Home >Documents >u bahasa u m / esi 12 m l u S indonesia

u bahasa u m / esi 12 m l u S indonesia

Date post:16-Oct-2021
Category:
View:0 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
Sesi 12.inddSemester 1 (Kurikulum 2013, kelas XII SMA, Umum/MIA dan IIS).
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Ku
ri ku
lu m
IA d
an IIS
Se si
d an
1. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesi k sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan.
1.1. Memahami struktur dan kaidah teks sejarah, baik melalui lisan maupun tulisan.
1.2. Membandingkan teks cerita sejarah. 1.3. Menganalisis teks cerita sejarah. 1.4. Mengevaluasi teks cerita sejarah. 1.5. Menginterpretasi makna teks cerita sejarah. 1.6. Memproduksi teks cerita sejarah. 1.7. Menyunting teks cerita sejarah. 1.8. Mengabstraksi teks cerita sejarah. 1.9. Mengonversi teks cerita sejarah.
2
menyunting, mengabstraksi, dan mengonversi teks cerita sejarah.
A. PEMBANGUNAN KONTEKS DAN PEMODELAN TEKS CERITA SEJARAH
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerita adalah tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dsb.). Sejarah adalah pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadiaan yang benar-benar terjadi di masa lampau; ilmu sejarah.
Teks cerita sejarah adalah cerita yang memuat unsur-unsur sejarah. Unsur-unsur sejarah tersebut: (1) manusia; manusia merupakan unsur sentral, bicara sejarah tentu tentang sejarahnya manusia dan peristiwa yang dikaji juga peristiwa yang berkaitan dengan manusia, (2) waktu; waktu menjadi unsur dan konsep dalam sejarah, sejarah adalah studi tentang aktivitas manusia dari kurun waktunya maka sifat kronologis dalam sejarah menjadi amat penting, dan (3) ruang, adalah tempat terjadinya peristiwa yang terkait dengan aspek geogra s dan unsur ruang ini akan menjadikan pemahaman kita tentang peristiwa sejarah menjadi riil. Dengan demikian, teks cerita sejarah adalah teks yang didalamnya menjelaskan tentang peristiwa yang berkaitan dengan manusia pada masa lampau di suatu tempat yang disusun secara kronologis yang menjadi asal muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai kesejarahan.
Teks cerita sejarah termasuk ke dalam cerita ulang faktual atau dikenal dengan sebutan teks rekon (recount) karena dasar penceritaannya berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, pengalaman nyata di masa lalu yang dapat dibangkitkan atau dihidupkan kembali. Sama seperti biogra disebut juga cerita ulang, tetapi biogra khusus menceritakan tentang riwayat hidup seseorang.
B. MEMAHAMI STRUKTUR DAN KAIDAH KEBAHASAAN TEKS CERITA SEJARAH
a. Struktur Teks Cerita Sejarah
Struktur teks cerita sejarah secara runtut, yakni orientasi, peristiwa sejarah (event), dan reorientasi.
3
2. Peristiwa (event) adalah urutan-urutan peristiwa.
3. Reorientasi (pengenalan kembali) adalah sebuah penutup pada akhir teks yang bersifat tidak harus ada.
Di bawah ini bagan teks cerita sejarah dan contoh naskah.
ORIENTASI
Judul SEJARAH KOTA TUA JAKARTA
Orientasi Jakarta yang terdiri atas dua unsur yaitu “Sunda” dan “Kalapa”. Nama Sunda dalam Sunda Kalapa baru muncul pada abad ke-10, disebutkan di dalam prasasti Kebon Kopi II yang berangka tahun 854 Saka (932 Masehi). Pada masa sekarang ibukota dari Kerajaan Padjadjaran terletak di Batu Tulis, sebuah daerah yang berada di Bogor, Jawa Barat. Letak ibukota kerajaan ini dinyatakan dalam Prasasti Batutulis yang berangka tahun 1355 Saka (1433 Masehi), yang menyebutkan sebuah kota bernama Pakuan Padjadjaran.
Peristiwa tahap 1
Bersamaan dengan perkembangan Kerajaan Padjadjaran, datanglah Bangsa Eropa pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Sunda Kalapa yaitu Portugis. Kedatangan Portugis pertama di Sunda Kalapa pada tahun 1513 Masehi dibawah pimpinan De Alvin. Ekspedisi kedua bangsa Portugis di bawah pimpinan Henrique Leme, bertujuan untuk mencari rempah-rempah dan mendirikan benteng perdagangan. Keinginan Portugis membuat benteng perdagangan di Sunda Kalapa ini terwujud dengan adanya perjanjian antara Prabu Surawisesa dengan Portugis
4
pada tahun 1522. Perjanjian ini disebut sebagai perjanjian internasional pertama yang dilaksanakan di Nusantara, perjanjian ini dilakukan di Kota Pakuan Padjadjaran dan diabadikan dalam sebuah Padrao.
Peristiwa tahap 2
Seiring dengan adanya kerjasama antara Kerajaan Padjadjaran dan Portugis, terjadi perkembangan yang signi kan terhadap kekuasaan Portugis di Sunda Kalapa. Melihat perkembangan kekuasaan Portugis yang begitu pesat, Kerajaan Demak dibantu oleh kerajaan Cirebon melakukan penyerangan terhadap Sunda Kalapa di bawah pimpinan Pangeran Fatahilah pada tahun 1526-1527. Dalam serangan tersebut Portugis berhasil dikalahkan dan Sunda Kalapa berhasil direbut dari kekuasaan Portugis. Jatuhnya Sunda Kalapa ke tangan Pangeran Fatahilah menandai berubahnya nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada tahun 1527.
Peristiwa tahap 3
Bangsa Eropa kedua yang berhasil singgah di Jayakarta adalah Belanda di bawah pimpinan Cornelis De Houtman dengan tujuan berdagang dan mencari rempah-rempah. Setelah kedatangan tim ekspedisi Belanda di bawah pimpinan De Houtman, semakin banyaklah orang Belanda yang datang dan singgah di Jayakarta untuk berdagang rempah-rempah. Perdagangan yang tidak teratur ini membuat Belanda kalah dengan Inggris yang telah pula berdagang di Jayakarta. Akhirnya, didirikanlah sebuah persekutuan dagang Belanda yang bernama Vereenigde Oostindische Compagnie atau yang biasa disingkat VOC pada tahun 1602. Tujuan didirikannya VOC adalah untuk memonopoli perdagangan rempah- rempah Asia dan memperkuat diri terhadap ancaman persatuan dagang Inggris yaitu EIC. Tahun 1619 Belanda merebut Jayakarta dari Pangeran Fatahillah serta mengganti namanya menjadi Batavia. Penyerangan ini dipimpin oleh Gubernur Jenderal J.P. Coen. Sekitar 180 tahun berselang, VOC mengalami kemunduran yang luar biasa akibat banyaknya korupsi dan ketidakberesan yang terjadi di dalam tubuh VOC. Hingga akhirnya pada tahun 1799 VOC resmi dibubarkan, dan berdirilah pemerintahan yang berada langsung di bawah Kerajaan Belanda, diperintah oleh Raja Louis Napoleon.
Peristiwa tahap 4
Setelah pemerintahan Belanda di Nusantara berada dalam pengawasan langsung Kerajaan Belanda, maka diangkat beberapa Gubernur Jenderal baru untuk memerintah dan bertanggung jawab terhadap Hindia Belanda. Salah satu yang cukup terkenal adalah Daendels yang memerintah sejak tahun 1808, juga terkenal sebagai pemimpin yang keras dan disiplin. Keputusan yang dibuat oleh Daendels turut berperan
5
Peristiwa tahap 5
Berakhirnya masa pemerintahan Belanda di Nusantara bukanlah akhir dari masa penderitaan dan penjajahan bangsa asing di Nusantara. Dengan ditandatanganinya perjanjian Linggarjati, kekuasaan atas Nusantara dilimpahkan dari pemerintah Belanda kepada pemerintah Jepang. Masa pendudukan Jepang di Nusantara tergolong sangat singkat. Jepang berkuasa sejak tahun 1942 hingga 1945. Dalam propagandanya Jepang menyebarkan paham 3A, yaitu Jepang sebagai pemimpin, pelindung, dan cahaya Asia. Jepang berharap dengan tampilnya sebagai “kakak besar” bangsa Indonesia, maka masa pendudukannya akan lebih mudah diterima oleh Rakyat Indonesia. Tujuan utama dari pendudukan Jepang ini adalah untuk membentuk persemakmuran bersama dengan Asia Timur Raya. Jepang menjadikan Batavia bentukan Belanda sebagai pusat kekuatan Jepang. Pada saat Jepang terlibat dalam perang dunia II, Batavia yang telah berganti nama menjadi Jakarta dijadikan tempat pelatihan tentara, tempat pemerintahan pusat, serta tempat pemusatan kekuatan militer Jepang. Jepang juga melatih putera-puteri Indonesia untuk siap berperang dengan dibentuknya PETA. Demi mengambil hati rakyat Indonesia, Jepang juga menjanjikan kemerdekaan, salah satu caranya dengan pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 1 Maret 1945.
Peristiwa tahap 6
Keputusan Jepang untuk melibatkan diri dalam Perang Dunia II adalah hal yang fatal. Pada tahun 1945, Sekutu menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, dua kota penting milik Jepang. Peristiwa ini dipergunakan oleh pemuda Indonesia untuk mendesak angkatan tua untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Akhirnya setelah melalui pertimbangan matang, pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya di Jakarta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur No. 17. Lokasi pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan adalah rumah dari tokoh nasional Indonesia yaitu Soekarno. Pada saat pembacaan naskah Proklamasi, Soekarno ditemani oleh Hatta. Keduanya menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pertama. Penyebarluasan berita mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan melalui stasiun radio RRI Jakarta.
6
Reorientasi Semenjak kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, Jakarta menjadi pusat pemerintahan dan Ibukota Indonesia. Jakarta pernah kehilangan perannya sebagai ibukota negara saat situasi pascakemerdekaan tidak kondusif dan ibukota serta pusat pemerintahan terpaksa dipindahkan ke Jogjakarta. Namun, pemindahan ibukota ini tidak permanen, sehingga setelah kondisi aman ibukota dan pusat pemerintahan Indonesia dikembalikan ke Jakarta hingga sekarang.
(www. Jerofah.org)
Ciri kebahasaan yang digunakan dalam penceritaan peristiwa sejarah menggunakan unsur-unsur kebahasaan sebagai berikut: konjungsi temporal, kelompok nomina, kelompok verba, nomina (hasil nominalisasi).
1. Konjungsi Temporal
Konjungsi temporal adalah konjungsi yang mengacu pada waktu dan berfungsi sebagai alat kekohesifan yang membuat rentetan peristiwa menjadi padu. Konjungsi temporal sebagai penanda adverbial waktu.
Konjungsi temporal terdiri dari dua jenis, yaitu:
• Konjungsi temporal sederajat: sebelumnya dan sesudahnya.
• Konjungsi temporal tidak sederajat: apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala, dsb.
Contoh:
• Bunn, yang sebelumnya bekerja sebagai reporter yang meliput epidemi ini untuk PIX-TV di San Francisco, bersama-sama dengan produsennya, Nansy Saslow, juga memikirkan dan memulai "AIDS Lifeline" ("Tali Nyawa AIDS") - sebuah kampanye penyadaran masyarakat dan pendidikan kesehatan yang diindikasikan ke berbagai stasiun TV di AS.
• Sejak 2008, tema Hari AIDS Sedunia dipilih oleh Komite Pengarah Global Kampanye Hari AIDS Sedunia setelah melalui konsultasi yang luas dengan banyak pihak, organisasi dan lembaga-lembaga pemerintah yang terlibat dalam pencegahan dan perawatan korban HIV/AIDS.
Kata depan pada merupakan penanda adverbial waktu lampau (peristiwanya sudah terjadi) selain konjungsi temporal.
7
Contoh:
• Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter.
• Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.
2. Kelompok Kata (kelompok nomina dan kelompok verba)
Kelompok kata adalah dua kata atau lebih yang tidak predikatif. Kelompok kata tersebut menduduki satu fungsi kalimat saja (subjek saja, predikat saja, objek saja, pelengkap saja atau keterangan saja).
• Kelompok Nomina
Kelompok nomina adalah kelompok kata yang intinya berjenis kata nomina. Dengan perkataan lain, kelompok nomina dibentuk dengan memperluas kata benda.
Ada tiga jenis kelompok nomina, antara lain:
• Kelompok nomina koordinatif (tidak saling menerangkan). Cirinya dapat disisipi konjungsi dan dan atau. Contoh: hutan rimba (hutan dan rimba), ayah ibu (ayah dan ibu), sandang pangan (sandang dan pangan), lahir batin (lahir dan batin), dan sebagainya.
• Kelompok nomina modi katif (mewatasi). Cirinya terdapat kata pewatas yang menerangkan inti kelompok kata yang berjenis kata benda. Contoh: meja kayu (kayu > pewatas), rumah besar (besar > pewatas), sepasang sepatu tua (sepasang dan sepatu > pewatas), dsb.
