Home >Documents >Tugas Seni Budaya

Tugas Seni Budaya

Date post:09-Nov-2015
Category:
View:215 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
sosbud
Transcript:

TUGAS SENI BUDAYA

TUGAS SENI BUDAYA Avicenna Hanan Danzen Junami Nadya HusniNur AfidaSTASIUN KOTA BARUSecuil sejarah Stasiun Kota Baru MalangatauStasiun Malang Kotabarumerupakan stasiun kereta api (KA) terbesar di Malang yang berada di pusat kota (Balai Kota Malang), tepatnya berada di Kecamatan Klojen. Jadi tak usah heran kalau Ngalamers mendengar warga Malang menyebut stasiun kereta api ini dengan "Stasiun Klojen".Konon sebelum Stasiun Kota Baru Malang didirikan, warga Malang masih banyak yang menggunakanStasiun Kota Lamayang ada di Jalan Kol. Sugiono, Ciptomulyo Malang. Pada sekitaran tahun 1880-an, stasiun inilah yang banyak berfungsi menghubungkan Kota Malang dengan kota-kota lain hingga Stasiun Kota Baru dibangun.Stasiun Kota Baru mulai didirikan sekitar tahun 1940-an. Struktur bangunannya dibuat berdasarkan karyaJ. van der Eb. Perkembangan Arsitektur Antara Tahun 1870-1900Akibat kehidupan di Jawa yang berbeda dengan cara hidup masyarakat Belanda di negeri Belanda maka di Hindia Belanda (Indonesia) kemudian terbentuk gaya arsitektur tersendiri. Gaya tersebut sebenarnya dipelopori oleh Gubernur Jenderal HW. Daendels yang datang ke Hindia Belanda (1808-1811). Daendels adalah seorang mantan jenderal angkatan darat Napoleon, sehingga gaya arsitektur yang didirikan Daendels memiliki ciri khas gaya Perancis, terlepas dari kebudayaan induknya, yakni Belanda.Gaya arsitektur Hindia Belanda abad ke-19 yang dipopulerkan Daendels tersebut kemudian dikenal dengan sebutanThe Empire Style.Gaya ini oleh Handinoto juga dapat disebut sebagaiThe Dutch Colonial.Gaya arsitekturThe Empire Styleadalah suatu gaya arsitektur neo-klasik yang melanda Eropa (terutama Prancis, bukan Belanda) yang diterjemahkan secara bebas. Hasilnya berbentuk gaya Hindia Belanda (Indonesia) yang bergaya kolonial, yang disesuaikan dengan lingkungan lokal dengan iklim dan tersedianya material pada waktu itu (Akihary dalam Handinoto, 1996: 132). Ciri-cirinya antara lain: denah yang simetris, satu lantai dan ditutup dengan atap perisai. Karakteristik lain dari gaya ini diantaranya: terbuka, terdapat pilar di serambi depan dan belakang, terdapat serambi tengah yang menuju ke ruang tidur dan kamar-kamar lain. Ciri khas dari gaya arsitektur ini yaitu adanya barisan pilar atau kolom (bergaya Yunani) yang menjulang ke atas serta terdapatgeveldan mahkota di atas serambi depan dan belakang. Serambi belakang seringkali digunakan sebagai ruang makan dan pada bagian belakangnya dihubungkan dengan daerah servis (Handinoto, 1996: 132-133).FOTO LAWAS VS SEKARANG

FOTO LAWAS VS SEKARANG

TERIMAKASIH