Home >Documents >Upk Palaran New

Upk Palaran New

Date post:12-Oct-2015
Category:
View:108 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
medis
Transcript:

USAHA POKOK KESEHATANPUSKESMAS PALARANPERIODE 25 FEBRUARI 2013 20 APRIL 2013

Disusun oleh:Gina Magda Riana

Renny Tri Utami

Sri WahyuniKristanti Andarini

Pembimbing :Veronika Hinum, S. KM, MMdr. WawanDr. dr. Swandari Paramita, M.Kes

LABORATORIUM ILMU KESEHATAN MASYARAKATFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MULAWARMANPUSKESMAS PALARANSAMARINDA2013DAFTAR ISI

HalamanHALAMAN JUDUL i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN1

BAB II PROFIL PUSKESMAS PALARAN42.1 Visi, Misi, Strategi, Nilai dan Motto42.2 Data Demografi dan Geografi72.3 UPK Wajib Puskesmas Palaran122.4 UPK Pengembangan Puskesmas Palaran43

BAB IPENDAHULUAN

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kota yang bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Menurut Depkes RI tahun 1991, Puskesmas adalah organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat & memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Menurut KEPMENKES RI No.128/Menkes/SK II/tahun 2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas,Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kota yang bertanggungjawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Puskesmas diberikan kewenangan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota guna melaksanakan tugas operasional pembangunan kesehatan untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk.Tujuan dari Puskesmas secara umum adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional, yakni meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi tingginya.Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam pembangunan kesehatan dan pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama meliputi pelayanan medik dasar individu dan keluarga, serta pelayanan kesehatan masyarakat yang mencakup usaha pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Dari fungsi Puskesmas ini, jelas peran Puskesmas bukan hanya persoalan teknis medis tetapi juga bagaimana keterampilan sumber daya manusia untuk mampu mengorganisir modal sosial yang ada di masyarakat. Fungsi dan peran Puskesmas sebagai lembaga kesehatan yang menjangkau masyarakat di wilayah terkecil sekalipun, membutuhkan strategi dalam mengorganisir masyarakat untuk terlibat dalam penyelenggaraan kesehatan secara mandiri. Ditinjau dari sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, maka peranan dan kedudukan Puskesmas adalah sebagai ujung tombak sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Hal ini karena peranan dan kedudukan Puskesmas di Indonesia sangat unik. Sebagai sarana pelayanan kesehatan terdepan di Indonesia, maka Puskesmas bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pelayanan kedokteran.Dengan diberlakukannya UU Otonomi Daerah yang mengutamakan desentralisasi, maka setiap daerah tingkat I dan II memiliki kesempatan mengembangkan Puskesmas sesuai Rencana Strategis (Renstra) Kesehatan Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bidang Kesehatan sesuai situasi dan kondisi daerah tingkat I dan II. Konsekuensi dari undang-undang tersebut ialah terjadinya perubahan struktur organisasi kesehatan serta tugas pokok yang menunjukkan kepentingan daerah tingkat I dan II yang lebih dominan, hal ini dapat menimbulkan perbedaan penentuan skala prioritas upaya peningkatan pelayanan kesehatan di tiap daerah, dengan catatan setiap kebijakan tetap mengacu pada Renstra Kesehatan Nasional. Disamping itu daerah tingkat II dituntut untuk melakukan akselerasi di semua sektor penunjanng upaya pelayanan kesehatan. Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat, serta pelayanan kesehatan strata pertama meliputi pelayanan medik dasar individu dan keluarga. Pelayanan kesehatan yang diberikan Puskesmas adalah pelayanan kesehatan menyeluruh, meliputi: pelayanan promotif (upaya edukasi peningkatan kesehatan), pelayanan preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan), dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan). Keempat jenis pelayanan dasar tersebut bersifat integratif, baik personal maupun program melalui UPK (Upaya Pokok Kesehatan). Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan setiap kegiatan tertata rapi dan memiliki kejelasan spesifikasi tugas dan sasaran serta hasil masing-masing program. Fungsi Puskesmas tersebut diwujudkan dalam upaya Puskesmas yang terdiri dari Upaya Kesehatan Wajib dan Upaya Kesehatan Pengembangan. Upaya kesehatan wajib puskesmas atau Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) terdiri dari 6 kegiatan pokok/Basic Sixyakni (1) Promosi Kesehatan, (2) Kesehatan Lingkungan, (3) Kesehatan Ibu dan Anak dan Keluarga Berencana (KIA dan KB), (4) Peningkatan Gizi, (5) Penanggulangan Penyakit Menular/P2M dan (6) Pengobatan Dasar. Sedangkan Upaya Kesehatan Pengembangan yaitu upaya kesehatan yang dilaksanakan sesuai dengan masalah kesehatan yang ada dan disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas. Upaya kesehatan pengembangan ditetapkan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat melalui perwakilan masyarakat dalam bentuk Badan Penyantun Puskesmas/Konsil Kesehatan Kecamatan. Upaya laboratorium (medis dan kesehatan masyarakat) dan upaya pencatatan-pelaporan tidak termasuk pilihan karena merupakan pelayanan penunjang dari setiap Upaya Kesehatan Wajib dan Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas. Adapun perawatan kesehatan masyarakat merupakan bagian integral dari berbagai upaya pelayanan yang ada, sehingga diharapkan pelayanan Puskesmas bersifat menyeluruh.Kecamatan Palaran merupakan salah satu kecamatan di Samarinda yang memiliki sebuah puskesmas induk. Puskesmas Palaran ialah Puskesmas pertama yang didirikan di Kalimantan Timur. Saat ini Puskesmas Palaran dilengkapi dengan fasilitas rawat inap sebagai pengembangan Puskesmas Induk Palaran yang telah diresmikan sejak 21 Januari 2004. Puskesmas Palaran berhasil tidak hanya dalam pelaksanaan upaya pelayanan kesehatan pokok tetapi juga dalam beberapa program pengembangan. UPK sangat penting dalam menunjang keberhasilan peran Puskesmas bagi masyarakat. Oleh karena itu UPK harus diketahui dan dipahami agar peran dan fungsi Puskesmas dapat dilaksanakan dengan baik. Pembuatan makalah ini bertujuan memberikan informasi mengenai UPK Puskesmas, khususnya UPK di Puskesmas Palaran.