• Kelompok nomina apositif (keterangan tambahan). Cirinya kelompok kata diapit oleh dua tanda koma (,). Contoh: Argha Zamzami Ardian, siswa SMAN 35 Jakarta, melanjutkan studi di Jerman.
• Kelompok Verba
Kelompok verba adalah kelompok kata yang intinya berjenis kata verba. Dengan perkataan lain, kelompok verba dibentuk dengan memperluas kata kerja.
Ada tiga jenis kelompok verba, yaitu:
• Kelompok verba koordinatif (tidak saling menerangkan)
Cirinya dapat disisipi konjungsi dan dan atau. Contoh: makan minum (makan dan minum), baca tulis (baca dan tulis), bangun tidur (bangun dan tidur), jual beli (jual dan beli) dan sebagainya.
8
• Kelompok verba modi katif (mewatasi)
Cirinya terdapat kata pewatas yang menerangkan inti kelompok kata yang berjenis kata kerja. Contoh: sedang membaca, akan berdiskusi, sedang makan, belum belajar, dan sebagainya.
• Kelompok verba apositif (keterangan tambahan)
Cirinya kelompok kata diapit oleh dua tanda koma (,). Contoh: Pasangan muda, baru menikah itu, berbisnis mobil mewah.
• Nominalisasi
Nominalisasi adalah proses pembentukan nomina dari kelas kata lain karena mendapat imbuhan (a ks).
A ks pembentuk nomina:
Contoh:
• Pre ks : pe-, se-, ke-
Contoh:
9
• Su ks serapan: -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us,-isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, –tas, -wan, -man.
Contoh:
• In ks: –el-, -er-
C. MEMBANDINGKAN DAN MENGANALISIS TEKS CERITA SEJARAH
a. Membandingkan Dua Teks Cerita Sejarah
Membandingkan adalah kegiatan mencari persamaan dan perbedaan terhadap benda atau sesuatu. Dalam hal ini yang akan dibandingkan adalah dua teks cerita sejarah yang bertemakan sama, yaitu tentang “Hari AIDS Sedunia”.
Membandingkan teks cerita sejarah yang harus diperhatikan sebagai berikut:
10
1. Terlebih dahulu dibaca dengan saksama kedua teks yang akan dibandingkan.
2. Perhatikan struktur teks cerita sejarah. Apakah rentetan peristiwa sudah tersusun secara kronologis?
3. Telitilah kaidah kebahasaan teks cerita sejarah. Apakah teks tersebut sudah menunjukkan karakter cerita sejarah?
4. Adakah rekaman peristiwa yang terlewati atau hilang.
5. Bagaimana cara penyajian kedua teks cerita sejarah yang dibandingkan?
Berikut disajikan dua teks cerita sejarah, bacalah dengan saksama!
TEKS I
Judul Sejarah Hari AIDS Sedunia
Orientasi Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss. Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Program AIDS Global (kini dikenal sebagai UNAIDS). Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.
Peristiwa Tahap 1
Bunn menyarankan tanggal 1 Desember untuk memastikan liputan oleh media berita barat, sesuatu yang diyakininya sangat penting untuk keberhasilan Hari AIDS Sedunia. Ia merasa bahwa karena 1988 adalah tahun pemilihan umum di AS, penerbitan media akan kelelahan dengan liputan pascapemilu mereka dan bersemangat untuk mencari cerita baru untuk mereka liput. Bunn dan Netter merasa bahwa 1 Desember cukup lama setelah pemilu dan cukup dekat dengan libur Natal sehingga, pada dasarnya, tanggal itu adalah tanggal mati dalam kalender berita dan dengan demikian waktu yang tepat untuk Hari AIDS Sedunia.
Peristiwa Tahap 2
Bunn, yang sebelumnya bekerja sebagai reporter yang meliput epidemi ini untuk PIX-TV di San Francisco, bersama-sama dengan produsennya, Nansy Saslow, juga memikirkan dan memulai "AIDS Lifeline" ("Tali Nyawa AIDS") - sebuah kampanye penyadaran masyarakat dan pendidikan kesehatan yang disindikasikan ke berbagai stasiun TV di AS. "AIDS Lifeline" memperoleh Penghargaan Peabody, sebuah Emmy lokal, dan Emmy Nasional pertama yang pernah diberikan kepada sebuah stasiun lokal di AS.
11
Pada 18 Juni 1986, sebuah proyek "AIDS Lifeline" memperoleh penghargaan "Presidential Citation for Private Sector Initiatives", yang diserahkan oleh Presiden Ronald Reagan. Bunn kemudian diminta oleh Dr. Mann, atas nama pemerintah AS, untuk mengambil cuti dua tahun dari tugas-tugas pelaporannya untuk bergabung dengan Dr. Mann (seorang epidemolog untuk Pusat Pengendalian Penyakit) dan membantu untuk menciptakan Program AIDS Global. Bunn menerimanya dan diangkat sebagai Petugas Informasi Umum pertama untuk Program AIDS Global. Bersama-sama dengan Netter, ia menciptakan, merancang, dan mengimplementasikan peringatan Hari AIDS Sedunia pertama - kini inisiatif kesadaran dan pencegahan penyakit yang paling lama berlangsung dalam jenisnya dalam sejarah kesehatan masyarakat.
Peristiwa Tahap 4
Program Bersama PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS) mulai bekerja pada 1996, dan mengambil alih perencanaan dan promosi Hari AIDS Sedunia. Bukannya memusatkan perhatian pada satu hari saja, UNAIDS menciptakan Kampanye AIDS Sedunia pada 1997 untuk melakukan komunikasi, pencegahan, dan pendidikan sepanjang tahun.
Peristiwa Tahap 5
Pada dua tahun pertama, tema Hari AIDS Sedunia dipusatkan pada anak-anak dan orang muda. Tema-tema ini dikritik tajam saat itu karena mengabaikan kenyataan bahwa orang dari usia berapa pun dapat terinfeksi HIV dan menderita AIDS. Tetapi tema ini mengarahkan perhatian kepada epidemi HIV/AIDS, menolong mengangkat stigma sekitar penyakit ini, dan membantu meningkatkan pengakuan akan masalahnya sebagai sebuah penyakit keluarga.
Peristiwa Tahap 6
Pada 2004, Kampanye AIDS Sedunia menjadi organisasi independen. Sejak dibentuknya hingga 2004, UNAIDS memimpin kampanye Hari AIDS Sedunia, memilih tema-tema tahunan melalui konsultasi dengan organisasi-organisasi kesehatan global lainnya. Sejak 2008, tema Hari AIDS Sedunia dipilih oleh Komite Pengarah Global Kampanye Hari AIDS Sedunia setelah melalui konsultasi yang luas dengan banyak pihak, organisasi dan lembaga-lembaga pemerintah yang terlibat dalam pencegahan dan perawatan korban HIV/AIDS. Untuk setiap Hari AIDS Sedunia dari 2005 hingga 2010, temanya adalah "Hentikan AIDS, Jaga Janjinya", dengan sebuah subtema tahunan.
12
Reorientasi Tema payung ini dirancang untuk mendorong para pemimpin politik untuk memegang komitmen mereka untuk menghasilkan akses sedunia kepada pencegahan, perawatan, pemeliharaan, dan dukungan terhadap penyakit dan para korban HIV/AIDS pada tahun 2010. Tema ini tidaklah spesi k bagi Hari AIDS Sedunia, melainkan digunakan sepanjang tahun dalam upaya-upaya Kampanye AIDS Sedunia untuk menyoroti kesadaran HIV/AIDS dalam konteks peristiwa-peristiwa global lainnya termasuk Pertemuan Puncak G8. Kampanye AIDS Sedunia juga menyelenggarakan kampanye-kampanye di masing-masing negara di seluruh dunia, seperti Kampanye Mahasiswa Menghentikan AIDS, sebuah kampanye untuk menularkan kesadaran kepada orang-orang muda di seluruh Britania Raya.
(Sumber: Wikipedia)
TEKS II
Judul Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Ini sejarahnya.
Orientasi Peringatan hari AIDS sedunia dirayakan setiap tanggal 1 Desember. Pernahkah Anda bertanya mengapa tanggal 1 Desember dipilih menjadi hari untuk mengingat bahwa AIDS adalah penyakit berbahaya yang harus dihindari? Bukan tanpa alasan World Health Organisation (WHO) menetapkan tanggal tersebut sebagai peringatan hari AIDS.
Peristiwa Tahap 1
Hal itu diawali dari sejarah awal ditemukannya virus HIV serta kasus AIDS di Amerika Serikat pada tahun 1981. Walau memang AIDS pertama kali muncul di Afrika, namun adanya kasus AIDS yang diderita oleh sebuah komunitas kecil gay (lelaki penyuka sejenis) di sebuah wilayah di Amerika lantas menggugah kesadaran akan bahaya penyakit tersebut.
