Home >Documents >Tugas Agrohdirologi DAS

Tugas Agrohdirologi DAS

Date post:28-Dec-2015
Category:
View:20 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
Tugas Agrohdirologi DAS
Transcript:

PENGARUH PEMANASAN GLOBAL TERHADAP LINGKUNGAN DAN UPAYA PENCEGAHANNYA

JoniStya Nur IstiqomahYudi AdityaZulpa KhairiahD1A012075D1A012080D1A012083D1A012084

Dehan Rakka GusthiraD1A012043

Diusulkan oleh :

UNIVERSITAS JAMBIJAMBI2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT. Karena atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul Pengaruh Pemanasan Global Terhadap Lingkungan dan Upaya Pencegahannya.

Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini, penulis haturkan rasa terimakasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang telah memberikan motivasi dan sumbangsih dalam penyelesaian karya tulis ilmiah ini, kepada :1. Rektor Universitas Jambi Bapak Prof. Dr. H. Aulia Tasman, SE. M.Sc2. Dekan Fakultas Pertanian Bapak Dr. Ir. Saad Murdy, M.S.3. Dosen Pembimbing Ibu Dr. Ir. Henny. H M.Si.4. Orang tua beserta keluarga atas materi, dan doa yang tulus5. Serta teman-teman yang telah ikut mendukung secara moriil dan memberikan masukan ide-ide kreatif sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan.

Penulis sangat membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun sebagai landasan penulis dalam berkarya lebih baik lagi. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan dalam upaya pembangunan bangsa melalui pengoptimalan sumber daya yang tersedia.

Jambi, Juni 2014

Penulis

DAFTAR ISIKATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiiiBAB I1PENDAHULUAN11.1.Latar Belakang1a.Pengertian Pemanasan Global1b.Fenomena Pemanasan Global4c.Fenomena Perubahan Iklim71.2.Rumusan Masalah101.3.Tujuan10BAB II11TINJAUAN PUSTAKA112.1.GAMBARAN UMUM DAMPAK PEMANASAN GLOBAL11BABIII16METODE PENULISAN163.1.Teknik Studi Pustaka163.2.Metode Pengumpulan Data163.3.Metode Analisis Data16BAB IV18PEMBAHASAN184.1.ANALISA18Dampak Kenaikan Permukaan Air Laut Dan Banjir Terhadap Kondisi Lingkungan Bio-Geofisik Dan Sosial-Ekonomi Masyarakat214.2.SINTESIS23Upaya Upaya Yang Dapat Mengembalikan (Normalisasi Fungsi Kawasan) Melalui Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional231.Antisipasi Dampak Kenaikan Muka Air Laut dan Banjir melalui Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional232.Kebutuhan Intervensi Kebijakan Penataan Ruang dalam rangka Mengantisipasi Dampak Pemanasan Global terhadap Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.27BAB IV30PENUTUP305.1.Kesimpulan30DAFTAR PUSTAKA31

32

BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar Belakanga. Pengertian Pemanasan GlobalPemanasan global (Global Warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas - gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global termasuk Indonesia yang terjadi pada kisaran 1,5 40 C pada akhir abad 21. Pemanasan global menimbulkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan biogeofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dan sebagainya). Sedangkan dampak bagi aktivitas social ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dan sebagainya (Anonim, 2007 dalam Muhi, 2011). Pemanasan global (Global Warming) adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Temperatur rata - rata global pada permukaan bumi telah meningkat 0.18 C selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, sebagian besar peningkatan temperatur rata - rata global sejak pertengahan abad ke - 20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Peningkatan temperatur global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya muka air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat - akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan (Smart Click, 2011 dalam Muhi, 2011). Jadi, pemanasan global adalah merupakan meningkatnya temperatur di planet bumi secara global, meliputi peningkatan temperatur atmosfir, temperatur laut dan temperatur daratan bumi yang menimbulkan dampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap masa depan bumi termasuk manusia dan makhluk hidup lain. Dampak yang ditimbulkan cenderung mengancam eksistensi bumi, dan kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Banyak orang termasuk para ahli yang mensinyalir atau menuding bahwa penyebab kenaikan temperatrur bumi adalah aktivitas - aktivitas manusia yang memicu dan mendorong timbulnya gas efek rumah kaca. Berbagai aktivitas manusia yang memicu peningkatan gas efek rumah kaca antara lain kegiatan industri, pembabatan hutan secara terus - menerus, kendaraan bermotor, kegiatan peternakan dan rumah tangga. Pemicu atau penyumbang gas efek rumah tangga yang dominan adalah kegiatan industri (dan pabrik - pabrik), kendaraan bermotor, dan perambahan hutan yang berlangsung secara terus-menerus.Kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh manusia pada hakekatnya bertujuan untuk mensejahterakan kehidupan manusia. Namun, meningkatnya populasi manusia secara tajam, menyebabkan peningkatan kebutuhan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik dari segi kuantitas maupun dari sisi kualitas, sehingga faktor pertambahan penduduk ini mempengaruhi perubahan yang besar dalam lingkungan hidup (Soemarwoto, 2001).Disamping itu meningkatnya kegiatan perekonomian, dan pola konsumsi manusia yang berlebihan terhadap penggunaan energi dan peningkatan pembangunan lainnya, mengakibatkan penggunaan bahan bakar fosil seperti, minyak, batubara, dan gas, sebagai sumber energi, meningkat dengan tajam. Peningkatan penggunaan bahan bakar fosil ini mengakibatkan meningkatnya gas buangan seperti CO2, CH4, H2S yang disebut gas-gas rumah kaca (GRK). Keberadaan gas-gas tersebut telah mencapai kadar yang berlebihan, sehingga menahan panas akibat radiasi balik dari bumi, yang disebut efek rumah kaca (ERK). Meningkatnya ERK ini mengakibatkan kenaikan dari suhu bumi. Faktor lain yang menyebabkan kenaikan suhu bumi adalah akibat menipisnya lapisan ozon di atmosfer terutama di wilayah kutub (Bratasida, 2002). Lapisan ozon berfungsi sebagai pelindung radiasi langsung dari sinar matahari ke bumi sehingga kehidupan di bumi dapat berlangsung. Keberadaan bahan-bahan kimia khususnya yang dibuat oleh manusia seperti Chloro Fluoro Carbon (CFC), Halon, dll ternyata merupakan penyebab rusaknya lapisan ozon di atmosfer. Dengan menipisnya lapisan ozon, maka radiasi gelombang pendek matahari akan lolos ke lapisan atmosfir bumi, sehingga mengakibatkan meningkatnya suhu bumi.Gejala meningkatnya suhu bumi akibat peningkatan intensitas ERK dan menipisnya lapisan ozon di atmosfer, disebut pemanasan global. Beberapa pengamatan yang dilakukan di beberapa belahan dunia, menunjukkan bahwa indikasi terjadinya pemanasan global sudah semakin signifikan, antara lain dengan menipisnya ketebalan es di kutub utara dan selatan, naiknya permukaan air laut, dan meningkatnya suhu di kota-kota besar. Iklim merupakan salah satu dari komponen ekosistem, dengan variabel suhu, angin, dan curah hujan. Perubahan iklim terjadi karena terjadinya perubahan pada variabel dari iklim tersebut (Kwik Kian Gie, 2002). Sehingga meningkatnya suhu bumi atau terjadinya pemanasan secara global akan mengakibatkan terjadinya perubahan iklim secara global. Perubahan iklim akibat pemanasan global ini menyebabkan terjadinya perubahan curah hujan atau perubahan distribusi curah hujan. Sehingga beberapa wilayah akan mengalami kekurangan curah hujan dan di wilayah lain akan mengalami kelebihan curah hujan atau banjir. Disamping itu dengan mencairnya es di kedua kutub dan pemuaian massa air laut, berakibat kepada meningkatnya volume air laut. Kenaikan volume air laut ini menyebabkan tergenangnya daerah pantai yang rendah dan akan meningkatkan laju erosi pantai. Perubahan iklim dan bencana alam sangat berkaitan. Pemanasan global, yang diperkirakan akan menaikkan muka air laut setinggi 0.8 m abad ini, sangat mengancam kota pesisir- dimana sebagian besar kota berukuran mega di negara sedang berkembang terletak pada tahun 2025 (WB, 2003). Kenaikan muka air laut dan perubahan iklim global yang disebabkan oleh pemanasan global akan mempengaruhi kota-kota di kawasan pantai. Dampak yang ditimbulkan secara umum pada permukiman secara nasional serta kerugian yang terjadi dan daya adaptasi serta antisipasi yang perlu dilakukan menjadi fokus bahasan dalam tulisan ini.

a. b. Fenomena Pemanasan GlobalSecara alamiah, salah satu fenomena yang dirasakan sebagian besar umat manusia di seluruh dunia adalah perubahan temperatur yang cenderung meningkat. Temperatur udara terasa lebih panas dari tahun - tahun sebelumnya. Dimana - mana orang-orang membicarakan perubahan temperatur di permukaan bumi yang cenderung meningkat, baik di kalangan orang-orang terdidik maupun di kalangan orang awam. Senyatanya mereka membicarakan apa yang mereka rasakan. Berdasarkan kondisi yang dirasakan secara makro oleh masyarakat, para ahli-pun tid

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended