Home >Documents >Traumatic Brain Injury

Traumatic Brain Injury

Date post:19-Jan-2016
Category:
View:153 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Description:
TBI
Transcript:

49

49

Rehabilitasi Cedera Otak (Brain Injury)

Bab ini membahas rehabilitasi pada pasien brain injury, yang didefinisikan sebagai suatu injury (cedera) pada otak yang didapatkan oleh pasien, yang bersifat nonprogresif. Cedera otak traumatis (Traumatic Brain Injury (TBI)) adalah bentuk cedera yang paling sering terjadi. Yang kurang begitu sering terjadi, cedera otak biasa diakibatkan oleh anoksia dan beberapa tipe tertentu dari stroke, infeksi, dan tumor otak. Meskipun etiolologinya berbeda-beda, banyak pasien penderita brain injury memiliki riwayat klinis yang serupayang berawal dengan melemahnya fungsi global otak, perkembangan-perkembangan setelah melalui suatu periode penyembuhan fungsional, dan berakhir dengan level fungsi yang stabil tanpa adanya kerusakan lebih lanjut. Kesamaan riwayat klinisnya merupakan dasar pemikiran untuk memberikan program rehabilitasi yang sama dalam memperlakukan brain injury dengan etilogi-etiologi yang berbeda-beda, seperti halnya program-program rehabilitasi untuk urat saraf sumsum tulang belakang memperlakukan paraplegia dan tetraplegia dengan etiologi yang berbeda-beda.Bab ini mengkaji bahasan mengenai rehabilitasi brain injury dari sudut pandang kedokteran yang bertanggungjawab terhadap manajemen individu-individu penderita brain injury setelah berhenti dari perawatan akut. Bab ini menekankan pada komplikasi-komplikasi medis pasien-pasien rawat inap yang mendapatkan rehabilitasi brain injury. Topic-topik yang berkaitan dengan rehabilitasi brain injury yang tercakup di dalam buku ini pada bab-bab yang lain antara lain spastisitas (Bab 29), gangguan komunikasi (Bab 3), pengukuran outcome (Bab 8), ambulasi (Bab 5), dan kemampuan hidup sehari-hari (Bab 25).TBI diketahui sejak awal di dalam catatan sejarah kedokteran,96, 294 namun baru setelah abad duapuluh-an program-program rehabilitasi untuk pasien-pasien penderita brain injury ditemukan. Selama Perang Dunia I, 44 program-program tersebut mulai diadakan untuk membantu veteran-veteran perang yang menderita brain injury. Akhir abad duapuluh-an, perkembangan di bidang ini berkembang dengan begitu pesatnya, yang setidaknya memacu empat faktor yang terkait satu sama lain: (1) perkembangan-perkembangan sistem-sistem penanganan trauma dan perawatan neurosurgical yang meningkatkan angka harapan hidup penderita TBI203,317; (2) peningkatan prevalensi penderita-penderita yang mampu bertahan dari brain injury dengan kecacatan jangka panjang, yang menimbulkan beban emosional dan finansial bagi keluarga mereka351; (3) edukasi publik oleh organisasi-organisasi advokasi nasional, khususnya Brain Injury Association (dulunya the National Head Injury Foundation) di Amerika Serikat dan Headway di Inggris, yang meningkatkan pengenalan publik tentang kebutuhan-kebutuhan para penderita brain injury yang mampu bertahan dan keluarganya; (4) pertumbuhan pengetahuan mengenai biaya-biayayang diperkirakan $25.9 hingga $34.4 milyar di Amerika Serikat selama tahun 1986184bahwa TBI mengganggu hidup kemasyarakatan. Permasalahan brain injury saat ini merupakan fokus umum perhatian dari berbagai bidang, dari ilmu syaraf hingga pencegahan injury. Informasi lebih detil mengenai rehabilitasi brain injury, dan mengenai TBI pada umumnya, dapat ditemui di berbagai buku dan monograf. 25, 52, 88, 114, 149, 154, 171, 207, 215, 232, 260, 261, 295, 345. TERMINOLOGI BRAIN INJURYTraumatic Brain Injury. Istilah Traumatic Brain Injury (TBI) disahkan sebagai istilah umum untuk semua jenis injury terhadap otak yang disebabkan oleh faktor eksternal. 207 Seperti spinal cord injury, TBI merupakan istilah umum yang tidak mengimplikasikan suatu keadaanpatologi yang spesifik. Istilah alternatif dapat digunakan ketika terdapat kepentingan untuk menjelaskan keadaanpatologi TBI. Tabel 49-1 menampilkan terminologi yang umum digunakan untuk TBI. Sedangkan beberapa istilah terdahulu, yang singkatnya disebut head injury (atau head trauma), masih digunakan untuk menunjuk pada TBI, istilah-istilah dapat menyalahartikan. Head injury, sebagai contoh, hanya mengimplikasikan adanya injury pada otak. Lebih lanjut, istilah ini kadang kala digunakan untuk mengacu pada injury yang terbatas hanya di bagian wajah atau kepala, namun tanpa adanya injury pada otak. Dengan demikian istilah brain injury dipilih karena dengan jelas menunjukkan bahwa injury pd otak merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas, dan bahwa karena injury tersebut disebabkan oleh faktor eksternal.Nontraumatik Brain Injuries. Terminologi nontraumatic brain injuries mengindikasikan etiologi dan keadaanpatologi yang spesifik, dan oleh karenanya siap untuk dipahami. Istilah anoxic brain injury mengacu pada injury yang disebabkan oleh berkurangnya suplai oksigen ke otak. 145 Istilah ini ekuivalen dengan istilah hypoxic brain injury (injury otak hipoksi) dan hypoxic encephalopathy. Penyebab-penyebab utama injury otak anoksik adalah gagal jantung, gagal pernapasan, dan keracunan karbon monoksida. Istilah-istilah untuk injury otak nontraumatis lainnya, seperti stroke (Bab 50), infeksi, tumor, dan injury otak toksik-metaabolik,9 semuanya sudah cukup dikenal.PATOFISIOLOGI BRAIN INJURY