Peristiwa Tahap 2
Lantas dua orang petugas untuk program penanganan AIDS dunia dari WHO bernama James Bunn dan Thomas Netter memiliki ide dalam menanamkan kesadaran untuk menghindari AIDS melalui penyebaran informasi secara luas. Ide itu juga muncul dalam bentuk perayaan hari AIDS sedunia, agar seluruh dunia sadar betapa bahayanya virus HIV AIDS.
Peristiwa Tahap 3
Mereka lantas mengusulkan dan menggagas perayaan itu pada tahun 1987, dan disetujui oleh Dr Jonathan Mann, kepala program AIDS.
13
Peristiwa Tahap 4
Penetapan tanggal 1 Desember dipilih sebab pemilu di AS berlangsung sebelumnya, dan Natal sesudahnya. Itu penting bagi pemberitaan di media massa, agar lebih diperhatikan oleh masyarakat AS saat itu.
Peristiwa Tahap 5
Kemudian di tahun 1996, UNAIDS, salah satu lini di WHO, yang melakukan program promosi serta perencanaan untuk peringatan hari AIDS sedunia. Dan lambang pita merah digunakan untuk peringatan hari AIDS sedunia, dicanangkan di gedung putih pada 2007.
Reorientasi Dengan peringatan hari AIDS tersebut berbagai kampanye kesehatan mulai dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran akan bahaya virus Human Immunode ciency Virus (HIV). Data dari WHO mencatat telah 36 juta orang meninggal dari rentang waktu 1981 – 2012 akibat virus HIV AIDS.
(By: C. Novita: Sidomi.com, sesuai dengan teks aslinya)
Perbandingan Teks I dan Teks II
Persamaan :
1. Kedua teks mempunyai tema “Sejarah Hari AIDS Sedunia”.
2. Struktur kedua teks sudah memenuhi struktur teks cerita sejarah: terdapat judul, orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi.
3. Kaidah kebahasaan kedua teks sebagai berikut:
Ciri kebahasaan Teks I Teks II
Adverbia waktu, dan konjungsi temporal.
pada Agustus 1987. pada 1 Desember 1988. Pada 18 Juni 1986. Bunn, yang sebelumnya bekerja sebagai reporter. pada 1996. pada 1997. Pada dua tahun pertama. Pada 2004. Sejak dibentuknya hingga 2004. dari 2005 hingga 2010. pada tahun 2010.
setiap tanggal 1 Desember. pada tahun 1981. tahun 1987. di tahun 1996. pada 2007. dari rentang waktu 1981 – 2012.
14
Kelompok nomina Hari AIDS Sedunia. dua pejabat informasi masyarakat. tahun pemilihan umum. Penghargaan Peabody,
Peringatan hari AIDS sedunia. virus HIV. salah satu lini. program promosi.
Kelompok verba pertama kali dicetuskan. lantas menggugah.
Perbedaaan
1. Teks I tidak menyebutkan sebab diadakan hari AIDS sedunia.
Teks II menyebutkan sebab diadakan hari AIDS sedunia.
“AIDS adalah penyakit berbahaya yang harus dihindari?... Walau memang AIDS pertama kali muncul di Afrika, namun adanya kasus AIDS yang diderita oleh sebuah komunitas kecil gay (lelaki penyuka sejenis) di sebuah wilayah di Amerika lantas menggugah kesadaran akan bahaya penyakit tersebut.
2. Teks I rentetan peristiwa lebih lengkap daripada teks II.
Teks I: peristiwa pada tahun 1987, 1988, 1986, 1996, 1997, 2004, 2010.
Teks II: peristiwa pada tahun 1981, 1987, 1996, 2007, 2012.
3. Kedua teks tidak menyebutkan kepanjangan singkatan AIDS. Teks II memberikan kepanjangan HIV “Human Immunode ciency Virus”. Hal ini disebabkan kedua teks bercerita tentang “Sejarah Hari AIDS Sedunia” bukan bercerita tentang sejarah penyakit AIDS-nya.
b. Menganalisis Teks Cerita Sejarah
Pengertian analisis sesuai arti di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah (1) penyelidikan terhadap sesuatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb.) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb.), (2) penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Jadi, menganalisis teks cerita sejarah adalah mengkaji teks sesuai dengan struktur, kaidah kebahasaan, dan kandungan teks cerita sejarah.
Teks cerita sejarah yang akan dianalisis adalah teks II “Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Ini sejarahnya”.
15
• Judul
Judul merupakan kepala karangan yang mencerminkan keseluruhan isi karangan. Judul dibuat semenarik…

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended