Home >Documents >Tutuorial Blok 10 Mikrobiologi Endokarditis Rematik

Tutuorial Blok 10 Mikrobiologi Endokarditis Rematik

Date post:25-Oct-2015
Category:
View:17 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

A. SkenarioNy. Yani, 40 tahun, masuk rumah sakit dengan keluhan demam, sesak napas, dan berat badan (BB) turun sejak 6 minggu yang lalu. Keluhan ini disertai menggigil, berkeringat dan anoreksia yang terus memburuk. Ia juga merasa nyeri punggung yang menetap sejak 4 minggu sebelum masuk rumah sakit. Selama ini ia sudah sering mengeluh sesak napas jika berjalan cukup jauh, tapi sesak semakin lama semakin berat. Saat masuk rumah sakit BB telah turun 5 kgSewaktu kecil ia menderita Rheumatic fever dengan gejala pembengkakan sendi dan demam sehingga harus dirawat (di rumah) selama tiga bulan.Dokter yang memeriksa mengatakan bahwa Ny. Yani menderita Endokarditis.Pemeriksaan fisik: Vital sign: compos mentis, nadi: 90x/m, RR: 28x/m, TD 130/80 mmHg, suhu 39 CPemeriksaan spesifik: Kepala dan leher normal. Thorax: perkusi: ukuran jantung normal; Auskultasi : murmur diastolic dengan nada rendah, pada dada kiri terdapat suara pembukaan katup mitral yang keras (loud opening snap)Pemeriksaan penunjang:Kultur darah: streptococcus beta hemolyticus group A. Echocardiography: stenosis mitral (pada apeks jantung)

B. Klarifikasi istilah1. Demam: peningkatan temperature tubuh di atas normal2. Anoreksia: menurunnya atau hilangnya nafsu makan3. Reumatik fever: penyakit demam sebagai lanjutan infeksi streptococcus hemolitik ditandai dengan lesi peradangan vocal multiple pada struktur jaringan ikat khususnya jantung pembuluh darah dan persendian korea sydenham, serta terdapatnya badan badan aschoff dalam miokardium dan kulit4. Pembengkakan sendi: Penambahan cairan pada jaringan lunak di sekitar sendi5. Endokarditis:Perubahan peradangan proliferative eksudatif pada endokardium ditandai dengan adanya vegetasi di permukaan endokardium atau di dalam endokardium itu sendiri6. Compos mentis: kesadaran normal; sadar sepenuhnya yang ditandai dapat merespon semua rangsangan yang ada di sekitarnya7. Murmur diastolic: murmur jantung yang terdengar selama periode diastolic biasanya akibat regurgitasi katup semilunaris dan perubahan aliran darah melalui katup atrio ventricular; bunyi auskultasi periodic yang berasal dari jantung atau pembuluh darah berdurasi singkat8. Loud opening snap: Bunyi jantung abnormal yang disebabkan oleh terbukanya valvula mitral yang mengalami stenosis saat pengisian ventrikel kiri di awal diastol9. Streptococcus beta hemolitikkus: genus coccus anaeorob fakultatif gram positif yang mampu menghidrolisis eritrosit secara sempurna10. Stenosis mitral : penyempitan ostium atrioventrikular sinistrum; lubang atau orificium di antara atrium dan ventrikel kiri 11. Echocardiography:teknik pemeriksaan diagnostik yang menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk memvisualisasikan gambaran struktur jantung di layar monitor12. Vital sign: pemeriksaan atau pengukuran tanda-tanda kehidupan berupa pengukuran tekanan darah, nadi, pernapasan, temperature, dan berat badan serta tinggi badan

C. Indentifikasi Masalah1. Ny Yani 40 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan demam, sesak nafas, BB turun 5 kg sejak 6 minggu lalu. Keluhan disertai menggigil, berkeringat dan anoreksia yang terus memburuk 2. Ia juga merasa nyeri punggung yang menetap sejak 4 minggu sebelum masuk rumah sakit. Selama ini ia sudah sering mengeluh sesak napas jika berjalan cukup jauh, tetapi sesak semakin lama semakin berat3. Sewaktu kecil ia menderita rheumatic fever dengan gejala pembengkakan sendi dan demam sehingga4. Dokter yang memeriksa mengatakan bahwa Ny. Yani menderita Endokarditis.5. Pemeriksaan fisik: Vital sign: compos mentis, nadi: 90x/m, RR: 28x/m, TD 130/80 mmHg, suhu 39 C6. Pemeriksaan spesifik7. Pemeriksaan penunjang

D. Analisis Masalah

1. Ny Yani 40 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan demam, sesak nafas, BB turun 5 kg sejak 6 minggu lalu. Keluhan disertai menggigil, berkeringat dan anoreksia yang terus memburuk a. Bagaimana mekanisme dari : Demam Tanpa memandang etiologinya, jalur akhir penyebab demam yang paling sering adalah adanya pirogen, yang kemudian secara langsung mengubah set-point di hipotalamus, menghasilkan pembentukan panas dan konversi panas.Pirogen adalah suatu zat yang menyebabkan demam, terdapat 2 jenis pirogen yaitu pirogen eksogen dan pirogen endogen. Pirogen eksogen berasal dari luar tubuh seperti toksin, produk-produk bakteri dan bakteri itu sendiri mempunyai kemampuan untuk merangsang pelepasan pirogen endogen yang disebut dengan sitokin yang diantaranya yaitu interleukin-1 (IL-1), Tumor Necrosis Factor (TNF), interferon (INF), interleukin-6 (IL-6) dan interleukin-11 (IL-11). Sebagian besar sitokin ini dihasilkan oleh makrofag yang merupakan akibat reaksi terhadap pirogen eksogen. Dimana sitokin-sitokin ini merangsang hipotalamus untuk meningkatkan sekresi prostaglandin, yang kemudian dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh.1) Pirogen EksogenPirogen eksogen biasanya merangsang demam dalam 2 jam setelah terpapar. Umumnya, pirogen berinteraksi dengan sel fagosit, makrofag atau monosit, untuk merangsang sintesis interleukin-1 (IL-1). Mekanisme lain yang mungkin berperan sebagai pirogen eksogen, misalnya endotoksin, bekerja langsung pada hipotalamus untuk mengubah pengatur suhu. Radiasi, racun DDT dan racun kalajengking dapat pula menghasilkan demam dengan efek langsung terhadap hipotalamus. Beberapa bakteri memproduksi eksotoksin yang akan merangsang secara langsung makrofag dan monosit untuk melepas IL-1. Mekanisme ini dijumpai pada scarlet fever dan toxin shock syndrome. Pirogen eksogen dapat berasal dari mikroba dan non-mikroba.2) Pirogen Mikrobiala) Bakteri Gram NegatifPirogenitas bakteri Gram-negatif (misalnya Escherichia coli, Salmonella) disebabkan adanya heat-stable factor yaitu endotoksin, yaitu suatu pirogen eksogen yang pertama kali ditemukan. Komponen aktif endotoksin berupa lapisan luar bakteri yaitu lipopolisakarida (LPS). Endotoksin menyebabkan peningkatan suhu yang progresif tergantung dari dosis (dose-related). Apabila bakteri atau hasil pemecahan bakteri terdapat dalam jaringan atau dalam darah, keduanya akan difagositosis oleh leukosit, makrofag jaringan dan natural killer cell (NK cell). Seluruh sel ini selanjutnya mencerna hasil pemecahan bakteri dan melepaskan interleukin-1, kemudian interleukin-1 tersebut mencapai hipotalamus sehingga segera menimbulkan demam. Endotoksin juga dapat mengaktifkan sistem komplemen dan aktifasi faktor Hageman. b) Bakteri Gram PositifPirogen utama bakteri gram-positif (misalnya Staphylococcus, Streptococcus) adalah peptidoglikan dinding sel. Bakteri gram-positif mengeluarkan eksotoksin, dimana eksotoksin ini dapat menyebabkan pelepasan daripada sitokin yang berasal dari T-helper dan makrofag yang dapat menginduksi demam. Per unit berat, endotoksin lebih aktif daripada peptidoglikan. Hal ini menerangkan perbedaan prognosis yang lebih buruk berhubungan dengan infeksi bakteri gram-negatif. Mekanisme yang bertanggung jawab terjadinya demam yang disebabkan infeksi pneumokokus diduga proses imunologik. Penyakit yang melibatkan produksi eksotoksin oleh basil gram-positif (misalnya difteri, tetanus, dan botulinum) pada umumnya demam yang ditimbulkan tidak begitu tinggi dibandingkan dengan gram-positif piogenik atau bakteri gram-negatif lainnya.