BAB IIPROFIL PUSKESMAS PALARAN

2.1 Visi, Misi, Strategi, Nilai dan Motto

2.1.1 VisiMewujudkan kecamatan palaran sehat, mandiri dan sejahtera dengan pelayanan kesehatan bermutu, terjangkau dan berkeadilan.

2.1.2 MisiDalam mencapai visinya, Puskesmas Palaran mempunyai misi, antara lain:a. Mewujudkan masyarakat kecamatan palaran hidup bersih sehat melalui keluarga sehat mandiri. b. Penyelenggaraan puskesmas perawatan melalui manajemen mutu dan akuntanbilitas.c. Memelihara mutu dan kesetaraan pelayanan.d. Menggerakan pemberdayaan masyarakat dan kemitraan lintas sektor.

2.1.3 StrategiStrategi yang dijalankan oleh Puskesmas Palaran adalah:a. Meningkatkan promosi kesehatan.b. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.c. Meningkatkan kesejahteraan pegawai.d. Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektor.e. Meningkatkan sarana dan prasarana.f. Disiplin dan bekerja sama.g. Meningkatkan kinerja pegawai.h. Menjalin komunikasi yang baik.i. Meningkatkan pelayanan kesehatan puskesmas2.1.4 NilaiNilai-nilai Puskesmas Palaran adalah CINTA PALARAN, 5S dan C+U:a. CINTA PALARAN (Cermat, Iman, Norma, Transparan, Akurat, Profesional, Amanah, Loyalitas, Adil, Ramah tamah, Aman, Nyaman)b. 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun)c. C+U = Care, Comitment, Consistent, Continous, Charity, Competence, dan Unforgetable

2.1.5 MottoMotto Puskesmas Palaran adalah Kesehatan Anda Tujuan Kami, Kepuasan Anda Kebanggaan Kami.Puskesmas Palaran juga mempunyai Kebijakan dan Kesepakatan, yaitu :a. Kebijakan1. Pelayanan lansia diutamakana) Pendirian posyandu lansia.b) Mendahulukan pasien lansia.c) Pemeriksaan gula darah gratis satu kali per bulan bagi penderita DM (puskesmas induk).2. Pelayanan ibu hamil dan menyusui diutamakana) Pemeriksaan golongan darah gratis bagi setiap ibu hamil (ktp palaran, punya kartu asmara).b) Pemeriksaan hemoglobin (Hb) yang gratis bagi ibu hamil (puskesmas induk dan rawat inap).3. Laboratoriuma) Tidak boleh ikut posyandu.b) Membuat register setiap pemeriksaan.c) Register terpisah untuk lansia dan ibu hamil.4. Minilokakarya per bulan dilakukan setelah awal bulan atau setelah minggu I. 5. Minilokakarya triwulan : evaluasi data 3 bulan terakhir, diskusi masalah yang dihadapi dan penentuan solusi.6. Minilokakarya tahunan : evaluasi kegiatan tahunan, analisa permasalahan, pemilihan strategi solusi.7. Pembuatan SK petugas pelaksana kegiatan.8. Setiap kelapangan harus selalu membawa surat tugas.9. Setiap kegiatan,petugas mempersiapkan kelengkapan administrasi dan menyerahkan kembali ke ruangan pk, map kegiatan terlaksana, mengisi bukti serah terima laporan. b. Kesepakatan1. Kerjasama tim selalu dijunjung tinggi.2. Konsisten terhadap keputusan bersama.3. Reward bagi petugas dengan cakupan program baik dengan mutu baik (absensi baik, tepat waktu, ijin tidak lebih dari 1 kali per bulan).4. Ada kasus xeropthalmia, register pemberian vitamin A harus di pantau.5. Kantong bumil per wilayah kerja bidan, pusban, puskesmas induk harus di mutahirkan datanya per bulan.6. Komitmen terhadap peningkatan mutu melalui penerapan pasien safety.7. Rapat harus diselesaikan dan dituntaskan agar pekerjaan yang lain dapat dilaksanakan.8. KIA sibuk hari senin dan rabu 9. Rapat lebih efisiensi dalam artian tepat waktu.10. Tanggal 1-3 dan 30 tidak boleh rapat karena pembuatan laporan.11. Rapat tidak harus menunggu Kepala Puskesmas.12. Jam kerja 7.30 - 14.30 wita.13. Koordinator program gigi dari drg. Dame Rimaulli, S diganti dengan drg. Komang Ayu Indah Ardhani14. Koordinator Promkes dari Fauji Triyono diganti dr. Fitria Wulandari kemudian digantikan oleh Nia Purwita SKM15. Koordinator Malaria oleh Arif Rahman16. Jam 08.00 sudah menuju ke lapangan dan tidak ada di Puskesmas.17. Jadwal kepanitiaan rapat disusun dalam 1 bulan berturut-turut.18. Ada yang kordinir pada pembagian jadwal penjaga poli.19. Pergantian petugas diluar gedung dan di dalam gedung20. Absen / ijin keluar dari jam kerja dikenakan sanksi / administrasi.21. Waktu rapat harus serius22. Kepanitian harus jelas (moderator, notulen, snack, pengingat waktu dll) 23. Minimal rapat dalam 1 minggu dibacakan pada waktu apel 24. Koordinator kelas ibu diganti dari ibu Yunartin menjadi Indra Wahyuni25. Indra Wahyuni di tetapkan dari Lapangan ke Poli KIA 26. Notulen rapat terdiri dari : Moderator Notulen Pemateri Waktu pelaksanaan Materi yang dibahas Siapa yang diundang resume27. Apel hari senin diwajibkan SEMUA datang tepat waktu

2.2 KEADAAN UMUM

2.2.1 Gambaran Umum Demografi dan GeografiKecamatan Palaran adalah salah satu bagian dari wilayah Kota Samarinda, yang berdasarkan PP No.21 Tahun 1987 terdiri atas 5 Kelurahan, yaitu Kelurahan Rawa Makmur, Bukuan, Simpang Pasir, Bantuas dan Handil Bakti. Batas wilayah Kecamatan Palaran meliputi:a. Sebelah Utara berbatasan dengan Sungai Mahakam.b. Sebelah Timur berbatasan dengan Sungai Mahakam.c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sanga-Sanga Kabupaten Kutai Kartanegara.d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Samarinda Seberang.Luas wilayah kecamatan Palaran 15.572 Km2 yang dihuni oleh sekitar 46.601 jiwa terdiri dari laki-laki 24.461 jiwa dan perempuan sebanyak 22.140 jiwa yang tersebar di lima kelurahan. Kepadatan penduduk 1.818 Jiwa/km2. Adapun jumlah kepala keluarga sebanyak 13.795 KK dengan adanya peningkatan jumlah RT menjadi 162 RT(Sumber:Monografi Kecamatan Palaran Tahun 2011).Kecamatan Palaran merupakan salah satu daerah sentra industri yang bergerak di bidang pertambangan dan industri lainnya. Di samping itu, Palaran merupakan area pertanian dan perkebunan yang cukup potensial, ditinjau dari luasnya areal pertanian dan perkebunan. Namun karena berbagai kendala teknis dan kondisi alam, maka potensi tersebut belum tergarap secara optimal. Untuk itu pada masa yang akan datang, diharapkan berbagai potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Di Palaran telah dibangun pelabuhan Peti Kemas, kemudian dilanjutkan dengan Pembangunan Jembatan Mahkota II yang sedang berlangsung. Diharapkan dengan pembangunan sarana tersebut dapat meningkatkan perekonomian di Palaran.

Ket : Skala 1 : 750.000KEL. SEIKELEDANGKEL. KP BAQAKEL. MASJIDKEL. RAPAKDALAMSKEL. H. BARUKEL. SENGKOTEKKEL. RAWAMAKMURKEL. SIMPANG TIGAKEL. SIMPANG PASIRKEL. BUKUANKEL. LOA JANAN ILIRKEL. HANDIL BAKTIKEL. BANTUASUPKMPalaran

Gambar 1. Peta Wilayah Kecamatan Palaran

2.2.2 Sejarah Singkat berdirinya PalaranPada mulanya Palaran adalah daerah transmigrasi tahun 1953-1954 yang terpusat di kelurahan Rawa Makmur, kemudian disusul oleh transmigrasi spontan di Kelurahan Bukuan dan Simpang Pasir pada tahun 1970-an kemudian transmigrasi ke daerah Bantuas.Dengan berjalannya waktu dan berdirinya Industri, maka berkembang pula jumlah penduduk dan menyebar ke seluruh wilayah Palaran.2.2.3 Sejarah Singkat berdirinya Puskesmas PalaranPada tahun 1968 di Kecamatan Palaran Kelurahan Rawa Makmur sebelum berdirinya Puskesmas Palaran telah berdiri sebuah Balai Pengobatan Transmigrasi yang terletak di depan Puskesmas Palaran yang sekarang atau berlokasi di TK Kenari, dua tahun kemudian berdirilah Puskesmas Palaran yaitu pada tahun 1970 dan petugas pertama H.A. Sjahran & Hj.Noor Anisah (1968). Pimpro bangunan Puskesmas Palaran adalah dr. Helmi Jafar dan Pelaksana harian : dr. Widianto.Bentuk awal bangunan Puskesmas Palaran kayu atap sirap dilengkapi bangsal perawatan dengan 20 tempat tidur dan dibiayai oleh UNICEF beroperasi sejak tahun 1972 dan beroperasi lagi sekitar awal tahun 1980-an karena tidak ada biaya operasional. Pada tahun 1992 dilakukan renovasi dibagian belakang menjadi bangunan tembok. Tahun 2002 dikembangkanlah menjadi Puskesmas Unit Rawat Inap Palaran dan selesai dibangun pada tahun 2003. Kemudian pada tahun 2004 rencana pembangunan Puskesmas Unit Rawat Inap Palaran tahap 2 namun baru terealisasi pada tahun 2008.Adapun Nama-nama Pimpinan Puskesmas yang pernah dan sedang bertugas di Puskesmas Palaran adalah sebagai berikut :a. dr. Tumpak Sinaga b. dr. Aidac. dr. Handoyo d. dr. Bambang Indra Aschartcae. dr. Taufik Chalsunf. dr. Madi Heru L g. dr. Hatmoko h. dr. Yetty Semiarti i. dr. Hatmoko j. dr. Hj. Syarifah Rahimah, M.Kes k. dr. Sri Asihl. Veronika Hinum, SKM, MM

2.2.4 Gambaran Umum Sarana KesehatanFasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kecamatan Palaran saat ini terdiri dari :Puskesmas induk:1 buahRawat inap:1 unitPuskesmas pembantu (pusban):7 unit (Pusban Bukuan, Pusban Balik Buaya, Pusban Bantuas Kota, Pusban Bantuas Darat, Pusban Handil Bakti, Pusban Gotong Royong dan Pusban Simpang Pasir).

