Home >Documents >UPK Sempaja Agustus 2012

UPK Sempaja Agustus 2012

Date post:10-Dec-2014
Category:
View:131 times
Download:14 times
Share this document with a friend
Description:
docx
Transcript:

sumber : Administrasi dan pemegang program UPK Puskesmas Sempaja Samarinda

Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat / Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

UPAYA PELAYANAN KESEHATAN (UPK) PUSKESMAS SEMPAJA 2012

Disusun Oleh: Amina Thayiba Auliaur Rahmah Kiki Ariananda Pembimbing : dr. Hj. Irama Madjid dr. Rachmat Bahtiar, M. Kes dr. Ronny Isnuwardhana, MIH

Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas PUSKESMAS Sempaja/FK Unmul Samarinda 2012

BAB I PENDAHULUAN

Pusat Kesehatan Masyarakat

(Puskesmas)

adalah unit pelaksana

pembangunan kesehatan yang mandiri dan bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di satu atau sebagian wilayah kecamatan dan bertanggung jawab kepada Dinas Kesehatan Kota / Kabupaten (KEPMENKES No.128 th 2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas). Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk

meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat

pemberdayaan keluarga dan masyarakat, serta pelayanan kesehatan strata pertama meliputi pelayanan medik dasar individu dan keluarga, serta pelayanan kesehatan masyarakat yang mencakup usaha pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Wujud dari pelaksanaan ketiga fungsi puskesmas hadir dalam program puskesmas yaitu program dasar yang tercermin dalam Unit Pelayanan Kesehatan (UPK). Pada perkembangan terakhir, Upaya Pelayananan Kesehatan (UPK) dibagi menjadi UPK wajib dan UPK pengembangan. UPK wajib merupakan upaya kesehatan pokok yang dilaksanakan oleh seluruh puskesmas di Indonesia dan merupakan kesepakatan secara nasional. UPK wajib terdiri atas 6 kegiatan pokok atau yang disebut Basic Six, yaitu: (1) Promosi Kesehatan, (2) Kesehatan Lingkungan, (3) KIA dan KB, (4) Peningkatan Gizi, (5) Penanggulangan Penyakit Menular/P2M, (6) Pengobatan Dasar. UPK pengembangan merupakan program yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kota / Kabupaten dengan berbagai pertimbangan kebutuhan kesehatan di wilayah kerja masing-masing seperti UPK kesehatan Lansia dan Usaha kesehatan Sekolah (UKS). Puskesmas Sempaja mengemban tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Kelurahan Sempaja Utara dan Selatan. Guna memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat di wilayah kerjanya,

1

Puskesmas Sempaja juga melaksanakan UPK wajib dan UPK pengembangan. Diharapkan dengan berjalannya upaya pelayanan kesehatan tersebut, puskesmas Sempaja dapat memberikan pelayanan yang merata dan menyeluruh dan diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pengetahuan mengenai UPK merupakan hal yang penting, karena UPK merupakan wujud dari fungsi puskesmas secara keseluruhan dan merupakan tonggak pelaksanaan program di Puskesmas dalam rangka mewujudkan pembangunan kesehatan. Hal tersebut harus diketahui dan dipahami agar peran dan fungsi Puskesmas dapat dilaksanakan dengan baik. Pembuatan makalah ini bertujuan memberikan informasi mengenai UPK Puskesmas, khususnya UPK Puskesmas Sempaja.

2

BAB II PROFIL PUSKESMAS SEMPAJA

A. VISI, MISI, MOTTO DAN JANJI PELAYANAN 1. Visi : Mewujudkan Masyarakat Sempaja Sehat & ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih & Sehat) 2. Misi : a. Ciptakan Managemen Kesehatan yang Bermutu b. Sempurnakan Pelayanan Kesehatan c. Padukan Lintas Program & Lintas Sektoral di Bidang Kesehatan d. Mewujudkan Masyarakat Sempaja ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih& Sehat) e. Jadikan Masyarakat Sempaja yang Mandiri untuk Hidup Sehat 3. Motto Pelayanan : Kepuasan Anda Kebahagiaan Kami 4. Janji Pelayanan Santun, Sabar, Cermat, Ikhlas

B. DATA DEMOGRAFI DAN GEOGRAFI 1. Data Demografi Puskesmas Sempaja Samarinda Tahun 2011 Wilayah kerja puskesmas sempaja terdiri dari 2 kelurahan, yaitu kelurahan Sempaja Selatan dan kelurahan Sempaja Utara. Jumlah total penduduk wilayah kerja puskesmas Sempaja adalah 29.326 jiwa. Sasaran dihitung berdasarkan dari jumlah penduduk kelurahan masing-masing. a. Kelurahan Sempaja Utara, terdiri dari 16 RT, dimana : Jumlah KK : 1.357 Jumlah Penduduk : 5.252 Jiwa 1) 5 RT (RT 7, 34, 35, 36, dan 37) yang sulit dijangkau.

3

2) 9 RT (RT 1, 7, 8, 23, 24, 33, 34, 35, 36) yang tidak memiliki posyandu 3) sasaran PUS 945, WUS 2836, BUMIL 104

b. Kelurahan Sempaja Selatan, terdiri dari 64 RT, dimana : Jumlah KK : 5.945 Jumlah Penduduk : 24.074 Jiwa 1) Seluruh RT mudah dijangkau 2) 9 RT (14, 15, 23, 24, 27, 37,38,42,50) yang belum memiliki posyandu 3) sasaran PUS 4.333, WUS 13.000, BUMIL 478 2. Data Geografi Puskesmas Sempaja Samarinda Tahun 2012

4

Sumber : Administrasi Puskesmas Sempaja Samarinda

5

STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS SEMPAJA TAHUN 2012

C. Jumlah Tenaga dan Fasilitas Kesehatan di Puskesmas Sempaja Tabel 1. Jumlah tenaga kesehatan di puskesmas sempajaTENAGA KESEHATAN Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi SKM D4 Keb Akper Akbid Akfar Ak Analis Akzi SPK SPRG SMF SE SMA SMP PKM Sempaja 4 1 5 1 5 5 2 2 1 3 1 1 1 6 2

Fasilitas kesehatan di Wilayah Puskesmas Sempaja 1) Puskesmas Induk : 1 buah

2) Puskesmas Pembantu : 2 buah (Gunung Cermin dan Sempaja Lestari Indah) 3) Puskesmas Keliling : 4 lokasi (Langsat, Ayu, Keledang, Kitadine) 4) Posyandu : 27 buah (25 posyandu bayi & balita; 2 posyandu lansia) a. Sempaja Utara 4 posyandu, 9 RT (1, 7, 8, 23, 24, 33, 34, 35, 36) belum memiliki posyandu b. Sempaja Selatan 21 posyandu, 9 RT (14, 15, 23, 24, 27, 37,38,42,50) belum memiliki posyandu. 5) Mobil Ambulance 6) Motor dinas : 1 buah : 3 buah

