Home >Spiritual >ULUM AL- QUR'AN

ULUM AL- QUR'AN

Date post:05-Dec-2014
Category:
View:3,513 times
Download:14 times
Share this document with a friend
Description:
membumikan la qur'an merupakan kewajiban umat islam, jangan sampai ketinggalan sejarah
Transcript:
  • 1. BAB 1 Ulumul Quran dan Perkembangannya. A. Definisi Ulumul Quran Kata ulum Al-Quran berasal dari bahasa Arab, yaitu terdiri dari dua kata, yakni: ulum dan Al-Quran, kata ulum secara etimologis adalah pehaman, marifah dan pengetahuan. Sedangkan kata Al-Quran secara etimologis artinya dengan qiraah;bacaan. Sementara itu, Al-Quran menurut terminologis memiliki definisi sebagai berikut: Para teolog berpendapat Al-Quran adalah kalimat-kalimat yang maha bijaksana yang azali, yang tersusun dari huruf-huruf lafzhiyyah, dzihniyyah dan ruhiyyah Para ulama ahli ushul fiqih menyatakan Al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW mulai surat al-fatihah sampai akhir surat al-Nas Ahmad yusuf al-Qasim menyatakan kalam Allah yang mengandung mujizat, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang tertulis dengan mushaf, yang diriwayatkan secara mutawatir, yang membacanya ibadah. Yang di awali dengan surat Al-fatihah sampai surat al-Nas Syeh Ali al-shabuni memberikan definisi bahwa Al-Quran adalah kalam Allah yang mengandung mujizat, diturunkan kepada Nabi dan Rasul penghabisan dengan perantara malaikat terpercaya, tertulis dalam mushaf yang dinukilkan kepada kita secara mutawatir, membacanya merupakan ibadah, yang dimulai dari surat Al-fatihah sampai surat Al-Nas. B. Ruang Lingkup Pembahasan ulumul Quran Berkenaan dengan persoalan ini, M. Hasbi Ash-Shiddieqi berpendapat bahwa ruang lingkup pembahasan ulumul Quran terdiri atas enam hal pokok berikut ini. Persoalan turunnya Al-Quran. Waktu dan tempat turunnya Al-Quran Sebab-sebab turunnya Al-Quran Sejarah turunnya Al-Quran Persoalan sanad. Riwayat mutawatir Riwayat ahad Riwayat syadz Macam-macam Qiraat Nabi Para perawi1

2. Cara-cara penyebaran riwayat Persoalan Qiraat. Cara berhanti Cara memulai Imalah Bacaan yang dipanjangkan Bacaan hamzah yang diringankan Bunyi huruf yang sukun dimasukan pada bunyi sesudahnya 4. Persoalan kata-kata Al-Quran. Kata-kata Al-Quran yang asing. Kata-kata Al-Quran yang berubah-ubah harakat akhirnya. Kata-kata Al-Quran yang mempunyai makna serupa. Padanan kta-kata aAl-Quran. Istiarah. Penyerupaan. Persoalan makna-maknaAl-Quran yang berkaitan dengan hukum. Makna umum yang tetap dalam keumumannya. Makna umum yang dimaksudkan makna khusus. Makna umum yang maknanya dikhususkan sunnah. Nash. Makna lahir. Makna global. Makna yang diperinci. Makna yang tunjukan oleh konteks pembicaraan. Makna yang dapat dipahami dari konteks pembicaran. Nash yang petunjuknya tidak melahirkan keraguan. Nash yang muskil ditafsirkan karena terdapat kesamaran didalamnya.2 3. Nash yang maknanya tersembunyi karena suatu sebab yang terdapat pada kata itu sendiri. Ayat yang menghapus dan yang dihapus. Yang didahulukan. Yang diahirkan. Persoalan makna Al-Quran yang berpautan dengan kata-kata AL-Quran Berpisah. Bersambung. Uraian singkat. Uraian panjang. Uraian seimbang. Pendek. C. Cabang-Cabang ulumul Quran Ilmu adab tilawat Al-Quran. Ilmu tajwid. Ilmu mawathim An-nuzul. Ilmu tawarikh An-Nuzul. Ilmu asbab An-Nuzul. Ilmu Qiraat. Ilmu gharib Al-Quran. Ilmu wujuh wa An-Nazhair. Ilmu Marifat Al-muhkam dan Al-Mutasyabih. Ilmu Nasikh Al-Mansuk. Ilmu badaiu Al-Quran. Ilmu Ijaz. Ilmu tanasub. Ilmu Aqsam. Ilmu amtsal.3 4. Ilmu jadal.. BAB 2 Sejarah Turunnya Al-Quran dan Penulisan Al-Quran A. Pengertian Al-Quran Secara etimologis, Al-Quran adalah bentuk mashdar dari kata qa-raa ( )sewazan dengan kata fulan ( ,) artinya bacaan; Dalam pengertian ini, kata. berarti , yaitu isim maful (objek) dari . Hal ini, sesuai dengan firman Allah dalam surat alQiyamah (75): 17-18: Sesungguhnya atas tanggungan kami-lah mengumpulkannya (di dalam) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila kami telah selesai membacanya maka ikutilah bacaannya itu. (QS. Al-Qiyamah: 17-18) B. Hikmah Di Wahyukannya Al-Quran secara bertahap. Memantapkan hati Nabi Menentang dan melemahkan para penentang Al-Quran Memudahkan untuk dihapal dan dipahami Mengikuti setiap kejadian (yang menyebabkan turunnya ayat-ayat Al-Quran) dan melakukan penahapan dalam penetapan syariat, membuktikan dengan pasti bahwa Al-Quran turun dari Allah yang maha bijaksana. C. Proses Penulisan Al-Quran a. Pada masa Nabi Penulisan Al-Quran pada masa Nabi sungguh sangat sederhana, Mereka menggunakan alat tulis sederhana dan berupa lontaran kayu, pelapah korma, tulang belulang, dan batu, dalm penulisan ini Nabi mempunyai sekertaris diantaranya: Abu Bakar, Umar, Ustman,Ali, Abban bin said, Khalid bin Walid, dan muawiyah bin abi sopyan, kegiatan menulis ini juga tidak sekedar di tulis oleh sekertaris nabi, tetapi juga oleh para sahabat nabi yang lainnya. b.Pada masa khulafa al-Rasyidin 1. Pada masa Abu Bakar Pada dasarnya seluruh Al-Quran sudah ditulis pada masa Nabi namun tulisan tersebut masih berceceran dimana-mana, ketika terjadi perang yamamah pada masa Abu Bakar banyak para penghapal Al-Quran yang meninggal, ketika itu Abu Bakar segara memanggil zaid bin tsabit untuk segera mengumpulkan tulisan-tulisan yang berceceran yang ditulis pada masa Nabi di karenakan takut catatan itu hilang karna para penghapal Al-Quran sudah sedikit. Setelah4 5. Abu Bakar wafat, suhuf-suhuf Al-Quran itu disimpan oleh kholifhah Umar, setelah Umar wafat, mushaf itu disimpan hafsah dan bukan oleh ustman. 2. Pada masa Utsman bin Affan Motifasi penulisan Al-Quran pada masa Ustman Karena banyak terjadi perselisihan di dalam cara membacanya, Inisiatif Ustman untuk mnyatukan penulisan Al-Quran nampaknya sudah jelas, perbedaan cara membaca Al-Quran pada saat itu sudah berada pada titik yang menyebabkan umat islam saling menyalahkan yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya perselisihan di antara mereka. Maka dibuatlah salinan Al-Quran dan yang aslinya di musnahkan agar tidak terjadi perselisihan, Utsman memutuskan agar Mushaf yang beredar memenuhi persyaratan berikut: terbukti mutawatir. mengabaikan ayat yang bacaannya di-naskh dan ayat tersebut tidak dibaca kembali di hadapan nabi pada saat-saat terakhir. Kronologi surat dan ayatnya seperti yang telah ditetapkan atau berbeda dengan mushaf abu bakar. System penulisan yang digunakan mampu mencakup qiraat yang berbeda sesuai dengan lafazh-lafazh Al-Quran ketika diturunkan. Semua yang bukan termasuk Al-Quran dihilangkan. D. pemeliharaan Al-Quran sesudah masa Khalifah Mushaf yang ditulis atas perintah Ustman tidak memiliki harakat dan tanda titik sehingga dapat dibaca dengan salah satu qiraat yang tujuh, ketika banyak orang non-Arab yang memeluk islam mereka merasa kesulitan membaca mushaf itu, oleh karena itu pada masa khalifah Abd Al-Malik (685-705) dilakukan penyempurnaannya. Upaya penyempurnaan itu tidak berlangsung sekaligus, tetapi bertahap dan dilakukan oleh setiap generasi sampai abad III H (atau akhir abad IX M). Pengumpulan Al-Quran pada masa Abu Bakar Asidiq dan Utsman bin Affan A. Pada masa Abu Bakar Asidiq. Pada dasarnya, seluruh Al-Quran sudah ditulis pada masa Nabi. Hanya saja, surat dan ayatnya masih terpencar-pencar dan orang yang pertama kali menyusunnya dalam satu mushaf adalah Abu Bakar Ashidiq. Abu Abdillah Al-Muhasibi berkata didalam kitabnya, Fahm As-Sunan, penulisan Al-Quran bukanlah suatu yang baru sebab Rasullah sendiri pernah memerintahnya. Hanya saja, saat itu tulisan Al-Quran masih terpencar-pencar pada pelapah kurma, batu halus, kulit, tulang unta, dan bantalan dari kayu. Abu Bakar-lah yang kemudian berinisiatif menghimpun semuanya. Usaha pengumpulan tulisan al-Quran yang dilakukan Abu Bakar setelah terjadi perang yamamah pada tahun 12 H. Peperangan yang bertujuan menumpas par pemurtad yang merupakan pengikut para Musailamah. Al-Kadzdzab telah mnyebabkan 70 orang penghapal Al-Quran syahid. Khawatir akan semakin hilangnya 5 6. para penghapal Al-Quran yang mengancam kelestarian Al-Quran, Umar menemui khalifah pertama, Abu bakar memintanya untuk menginstruksikan pengumpulan Al-Quran dari berbagai sumber, baik yang tersimpan di dalam hapalan maupun tulisan. Zaid bi Tsabit salah seorang sekretaris Nabi dipanggil oleh Abu Bakar. Turut hadir dalam pertemuan itu Umar bin Al-Khaththab. Dalam pertemuan itu Abu Bakar mengatakan, Umar telah mendatangimu dan telah mengatakan bahwa peperanga yamamah telah berlangsung sengit dan meminta korban sejumlah qari Al-Quran. Aku khawatir hal itu meluas kepara penduduk. Apabila hal ini terjadi, banyak penghapal Al-Quran yang hilang. Aku rasa perlunya penghimpunan Al-Quran. Zaid merasa bahwa tugas yang dipercayakan khalifah Abu Bakar kepadanya bukanlah hal yang ringan. Sikap kehati-hatin Zaid dalam pengumpulan Al-Quran sebenarnya didasarkan pesan Abu Bakar kepada Zaid dan Umar. Abu Bakar berkata. Artinya: Duduklah kalian di dekat pintu mesjid. Siapa saja yang datang kepada kalian membawa catatan al-Quran dengan dua saksi, maka catatlah. Setelah penulisan ayat-ayat Al-Quran selesai, kemudian berdasarkan musyawarah ditentukan bahwa tulisan Al-Quran yang sudah terkumpul itu dinamakan Mushaf. Setelah Abu Bakar wafat, suhuf-suhuf Al-Quran itu disimpan oleh khalifah Umar. Setelah Umar wafat, Mushaf itu disimpan dan bukan oleh Utsman bin Affan sebagai khalifah ayng menggantikan umar. Mengapa mushaf itu tidak diserahkan pada khalifah setelah Umar? Pertanayaan itu logis. Menurut Zarzur, Umar memiliki pertimbangan lain bahwa sebelum wafat, ia memberikan kesempatan kepada enam sahabat untuk bermusyawarah menentukan salah seorang dari mereka yang dapat menjadi khalifah. Kalau Umar memberikan mushaf pada salah seorang diantara mereka, ia khawatir mendukun salah seorang sahabat yang memegang mushaf tersebut. Oleh karena itu ia menyerahkan mushaf itu kepada hafsah yang memang lebih layak memegang Mushaf yang sangat bernilai, terlebih lagi ia adalah istri Nabi dan menghapal Al-Quran secara keseluruhannya. B. Pada masa Utsman bin Affan Motifasi penulisan Al-Quran pada masa Utsman Karena banyak terjadi perselisihan di dalam cara membacanya, Inisiatif Utsman untuk mn