Gambar 2. Puskesmas Palaran

Gambar 3. Puskesmas Palaran (Tampak Depan)

Gambar 4. Puskesmas Palaran (Balai Pengobatan)

Gambar 5. Puskesmas Palaran (IGD & Unit Rawat Inap)Jumlah posyandu anak yang ada di Kecamatan Palaran mencapai 38 posyandu yang tersebar di 5 kelurahan, yaitu:1. Posyandu di Rawa Makmur: 16 buah.2. Posyandu di Bukuan: 10 buah.3. Posyandu di Simpang Pasir: 4 buah.4. Posyandu di Handil Bakti: 5 buah.5. Posyandu di Bantuas: 3 buah.Selain itu, terdapat pula fasilitas kesehatan lainnya seperti klinik swasta atau balai pengobatan swasta dan adanya desa siaga di setiap kelurahan, serta Poskesdes (Pos Kesehatan Desa) di 3 kelurahan, yaitu kelurahan Bantuas, Bukuan dan Handil Bakti.

2.2.3 Data Pegawai Puskesmas PalaranDokter umum: 8 orang.Dokter gigi: 1 orang.Ahli kesehatan masyarakat: 2 orang.Sanitarian: 3 orang.Perawat: 24 orang.Bidan: 24 orang.Perawat gigi: 2 orang.Analis: 4 orang.Ahli Gizi: 3 orang.Apoteker: 2 orang.Asisten apoteker: 3 orang.Pembantu Apotik: 1 orang.Tata usaha: 5 orang.Pekarya Kesehatan: 3 orang.Security: 1 orang.Wakar: 1 orang.Tukang Kebun: 2 orang.Cleaning Service: 12 orang.Loundry: 2 orang.Supir: 1 orang.Penjaga Koperasi : 1 orang.Total tenaga kerja: 102 orang.

2.3 UPK WAJIB PUSKESMAS PALARAN2.3.1 Promosi KesehatanTujuan UPK promosi kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan merubah paradigma di masyarakat yang semula berparadigma sakit menjadi paradigma sehat. Hasil dari pencapaian kegiatan PENJAMAS bulan Januari Desember tahun 2012, pencapaian komponen kegiatan upaya promosi kesehatan sekitar 72,67%.Adapun pokok kegiatan UPK Promosi Kesehatan di Puskesmas Palaran :

2.3.1.1 Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)Sasaran dari kegiatan ini meliputi rumah tangga, institusi pendidikan (sekolah), institusi sarana kesehatan, institusi TTU (Tempat-Tempat Umum,) dan institusi tempat kerja.Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Penyuluhan secara langsung dapat dilakukan dengan mengumpulkan massa pada institusi masing-masing ataupun dilakukan bersamaan dengan kegiatan lainnya, seperti pembinaan / penjaringan kesehatan di institusi pendidikan, posyandu dan sebagainya. Penyuluhan secara tidak langsung dilakukan melalui pembagian pamflet yang berisi tentang informasi kesehatan.

2.3.1.1.1 PHBS rumah tanggaPHBS di rumah tangga merupakan upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar dapat mengetahui, memiliki kemauan dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Rumah tangga sehat adalah rumah tangga yang semua anggota keluarganya berperilaku hidup bersih dan sehat yaitu merupakan komposit 7 dari 10 indikator :1. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatanMerupakan tindakan yang dilakukan bidan / nakes lainnya dalam proses lahirnya janin dari kandungan ke dunia luar dimulai dari tanda-tanda lahirnya bayi, pemotongan tali pusat dan keluarnya plasenta.2. Balita diberi ASI eksklusifMerupakan proporsi bayi usia 0-6 bulan yang hanya mendapat ASI saja sejak lahir.3. Mempunyai jaminan pemeliharaan kesehatanMerupakan penduduk semua umur yang tercakup berbagai jenis pembiayaan praupaya seperti ASKES, JAMSOSTEK, asuransi perusahaan, dana sehat, kartu sehat dan lain-lain.4. Tidak merokok adalah penduduk umur 10 tahun ke atas yang tidak merokok selama 1 bulan terakhir.5. Melakukan aktivitas fisik setiap hari adalah penduduk 10 tahun ke atas dalam seminggu terakhir melakukan aktivitas fisik sedang atau berat minimal 30 menit setiap hari.6. Makan sayur dan buah setiap hari adalah penduduk 10 tahun keatas yang mengkonsumsi minimal 2 porsi sayuran dan 2 porsi buah buahan dalam seminggu terakhir.7. Tersedia air bersih. Rumah tangga memiliki akses terhadap air bersih adalah rumah tangga yang memakai sehari-hari kebutuhan air minum yang, meliputi air dalam kemasan, ledeng, pompa, sumur terlindung, serta mata air terlindung yang berjarak minimal 10 meter dari tempat penampungan kotoran atau limbah. 8. Tersedianya jamban adalah rumah tangga menggunakan jamban dengan septic tank atau lubang penampungan sebagai pembuangan akhir.9. Kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni adalah lantai rumah yang ditempati dan digunakan untuk keperluan sehari-hari dibagi dengan jumlah penghuni rumah (2,5 m2 / orang).10. Lantai rumah bukan dari tanah adalah bagian bawah / dasar / alas suatu ruangan terbuat dari semen, papan dan ubin.Berdasarkan data Puskesmas bulan Januari Desember 2012, untuk program penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat pada rumah tangga diperoleh hasil sebagai berikut :

KriteriaBulan Januari Desember Tahun 2012

Sasaran450 rumah

Target293 rumah (65 %)

Pencapaian317 rumah (70,44%)

Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan program tersebut, pada program ini telah mencapai 70,44 %. Adapun salah satu usaha yang dapat dilakukan guna meningkatkan program ini adalah perlu adanya inovasi dalam melakukan kegiatan tersebut, sehingga lebih meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membentuk perilaku sehat dan bersih. Contoh : memberikan penghargaan pada rumah yang telah memenuhi kriteria rumah tangga sehat.

