Home >Documents >TUTORIAL SKENARIO C BLOK 17.docx

TUTORIAL SKENARIO C BLOK 17.docx

Date post:07-Dec-2015
Category:
View:220 times
Download:75 times
Share this document with a friend
Transcript:

LAPORAN TUTORIALSKENARIO B BLOK 17

Kelompok 9Tutor : dr. Ligeran M.kesVirdhanitya Vialetha04011381320045Dwina Yunita Marsya04011381320051Hendri Fauzik04011181320021Ha Sakinah Se04011181320027Anita Pradiastuti04011281320015Shepty Ira Luthfia04011281320021Rikka Wijaya04011281320037Stefanie Angeline04011381320005Chyntia Tiara Putri04011181320047Aprilia Kartini04011181320049Patima Sitompul04011181320069

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS SRIWIJAYA PALEMBANG2015

DAFTAR ISI

Daftar Isi ....................2Kata Pengantar ..............................................................................................................3BAB I : Pendahuluan 1.1 Latar Belakang.....41.2 Maksud dan Tujuan.....4BAB II:Pembahasan2.1 Data Tutorial....5 2.2Skenario Kasus .......6 2.3Paparan I. Klarifikasi Istilah. ...................7II.Identifikasi Masalah.................9III.Analisis Masalah .................................IV. Sintesis Masalah...................... V. Kerangka Konsep.................BAB III : Penutup3.1 Kesimpulan ....................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan tutorial yang berjudul Laporan Tutorial Skenario C Blok 17 sebagai tugas kompetensi kelompok. Salawat beriring salam selalu tercurah kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat, dan pengikut-pengikutnya sampai akhir zaman.Kami menyadari bahwa laporan tutorial ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan di masa mendatang.Dalam penyelesaian laporan tutorial ini, kami banyak mendapat bantuan, bimbingan dan saran. Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan syukur, hormat, dan terimakasih kepada :1. Allah SWT, yang telah merahmati kami dengan kelancaran diskusi tutorial,2. dr. Legiran M.kes selaku tutor kelompok IX,3. teman-teman sejawat FK Unsri,4. semua pihak yang telah membantu kami.Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas segala amal yang diberikan kepada semua orang yang telah mendukung kami dan semoga laporan tutorial ini bermanfaat bagi kita dan perkembangan ilmu pengetahuan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.

Palembang, april 2015

Kelompok IX

BAB IPENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANGPada laporan tutorial kali ini, laporan membahas blok mengenai Sistem Digestive yang berada dalam blok 17 pada semester 4 dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang.Pada kesempatan ini, dilakukan tutorial studi kasus sebagai bahan pembelajaran untuk menghadapi tutorial yang sebenarnya pada waktu yang akan datang.

1.2MAKSUD DAN TUJUANAdapun maksud dan tujuan dari materi praktikum tutorial ini, yaitu:1. Sebagailaporantugaskelompoktutorialyangmerupakanbagiandarisistem KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang.2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario dengan metode analisis dan pembelajaran diskusi kelompok.3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial dan memahami konsep dari skenario ini.

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 DATA TUTORIALTutor: dr. Ligeran M.kesModerator: Anita PradiastutiSekretaris: Rikka WijayaPeraturantutorial:1. Alatkomunikasidinonaktifkan atau di-silent.2. Semua anggota tutorial harus aktif mengeluarkan pendapat dengan mengacungkan tangan terlebih dahuludan setelah dipersilahkan oleh moderator.3. Tidakdiperkenankan kepada anggota tutorial untuk meninggalkanruanganselamaprosestutorialberlangsug kecuali apabila ingin ke toilet.

2.2 SKENARIOSskenario C blok 17 tahun 2015Amir a boy, 12 month was hospitalized due to diarrhea. four days before admission, the patient had non projectile vomiting 6 times a day. He vomited what he ate. Three days before admision the patient got diarrhea 10 times a day around half glass in every defecation, there was no blood and mucous/pus in it. The frequency of vomiting decreased. Along those 4 days, he drank eagerly and was given pain water. He also got mild fever. Yesterday, he looked worsening, still had diarrhea but no vomiting. The amount of urination in 8hours ago was less than usual. Amirs family livesw in slum area. Physical Examination Patient looks severely ill, compos mentis but weak (lethargic), BP 70/50 mmHg, RR 38x/m, HR 144 x/m regular but weak, body temperature 38.7C, BW 8,8 kg, BH 75 cmHead: sunken eye, no tears drop, and dry mouth.Thorax: similiar movement on both side, retraction (-/-), vesicular breath sound, normal heart sound. Abdomen: flat, shuffle, bowel sound increases. Liver is palpable 1 cm below arcus costa and xiphoid processus. Spleen unpalpable. Pinch the skin of the abdomen: very slowly ( longer than 2 seconds). Redness skin sorrounding anal orifice.Axtremities: cold hand and feet

Laboratory ExaminationHb 12,8 g/dl, WBC 9.000/mm, differential count: 0/1/16/48/35/0.Urine routine Macroscopic: yellowish colourMicroscopic: WBC (-), RBC (-), protein (-).Faeces routineMacroscopic: water more than waste material, blood (-), mucous (-)WBC: 2-4/HPF, RBC 0-1/HPF