Bagian ini membahas patofisiologi kerusakan otak pada TBI dan injury otak anoksik. Patofisiologi stroke dijelaskan pada Bab 50. Detil-detil mengenai terminologi dan patofisiologi penyebab injury otak yang lainnya dibahas di bagian-bagian lain.9,24Traumatic Brain Injury

Patofisiologi TBI berbeda antara cedera kepala terbuka dan cedera kepala tertutup, di lain sisi, dan cedera otak penetrating di lain sisi. Berbagai macam mekanisme yang menyebabkan kerusakan otak traumatik dapat dikategorikan kepada mekanisme-mekanisme primer dan sekunder. Mekanisme primer terjadi pada saat tabrakan; meknisme sekunder dipacu oleh mekanisme primer dan, sebaliknya menyebabkan kerusakan otak.TABEL 49-1 Terminologi Traumatic Brain Injury

IstilahDefinisi

Cedera kepala akibat benda tumpulTrauma otak

Gegar otak (commotio cerebri)

Craniocerebral injury

Closed Head Injury

Cedera kepala (trauma capitis)

Trauma kepala

Cedera kepala traumatis

Cedera kepala terbuka

Cedera tembak

Penetrating head injury

Penetrating brain injury

Cedera tikaman

Traumatic brain injury yang disebabkan oleh kontak antara kepala dan benda tumpul; sinonim dengan nonpenetrating traumatic brain injury.Sinonim dengan traumatic brain injurySinonim dengan closed head injury, khususnya, closed head injury ringan.

Sinonim dengan traumatic brain injuryTraumatic brain injury dimana dura tetap utuh.

Traumatic brain injury dimana dura terbuka (misalnya., tercedera karena senjata tajam, terbentur benda bergerak, bertabrakan)

Tipe penetratic traumatic brain injury (misalnya., tembakan, pecahan bom dari suatu ledakan, senapan angin)Traumatic brain injury yang disebabkan oleh benda asing yang berpenetrasi ke dura memasuki otak (misalnya., cedera tembak, cedera tusukan, laserasi oleh suatu bend yng bergerak)Tipe penetrating traumatic brain injury (misalnya., tercedera dengan pisau)

Cedera Kepala Terbuka atau TertutupPada cedera kepala tertutup atau terbuka, otak dapat menjadi rusak karena kontak antara kepala dengan benda lain, dan/atau oleh akselerasi atau deselerasi otak dengan tengkorak kepala.146 Pada kasus yang dikarenakan pasien terjatuh, misalnya, otak dengan cepat berdeselerasi ketika kepala membentur tanah, dan dalam keadaancedera otak dengan cepat berakselerasi ketika senjata tersebut membentur kepala. Kecelakaan-kecelakaan motorik biasanya melibatkan baik akselerasi dan deselerasi.Sebagian besar meknisme-mekanisme primer kerusakan otak pada cedera kepala terbuka maupun tertutup disebabkan oleh akselerasi-deselerasi. Mekanisme-mekanisme utama kerusakan otak dihasilkan oleh akselerasi-deselerasi antara lain diffuse axonal injury (cedera aksonal yang menyebar), multiple petechial hemorrhages, cedera memar, dan cedera saraf kranial. Diffuse axonal injury133 mengacu kepada peregangan akson-akson yang tersebar meluas yang disebabkan oleh rotasi otak mengelilingi aksisnya. Distribusi kerusakan aksonal bersifat konsisten dengan model sentripetal cedera kepala tertutup,268 yang mempostulasikan bahwa tekanan yang terdesak oleh karena rotasi otak mencapai nilai terbesar di permukaan otak dan melemah pada struktur-struktur otak yang lebih dalam. Model tersebut dengan tepat memprediksikan bahwa neuroimaging (penginderaan saraf) abnormalitas-abnormalitas pada TBI yang lebih ringan cenderung ditemui di dekat korteks, namun pada TBI yang lebih parah ditemui di bagian dalam seperti halnya daerah-daerah permukaan otak.222 Pada TBI yang parah, kerusakan aksonal cenderung lebih besar pada saluran-saluran fiber yang lebih panjang (misalnya., corpus callosum).146 Tanpa mempedulikan poin yang menyebutkan kontak kepala dengan suatu objek eksternal, cedera-cedera memar paling sering terjadi di lobus-lobus inferior frontal dan anterior temporal, dimana tempurung kepala berdekatan dengan permukaan-permukaan bersifat irregular.146Mekanisme-mekanisme sekunder kerusakan otak traumatis termasuk pendarahan intrakranial (epidural, subdural, dan hematoma-hematoma intraserebral), pembengkakan otak (edema vasogenik atau sitogenik), eksitotoksitas, cedera oksidan, dan hipoksia yang dikarenakan menurunnya tekanan perfusion serebral. Baik kerusakan otak primer maupun sekunder dapat menimbulkan peningkatan tekanan intrakranial (increased intracranial pressure (ICP)), yang sebaliknya dapat memacu mekanisme-mekanisme kerusakan otak sekunder dalam suatu simpul feedback positif.146 Perubahan dan herniasi otak dapat dihasilkan oleh efek massa pembengkakan otak atau pendarahan intrakranial.hidrosefalus merupakan suatu sebab utama kerusakan otak sekunder yang dapat terjadi jauh setelah cedera tersebut dialami. (Perhatikan gambar 49-1 sebagai contoh kasus beberapa mekanisme cedera.

Embed Size (px)
Recommended