2.3.1.1.2 PHBS institusi pendidikan PHBS di sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah, yaitu :1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun.2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah.3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat.4. Olahraga yang teratur dan terukur.5. Memberantas jentik nyamuk.6. Tidak merokok di sekolah.7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan.8. Membuang sampah pada tempatnya.Merupakan penyuluhan kesehatan yang dilakukan di sekolah-sekolah, juga dilakukan pembagian kuesioner pada tiap sekolah. Kemudian dari hasil kuesioner tersebut bisa terlihat masalah tentang perilaku hidup bersih dan sehat pada sekolah tersebut. Berdasarkan data Puskesmas bulan Januari Desember 2012, untuk program penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat pada institusi pendidikan diperoleh hasil sebagai berikut :KriteriaBulan Januari Desember Tahun 2012

Sasaran75 sekolah

Pencapaian69 (92%)

Kendala dari program ini adalah waktu yang tidak sesuai dengan pihak sekolah, jumlah petugas yang bertanggung jawab atas program ini masih terbatas dan kurangnya koordinasi antara sesama petugas untuk menjalankan program yang telah ditetapkan bersama.

2.3.1.1.3 PHBS institusi sarana kesehatanPHBS di Institusi Kesehatan adalah upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan Institusi Kesehatan Sehat dan mencegah penularan penyakit di institusi kesehatan.Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di institusi kesehatan, yaitu :1. Menggunakan air bersih.2. Menggunakan jamban.3. Membuang sampah pada tempatnya.4. Tidak merokok di institusi kesehatan.5. Tidak meludah sembarangan.6. Memberantas jentik nyamuk.PHBS institusi sarana kesehatan ini dilakukan di 8 sarana kesehatan yang terdiri dari 1 puskesmas induk dan 7 puskesmas pembantu. Kegiatan ini dilakukan melalui pembagian kuesioner pada 8 sarana kesehatan. Kemudian dari hasil kuesioner tersebut bisa terlihat masalah tentang perilaku hidup bersih dan sehat pada sarana kesehatan tersebut. Berdasarkan data Puskesmas Januari Desember 2012, untuk program penyuluh perilaku hidup bersih dan sehat pada institusi sarana kesehatan diperoleh hasil sebagai berikut:KriteriaBulan Januari Desember Tahun 2012

Sasaran8 lokasi

Pencapaian8 (100%)

2.3.1.1.4 PHBS tempat-tempat umumPHBS di tempat-tempat umum merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat-tempat umum agar mengtahui, memiliki kemauan dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat - tempat umum yang sehat.Tempat-tempat umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah / swasta atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat seperti sarana pariwisata, transportasi, sarana ibadah, sarana perdagangan dan olahraga, rekreasi dan sarana sosial lainnya.Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di tempat - tempat umum yaitu :1. Menggunakan air bersih.2. Menggunakan jamban.3. Membuang sampah pada tempatnya.4. Tidak merokok di tempat umum.5. Tidak meludah sembarangan.6. Memberantas jentik nyamuk.

Kegiatan ini dilakukan melalui pembagian kuesioner pada tempat-tempat umum yang tersebar di 5 kelurahan. Kemudian dari hasil kuesioner tersebut bisa terlihat masalah tentang perilaku hidup bersih dan sehat pada tempat-tempat umum tersebut. PHBS institusi tempat-tempat umum ini dilakukan di lima kelurahan. Tempat umum di Palaran terdiri dari 13 buah masjid / langgar dan gereja, serta pasar sebanyak 3 buah.Berdasarkan data Puskesmas bulan Januari Desember 2012, untuk program penyuluh perilaku hidup bersih dan sehat pada tempat-tempat umum diperoleh hasil sebagai berikut :KriteriaBulan Januari Desember Tahun 2012

Sasaran5 lokasi

Pencapaian5 lokasi (100%)

Kendala yang dihadapi pada program ini adalah sulitnya perijinan untuk mengadakan kegiatan di institusi tersebut, sehingga diharapkan lebih mampu untuk menjalin kerjasama yang baik dengan tempat-tempat umum seperti pasar dan masjid.

2.3.1.1.5 PHBS tempat-tempat kerjaPHBS di tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para pekerjaagar dapat mengetahui, memiliki kemauan dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat kerja sehat.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja, antara lain :1. Tidak merokok di tempat kerja.2. Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja.3. Melakukan olahraga secara teratur / aktifitas fisik.4. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudahbuang air besar danbuang air kecil.5. Memberantasjentik nyamuk di tempat kerja.6. Menggunakan air bersih.7. Menggunakan jamban saat buang air kecil dan besar.8. Membuang sampah pada tempatnya.9. Mempergunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan.

PHBS institusi tempat kerja ditargetkan dilakukan di 10 tempat institusi. Namun, berdasarkan data Puskesmas bulan Januari Desember 2012, untuk program penyuluh perilaku hidup bersih dan sehat pada tempat-tempat kerja belum terlaksana.KriteriaBulan Januari Desember Tahun 2012

Sasaran10 institusi

Pencapaian0 institusi (0%)

Kendala yang dihadapi pada program ini adalah dikarenakan sulitnya perijinan untuk mengadakan kegiatan di institusi tersebut, sehingga perlu adanya kerjasama yang baik dengan tempat-tempat kerja.

2.3.1.2 Bayi mendapat ASI eksklusifASI eksklusif merupakan pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberikan makanan lain walaupun hanya air putih sampai bayi berusia 6 bulan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ASI eksklusif. Berdasarkan data Januari Desember 2012, untuk program bayi mendapat ASI eksklusif telah terlaksana dengan baik pada bulan Januari - Desember 2012.KriteriaBulan Januari Desember Tahun 2012

Sasaran427 bayi

Target342 bayi (80%)

Pencapaian474 bayi (111%)

Kesadaran ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya tergolong baik. Adapun saran pada kegiatan ini antara lain: 1) Perlu dipertahankan keaktifan tenaga kesehatan dan kader posyandu dalam mengisi tabel pemberian ASI ekslusif yang terdapat pada Kartu Menuju Sehat (KMS). 2) Tetap memberikan informasi tentang pentingnya ASI eksklusif, cara menyusui yang benar dan cara menyimpan ASI baik berupa penyuluhan atau pamflet.

2.3.1.3 Mendorong Terbentuknya Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)Posyandu merupakan sistem pelayanan yang dipadukan antara satu program dengan program lainnya yang merupakan forum komunikasi pelayanan terpadu dan dinamis yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat. Posyandu adalah wadah kegiatan masyarakat, dimana masyarakat dapat memperoleh pelayananan kesehatan, serta sebagai sarana komunikasi antara masyarakat dan petugas kesehatan tentang masalah kesehatan. Pelayanan terpadu bertujuan memberikan kemudahan dan keuntungan bagi masyarakat karena bisa mendapatkan pelayanan lengkap pada waktu dan tempat yang sama. Posyandu memiliki beberapa tingkatan yaitu : 1. Posyandu pratama Posyandu pratama adalah posyandu yang belum mantap, yang ditandai oleh kegiatan bulanan posyandu belum terlaksana secara rutin, serta jumlah kader sangat terbatas, yakni kurang 5 orang. Berdasarkan data Puskesmas bulan Januari Desember 2012, target posyandu pratama sebanyak 6 posyandu sedangkan jumlah posyandu yang memenuhi kriteria posyandu pratama sebanyak 2 posyandu.2. Posyandu madyaPosyandu madya adalah posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 orang atau lebih, tetapi cakupan kelima kegiatannya masih rendah yakni kurang dari 50%. Berdasarkan data Puskesmas bulan JanuariDesember 2012, target posyandu madya sebanyak 1 posyandu sedangkan jumlah posyandu yang memenuhi kriteria posyandu madya sebanyak 1 posyandu.3. Posyandu purnamaPosyandu purnama adalah posyandu yang sudah dapat melaksanakan lebih dari 8 kali per tahun dengan jumlah kader 5 orang atau lebih dan cakupan kegiatan lebih dari 50% kecuali cakupan dana sehat. Berdasarkan data Puskesmas bulan Januari Desember 2012, target posyandu purnama sebanyak 29 posyandu dan jumlah posyandu yang memenuhi kriteria posyandu purnama juga sebanyak 29 posyandu.4. Posyandu mandiri Posyandu mandiri adalah posyandu yang sudah dapat melaksanakan lebih dari 8 kali per tahun dengan jumlah kader sebanyak 5 atau lebih, cakupan kelima kegiatan lebih dari 50%, mampu menyelenggarakan program tambahan serta telah memperoleh sumber pembiayaan dari dana sehat yang dikelola masyarakat yang pesertanya lebih dari 50 % KK. Posyandu mandiri juga sudah memiliki bangunan tetap. Berdasarkan data Puskesmas bulan Januari Desember 2012, target posyandu mandiri sebanyak 2 posyandu sedangkan jumlah posyandu yang memenuhi kriteria posyandu mandiri hanya 1 posyandu sajaBentuk posyandu yaitu posyandu madya, purnama, mandiri dan pratama. Indikator dari masing-masing posyandu ini adalah :

NoIndikatorPratamaMadyaPurnamaMandiri

1.Frekuensi penimbangan< 8> 8> 8> 8

2.Rerata kader tugas< 5> 5> 5> 5

3.Cakupan D/S < 50 %< 50 %> 50 %> 50 %

4.Cakupan KK < 50 %< 50 %> 50 %>50 %

5.Cakupan KB < 50 %< 50 %> 50 %> 50 %

6.Cakupan imunisasi< 50 %< 50 %> 50 %> 50 %

7.Program tambahan--ln++

8.Cakupan dana sehat< 50 %< 50 %< 50 %> 50 %

Berdasarkan data Januari Desember 2012, untuk program UKBM diperoleh hasil sebagai berikut :PratamaMadyaPurnamaMandiri

Sasaran6 129 2

Pencapaian2 (31,25%)1 (100%)28 (96,55%)1(64,52%)

2.3.1.4 Penyuluhan NapzaProgram ini dilaksanakan pada bulan Januari - Desember dan mengambil tempat di tiga sekolah di Kecamatan Palaran, yaitu di lakukan di SMKN 11, SMKN 19, dan SMAN 6 dengan diperoleh pencapaian sebesar 100%.

2.3.2 Kesehatan LingkunganBerdasarkan data PENJAMAS bulan Januari-Desember 2012 cakupannya mencapai 98,18%.

Program Kesehatan Lingkungan adalah sebagai berikut :2.3.2.1 Penyehatan AirKegiatan berupa inspeksi sanitasi sarana air bersih. Program ini dilaksanakan 2 kali dalam setahun. Pelaksanaan program ini ialah dengan melakukan peninjauan sarana air bersih yang dimiliki warga, lalu membagikan kuisioner untuk menentukan tingkat pencemaran sarana air bersih yang dimiliki warga dan kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyuluhan. Selain itu pada tempat-tempat yang berpotensial banyak digunakan oleh masyarakat dilakukan pemeriksaan kimia berupa pH dan Fe, serta pemeriksaan bakteriologi untuk mendukung ketercapaian dan ketersediaan sarana air bersih di masyarakat. Pemeriksaan di PDAM dilakukan perbulan. Berdasarkan data Puskesmas bulan Januari - Desember 2012 didapatkan data inspeksi sanitasi sarana air bersih :KriteriaBulan Januari Desember Tahun 2012

Sasaran165 sarana

Target132 sarana (80%)

Pencapaian143 sarana (86,67%)

Dari data tersebut, didapatkan pencapaian sebesar 86,67%. Sejauh ini tidak ada hambatan dalam pelaksanaan program ini, yang perlu ditingkatkan ialah kerja sama antar lintas sektor, seperti tim surveilence untuk mengetahui daerah yang masyarakatnya banyak menderita penyakit yang disebabkan oleh keadaan lingkungan yang tidak sehat terutama air yang tidak bersih, sehingga daerah tersebut bisa menjadi prioritas untuk lebih diperhatikan dan dilakukan pembinaan mengenai air bersih.

2.3.2.2 Higiene dan sanitasi makanan dan minuman.Kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan peninjauan tempat pengolahan makanan diikuti pembagian kuisoner dan kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan penyuluhan agar tempat pengolahan makanan terjamin aman dan sehat. Kegiatan ini dilakukan 2 kali dalam setahun. Masyarakat juga dianjurkan untuk membuat surat izin layak sehat higiene sanitasi untuk rumah makan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota. Berdasarkan data Puskesmas bulan Januari- Desember 2012 didapatkan data inspeksi sanitasi tempat pengolahan makanan :KriteriaBulan Januari Desember Tahun 2012

Sasaran40 sarana

Target32 sarana (80%)

Pencapaian46 sarana (115%)

Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan program ini. Adapun saran dari program ini adalah perlu evaluasi terhadap hasil yang diperoleh dari pembagian kuesioner tersebut dengan pihak DKK, sehingga program ini bisa berjalan semaksimal mungkin untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat palaran.Data diatas menunjukkan bahwa program telah terlaksana. Saran untuk kegiatan ini hendaknya pembinaan dilakukan diluar pelaksanaan inspeksi sanitasi, sehingga tempat-tempat pengolahan makanan dapat berjalan dengan memenuhi syarat higiene dan sanitasi.

2.3.2.3 Penyehatan tempat pembuangan sementara dan tempat pembuangan akhirKegiatan berupa inspeksi sanitasi sarana pembuangan sampah. Kegiatan dilakukan 2 kali per tahun di 2 tempat yaitu Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir.Berdasarkan data Puskesmas bulan Januari-Desember 2012 diperoleh sebagai berikut :KriteriaBulan Januari Desember Tahun 2012

Sasaran2 sarana

Pencapaian3 sarana (150%)

Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti. Namun program yang telah ada perlu dipertahankan dan perlunya kerjasama dengan beberapa bidang terkait seperti Dinas Kebersihan daerah setempat untuk menunjang upaya kesehatan ini.

2.3.2.4 Penyehatan lingkungan pemukiman dan jamban keluargaProgram ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan perumahan yang bersih dan sehat dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan lingkungan dan perumahan yang meliputi pengawasan terhadap jamban, tempat sampah, kandang ternak, dan saluran limbah di setiap KK yang terdaftar. Berdasarkan data Puskesmas bulan Januari-Desember 2012 diperoleh sebagai berikut :KriteriaBulan Januari Desember Tahun 2012

Sasaran380 sarana

Target304 sarana (80%)

Pencapaian339 sarana (89,21%)

Kegiatan ini dilaksanakan sekali dalam setahun dan sejauh ini tidak ditemui adanya kendala yang berarti. Saran kami, perlu adanya pelatihan mengenai pengolahan sampah dan limbah rumah tangga serta rumah produksi seperti peternak serta melibatkan kerjasama dengan pihak yang dapat terkait dalam pengolahan limbah ini seperti dinas pertanian guna memajukan upaya kesehatan ini.2.3.2.5 Pengawasan sanitasi tempat-tempat umumProgram ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, serta memenuhi akses sanitasi dasar, meliputi air, jamban, limbah dan sampah, melaksanakan pengendalian vektor, higiene sanitasi makanan dan minuman, pencahayaan dan ventilasi sesuai dengan kriteria persyaratan standar kesehatan. Kegiatan dilakukan sebanyak 2 kali per tahun ditempat-tempat umum, seperti pasar, salon, masjid dan hotel. Kegiatan ini berupa inspeksi sanitasi tempat-tempat umum dan sanitasi tempat umum yang memenuhi syarat. Berdasarkan data bulan Januari- Desember 2012, diperoleh hasil sebagai berikut :

Inspeksi sanitasi tempat-tempat umumKriteriaBulan Januari Desember Tahun 2012

Sasaran55 sarana

Target39 sarana (70%)

Pencapaian56 sarana (101,82%)

Sanitasi tempat umum yang memenuhi syaratKriteriaBulan Januari Desember Tahun 2012

Sasaran55 sarana

Target44 sarana (80%)

Pencapaian50 sarana (90,91%)

Berdasarkan data Puskesmas bulan Januari - Desember 2012 diperoleh dari 55 sarana target, didapatkan pencapaian sebesar 101,82% dari target sasaran per tahun pada inspeksi sanitasi tempat-tempat umum sedangkan sanitasi umum yang memenuhi syarat dari 55 sarana target didapatkan pencapaian sebesar 90,91% dari target sasaran pertahun. Kendala yang dihadapi, antara lain luasnya wilayah cakupan serta sulitnya sarana mencapai daerah-daerah yang jauh sehingga evaluasi tidak berjalan dengan baik disarankan untuk melakukan evaluasi dan kerjasama dengan bidang terkait seperti dinas kebersihan daerah setempat untuk membantu pengawasan, serta pelaksanaan dari upaya tersebut. Selain itu, untuk efisiensi kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan ini dapat dipertimbangkan untuk menggabungkan kegiatan dengan upaya kesehatan lain seperti promosi kesehatan.

2.3.2.6 Pengamanan tempat pengelolaan pestisidaProgram ini bertujuan untuk menciptakan tempat pengolahan pestisida yang aman. Kegiatan ini dilaksanakan sekali dalam setahun dengan pada tempat dan pemilik pengolahan pestisida setempat. Adapun kegiatannya, meliputi inspeksi sanitasi tempat pengolahan pestisida dan pembinaan tempat pengolahan pestisidaDari data Puskesmas bulan Januari - Desember 2012 didapatkan pencapaian sebesar 90% dari 10 sasaran per tahun. Namun dalam pelaksanaan program ini disarankan melibatkan kegiatan promosi kesehatan serta pelaksanaannya dilakukan bersamaan kegiatan penyehatan tempat pembuangan sampah dan limbah.

2.3.2.7 Pengendalian vektorPengendalian vektor adalah kegiatan yang dilaksanakan mulai dari pengukuran dan pengendalian populasi vektor. Pengukuran adalah mengukur angka bebas jentik nyamuk penular (vektor) yang ditemukan di rumah, bangunan, sekolah, kantor, tempat umum, gudang, dan tempat penampungan air lainnya yaitu bak mandi, tempayan dan plastik-plastik, kaleng bekas, ban bekas, dan tempat air lainnya. Pengendalian populasi adalah kegiatan operasional pemberantasan vektor secara kimiawi ataupun biologi berdasarkan dengan data pengukuran yang dilaksanakan. Berdasarkan data Puskesmas bulan Januari- Desember 2012 diperoleh pencapaian sebesar 60% dari 5 sasaran pertahun dengan target 95%. Kendala utama yang ditemui dalam program ini ialah kurang lengkapnya data alamat yang diperoleh dari data penyakit yang berkaitan sehingga sulit untuk pelacakan tempat potensial secara tepat. Disarankan untuk lebih tersistematisnya pendataan sumber informasi guna penentuan lokasi potensial serta perlunya kerjasama kegiatan ini dilaksanakan bersama promosi kesehatan serta melibatkan tokoh-tokoh terkemuka di masyarakat guna menunjang upaya kesehatan ini.

2.3.3 Kesehatan Ibu dan Anak termasuk Keluarga Berencana

2.3.3.1 Kesehatan IbuSalah satu program KK ini dilaksanakan melalui pelayanan, oleh petugas kesehatan (bidan) di puskesmas dengan cara melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala dan terjadwal sehingga dapat diketahui kesehatan ibu serta perkembangan dan kesehatan janin dalam kandungan. Proses yang dilakukan dapat berupa penjadwalan pemeriksaan dan mengevaluasi kunjungan dari ibu hamil, mulai dari kunjungan pertama hingga kunjungan keempat (K1 hingga K4), sehingga hasil yang didapatkan diupayakan sesuai dengan tujuanSetiap data ibu hamil di dimasukkan sesuai dengan bulan taksiran persalinan. Sedangkan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dimasukkan pada kantong resiko tinggi sehingga mendapat perhatian. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pertolongan persalinan oleh petugas kesehatan. Pertolongan persalinan dilakukan oleh dokter, bidan atau petugas kesehatan lainnya yang telah memperoleh pelatihan tehnis pertolongan kepada ibu bersalin yang dilakukan sesuai dengan pedoman dan prosedur teknis yang telah ditetapkan.Istilah K1 atau kunjungan pertama ibu hamil pada dasarnya satu paket dengan istilah K4 atau kunjungan keempat ibu hamil. Kunjungan ibu hamil K4 adalah ibu hamil yang kontak dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal care (ANC) sesuai dengan standar 5T dengan frekuensi kunjungan minimal 4 kali selama hamil, dengan syarat trimester I minimal 1 kali, trimester II minimal 1 kali dan trimester III minimal 2 kali. Standar 5 T yang dimaksud adalah: Pemeriksaan/pengukuran tinggi dan berat badan Pemeriksaan/pengukuran tekanan darah Pemeriksaan/pengukuran tinggi fundus Pemberian imunisasi TT Pemberian tablet besiAdapun jenis kegiatannya, meliputi :

2.3.3.1.1 Pelayanan kesehatan Ibu Hamil (Bumil) sesuai standar untuk kunjungan lengkapBerdasarkan data Puskesmas bulan Januari Desember 2012, diperoleh hasil sebagai berikut :Sasaran1174 bumil

Target1116 bumil (95%)

Pencapaian1198 bumil (102,04%)

Berdasarkan indikator pencapaian minimal bernilai 95% pertahun dan pada tahun 2012 didapatkan hasil 102,4% maka program ini telah mencapai target.

2.3.3.1.2 Kesenjangan K4-K1Berdasarkan data Puskesmas bulan Januari - Desember 2012, diperoleh hasil sebagai berikut :Perkiraan1174 bumil

Target

Embed Size (px)
Recommended