2.3 I. Klarifikasi Istilah No. IstilahPengertian

1.diarrheaPeningkatan frekuensi buang air besar dibandingkan dengan normal, atau buang air besar lebih mendasari biasa nya. Penyeebab meliputi infeksi sistem pencernaaan, obat-obatan seperti antibiotik, malabsorbsi, dan syndrom iritasi usus besar

2.Non projectile vomitingMuntah yang tidak menyemprot

3.Defecation Pengeluaran zat sisa yang berbentuk padat atau buang air besar

4.Mucous/pusCairan daya protein hasil proses peradangan yang mengandung leukosit, debris seluler dan cairan encer

5.vomitingPengeluaran paksa isi lambung melalui mulut

6.Mild fever Suhu tubuh di atas 37,5 C - 39 C

7.Urination Pengeluaran urin

8.Slum area Area yang kotor

9.lethargicPenurunan tingkat kesadaran ditandai dengan lesu, mengantuk dan apatis

10.Sunken eyePengeringan jaringan lunak di belakang mata yang menyebabkan mata susuk dan tertarik ke dalam

11.Shuffle abdomen Lunak, defans muskular yang negatif

12.Anal orifice Lubang anus

13.WBC: 2-2/HPFPemeriksaan mikroskopik urin , lapangan pandang kuat . pemeriksaanya dilakukan dengan lensa objektif 40x untuk mengindentifikasi sel ( eritrosit, leukosit, epitel), bakteri

I. Identifikasi Masalah

No.MasalahKonsen

1.Amir a boy, 12 month was hospitalized due to diarrhea and hes family lives in slum area.VVVVV

2.four days before admission, the patient had non projectile vomiting 6 times a day. He vomited what he ate.VV

3.Three days before admision the patient got diarrhea 10 times a day around half glass in every defecation, there was no blood and mucous/pus in it. The frequency of vomiting decreased. Along those 4 days, he drank eagerly and was given pain water. He also got mild fever.VV

4.Yesterday, he looked worsening, still had diarrhea but no vomiting. The amount of urination in 8hours ago was less than usual.VV

5.

Physical Examination Patient looks severely ill, compos mentis but weak (lethargic), BP 70/50 mmHg, RR 38x/m, HR 144 x/m regular but weak, body temperature 38.7C, BW 8,8 kg, BH 75 cmHead: sunken eye, no tears drop, and dry mouth.Thorax: similiar movement on both side, retraction (-/-), vesicular breath sound, normal heart sound. Abdomen: flat, shuffle, bowel sound increases. Liver is palpable 1 cm below arcus costa and xiphoid processus. Spleen unpalpable. Pinch the skin of the abdomen: very slowly ( longer than 2 seconds). Redness skin sorrounding anal orifice.Axtremities: cold hand and feetV

6.Laboratory ExaminationHb 12,8 g/dl, WBC 9.000/mm, differential count: 0/1/16/48/35/0.Urine routine Macroscopic: yellowish colourMicroscopic: WBC (-), RBC (-), protein (-).Faeces routineMacroscopic: water more than waste material, blood (-), mucous (-)WBC: 2-4/HPF, RBC 0-1/HPFV

II. Analisis Masalah

1. Amir a boy, 12 month was hospitalized due to diarrhea and hes family lives in slum area.1. Bagaimana hubungan usia, jenis kelamin dan lingkungan terhadap kasus? Faktor usiaAnak usia di bawah 2 tahun sangat rentan terkena penyakit. Banyak faktor penyebab dan risiko yang berkontribusi terhadap kejadian diare pada anak, terutama pada bayi dimana daya tahan tubuh anak masih rendah sehingga rentan untuk terkena penyakit infeksi seperti diare. Bila ditinjau dari tahapan tumbuh kembang bayi menurut Sigmund Freud, bayi berada pada fase oraldimana kepuasan anak ada pada daerah mulut, sehingga apapun dimasukan kedalam mulut, ini mengakibatkan anak mudah mengalami penyakit infeksi terutama pada saluran pencernaan. Pada tahapan anak toddler, anak berada pada fase anal dimana fase ini diperkenalkan toilet training yaitu anak mulai diperkenalkan dan diajarkan untuk melakukan buang air besar di toilet ataujamban yang benar, kebiasaan anak buang air besar di sembarang tempat dan diarea terbuka seperti digot dan ditanah menyebabkan resiko untuk terjadinya penularan diare.Faktor Jenis KelaminDari beberapa penelitian yang dilakukan bahwa terdapat perbedaan jumlah kasus anak laki-laki dan perempuan yang menderita diare. Palupi (2009) dalam penelitiannya tentang status gizi hubungannya dengan kejadian diare pada anak diare, menjelaskan bahwa pasien laki-laki yang menderita diare lebih banyak dari pada perempuan dengan perbandingan 1,5:1 (dengan proporsi pada anak laki-laki sebesar 60 % dan anak perempuan sebesar 40%. Hal ini sejalan dengan

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended