?!

9. a. Secara teoritis, bagaimanakah pengaruh posisi tubuh terhadap denyut nadi dan tekanan darah?

b. Apakah hasil pratikum saudara sesuai dengan teori?

c.Apakah hasil pratikum saudara tidak sesuai dengan teori, jelaskan mengapa demikian?

10. a. Secara teoritis, bagaimanakah pengaruh latihan fisik terhadap denyut nadi dan tekanan darah?

b. Apakah hasil pratikum saudara sesuai dengan teori?

c.Apakah hasil pratikum saudara tidak sesuai dengan teori, jelaskan mengapa demikian?

11. Suhu tubuh dihasilkan oleh apa?

12. Ada berapa macam jenis febris? Sebutkan 2 dan jelaskan masing-masing!

13. Apakah ada pengaruh aktifitas terhadap suhu tubuh? Jelaskan!

14. Sebutkan macam-maca,m type pernafasan dan jelaskan masing-masing!

15. Apakah ada pengaruh aktifitas terhadap ritme pernafasan? Jelaskan!

16. Bilamana diakatakan hypothermia? Apa penyebabnya?

1.3 Tujuan pratikum

1. Pemeriksaan suhu tubuh dengan menggunakan thermometer

2. Pemeriksaan pernafasan dgn cara inspeksi

3. Memeriksa denyut nadi dan mengukur tekanan darah

a. Memeriksa denyut nadi secara palpasi

b. Mengukur tekanan darah secara palpasi

c. Mengukur tekanan darah secara auskultasi

4. Mengamati dan mempelajari pengaruh posisi tubuh terhadap suhu tubuh, pernafasan, denyut nadi dan tekanan darah

5. Mengamati dan mempelajari pengaruh latihan fisik terhadap suhu tubuh, pernafasan,denyut nadi dan tekanan darah

BAB II

METODE KERJA2.1 Alat dan Bahan Praktikum

1. Meja periksa / tempat tidur.

2. Stopwatch / arloji.

3. Sphygmomanometer (Tensimeter), terdiri dari:

a. Manometer air raksa + klep pembuka penutup.

b. Manchet udara.

c. Selang karet.

d. Pompa udara dari karet + sekrup pembukan penutup.

4. Stethoscope.

5. Bangku latihan fisik.

6. Metronom.

7. Thermometer.

2.2 Tata Kerja PraktikumMemeriksa denyut nadi dan mengukur tekanan darahMemeriksa denyut nadi secara palpasi.

a. Pilih salah satu mahasiswa coba ( MC I ).b. Suruh MC I berbaring terlentang tenang selama 2-3 menit di meja periksa atau tempat tidur.c. Letakkan kedua lengan disisi tubuh dengan kedudukan volar.d. Periksa denyut arteri radialis dextra dengan menggunakan ujung jari IIIIIIV yang diletakkan sejajar satu terhadap yang lain diatas arteri radialis tersebut.Tentukan:FrekuensinyaJumlah denyut / menit. Iramanya ..Jumlah denyut / menit.e. Catatlah data sesuai format : Tabel E.5Mengukur tekanan darah secara palpasi.a. MC1 tetap berbaring terlentang tenang di meja periksa / tempat tidur.b. Letakkan lengan yang hendak diukur tekanan darahnya (lengan kanan) disisi tubuh dengan kedudukan volar.c. Pasang manset pada lengan atas kanan, sekitar 3 cm diatas fossa cubitti (jangan terlalu ketat maupun terlalu longgar)d. Raba serta rasakan denyut arteri radialis dextrae. Pompakan udara kedalam manset ( menggunakan pompa udara ) sampai denyut arteri radialis dextra tak teraba.f. Pompakan terus udara kedalam manset sampai tinggi Hg pada manometer sekitar 20 mmHg lebih tinggi dari titik dimana denyut arteri radialis dextra tak terasag. Keluarkan udara dalam manset secara pelan dan berkesinambungan ( dengan memutar sekrup pada pompa udara berlawanan dengan arah jarum jam ). Catat tinggi Hg pada manometer dimana arteri radialis pertama kali teraba kembali. Nilai ini menunjukkan besarnya tekanan sistolik cara palpasih. Catat data sesuai format : Tabel E-5

Mengukur tekanan darah secara auskultasia. MC I tetap berbaring terlentang tenang diatas meja periksa / tempat tidur dengan manset tetap terpasang di lengan atas kanan, posisi lengan tetap disisi tubuh dengan kedudukan volar.b. Tentukan letak arteria brachialis dextra secara palpasi pada fossa cubiti dan letakkan stethoscope (bell stethoscope) diatas arteria brachialis dextra tersebut.c. Pompakan udara kedalam manset, maka saudara akan mendengar suara bising arteria brnchialis dextra melalui stethoscope.d. Teruskan memompa udara kedalam manset, pada suatu saat suara bising arteria brachialis dextra akan menghilange. Pompakan terus udara kedalam manset sampai tingi Hg pada manometer sekitar 20 mmHg lebih tinggi dari titik dimana suara bising arteri branchialis dextra telah menghilangf. Keluarkan udara didalam manset secara pelan dan berkesinambungan, maka saudara akan mendengar :1.Suara Korotkoff I. Nilai ini menunjukkan besarnya tekanan sistolik secara auskultasi.2.Suara Korotkoff IV dan V. Nilai ini menunjukkan besarnya tekanan diastolic secara auskultasi.g. Catat data sesuai format : Tabel E - 5

Mengamati dan mempelajari pengaruh posisi tubuh terhadap denyut nadi dan tekanan darah.1.a. Pilih satu mahasiswa coba ( MC 2 ). MC 2 boleh sama dengan MC 1 atau mahasiswa lain dalam kelompok yang bersangkutanb. Pilih satu mahasiswa yang bertugas memeriksa denyut nadi MC 2 pada arteri radialis sinistra selama praktikum point D.2c. Pilih satu mahasiswa yang bertugas mengukur tekanan darah MC 2 pada lengan kanan secara auskultasi selama praktikum point D.2d. Pilih satu mahasiswa untuk mencatat data.2. MC 2 suruh berbaring terlentang tenang selama 2-3 menit, kemudian tentukan frekuensi dan irama denyut arteria radialis sinistra serta dan tekanan darah pada lengan kanan secara auakultasi ( masin-masing dikur tiga kali berturut-turut) selanjutnya serta bilang nilai rata-ratanya.3. MC 2 suruh duduk tenang

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended