Home >Science >Tot upja 1 feasibility (yuti)

Tot upja 1 feasibility (yuti)

Date post:19-Mar-2017
Category:
View:162 times
Download:12 times
Share this document with a friend
Transcript:

Apresentao do PowerPoint

Analisis Kondisi Lapang UPJA (Usaha Jasa Pelayanan Alsintan):perspektif teknis, ekonomi, dan sosial

SyahyutiDiklat TOT Manajemen UPJA Angkatan IBBMKP Ciawi - 20 Februari 2017

1

1

Materi presentasi:Pengertian LEMBAGA vs ORGANISASIUPJA sebagai usaha ekonomi (kelayakan usaha)Program dan permasalahan Program Alsintan

2

2

Satu, Pengertian Lembaga (Institution) dan Organisasi (Organization)

3

3

Kekeliruan yang sering terjadi:

Menyebut lembaga (institution) sama dengan organisasi (organization). Contoh: Kelembagaan subak. Padahal dalam literatur berbahasa Inggris subak adalah nonformal organization.

Menganggap dengan membuat organisasi telah menyelesaikan masalah kelembagaan

Menganggap dengan mempelajari organisasi (dan jaringan) telah menganalisis kelembagaan

Kajian kelembagaan biasanya hanya meneliti kebijakan-kebijakan, belum termasuk norma-norma, dan kultural kognitif.

4

4

Ketidakkonsistenan konsep di level akademisi tentang Institution dan organization: What contstitutes an institution is a subject of continuing debate among social scientist.. The term institution and organization are commonly used interchangeably and this contributes to ambiguityand confusion (Uphhof, 1986). The existing literature is a jungle of conflicting conceptions, divergent underlying assumptions, and discordant voices (Scott, 2008). Belum terdapat istilah yang mendapat pengakuan umum dalam kalangan para sarjana sosiologi untuk menterjemahkan istilah Inggris social institution. Ada yang menterjemahkannya dengan istilah pranata .. ada pula yang bangunan sosial (Soemardjan dan Soemardi, 1964). The words institution and organization are usually used interchangeably or inclusively and often lead to misunderstandings and misguided interventions (Lobo, 2008).Horton dan Hunt (1984): social institution mencakup aspek organisasi, sebaliknya ada yang memasukkan aspek-aspek lembaga dibawah topik social organization.

5

5

Ketidakkonsistenan Istilah dalam Legislasi Pemerintah(1). Dokumen Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK) tahun 2005.Dibedakan antara kebijakan pengembangan kelembagaan dengan kebijakan pengembangan organisasi ekonomi petani. kelembagaan = sesuatu yang berada di atas petaniorganisasi = berada di level petani. (=keduanya organisasi).(2). Permentan 273-2007 ttg Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani. Dalam batasan: tidak dicakup apa itu lembaga, kelembagaan, dan organisasiMenumbuhkembangkan kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan kewirausahaan kelembagaan tani serta pelaku agribisnis lainnya. Memfasilitasi penumbuhan dan pengembangan kelembagaan tani baik non formal maupun formal serta terlaksananya berbagai forum kegiatanMenginventarisasi kelompoktani, GAPOKTAN dan kelembagaan tani lainnya yang berada di wilayah kabupaten /kota. (kelembagaan tani = organisasi-organisasi milik petani).Merencanakan dan melaksanakan pertemuan-pertemuan berkala baik di dalam Gapoktan, antar Gapoktan atau dengan instansi/lembaga terkait (lembaga = organisasi milik pemerintah).

6

6

(4). Undang-Undang No. 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Kelembagaan petani, pekebun, peternak nelayan, pembudi daya ikan, pengolah ikan, dan masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan hutan adalah lembaga yang ditumbuhkembangkan dari, oleh, dan untuk pelaku utama. ( kelembagaan dan lembaga = organisasi).

Kelembagaan penyuluhan adalah lembaga pemerintah dan/atau masyarakat yang mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan penyuluhan

Kelembagaan penyuluhan terdiri atas: kelembagaan penyuluhan pemerintah; kelembagaan penyuluhan swasta; dan kelembagaan penyuluhan swadaya

(kelembagaan = organisasi).

7

7

Pola yang terlihat:

Tidak ada kesamaan konsep antar produk legislasi/pedoman

Mengorganisasikan petani dalam organisasi formal disebut sebagai upaya lembaga dan kelembagaan

Yang dibentuk hanya organisasi formal dan pemerintah hanya bekerja hanya dengan organisasi formal

Istilah yang sering dipakai = kelembagaan dan organisasi.

Tanpa sadar kita berusaha meminggirkan petani-petani yang tidak berorganisasi.

8

8

Definisi semestinya:

Lembaga (institution) = merupakan hal-hal yang menjadi penentu dalam perilaku manusia dalam masyarakat yakni berupa norma, nilai-nilai, aturan formal dan nonformal, dan pengetahuan kultural. Keseluruhan ini menjadi pedoman dalam berperilaku aktor (individu dan organisasi), memberi peluang (empower) namun sekaligus membatasi (constraint) aktor

Kelembagaan (institutional) = segala hal yang berkenaan dengan lembaga

9Organisasi (organization) = adalah kelompok sosial yg sengaja dibentuk oleh sekelompok orang, memiliki anggota yang jelas, dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu, dan memiliki aturan yang dinyatakan tegas (biasanya tertulis). Organisasi adalah aktor sosial dalam masyarakat sebagaimana individu. Contoh: koperasi, kelompok tani, Gabungan kelompok tani, dan kelompok wanita tani

Keorganisasian (organizational) = hal-hal berkenaan dengan organisasi misalnya perihal kepemimpinan dalam organisasi, keanggotaan, manajemen, keuangan organisasi, kapasitas organisasi, serta relasi dengan organisasi lain

9

Rekonseptualisasi Lembaga dan Organisasi10In EnglishBiasa diterjemahkan menjadi Terminologi semestinya Batasan dan materinya 1. institution Kelembagaan, institusi Lembaga norma, regulasi, pengetahuan-kultural. Menjadi pedoman dalam berperilaku aktor2. institutional Kelembagaan, institusi Kelembagaan Hal-hal berkenaan dengan lembaga. 3. organization Organisasi, lembaga, kelembagaan Organisasi social group, yg sengaja dibentuk, punya anggota, utk mencapai tujuan tertentu, aturan dinyatakan tegas. (kelompok tani, koperasi, Gapoktan)4. organizational Keorganisasian, kelembagaan Keorganisasian Hal-hal berkenaan dengan organisasi (struktur org, anggota, kepemimpinannya, manajemennya, dll).

10

Institutions (Lembaga) = norma + aturan + cultural cognitive

Organization = organisasiNetwork = jaringan

= individu11P4SUPJA

Menurut new institutionalism (Scott, 2008), ada 3 pilar dalam lembaga:121.Regulative pillarrules define relationship among rolerule setting, monitoring, sanksi kapasitas untuk menegakkan aturan reward and punishmentmelalui mekanisme informal (folkways) dan formal (polisi, pengeadilan)represi, constraint, dan meng-empower aktor 2.Normative pillarnorma menghasilkan preskripsi (=lebih dari antisipasi dan prediksi), evaluatif, dan tanggung jawab mencakup: value (= prefered and desirable) dan norm (how things should be done) Gunanya agar tahu apa goal dan objectives kita, dan cara mencapainya meng-constraint dan meng-empower aktor 3.Cultural-cognitive pillarIntinya meaning Konsep bersama tentang kehidupan sosial dan kerangka dimana makna-makna diproduksi Sedimentasi makna dan kristalisasi makna dalam bentuk objektifBerisi proses interpretatif internal yang dibentuk oleh kerangka kultural eksternalSituation shared secara kolektifBersifat individual dan variatif Culture = what is and what should be

12

Berkenaan dengan organisasi:Individual organization. Anggotanya individu. Misal kelompok tani, koperasi primer. Aspeknya = kepemimpinan, keanggotaan, manajemen, keuangan organisasi, dll.Second level organization / interorganization. Anggotanya ind organization, misal Gapoktan, koperasi sekunderSupporting organization. Misal Pemda, penyuluh, Dinas Peratnain, dllInter relation organization. Misal relasi antar kelompok tani, relasi vertikal dan horozontal, dll.13

Secondary organization

Secondary organization Individual org Individual org Individual org Individual org Individual org Individual org

Desa ADesa BInterrelation organizationSupporting organization

institutioninstitutioninstitutioninstitution14

Bagaimana menganalisis organisasi?Pedoman singkat untuk menilai sebuah organisasi (Short Guide for Organizational Assessment):

Bagaimana kinerja organisasi (organizational performance)?Bagaimana kemampuan organisasi tumbuh di lingkungannya (the enabling environment and organizational performance) ?Bagaimana motivasi organisasi (organizational motivation) ?Seberapa kuat kapasitas Organisasi (organizational capacity) ?1510 aspek keorganisasian :

Kepemimpinan/kepengurusan KeanggotaanStruktur organisasiAdministrasi dalam organisasiKeuangan organisasiSumber daya manusia Sarana dan prasarana dalam org Relasi dengan pihak luarTingkat kapasitas organisasi mengelola kegiatanKemampuan organisasi menghadapi tekanan

Rekayasa Kelembagaan UPJA:Aspek Upaya yang dapat dilakukanRegulatif -Menyusun PP, Permen, Perda yang berpihak kepada UPJA-Mensosialisasikan, menegakkan, dan mengawasi kebijakan yg telah dibuat-Memberi sanksi jika kebijakan tidak dijalankan.2. Normatif-Merubah persepsi dan mental bahwa UPA sulit berkembang, lemah, tidak efisien, harus disingkirkan.-Menghargai UPJA sebagai peluang baru ekonomi petani.-Menumbuhkan sikap bahwa UPJA PENTING3. Kognitif-Menyusun tulisan (ilmiah dan pouler) bahwa UPJA adalah kunci peningkatan produksi dan produktivitas pertanian-Memasukkan materi dan membuat modul bahan ajar di perguruan tinggi, STPP, Bali Latihan, dll tentang UPJA.-Memberi pelatihan tentang manajemen UPJA4. Keorganisasian-Memperkuat organisai UPJA, (misal: membuat Asosiasi UPJA tingkat kabupaten sampai nasional)-Memberikan kemudahan dalam pembentukan badan hukum UPJA, dst

16

Kelembagaan Ekonomi Petani dan BUMP(dalam UU No 19 tahun 2013 tentang P3):Pasal 80:(1) Badan usaha milik Petani dibentuk oleh, dari, dan untuk Petani melalui Gabungan Kelompok Tani dengan penyertaan modal ya