Home >Documents >Tugas Awal Dr. Djoko

Tugas Awal Dr. Djoko

Date post:01-Mar-2018
Category:
View:224 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    1/18

    LAPORAN KASUS

    ILMU KESEHATAN MATA

    Disusun oleh:

    Eka Rujianto Herotama

    012106140

    !ikri" Hakim

    012116#$#

    Pembimbing:

    %r& joko Heru Santo'a( S)&M

    *AKULTAS KEOKTERAN UNI+ERSITAS SULTAN A,UN,

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    2/18

    KEPANITERAAN ILMU PEN-AKIT MATA

    RUMAH SAKIT R LOEKMONO HAI KUUS

    PERIOE #0 Mei. 2/ uni 2016

    1& ,amar %an 'eutkan )enam)an 'aita" o"a mata3

    a. K onju ng tiva: membran yang menutupi sklera dan kelopak mata bagian belakang.

    b. Sklera :jaringan ikat yang kenyal dan memberikan bentuk pada mata, merupakan

    bagian terluar yang melindungi bola mata.

    c. Kornea : bagian terdepan sklera yang bersifat transparan yang memudahkan sinar

    masuk ke dalam bola mata

    d. Camera oculli anterior : ruang yang terisi oleh humor aueous dan dibatasi oleh

    korneadi sebelah anterior dan dibatasi iris di sebelah posterior.

    e. ! umor a uos : cairan jernih seperti air yang mengisi bilik mata depan dan belakang.

    f. "vea : lapisan vaskular yang merupakan jaringan lunak, terdiri atas iris, badan siliar,

    dan koroid.

    g. Pupil : lubang bundar di bagian tengah iris yang analog dengan apertura lensa pada

    sebuah kamera.

    h. Camera o culli p osterior : ruang yang terisi oleh humor aueous, terletak di sebelah

    anterior lensa dan di sebelah posterior iris.

    i. #ensa mata : badan yang bening dan bikonveks, berfungsi membiaskan cahaya

    sehingga difokuskan pada retina.

    j. Korpus siliaris : bagian traktus uvealis di antara iris dan koroid. $erdiri atas

    processus ciliares dan musculus ciliaris.

    k. Korpus vitreum : massa gelatinosa lunak, transparan, dan tak ber%arna yang mengisibola mata di belakang lensa kristalina.

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    3/18

    l. &etina : membran bening dan tipis terdiri atas penyebaran serabut ' serabut saraf

    optik, letaknya diantara korpus vitreum dan koroid.

    m. (akula lutea : daerah retina sentralis berdiameter ) mm, yang didefinisikan secara

    anatomis sebagai daerah dengan pigmen *antofil kuning.

    2& ,amar %an je"a'kan "inta'an )en"iatan 5visual pathway3

    Serabut+serabut nervus optikus merupakan akson dari sel+sel dalam lapisan

    ganglionik retina. (eraka bersatu pada diskus optikus dan keluar dari mata sebagai

    nervus opticus. Serabut+serabut n.opticus adalah bermielin, tetapi selubung mielinnya

    dibentuk oleh oligodendroglia bukan oleh sel Sch%ann karena n.opticus sesuai dengan

    traktus yang terdapat dalam susunan saraf pusat. ervus optikus meninggalkan rongga

    orbita melalui canalis opticus dan bersatu dengan nervus opticus sisi lain untuk

    membentuk chiasma opticum.

    Chiasma opticum terletak pada perbatasan dinding anterior dan dasar ventrikel

    ---. Pada chiasma opticum, bagian nasal macula menyilang garis tengah dan masuk ke

    traktus opticus sisi kontralateral, sedangkan serabut+serabut dari bagian temporal retina

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    4/18

    termasuk bagian temporal macula, berjalan ke posterior dalam tractus opticus sisi yang

    sama.

    $ractus opticus keluar dari chiasma opticum dan berjalan ke posterolateral sekitar

    pedinculus cerebri. Sebagian besar serabut berakhir dengan bersinap dengansel+sel saraf

    dalam corpus geniculatum lateral. kson sel+sel saraf dalam corpusgeniculatum lateral

    meninggalkannya untuk membentuk radiation optica. $raktus opticus berjalan ke

    posterior melalui pars retro+lenticularis capsula interna dan berakhir padakorteks

    penglihatan /area 012 yang terletak di bibir atas dan ba%ah fisura calcarina pada

    permukaan medial hemisfer cerebri. Korteks asosiasi penglihatan /area 03dan 042

    bertanggung ja%ab untuk pengenalan obyek dan persepsi %arna.

    #& ,amar )ro%uk'i %an 'irku"a'i umour a7uo'3

    !umor aueous diproduksi oleh corpus ciliaris.Setelah dikumpulkan di bilik mata

    belakang, humor aueous mengalir melalui pupil ke bilik mata depan lalu ke anyaman

    trabekular (esh%ork di sudut bilik mata depan. Kemudian melalui kanalis Schlemm,

    humor aueous mengalir ke dalam sistem vena /5ena Ciliaris nterior2.

    6utflo% dari humor aueous tergantung pada:

    #ebar sudut bilik mata depan /C62

    Kerapatan jaringan trabekulum (esh%ork

    4& Seutkan )emaian 'e8ara k"ini' katarak e'erta eja"a %an tan%a tia) 'ta%ium3

    a& Katarak Konenita"

    -$erjadi sebelum atau segera setelah lahir dan bayi berusia kurang dari 0 tahun

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    5/18

    -$erdapat ri%ayat infeksi prenatal: rubella pada trimester pertama, dan

    pemakaian obat selama kehamilan. Kadang+kadang pada ibu hamil terdapat

    ri%ayat kejang, tetani, ikterus atau hepatosplenomegali.

    -Pada pupil terlihat bercak putih7 suatu leukokoria.

    -5isus tidak mencapai 878 karena ambliopia

    & Katarak u9eni"

    -Pada anak usia )bulan ' 4 tahun.

    8& Katarak Seni"i'

    -Semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut, pada usia 9;tahun.

    In'i)ien Imatur Matur Hi)ermatur

    Kekeruan &ingan Sebagian Seluruh (assif :airan

    Len'a

    ormal laukoma

    %& Katarak ;rune'en

    -

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    6/18

    (ata tenang tanpa tanda+tanda dari luar, perjalanan pelan tapi progresif, tekanan

    bola mata ? @A mm!g, ada tunnel vision / penyempitan lapang pandang2, kabur

    pada sore hari, C6 dalam.

    & ,"au8oma )rimer 'u%ut tertutu)

    -Stadium prodromal7subakut :

    >ejala : sakit kepala sebelah pada mata yang sakit / timbul pada %aktu sore hari7

    ditempat gelap2, penglihatan sedikit menurun, melihat hallo disekitar lampu, mata

    merah

    $anda : injeksi silier ringan, edema kornea ringan, $-6 meningkat

    -Stadium akut7 inflamasi

    >ejala : sakit kepala hebat sebelah pada mata yang sakit, kadang disertai mual

    muntah, mata merah, penglihatan kabur, melihat hallo

    $anda : injeksi silier, edema kornea, C6 dangkal, $yndall effect /=2, pupil

    melebar7lonjong, reflek pupil /+2, $-6 sangat tinggi

    -bsolut

    >ejala dan tanda : penglihatan buta /visus B ;2, sakit kepala, mata merah, $-6

    sangat tinggi, kesakitan

    -Degenerative

    >ejala dan tanda : visus B ;, degenerasi kornea / bullae,vesikel2, mata perih

    sekali, $-6 tinggi tanpa rasa sakit.

    c. ,"au8oma 'ekun%er: akibat obat, trauma, komplikasi penyakit bola mata7sistemik

    d. ,"au8oma 8onenita": lakrimasi, fotophobia, kornea suram, diameter kornea besar

    6& Seutkan )emaian 'e8ara k"ini' er%a'arkan anatomi'n=a %ari u9eiti' e'erta

    eja"a %an tan%an=a3

    >ejala umum uveitis

    (ata merah

    Penglihatan kabur

    Kemeng 7 sakit

    Silau

    rocos

    (enurut anatomi :

    "veitis anterior :

    -ritis : radang terutama pd iris

    -ridocyclitis : radang pd iris dan corpus ciliareKeratouveitis : radang pd iris dan kornea

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    7/18

    Sclerouveitis : radang pd iris dan sclera

    "veitis intermediate :

    &adang pd bagian belakang corpus ciliare /pars planitis2

    "veitis posterior :

    &adang pd choroid /choroiditis7chorioretinitis2

    Panuveitis :

    &adang seluruh jaringan uvea

    $anda objektif uveitis :

    "veitis anterior

    5isus turun

    Cilier injectie

    Keratic praecipitates /KPs2

    &eaksi inflamasi di C6

    !umor akuos keruh /efek tyndall positif2, hypopion

    -ris oedem

    Pupil miosis

    Synechia /anterior 7 posterior2

    odul di iris /Koeppe,

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    8/18

    -diopatic dgn tanda spesifik uveitis /syndroma uveitis dari Euchs2.

    -diopatic dgn tanda uveitis non+spesifik

    $& Seutkan )emaian 'e8ara k"ini' %ari a"a'io retina er%a'arkan )en=ean=a3

    a& A"a'i retina rematoeno'a

    blasi terjadi akibat adanya robekan pada retina sehingga cairan masuk ke

    belakang antara sel pigmen epitel dengan retina. $erjadi pendorongan retina oleh

    badan kaca cair /fluid vitreus2 yang masuk melalui robekan atau lubang pada retina

    ke rongga subretina sehingga mengapungkan retina dan terlepas dari lapis epitel

    pigmen koroid.

    (ata yang berbakat mengalami ablasi retina adalah mata dengan miopi tinggi,

    pasca retinitis, dan retina yang memperlihatkan degenerasi di bagian perifer, ;F

    ablasi yang timbul pada afakia terjadi pada tahun pertama.

    & A"a'i retina ek'u%ati>

    Gaitu ablasi yang terjadi akibat tertimbunnya eksudat di ba%ah retina dan

    mengangkat retina. Penimbunan cairan subretina sebagai akibat keluarnya cairan

    dari pembuluh darah retina dan koroid /ekstravasasi2

    8& A"a'i retina tarikan atau trak'i

    Pada ablasi ini lepasnya jaringan retina terjadi akibat tarikan jaringan parut

    pada badan kaca yang akan mengakibatkan ablasi retina dan penglihataan

    turun tanpa rasa sakit.

    Pada badan kaca terdapat jaringan fibrosis yang dapat disebabkan diabetes

    mellitus proliferatif, trauma, dan perdarahan badan kaca akibat bedah atau

    infeksi

    Pengobatan ablasi akibat tarikan di dalam badan kaca dilakukan dengan melepaskan

    tarikan jaringan parut atau fibrosis di dalam badan kaca dengan tindakan yang disebut

    vitrektomi.

    >ejala dan tanda:

    a. (etamorfopsi berupa makropsi dan mikropsi

    b. Eotopsi /melihat adanya kilatan+kilatan cahaya beberapa hari sampai beberapa

    minggu sebelumnya2

    c. Seolah+olah melihat suatu tirai yang bergerak ke suatu arah karena cairan

    ablasi bergerak mencari tempat yang rendah

    d. 5isus sentral hilang jika terjadi di bagian temporal /letak makula lutea2. $etapi

    jika terdapat di bagian nasal, visus sentral lebih lambat terganggu

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    9/18

    e. #ambat laun tirai makin turun dan menutupi sama sekali matanya /karena

    terdapat ablasi retina total sehingga persepsi cahayanya menjadi ;2

    ?& Seutkan eja"a %an tan%a u"ku' kornea =an %i'eakan o"e jamur %an akteri3

    a. (ata merah, sakit, fotofobia, penglihatan menurun, kekeruhan ber%arna putih

    dimata, defek epitel yang dikelilingi leukosit polimorfonuklear.

    b. 6leh bakteri :

    -kokus gram positif staf. aureus, streptokokus pneumoni : tukak tidak terbatas

    berbentuk bulat7lonjong ber%arna putih abu+abu pada anak tukak yang supuratif

    -pseudomonas : tukak akan terlihat melebar dengan cepat, bahan purulen ber%arna

    kuning hijau terlihat melekat pada permukaan tukak.

    c. 6leh jamur :

    -infiltrate ber%arna abu+abu dikelilingi infiltrate halus disekitarnya /fenomena

    satelit2

    @& Seutkan eja"a %an tan%a konjunti9iti' =an %i'eakan akteri( 9iru'( %an

    a"eri 3

    atal Sedikit + Sedikit (encolok -njeksi "mum #ocal "mum "mum

    odulpreaurikular Harang #aim #aim +

    Pe%arnaan

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    10/18

    11& A)a >un'i %ari oat

    a. (idriasil :

    $ermasuk obat sikloplegik /parasimpatolitik2 untuk melebarkan pupil yang

    kegunaan utamanya adalah:

    -(elebarkan pupil untuk keperluan oftalmoskopi.

    -(elumpuhkan otot+otot akomodasi, terutama pada pasien muda, untuk

    membantu pemeriksaan refraksi

    -(elebarkan pupil dan melumpuhkan otot akomodasi pada uveitis,

    untuk mencegah pembentukan sinekia serta meredakan nyeri dan

    fotofobia.

    b. Pantokain :

    Salah satu jenis anestetik topikal yang berguna untuk sejumlah prosedur

    diagnostik dan terapeutik, termasuk tonometri, pengangkatan benda asing atau

    jahitan, gonioskopi, kerokan konjungtiva, dan tindakan bedah ringan pada

    kornea dan konjungtiva. Satu dua tetes biasanya sudah cukup, tetapi dosisnya

    dapat diulang selama tindakan berlangsung.

    c. $imolol :

    6bat penyekat adrenergik+beta non+selektif yang diberijab secara topikal

    untuk pengobatan glaukoma sudut terbuka, glaukoma afakik, dan beberapa

    jenis glaukoma sekunder. Satu kali pakai dapat menurunkan tekanan

    intraokular selama [email protected][email protected] jam.

    d. Pilocarpine :

    (iotikum. Salah satu jenis obat parasimpatomimetik yang meningkatkan

    aliran keluar humor aueous dengan bekerja pada anyaman trabekular melalui

    kontraksi otot siliaris. amun pilocarpine jarang digunakan sejak

    ditemukannya analog prostaglandin, tapi masih dapat bermanfaat pada

    sejumlah pasien.

    e. cetaolamide:Penghambat anhidrase karbonat pada corpus ciliare untuk mengurangi sekresi

    aueous. Pemberian penghambat anhidrase karbonat per oral terutama berguna

    dalam menurunkan tekanan intraokular pada kasus glaukoma sudut terbuka

    tertentu dan dapat dipakai pada glaukoma sudut tertutup dengan sedikit efek.

    f. (anitol :

    Henis obat hiperosmotik yang dipakai untuk mengurangi tekanan intraokular

    dengan membuat plasma jadi hipertonik terhadap humor aueous. 6bat ini

    pada umumnya dipakai dalam penanganan glaukoma akut sudut tertutup dan

    6ftalmika Simpatika

    Panoftalmitis

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    11/18

    kadang+kadang pra atau pascabedah bila diindikasikan penurunan tekanan

    intraokular.

    g. >entamicin :

    ntibiotik yang diterima secara luas untuk digunakan pada infeksi mata berat,

    terutama ulkus kornea yang disebabkan oleh organisme gram+negatif.

    ntibiotik ini juga efektif terhadap banyak atfilokok gram+positif, tetapi tidak

    efektif terhadap streptokok. $elah banyak ditemukan strain bakteri yang

    resisten terhadap gentamicin.

    h. Kloramfenikol :

    ntibiotik yang efektif terhadap sejumlah besar organisme gram+positif dan

    gram+negatif. 6bat ini jarang menimbulkan sensitisasi lokal, tetapi sejumlah

    kasus anemia aplastik telah terjadi pada terapi jangka panjang.

    i. Ifisel tetes :

    Sebagai midriatikum.

    j. tropine tetes

    (erupakan sikloplegik yang efektif dan bekerja lama. Selain sebagai

    sikloplegik pada anak, atropine dipakai secara topikal dua atau tiga kali sehari

    dalam pengobatan iritis. 6bat ini juga dipakai untuk mempertahankan pupil

    agar tetap lebar setelah tindakan operasi intraokular.

    12& A)a =an %imak'u% %enanB

    a. !ipopion: Pus di bilik mata depan

    b. !ifema : Darah di bilik mata depan

    c. Sinekia anterior : Perlekatan iris ke kornea

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    12/18

    d. Sinekia posterior : Perlekatan iris ke lensa

    e. Keratic precipitate: Penimbunan sel radang di kornea posterior padauveitis.

    f. -nfiltrat: Sel+sel radang

    g. Pterygium: Pertumbuhan jaringan berbentuk segitiga yang meluas dari

    konjungtiva hingga menutupi kornea.

    h. $rikiasis: -nversi dan pergesekan bulu mata ke bola mata.

    i. Intropion: Kelopak mata yang melipat ke dalam.

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    13/18

    1#& Seutkan tria' akomo%a'i3

    a. Konvergensi

    b. Konstriksi pupil /miosis2

    c. Pencembungan lensa

    14& Seutkan 8ara korek'i )en%erita mio)ia3

    :ara o)tik

    Kacamata /#ensa Konkaf2

    Koreksi miopia dengan kacamata, dapat dilakukan dengan menggunakan lensa

    konkaf /cekung7negatif2 karena berkas cahaya yang mele%ati suatu lensa cekung akan

    menyebar.

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    14/18

    0. &adikal keratotomy /dengan pisau2 yaitu operasi dengan menginsisi kornea perifer

    sehingga kornea sentral menjadi datar. !al ini menyebabkan sinar yang masuk ke

    mata menjadi lebih dekat ke retina.

    @. I*cimer laser /dengan sinar laser2 yaitu operasi dengan menggunakan tenaga laser

    untuk mengurangi kecembungannya dan dilengketkan kembali.

    ). Keratomileusis yaitu bila kornea yang terlalu cembung di insisi kemudian dikurangi

    kecembungannya dan dilengketkan kembali.

    A. Ipiratopati yaitu operasi dengan melakukan penjahitan keratolens yang sesuai dengan

    koreksi refraksi ke kornea penderita yang telah di buang epitelnya.

    Cara operasi di atas masih mempunyai kekurangan ' kekurangan, oleh karena itu

    para ahli mencoba untuk mencari jalan lain yang dapat mengatasi kekurangan tersebut

    dengan jalan mengambil lensa mata yang masih jernih /clear lens e*traction7C#I2.

    1/& Seutkan ke"ainan re>rak'i %an %e>ini'in=a3

    a. Imetropia

    Keadaan refraksi mata, di mana semua sinar yang sejajar, yang datang dari jarak tak

    terhingga, dan jatuh pada mata yang dalam keadaan istirahat, akan dibiaskan tepat di

    retina.

    b. metropia

    Keadaan refraksi mata, di mana sinar sejajar yang datang dari jarak tak terhingga

    dan jatuh di mata dalam keadaan istirahat tak pernah dikumpulkan tepat di retina.

    (acam+macam ametropia adalah hipermetropia, miopia, astigmatisme.

    c. !ipermetropia

    (erupakan kelainan refraksi, di mana sinar yang sejajar yang datang dari jarak tak

    terhingga, oleh mata yang dalam keadaan istirahat dibiaskan di belakang retina.

    d. (iopia

    (erupakan kelainan refraksi, di mana sinar sejajar yang datang dari jarak tak

    terhingga oleh mata dalam keadaan istirahat dibiaskan di depan retina.

    e. stigmatismeDi sini sinar sejajar yang datang dari jarak tak terhingga, oleh mata dalam keadaan

    istirahat, dibiaskan tak tertentu, refraksi dalam tiap meridian tidak sama.

    f. Presbiopia

    (erupakan kelainan refraksi, di mana pungtum proksimum, yaitu titik dekat yang

    dapat dilihat dengan akomodasi maksimal telah begitu jauh, sehingga pekerjaan

    dekat yang halus sukar dilakukan, akibat berkurangnya daya akomodasi. Di sini

    sinar yang divergen, yang datang dari jarak dekat, dibiaskan di belakang retina.

    16& A)a =an %imak'u% %enanB

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    15/18

    a. Inukleasi : pengeluaran bola mata

    b. Ifiserasi : pengeluaran isi bola mata dengan sclera yang dibiarkan utuh

    c. fakia : suatu keadaan dimana mata tidak mempunyai lensa sehingga mata tersebut

    menjadi hipermetropia tinggi

    d. Pseudofakia : benda berbentuk lensa artificial yang bias ditanam, digunakan dalam

    terapi katarak -6# /-ntra 6kuler #ensa2

    e. Indhoptalmitis : peradangan berat dalam bola mata, biasanya akibat infeksi setelah

    trauma atau bedah, atau endogen akibat sepsis

    f. Iks en terasi :Pengangkatan seluruh isi orbita, termasuk bola mata dan sebagian atau

    seluruh kelopak mata.

    1$& Seutkan )emaian 'e8ara k"ini' %ari Retino)ati iaetikum3

    Klasifikasi retinopati D( /menurut bagian mata EK "-7&SC(2

    - Derajat - : terdapat mikroaneurismata dengan atau tanpa eksudat lemat pada

    fundus okuli

    - Derajat -- : terdapat mikroaneurismata, perdarahan bintik dan bercak dengan atau

    tanpa eksudat lemak pada fundus okuli

    - Derajat --- : terdapat mikroaneurismata, perdarahan bintik dan bercak, terdapat

    neovaskularisasi dan proliferasi pada fundus okuli.

    - Derajat -5 : vena+ vena melebar, sianosis, tampak sebagai sosis.

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    16/18

    -

    Derajat yang lebih berat : jika pada gambaran fundus mata kiri tidak samaberatnya dengan mata kanan.

    1?& Seutkan )emaian 'e8ara k"ini' %ari Retino)ati Hi)erten'i 3

    Klasifikasi &etinopati !ipertensi /menurut EK "-2

    $ipe 0 :

    - Eundus hipertensi dengan atau tanpa retinopati, tidak ada sclerosis, dan terdapat

    pada orang muda

    - Pada funduskopi : arteri menyempit dan pucat, arteri meregang dan percabangan

    tajam, perdarahan ada atau tidak ada,eksudat ada atau tidak ada

    $ipe @ :

    - Eundus hipertensi dengan atau tanpa retinopati sclerosis senile, terdapat pada

    oraang tua

    - Eunduskopi : pembuluh darah tampak mengalami penyempitan, pelebaran dan

    sheeting setempat

    - Perdarahan retina ada atau tidak ada. $idak ada edema papil

    $ipe ) :

    - Eundus dengan retinopati hipertensi dengan arteriosclerosis, terdapat pada orang

    muda

    - Eunduskopi : penyempitan arteri, kelokan bertambah fenomena crossing,

    perdarahan multiple, cotton %ool patches, macula star figure

    $ipe A : !ipertensi yang progresif

    - Eunduskopi : edema papil, cotton %ool patches, hard eksudat , dan star figure

    e*udat yang nyata.

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    17/18

    [email protected]& Seutkan )ere%aan konjunti9a injek'i %an kornea"C'i"iar injek'i3

    Injek'i Konjunti9a" Injek'i Kornea" C Injek'i Si"iar

  • 7/26/2019 Tugas Awal Dr. Djoko

    18/18

    lenyap sementara diberi epinefrin atau adrenalin 0:0;;;

    $idak ada fotofobia Eotofobia

    >atal !anya lakrimasi, sakit tekan dalam sekitar

    kornea

    Pupil dalam ukuran normal dengan reaksi

    normal

    Pupil irregular kecil /iritis2 dan lebar /glaukoma2

    20& Seutkan "a)i'an."a)i'an air mata e'erta 'umern=a3

    a. Li)i%B lapisan paling superfisial, untuk menstabilisasi dan mencegah

    evaporasi dari lapisan aueous, dan diproduksi oleh kelenjar meibom

    b. A7ueou'B lapisan intermediet. (enyediakan nutrisi bagi kornea,

    menghilangkan produk sisa, dan diproduksi oleh glandula orbital dan kelenjar

    kelopak mata ke+)

    c. Mu8u'B $erletak antara tear film dengan kornea yang bersifat hidrofobik,

    terdapat sekretori -g, dan diproduksi oleh sel goblet konjungtiva

Embed Size (px)
Recommended