6

D. UNIT PELAYANAN KESEHATAN (UPK)

1. UPK Promosi Kesehatan Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan dan merubah perilaku masyarakat agar mandiri untuk hidup sehat. Pemegang program ini di Puskesmas Sempaja adalah seorang ahli kesehatan masyarakat (SKM/sarjana kesehatan masyarakat). Pokok kegiatan UPK ini di Puskesmas Sempaja tahun 2012 yaitu : a. Upaya Penyuluhan Penyuluhan Kesehatan di SMP Penyuluhan Kesehatan di SMA Penyuluhan PHBS di PG/TK Penyuluhan TB Paru Penyuluhan Kesehatan di Masyarakat Penyuluhan Kesehatan Posyandu Lansia

b. Pendidikan Kesehatan Pembelajaran Bumil Senam Ibu Hamil Pengawasan Kantin Sekolah Pertemuan Kader Balita Pertemuan Kader Lansia Pelatihan Kadarsih Revitalisasi Kader Jumantik Pembinaan UKS Pelatihan Guru UKS SD Studi Banding Guru UKS Pelatihan ASI Eksklusif Refreshing Kader Posyandu Pembinaan Kader Posyandu Pratama

7

c. Pengembangan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) Program ini bertujuan untuk memberdayakan individu, keluarga, dan masyarakat agar mampu menumbuhkan perilaku hidup sehat dan mengembangkan upaya kesehatan berbasis masyarakat. Kegiatan pokok yang dilaksanakan dalam program ini antara lain meliputi: UKGS 1. 2. 3. Penjaringan Kesehatan Gigi di TK Penjaringan Kesehatan Gigi di SD Praktek Sikat Gigi Masal SD

UKGMD 1. Pemeriksaan Gigi di Posyandu

Posyandu 4. 5. 6. 7. 8. Lomba Balita Sehat Pelayanan Kesehatan Posyandu Balita Pelayanan Kesehatan Posyandu Lansia Senam Lansia Abatisasi oleh Kader

UKS 1. 2. 3. 4. Penjaringan Kesehatan SMP Penjaringan Kesehatan SMU Penjaringan Kesehatan SD Penjaringan Gizi Anak Sekolah

d. PHBS Pembinaan PHBS Rumah Tangga Survey PHBS Rumah Tangga MMD PHBS Pembentukan Forum Desa Siaga dan RT ber PHBS

e. Pembuatan Media Promosi Pembuatan Leaflet/Brosur Pembuatan Spanduk

8

Pembuatan Banner Pembuatan Stiker PHBS Pembuatan Slogan Kesehatan Cetak Buku PHBS Pembuatan Informasi Kesehatan di Mading

Saat ini masyarakat yang terlibat dalam upaya kesehatan berbasis masyarakat yaitu 155 orang kader aktif posyandu, 25 orang juru pemantau jentik (Jumantik) dan 50 orang kader PHBS. Tabel 2. Kegiatan UPK Promosi KesehatanNo 1. 2. 3. Kegiatan Penyuluhan di Posyandu Penyuluhan PHBS sekolah Penyuluhan kesehatan diorganisasi kemasyarakatan dan keagamaan Pelatihan dokter kecil Pelatihan Kader Kesehatan Remaja ( KKR ) Pelatihan guru UKS Revitalisasi kader posyandu Pelatihan kader PHBS Survey PHBS Rumah Tangga dan Sekolah Sasaran Seluruh ibu-ibu dilingkungan posyandu TK,SD,SMP,SMA diwilayah kerja PKM Organisasi kemasyarakatan dan keagamaan diwilayah kerja PKM Siswa TK dan SD diwilayah kerja PKM Siswa SMP dan SMA 8 sekolah yang memiliki UKS diwilayah kerja Seluruh kader posyandu diwilayah kerja PKM Anggota PKK dan Kader posyandu Seluruh KK dan sekolah diwilayah kerja PKM Seluruh ibu hamil diwilayah kerja PKM Target Pelaksanaan 1x / bulan 1x/tahun tiap sekolah 1x/tahun

4. 5. 6. 7. 8. 9.

2x/tahun 2x/tahun 2x/tahun 1x/tahun 1x/tahun 1x/tahun 1x/tahun

10. Kelas ibu hamil

9

11. Senam ibu hamil 12. Senam Lansia 13. Penyuluhan NAPZA ( bermitra dengan BNK ) 14. Pertemuan dan Pembinaan kader 15. Revitalisasi kader Jumantik 16. Pembinaan UKS 17. Praktik cuci tangan dan sikat gigi 18. Penyebaran informasi kesehatan melalui pembuatan brosur,poster,spanduk

Seluruh ibu hamil diwilayah kerja PKM Seluruh lansia di wilayah kerja PKM SMP dan SMA diwilayah kerja PKM Seluruh kader posyandu diwilayah kerja PKM Seluruh kader jumantik diwilayah kerja PKM Guru UKS dan dokter kecil diwilayah kerja PKM Seluruh sekolah diwilayah PKM Seluruh masyarakat dan petugas diwilayah kerja PKM

1x/bulan 1x/bulan 1x/tahun 1x/bulan 1x/tahun 1x/tahun 1x/tahun Situasional

2. UPK Kesehatan Lingkungan UPK ini terdiri dari 1 orang sebagai pemegang program ahli kesehatan lingkungan dengan 2 anggota yang juga ahli kesehatan lingkungan. Tujuan dari UPK kesehatan lingkungan adalah : a. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif, kuratif dan promotif secara terpadu, terarah dan terus menerus. b. Mewujudkan pelayanan Klinik Sanitasi secara terpadu. c. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien akan pentingnya lingkungan dan perilaku hidup sehat. d. Meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih sehat guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi penghuninya e. Meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit berbasis lingkungan. f. Menciptakan perubahan dan peningkatan perilaku hidup sehat serta menumbuhkan kemandirian masyarakat. Kegiatan UPK Kesehatan Lingkungan antara lain: 10

a. b. c.

Pendataan sasaran kesehatan lingkungan. Inspeksi sanitasi / pengawasan kualitas air Pengambilan dan pemeriksaan sampel air bersih secara bakteri & kimia terbatas.

d.

Pengawasan Sanitasi Lingkungan. SLI, Pinang Mas, Kayu Manis, Korpri, Sempaja, Residen, Mutiara, S. Durian, UNMUL, Surya Indah, Rapak Benuang, Tepian, Pemda, Bumi sempaja, Yeschar, TVRI, Kehutanan.

e.

Pengawasan sanitasi Tempat-Tempat Umum (TTU). Hotel, Kolam renang, Pasar pusat perbelanjaan, Sarana ibadah, Salon kecantikan, Pangkas rambut, Panti pijat, Sarana kesehatan, Sarana kebugaran, tempat bilyard, Puskesmas, Sekolah. Target 2012 : 1. 80% tempattempat umum yang harus diawasi. 2. 60% tempattempat umum memiliki sertifikat laik sehat atau rekomendasi kesehatan dari DKK. 3. 75% petugas sanitasi puskesmas yang melakukan pembinaan tempattempat umum di wilayah kerjanya.

f. g.

Pengawasan tempat pembuangan sampah (TPS) Pengawasan sanitasi Tempat Pengolahan Makanan (TPM). Restoran, Rumah Makan, Kantin Sekolah, Pedagang kaki-5, Industri Rumah Tangga, Jasa Boga, Institusi. Target 2012 : 1. 80 % Restoran dan rumah makan yang diperiksa. 2. 80 % jasa boga yang diperiksa 3. 80 % industri rumah tangga yang diperiksa 4. 80 % kantin sekolah/ makanan jajanan yang diperiksa. 5. 70 % pedagang kaki lima/ makanan jajanan yang diperiksa. 6. 70% penjamah makanan dan minuman/ pengelola yang telah mengikuti kursus/penyuluhan keamanan pangan.

11

7. 50 % sampel makanan dan minuman yang diperiksa secara bakteriologis dan kimia. h. i. j. k. l. Pengambilan sampel makanan. Penyuluhan kesehatan lingkungan di dalam maupun di luar gedung. Pemeriksaan kantin sekolah. Pengawasan & pembinaan depot air minum (DAM). Pemantauan PHBS

m. Klinik sanitasi n. o. PHN Lintas sektoral.

Kegiatan harian dari UPK kesehatan lingkungan di puskesmas Sempaja adalah menerima konsulan dari bagian / poli lain seperti KIA, umum, dan lansia, bila ditemukan penyakit-penyakit infeksi yang berbasis lingkungan misalnya diare. Selain itu, juga bekerja sama dengan pemegang program lain bila ditemukan adanya KLB terhadap suatu penyakit yang berbasis lingkungan.

3.

UPK KIA dan KB UPK KIA dan KB bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI)

dan angka kematian bayi (AKB), menjaga kesehatan sebelum dan selama kehamilan, persalinan, nifas, dan menyusui. Salah satu program KIA ini dilaksanakan melalui pelayanan, oleh petugas kesehatan (bidan) di puskesmas dengan cara melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala dan terjadwal sehingga dapat diketahui kesehatan ibu serta perkembangan dan kesehatan janin dalam kandungan. Proses yang dilakukan dapat berupa penjadwalan pemeriksaan dan mengevaluasi kunjungan dari ibu hamil, mulai dari kunjungan pertama hingga kunjungan ke empat (K1 hingga K4), sehingga hasil yang didapatkan diupayakan sesuai dengan tujuan. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pertolongan persalinan oleh petugas kesehatan, tidak termasuk pertolongan persalinan pendampingan. Pertolongan persalinan dilakukan oleh Dokter Ahli, Dokter, Bidan atau petugas kesehatan lainnya yang telah memperoleh pelatihan tehnis untuk melakukan

12

pertolongan kepada ibu bersalin. Dilakukan sesuai dengan pedoman dan prosedur teknis yang telah ditetapkan. Istilah K1 atau Kunjungan pertama ibu hamil pada dasarnya satu paket dengan istilah K4 atau Kunjungan ke empat ibu hamil. K4 itu sendiri mempunyai pengertian dari beberapa sumber yaitu 1. Berdasarkan indikator MDGs goal 5 Indikator lokal untuk memonitoring kemajuan kabupaten dan kecamatan. Menyebutkan bahwa Kunjungan ibu hamil K-4 adalah Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit empat kali, dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama, satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. 2. Berdasarkan Pedoman SPM Bidang Kesehatan tahun 2009 Depkes RI 2009. Menyebutkan bahwa Cakupan kunjungan ibu hamil K-4 adalah cakupan Ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar paling sedikit 4 kali di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. 3. Sementara itu berdasarkan Pedoman SPM Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur sebagai penjabaran dari SPM Bidang Kesehatan Depkes RI, Kunjungan ibu hamil K 4 adalah: ibu hamil yang kontak dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan ANC sesuai dengan standar 5 T dengan frekuensi kunjungan minimal 4 kali selama hamil, dengan syarat trimester I minimal 1 kali, trimester II minimal 1 kali dan trimester III minimal 2 kali. Jadi karena adanya istilah K4 berarti ada istilah K1, K2 dan K3 serta tentunya K4. Dari pengertian K4 diatas, maka pengertian K1 sudah sangat jelas yaitu Pemeriksaan kehamilan sesuai standar pada smester pertama, K2 dalam pengertian K(1+1=2) adalah pemeriksaan kehamilan sesuai standar pada smester pertama dan kedua kehamilan, K3 adalah pemgertian K(1+1+1=3) adalah pemeriksaan kehamilan sesuai standar pada smester pertama, kedua dan ketiga

13

kehamilan. Dan K4 itu sendiri K3 tambah pemeriksaan ketika mendekati persalinan. Penjelasan ini menunjukkan pelayanan pemeriksaan ibu hamil dalam ilmu epidemiologi menggunakan pendekatan prospektif atau biasa dikenal dengan istilah kohor atau dalam program pencatatan dan pelaporan program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) adalah buku register kohor. Kunjungan ibu hamil K4 adalah ibu hamil yang kontak dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal care (ANC) sesuai dengan standar 5T dengan frekuensi kunjungan minimal 4 kali selama hamil, dengan syarat trimester I minimal 1 kali, trimester II minimal 1 kali dan trimester III minimal 2 kali. Standar 5 T yang dimaksud adalah: Pemeriksaan/pengukuran tinggi dan berat badan Pemeriksaan/pengukuran tekanan darah Pemeriksaan/pengukuran tinggi fundus Pemberian imunisasi TT Pemberian tablet besi

Pokok Kegiatan : 1. Pelaksanaan PWS (Pemantauan Wilayah Setempat) 1) Menentukan sasaran tiap kelurahan dan keseluruhan wilayah. 2) Pengumpulan data, dengan cara pencatatan PWS bumil perkelurahan, register kegiatan harian, kegiatan pemantauan ibu hamil, kegiatan ANC ibu hamil di posyandu dan di lapangan bidan praktek swasta. 3) Pengolahan data

2. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi (KIB) 1) Pelayanan kesehatan bagi bumil untuk kunjungan pertama (K1). 2) Pelayanan kesehatan bagi bumil untuk kunjungan lengkap (K4). 3) Pelayanan kesehatan pada Ibu Hamil (Bumil) sesuai standar untuk kunjungan lengkap. 4) Pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan termasuk pendampingan persalinan dukun oleh tenaga kesehatan.

14

5) Pelayanan nifas kontak pertama (KN1). Pelayanan nifas lengkap (ibu dan neonatus) sesuai standar KN2. 6) Pelayanan dan atau rujukan ibu hamil resiko tinggi/komplikasi.

Hasil kegiatan : Pencapaian sasaran PWS-KIA Puskesmas Sempaja Januari Desember 2011Kegiatan K1 K4 Deteksi Resti Nakes Masy . Sasaran Target Pencapaian Pencapaian (%) Pencapaian 2010 (%) 582 582 552 94,8 % 49,5 582 582 564 96,9 % 45,5 582 116 114 582 116 1 556 556 524 31 529 423 421 529 423 413 556 500 173 Persalinan Nakes Dukun KN1 KN2 ASI Ekslusif Neonatus

98,3

1,7 %

94,2

5,58

99,5%

97,6 %

34,6%

3. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah dan Usia Sekolah Pelaksanaan DDTK (deteksi dini tumbuh kembang) Pelayanan deteksi dilakukan waktu bayi atau balita kontak dengan petugas di puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, play group dan TK. Kegiatan DDTK meliputi : I. Persiapan 1. Diseminasi informasi dan bimtek kepada Nakes. 2. Diseminasi informasi dan bimtek kepada : a.Lingkungan Sekolah b.Guru PG / TK c.Kader 3. Pendataan sasaran DDTK 4. Pembinaan kasus DDTK

15

5. Pelatihan guru PG 6. Penyuluhan DDTK 7. Pembinaan DTKA di PG 8. Pembinaan DTKA di TK 9. Pelatihan Nakes Pusban 10. Penyegaran wawasan DDTK II. Penatalaksanaan 1. Tingkat PKM / Pusban 2. Tingkat Posyandu 3. Tingkat PG / TK 4. Pelaporan Tribulanan III. Pencatatan dan Pelaporan 1. Pencatatan dan pelaporan Semester (PG/TK) 2. Pencatatan dan pelaporan Tahunan (Penjamas)

4. Pelayanan Imunisasi Tujuan dan Sasaran Imunisasi di Indonesia Tujuan a. Tujuan Umum Turunnya angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). b. Tujuan Khusus Program Imunisasi dengan tercapainya target Universal Child Immunization yaitu cakupan imunisasi lengkap minimal 80% pada tahun 2010 sebesar 86% sehingga target telah tercapai, dan secara merata pada bayi dengan target 100% di desa/kelurahan pada tahun 2011. 5.1 Sasaran Program Imunisasi Target sasaran ; 100% Sasaran berdasarkan usia yang diimunisasi 1) imunisasi rutin Bayi, WUS dan Bumil

16

Cakupan imunisasi rutin bayi tahun 2011 :Sasaran Pencapaian BCG Target 529 Kumulatif Presentasi 95% 521 98 1 95 % 504 95 Polio 2 3 90 90 % % 497 491 94 92 Jenis Vaksin HB 4 0 85 75 % % 471 459 89 87 Combo 2 90 % 501 95 Camp ak 90% 484 92

1 95 % 519 98

3 85 % 469 89

Imunisasi Rutin Wanita usia subur (WUS) : wanita usia 15-39 tahun termasuk ibu hamil (Bumil) & calon pengantin (Catin). Cakupannya sebagai berikut : TT WUS Januari- Desember 2011Sasaran Pencapaian 1593 Kumulatif Presentasi Target 100% 1 79 4,6 2 49 3,1 Status TT 3 4 44 1142 2,8 71,7 5 7 4,4

TT Bumil Januari Desember 2011Sasaran 582 Pencapaian Kumulatif Presentasi Target 1 100% 106 18,2 2 139 23,9 Status TT 3 4 144 24,7 86 14,8 5 44 7,6

2) Imunisasi tambahan Bayi dan anak

a) Sasaran berdasarkan tingkat kekebalan yang ditimbulkan 1) Imunisasi dasar Bayi

2) Imunisasi lanjutan Anak usia sekolah tingkat dasar Wanita usia subur

b) Sasaran wilayah/lokasi Seluruh desa/kelurahan di wilayah Puskesmas Sempaja

c) Sasaran wilayah/lokasi Seluruh desa/kelurahan di wilayah Puskesmas Sempaja.

17

Pokok Kegiatan 1. Imunisasi Rutin a. Menentukan Sasaran Mencari data kelurahan Pertemuan Linsek dengan kelurahan Menghitung sasaran sesuai jumlah penduduk

b. Pengelolaan vaksin dan bahan logistik - Permintaan vaksin dan spuit - Perawatan cold chain & pemantauan suhu vaksin - Monitoring evaluasi permintaan dan pemakaian vaksin dan spuit c. Pelayanan imunisasi di PKM dan Posyandu - Imunisasi bayi - Imunisasi TT WUS - Imunisasi balita yang belum mendapat imunisasi lengkap - Imunsasi pasien luka rawan tetanus d. Sosialisasi dan Bimtek laporan dengan BPS f. Pengambilan data laporan - Bidan praktek swasta - Dokter praktek swasta g. Mencatat dan melaporkan KIPI h. Pemetaan kasus campak kerjasama lintas program dengan surveillan i. Pelacakan bayi rawan DO - Membuat Monitoring - Kerjasama dengan Pembina posyandu dan kader (Lintas Program) - Mengevaluasi hasil monitoring - Sweeping j. Membuat PWS per kelurahan k. Membuat dan mengevaluasi laporan bulanan l. Membuat dan mengevaluasi hasil kerja setahun

18

2. Bias Campak, Bias DT & TT, dan TT WUS a. Pendataan b. Penentuan sasaran c. Linsek dengan pihak sekolah d. Membuat surat pemberitahuan e. Pengadaan bahan logistic dan vaksin f. Pelaksanaan BIAS campak g. Pelaksanaan BIAS DT/TT h. Monitoring dan evaluasi i. Sweeping. 5. Pelayanan KB o Pemutakhiran data PUS, WUS, dan akseptor KB per RT. o Pencatatan jumlah alat kontrasepsi KB program BKKBN dan KB mandiri. o Pencatatan dan pelayanan KB baru dan KB aktif di puskesmas, pusban, posyandu, laporan bidan praktek swasta. o Membuat laporan KB o Pemetaan bidan o Pelayanan KB di puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, bidan praktek swasta dan dokter praktek. Akseptor KB Januari-Desember 2011Metode Kotrasepsi IUD MOW MOP Kondom Implant Suntikan Pil Jumlah Klinik KB Baru Ulangan 1 1 5 29 22 2 47 10 32 5 107 47 Jumlah Peserta yang dilayani Dokter praktik swasta Bidan praktik swasta Baru Ulangan Baru Ulangan 61 5 3 5 6 2 393 3941 239 1869 682 5822 Total 68 42 32 4381 2135 6658

Jadwal kegiatan pelayanan Poli KIA dan KB. Pemegang program UPK ini adalah seorang bidan, terdiri dari 1 orang dokter umum di bagian konsultasi KIA, seorang Bidan dibagian KB, imunisasi,

19

DDTK, dan PWS dibantu oleh 3 orang perawat. Jadwal kegiatan pelayanan Poli KIA dan KB setiap hari kerja dengan jadwal pelayanan harian, yaitu : Jadwal Kegiatan Pelayanan poli KIA dan KBHari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Pelayanan Imunisasi, KB, ANC Imunisasi (BCG), KB, ANC Imunisasi, KB, ANC Imunisasi, KB, ANC Imunisasi, KB, ANC Imunisasi (campak), KB, ANC

4. UPK Gizi Pemegang program UPK ini adalah seorang ahli Gizi dengan pokok kegiatan berikut: a. Pemantauan Pertumbuhan Anak Balita di Posyandu Untuk melihat anak yang mengalami kurang gizi dapat menggunakan beberapa cara, yaitu : 1) Kartu Menuju Sehat (KMS) KMS adalah kartu untuk mencatat berat badan anak yang ditimbang setiap bulan yang berguna untuk mengamati pertumbuhan anak sampai dengan usia 5 tahun. Kegunaan KMS adalah memonitor pertumbuhan anak. Untuk memonitor pertumbuhan tersebut, diperlukan data berat badan anak balita setiap bulannya. 2) Indikator pemantauan pertumbuhan Pemantauan pertumbuhan balita dilakukan di posyandu setiap bulan untuk mengetahui adanya gangguan pertumbuhan.Pemantauan pertumbuhan balita dilakukan dengan SKDN dan BGM (Bawah Garis Merah). S K D N : seluruh balita di wilayah kerja : jumlah balita yang terdaftar dan memiliki KMS : jumlah seluruh balita yang ditimbang : balita yang naik BB sesuai garis pertumbuhan

BGM : balita dengan BB menurut umur berada pada dan di bawah garis merah pada KMS

20

D/S : indikator untuk mengetahui partisipasi masyarakat terhadap kegiatan posyandu N/D : indikator yang digunakan untuk mengetahui keberhasilan program. Cara menghitung : 3) Pengumpulan Data Sumber data berasal dari register bayi dan balita posyandu yang dikumpulkan oleh kader setiap bulan. 4) Pencatatan, Pengolahan, dan Pelaporan Data

b. Pemberian Kapsul Vitamin A Prinsip dasar untuk menanggulangi masalah kekurangan vitamin A di Indonesia adalah menyediakan vitamin A yang cukup untuk tubuh. Hal ini dapat ditempuh dengan 2 cara : 1) Penyuluhan peningkatan konsumsi sumber vitamin A alami (sayuran hijau) 2) Suplemen vitamin A yang dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu : - Cara langsung melalui distribusi kapsul vitamin A dosis tinggi (kapsul biru 100.000 IU untuk bayi 6-11 bulan, dan kapsul merah 200.000 IU untuk anak 1-5 tahun). - Cara tidak langsung melalui fortifikasi vitamin A pada bahan makanan. Tujuan : Mencegah dan menurunkan jumlah kasus-kasus kekurangan vitamin A. 21

Sasaran : Bayi usia 6-11 bulan dan balita usia 1-5 tahun Balita dengan xerophtalmia Balita dengan sakit campak, demam tinggi, dan diare Ibu dalam masa nifas

Cakupan Anak Balita mendapat Kapsul Vitamin A 2 kali/tahun Balita yang dimaksud dalam program distribusi adalah bayi yang berumur 6-11 bulan dan anak umur 12-59 bulan yang mendapat kapsul vitamin A dosis tinggi. Kapsul vitamin A ini berupa kapsul vitamin A berwarna biru dengan dosis 100.000 SI yang diberikan kepada bayi umur 611 bulan dan kapsul vitamin A berwarna merah dengan dosis 200.000 SI yang diberikan kepada anak umur 12-59 bulan. Cara Perhitungan/rumus Cakupan balita dapat kapsul vitamin A Balita yang mendapat kapsul vitamin A dosis tinggi balita yang ada di satu wilayah kerja Cakupan ibu nifas dapat kapsul vitamin A : Ibu nifas yang mendapat kapsul vitamin A x 100% Ibu nifas yang ada di suatu wilayah Pengumpulan Data : Untuk bayi balita sumber data berasal dari register pemberian vitamin A baik dari posyandu maupun dari puskesmas yang dikumpulkan oleh bidan maupun dari petugas gizi. Dilaksanakan setiap bulan Februari dan Agustus Untuk Bufas data berasal dari kohort ibu, bidan praktek dan rumah sakit yang dikumpulkan bidan maupun dari petugas gizi setiap bulannya. Pencatatan dan Pelaporan a) Bayi (usia 6-11 bulan) b) Balita (usia 12-59 bulan) 22 1 0 0 % x 100% x

c) Bufas Mendata sasaran ibu nifas diambil dari register kohort ibu, buku KIA, atau buku bantu. Mencatat ibu nifas yang diberi kapsul vitamin A dengan memberi tanda Al untuk pemberian 1 kapsul pertama dan A2 untuk pemberian kapsul yang ke 2 di dalam kohort ibu. Di tingkat bidan desa menjumlah seluruh ibu nifas yang telah diberi 2 kapsul vitamin A dari seluruh posyandu/klinik/polindes/RB yang ada menggunakan formulir bantu. Di tingkat puskesmas, TPG puskesmas menjumlah seluruh ibu nifas yang telah diberi 2 kapsul vitamin A dari seluruh wilayah kerja PKM.

c. Ibu Hamil Yang mendapat 90 tablet Fe Definisi : 1) Ibu hamil adalah ibu yang mengandung mulai trimester I s/d trimester III 2) Tablet Fe adalah tablet tambah darah untuk menanggulangi Anemia Defisiensi Besi yang diberikan kepada ibu hamil 3) Anemia adalah keadaan dimana kadar darah merah atau

Haemoglobin (Hb) lebih rendah dari nilai normal. Batasan nilai normal Hb yaitu : Anak prasekolah 11gr% Anak Sekolah 12 gr% Wanita Dewasa 12 gr% Kebijaksanaan program Wanita Hamil 11 gr% Ibu Menyusui 12 gr% Laki-laki Dewasa 13 gr% gr% 1. Usaha penanggulangan masalah anemia defisiensi besi dilakukan pada penggunaan preparat besi khusus untuk ibu hamil. 2. Meningkatkan konsumsi bahan makanan sumber zat besi.

23

Kegiatan

Pemberian tablet besi bagi wanita-wanita hamil/menyusui dan balita.

Penggalakkan penggunaan bahan pangan alami sumber zat besi yang diusahakan lewat penyuluhan gizi

Sumber data Kohort ibu, PWS KIA, perkiraan sasaran ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Sempaja dihitung dengan formula 1.05 x CBR wilayah kerja x jumlah penduduk.Kegiatan Kapsul vit.A dosis tinggi bayi (6-11 bln) Kapsul vit.A balita Vit.A Bufas Bumil yang dapat tablet Fe1 & Fe3 Sasaran Target 90 % 3842 548 583 90% 100% 80% Cakupan 72,7% 48,13 % 73,54% 78,5 % dan 72,2 %

d. Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Bayi & balita (6-24 bulan) dari keluarga miskin dan atau yang BGM Definisi :a)

Bayi balita Keluarga Miskin (Gakin) adalah bayi usia 6-11 bulan dan balita usia 12-24 bulan dari keluarga miskin yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota melalui Tim Koordinasi Kabupaten/ Kota dengan melibatkan Tim Desa dalam mengidentifikasi nama dan alamat Gakin secara tepat sesuai dengan Gakin yang disesuaikan.

b)

MP-ASI dapat berbentuk bubur, nasi tim atau biskuit yang dapat dibuat dari campuran beras, beras merah, kacang-kacangan, sumber protein hewani/nabati, terigu, margarine, gula, susu, lesitin, kedelai, garam bikarbonat dan diperkaya dengan vitamin dan mineral.

Tujuan : Membantu mewujudkan kemandirian masyarakat dalam upaya

meningkatkan status gizi balita

24

Meningkatkan status gizi yang diarahkan pada penurunan kasus penderita gizi buruk

Kegiatan: Pendataan sasaran Pelatihsn pemberian makanan bagi anak/konseling menyusui Pengadaan MP-ASI Penyimpanan MP-ASI Distribusi sampai ke sasaran Pencatatan pelaporan Monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemberian MP-ASI

e. Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan Definisi

Balita adalah anak usia di bawah lima tahun (0 tahun s/d 4 tahun 11 bulan) yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sempaja

Gizi buruk adalah status gizi menurut berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) dengan Z-score < -3 dan atau dengan tanda-tanda klinis (marasmus, kwashiorkor dan marasmus-kwashiorkor).

Perawatan sesuai standar yaitu pelayanan yang diberikan mencakup - Pemeriksaan klinis : kesadaran, dehidrasi, hipoglikemia, dan hipotermi - Pengukuran antropometri menggunakan parameter BB dan TB - Pemberian larutan elektrolik dan multi-mikronutrien serta

memberikan makanan dalam bentuk, jenis dan jumlah yang sesuai kebutuhan, mengikuti fase Stabilisasi, Transisi dan Rehabilitasi - Diberikan pengobatan sesuai penyakit penyerta - Ditimbang setiap minggu untuk memantau peningkatan BB sampai mencapai Z-score-1 - Konseling gizi kepada orang tua/pengasuh tentang cara memberi makan anak. Sasaran: 25

Balita gizi buruk menurut standar BB/TB Z-score 85% 4. DBD a. Pengamatan jentik berkala oleh Jumantik b. Kegiatan Abatisasi massal c. Penyelidikan epidemiologi dan pemetaan kasus d. Fogging Focus dan abatisasi selektif e. Penyuluhan Kesehatan f. Target sasaran penderita yang ditangani : 80%. 5. Kusta a. Penemuan tersangka penderita Kusta b. Pelayanan dan Pengobatan Penderita Kusta c. Kunjungan Rumah Pasien Kusta d. Pemeriksaan kontak penderita e. Penyuluhan f. Target sasaran penderita kusta yang selesai berobat (RFT rate) : >90% 6. Malaria a) Pengobatan penderita malaria klinis b) Pengobatan penderita malaria (plasmodium positif) c) Pemeriksaan sampel darah d) Target sasaran penderita malaria yang ditangani : 100%. 7. ISPA a) Penemuan kasus ISPA b) Pengobatan penderita ISPA c) Target sasaran balita dengan pneumonia yang ditangani : 100%. 8. Diare a) Penemuan kasus diare b) Pengobatan penderita diare c) Target sasaran balita dengan diare yang ditangani : 80%. 9. Thypoid

30

a) Penemuan kasus typoid b) Pengobatan penderita typoid 10. Campak a) Penemuan kasus campak, memakai formulir penyelidikan kasus campak b) Pengobatan penderita campak 11. Penyakit Menular Seksual a) Penemuan kasus Penyakit Menular Seksual b) Pengobatan penderita Penyakit Menular Seksual c) Target sasaran pasien dengan menular seksual yang diobati : 100%. 12. Difteri Tahap pengendalian dan penanggulangan difteri 1. Penyelidikan Epidemiologi Dilakukan setiap adanya 1 kasus difteri (Rumah Sakit, Puskesmas, Masyarakat) untuk memastikan terjadinya KLB dan menemukan kasus tambahan serta kelompok rentan. 2. Penanggulangan a. Tata laksana kasus Confirmed case (isolasi di RS) Probable case (isolasi di rumah) Carrier b. Pemberian profilaksis bagi kelompok kontak c. Pemberian vaksinasi bagi kelommpok kontak dan kelompok kontak dan kelompok rentan sesuai indikasi dan umur. Instruksi kerja pemberian imunisasi difteri yaitu : 1. Mengisi identitas pasien oleh petugas kesehatan yang memberi imunisasi. 2. Kepada semua petugas kesehatan yang memberikan imunisasi harus melihat status imunisasi klien: a) Jika DPT 1, 2, 3 lengkap dan umur pasien belum mencapai 18 bulan tidak perlu diimunisasi.

31

b) Jika DPT 1, 2, 3 lengkap dan umur pasien antara 18 bulan sampai dengan 4 tahun maka diberikan imunisasi DT satu kali dengan dosis 0,5 cc im deltoid. c) Jika kontak dengan penderita/carrier difteri: Booster I : 5 tahun dari imunisasi terakhir Booster II : 10 tahun booster I d) Jika DPT 1, 2, 3 tidak lengkap/tidak ingat imunisasi sebelumnya dan sudah lebih dari 5 tahun maka diberi imunisasi.

No 1 2 3

Umur < 7 tahun 7-15 tahun > 15 tahun

X Imunisasi 2x 2x 2x

Jenis Vaksin Dt dT dT

Interval 4 minggu 4 minggu 0 minggu 4 minggu 6 bulan

Dosis 0,5 cc 0,5 cc 0,5 cc 0,5 cc 0,5 cc

Lokasi im im im im im

3. Harus mencatat semua KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Samarinda. 4. Pastikan semua klien yang perlu diimunisasi ulang untuk dating dengan memberikan kartu kontrol kunjungan vaksin berikutnya.

3. Surveilans ketat Oleh Rumah Sakit, petugas Puskesmas dan masyarakat. 4. Promosi kesehatan Melalui Tim Penggerak PKK Kota Samarinda (Peserta Semua Ibu Lurah selaku TP PKK Tingkat Kelurahan) 5. Rapat koordinasi LS dan LP terkait Pertemuan Koordinasi dengan Rumah Sakit di seluruh Samarinda dalam rangka SKD-KLB difteri. Review difteri bagi petugas analis Puskesmas oleh dokter spesialis Patologi Klinik.

32

Review difteri bagi dokter & perawat Puskesmas oleh dokter Spesialis anak. Hasil Kegiatan survailens Januari Juni 2012 Penyakit Diare Diare berdarah Tifoid TB paru BTA + Pnemonia Hepatitis klinis M.Falsifarum M.vivax Campak Influenza Jumlah penderita 291 91 231 6 8 5 2 2 4 1527 Tahun 2011 386 266 174 7 93 13 2 1 14 1692

6.

UPK Pengobatan Dasar Pengobatan merupakan suatu proses ilmiah yang dilakukan oleh dokter berdasarkan temuan yang diperoleh pemeriksaan. Proses pengobatan dilandasi selama anamnesis dan oleh pengetahuan dan

keterampilan untuk melakukan intervensi pengobatan yang memberi manfaat maksimal dan resiko sekecil mungkin bagi pasien sehingga dapat melakukan pengobatan yang rasional. Standar pengobatan di puskesmas merupakan pengobatan rawat jalan yang melakukan pelayanan keperawatan kesehatan perorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medis tanpa tinggal di ruang rawat inap. Tujuan pengobatan dasar di puskesmas adalah menghentikan proses perjalanan penyakit yang diderita seseorang, mengurangi penderitaan seseorang karena sakit, mencegah dan mengurangi kecacatan, meneruskan

33

penderita ke fasilitas diagnosa dan pelayanan yang lebih canggih bila diperlukan. Pelayanan di Poli Umum Puskesmas Sempaja berupa pelayanan kesehatan yang meliputi pelayanan : Kuratif (pengobatan) Preventif (pencegahan) Promotif (peningkatan kesehatan) Rehabilitatif (pemulihan kesehatan)

Pemegang program UPK ini adalah seorang dokter umum. Proses pelayanan di Poli Umum meliputi : anamnesis, pemeriksaan fisik, penegakan diagnosis, terapi dan tindakan, dan pelayanan rujukan. Kegiatan pengobatan dasar di puskesmas Sempaja, meliputi : a. Konsultasi langsung dengan dokter Umum (4 orang), dibantu 5 orang perawat. b. Pemeriksaan penunjang diagnostik. c. Pembentukan klinik DM dan hipertensi. d. Persiapan pelaksanaan safety pasien dan universal protection. e. Pengobatan memakai protap buku pedoman dasar pengobatan puskesmas. f. Melakukan konsul pasien ke bagian kesehatan lingkungan dan gizi bila ditemukan kasus penyakit yang berbasis lingkungan dan masalah gizi. g. Melakukan rujukan ke unit kerja yang lebih tinggi untuk kasus yang dianggap memerlukan sarana diagnostik & terapi yang lebih komplek. h. Melakukan tindakan pencegahan melalui edukasi yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi angka kesakitan dan kecacatan. i. Kegiatan puskesmas keliling yang diadakan di posyandu-posyandu yang terdapat di wilayah kerja dengan frekuensi 2 kali/bulan pada wilayah kerja yang sama. Kegiatan yang dilakukan serupa dengan kegiatan harian di puskesmas pelayanan kesehatan di poli umum

34

dengan melibatkan dokter, perawat, petugas laboratorium, petugas apotek, dan ahli gizi. j. Melakukan koordinasi, monitoring, pencatatan dan pelaporan dipoli umum.

10 Penyakit Terbanyak Puskesmas Sempaja Mei-Juni 20121,800 1,600 1,400 1,200 1,000 800 600 400 200 0

1,644

460

459

381

341

223Diare Non Spesifik

194Peny. pulpa & jar. periapikal

181Dermatitis alergica

180Peny. gusi & jar. Periodontal

156Dermatitis infectif

Myalgia / Rheumatoid

7. UPK Pengembangan / Inovatif a. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Pemegang program UPK ini adalah seorang perawat yang khusus menangani masalah UKS. UKS memiliki tiga pelayanan utama yang dikenal dengan TRIAS UKS Sasaran: TK, SD, SMP dan SMU di wilayah puskesmas Sempaja Pendidikan kesehatan Pelayanan kesehatan Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah dasar

Tekanan darah tinggi

Gastritis / syndroma dispepsia

Peny. lain pada sal. pernafasan atas

Penyakit Lainnya

35

Kegiatan : - Pengawasan terhadap kantin, sumber air bersih, sampah, air limbah, tempat pembuangan tinja dan kebersihan lingkungan sekolah. - Pendataan murid baru. - Pelaksanaan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) dan penjaringan kesehatan (pengukuran BB, TB, ketajaman penglihatan dan pendengaran, serta pemeriksaan kesehatan gigi). - Program dokter kecil dilaksanakan 2 tahun sekali. - Program Palang Merah Remaja (PMR) mulai tahun 2008. - Mengadakan pertemuan dengan guru UKS di sekolah. - Pencatatan dan pelaporan.

b.

UPK Kesehatan Gigi dan Mulut 1) Upaya kesehatan gigi masyarakat - Pelatihan kader UKGM. - Pemeriksaan gigi geligi dan gusi pada balita dan bumil. - Penyuluhan oleh kader dan petugas kepada masyarakat pengunjung posyandu. - Perujukan pasien dengan masalah kesehatan gigi dan mulut ke Puskesmas Sempaja. 2) Usaha kesehatan gigi sekolah (UKGS) - Pemeriksaan gigi seluruh murid TK dan murid kelas 1 SD meliputi pemeriksaan karies gigi dan gigi geligi, jaringan penyangga gigi dan kebersihan mulut. - Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut. 3) Pelayanan medik dasar di puskesmas - Dilaksanakan setiap hari kerja. Perawatannya berupa pencabutan gigi susu dan gigi permanen, penambalan dengan bahan amalgam, pembersihan karang gigi, penambalan sementara, insisi abses serta pengobatan lainnya.

36

- Penyuluhan terhadap individu pasien yang datang serta melayani kasuskasus rujukan dan merujuk kasus-kasus yang tidak dapat dilayani di puskesmas. - Pencatatan dan pelaporan UPK ini memiliki 1 dokter gigi yang khusus menangani pasien dengan permasalahan gigi dan mulut dengan 1 perawat sehingga perhatian lebih terfokus pada pasien tersebut.

c. UPK Kesehatan Lansia Pelayanan kesehatan usia lanjut meliputi upaya promotif yaitu upaya untuk menggairahkan semangat hidup bagi usia lanjut agar mereka tetap dihargai dan tetap berguna bagi diri mereka sendiri, keluarga maupun masyarakat. Pemegang program UPK ini adalah seorang ahli kesehatan masyarakat. Unit kegiatan harian UPK ini di puskesmas adalah adanya poli lansia yang dilakukan 1 dokter umum yang khusus menangani pasien lansia dengan 1 perawat sehingga perhatian lebih terfokus pada pasien lansia. Tujuan : Meningkatkan kesehatan dan kemandirian lansia (berusia 60 tahun atau lebih) baik secara jasmani, rohani dan sosial. Sasaran : 1. Langsung : a. Kelompok usia menjelang usia lanjut (45-59 tahun) b. Kelompok usia lanjut dalam masa prenisivirum (60-69 tahun) c. Kelompok usia lanjut dalam masa senescens ( 70 tahun) 2. Tidak langsung : a. Keluarga dimana usia lanjut berada b. Organisasi sosial yang berkaitan dengan permasalahan usia lanjut c. Masyarakat luas

37

Kegiatan : Pembentukan Posyandu Lansia yang diadakan 1 kali/bulan di posyandu yang sama dengan melibatkan dokter umum, perawat, pemegang program, petugas laboratorium, petugas gizi, dan petugas apotek. Jenis kegiatan yang dilakukan di Posyandu Lansia adalah : 1. Pemantauan aktifitas sehari hari - Makan minum - Berjalan - Mandi, buang air besar/kecil - Berpakaian - Naik turun tangga 2. Pemeriksaan status mental Mengetahui gangguan mental emosional yang terjadi pada usia lanjut melalui pertanyaan : - Mengalami susah tidur - Sering merasa gelisah - Sering murung/menangis sendiri - Sering was was/kuatir 3. Pemeriksaan status gizi Untuk mengetahui status gizi usia lanjut melalui : - Pengukuran tinggi badan - Penimbangan berat badan - Pengukuran tekanan darah - Pemeriksaan kadar darah/ HB - Pemeriksaan kadar gula darah 4. Penyuluhan dan konseling Bertujuan memberikan pengetahuan kepada usia lanjut untuk memahami perilaku hidup sehat. 5. Pengobatan dan rujukan Pengobatan dan rujukan dilakukan terhadap usia lanjut yang memerlukan yaitu usia lanjut yang sakit pada saat kegiatan dilakukan.

38

6. PMT penyuluhan/ pemulihan Tujuan memberikan contoh makanan sesuai kebutuhan & kondisi usia lanjut. 7. Kunjungan rumah Bertujuan mengetahui keadaan anggota kelompok yang tidak hadir pada saat kegiatan misalnya sakit. 8. Kegiatan lain - Kegiatan olah raga/ latihan fisik (senam, gerak jalan santai, dll) - Kerohanian - Rekreasi - Arisan - Iuran kematian - Forum diskusi - Penyaluran dan pengembangan hobi Kegiatan yang bersifat produktif (disesuaikan dengan kondisi) Puskesmas Santun Usila 1. Senam lansia di PKM 2. Penyuluhan kesehatan kelompok 3. Pengobatan dasar bagi pasien lansia

10 Penyakit terbesar lansia di Posyandu Lansia 2011 1. Myalgia/Rhematoid 2. Hipertensi 3. Gastritis 4. ISPA 5. Diabetes Mellitus 6. Dermatitis alergika 7. Anemia 8. Penyakit mata lainnya 9. Penyakit degenerative 10. Asma Bronchiale

39

Konsultasi Gizi lansia Puskesmas Sempaja Tahun Jumlah 2008 81 orang 2009 236 orang 2010 123 orang

d. Upaya Kesehatan Mata Kunjungan Dokter Spesialis Mata 1 x / bulan pada hari selasa minggu kedua. Kegiatan : Melakukan pemeriksaan dan konsultasi mata. Jadwal Kunjungan Spesialis Mata Untuk Thn 2012 BULAN Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember TANGGAL 17 14 13 10 15 12 10 14 11 9 13 11

e. UPK Penanggulangan HIV dan AIDS (Klinik VCT) dan IMS Pemegang program UPK ini langsung ditangani oleh seorang dokter umum (pimpinan puskesmas) serta dibantu petugas laboratorium untuk konfirmasi pemeriksaan darah (antibodi HIV) pasien yang dicurigai. Tujuan : Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat HIV dan AIDS Kegiatan :

40

- Penyuluhan berupa sosialisasi program, promosi. - Pemeriksaan bagi penderita yang dicurigai penderita HIV dan AIDS - Rujukan ke RS bagi penderita yang terbukti menderita HIV dan AIDS Sasaran : - Penjasun/IDU - WPS/PSK - Pelanggan - Gay / Waria Sumber data : Diambil dari tempat yang menjadi sasaran : Lokalisasi Bandang, bayur, Loa hui, lapas kelas IIA samarinda, rutan kelas IIA samarinda.

41

BAB III PENUTUP

Puskesmas Sempaja telah menyelenggarakan Puskesmas program upaya kesehatan wajib yang tercermin dalam 6 Unit pelayanan kesehatan pokok setiap Puskesmas di Indonesia. Pelaksanaan 6 UPK pokok tersebut dinilai dapat berjalan dengan baik sehingga puskesmas juga menyelenggarakan beberapa program pengembangan unit pelayanan inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sempaja, ketersediaan sumber daya manusia, serta pendanaan. Program inovatif yang dilaksanakan adalah UKS, UPK Gigi dan Mulut, Lansia, Mata, dan Klinik VCT. Setiap bulan Puskesmas Sempaja mengadakan mini lokakarya yang bertujuan untuk membahas pelaksanaan kegiatan secara mendetail. Dilakukan juga pertemuan-pertemuan yang sifatnya situasional bila ada hal-hal penting yang menyangkut kegiatan dan tanggung jawab puskesmas. Sedangkan untuk evaluasi dilakukan pada akhir tahun untuk melihat pencapaian masing-masing program, pembahasan permasalahan yang timbul, pembahasan kemungkinan pemecahan masalah, serta pengajuan program-program yang akan dilaksanakan pada tahun yang sedang berjalan. Dengan diadakan mini lokakarya dan evaluasi tahunan, Puskesmas Sempaja diharapkan mampu menyusun rencana kegiatan secara optimal berdasarkan besarnya masalah yang dihadapi dan kemampuan sumber daya yang ada, dengan tetap mengembangkann dan membina peran serta masyarakat dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja.

42

of 64/64
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat / Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman UPAYA PELAYANAN KESEHATAN (UPK) PUSKESMAS SEMPAJA 2012 Disusun Oleh: Amina Thayiba Auliaur Rahmah Kiki Ariananda Pembimbing : dr. Hj. Irama Madjid dr. Rachmat Bahtiar, M. Kes dr. Ronny Isnuwardhana, MIH Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran sumber : Administrasi dan pemegang program UPK Puskesmas Sempaja
Embed Size (px)
Recommended