Sesak nafas Sesak nafas yang dialami Ny. Yani disebabkan oleh stenosis katup mitral yang diderita. Penyempitan lubang katup yang terjadi membuat tekanan atrium kiri meningkat untuk mempertahankan pengisian ventrikel dan curah jantung. Peningkatan tekanan atrium kiri akan mengakibatkan peningkatan vena pulmonalis yang dapat menyebabkan sesak nafas.

BB turun 5 kg Endokarditis membuat curah jantung menurun, jadi oksigen yg disalurkan ke sistem juga menurun. Karena O2 yg disalurkan ke sistem sedikit, menyebabkan asidosis metabolik. Kemudian otak mengkompensasinya dengan cara mengeluarkan asam dari urin dan menaikkan asam lambung sehingga menyebabkan mual dan tidak nafsu makan. Karena tidak ada nafsu makan, asupan nutrisi berkurang sehingga berat badan menjadi turun.

Menggigil Proses peradangan diawali dengan masuknya racun kedalam tubuh kita. Contoh racun yang paling mudah adalah mikroorganisme penyebab sakit. Mikroorganisme (MO) yang masuk ke dalam tubuh umumnya memiliki suatu zat toksin/racun tertentu yang dikenal sebagai pirogen eksogen. Dengan masuknya MO tersebut, tubuh akan berusaha melawan dan mencegahnya yakni dengan memerintahkan tentara pertahanan tubuhantara lain berupa leukosit, makrofag, dan limfosit untuk memakannya (fagositosit). Dengan adanya proses fagositosit ini, tentara-tentara tubuh itu akan mengelurkan senjata berupa zat kimia yang dikenal sebagai pirogen endogen (khususnya interleukin 1/ IL-1) yang berfungsi sebagai anti infeksi. Pirogen endogen yang keluar, selanjutnya akan merangsang sel-sel endotel hipotalamus (sel penyusun hipotalamus) untuk mengeluarkan suatu substansi yakni asam arakhidonat. Asam arakhidonat bisa keluar dengan adanya bantuan enzim fosfolipase A2. Proses selanjutnya adalah, asam arakhidonat yang dikeluarkan oleh hipotalamus akan pemacu pengeluaran prostaglandin (PGE2). Pengeluaran prostaglandin pun berkat bantuan dan campur tangan dari enzim siklooksigenase (COX). Pengeluaran prostaglandin ternyata akan mempengaruhi kerja dari termostat hipotalamus. Sebagai kompensasinya, hipotalamus selanjutnya akan meningkatkan titik patokan suhu tubuh (di atas suhu normal). Adanya peningkatan titik patakan ini dikarenakan mesin tersebut merasa bahwa suhu tubuh sekarang dibawah batas normal. Akibatnya terjadilah respon dingin/ menggigil. Adanya proses mengigil ini ditujukan utuk menghasilkan panas tubuh yang lebih banyak. Adanya perubahan suhu tubuh di atas normal karena memang setting hipotalamus yang mengalami gangguan oleh mekanisme di atas inilah yang disebut dengan demam atau febris. Demam yang tinggi pada nantinya akan menimbulkan manifestasi klinik (akibat) berupa kejang.

BerkeringatKeringat dikeluarkan tubuh untuk dapat mempertahan

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended