Home >Documents >Tesis Gatot UI

Tesis Gatot UI

Date post:09-Jul-2015
Category:
View:492 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:

BAB 1PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANGKegiatan jasa konstruksi telah terbukti memberikan kontribusi penting dalam perkembangan dan pertumbuhan ekonomi disemua negara didunia, termasuk Indonesia, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta (Kadin 2002). Industri jasa konstruksi nasional mampu menyumbangkan GDP cukup besar bagi bangsa yakni antara 4% sampai 8% (BPS 2002). Sektor konstruksi sendiri mempunyai hubungan dengan sektor-sektor lainnya berupa ketenagakerjaan, pendanaan, peralatan, bahan baku, sistem manajemen, dan sistem transportasi. Demikian juga hubungannya dengan usaha jasa konstruksi yang meliputi bidangbidang pekerjaan arsitektur, sipil, mekanikal, elektrikal dan tata lingkungan dengan tujuan akhir berupa pembangunan nasional. Keseluruhan hubungan ini dapat menyerap tenaga kerja sampai 40 juta jiwa, sedangkan khusus dibidang usaha jasa konstruksi sendiri melibatkan tenaga kerja sekitar 4 juta jiwa (Depkimpraswil 2002). Dalam menghadapi persaingan pasar bebas, perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif yang harus dipersiapkan oleh perusahaan-perusahaan jasa konstruksi, baik pihak swasta maupun BUMN yang ada di Indonesia dengan melakukan berbagai macam perbaikan guna meningkatkan kualitas kinerja manajemen sehingga dapat menghasilkan suatu sistem bisnis perusahaan jasa konstruksi yang ideal (Sudarto 2003). Menurut (Porter 1980) perusahaan yang ideal adalah perusahaan yang mampu bertahan (sustainable), mampu meningkatkan laba (profitable), growth (bertumbuh) dan juga memiliki kemampuan untuk bersaing (competitive) dengan perusahaanperusahaan asing diluar maupun dalam negeri. Langkah-langkah perbaikan pada perusahaan jasa konstruksi tersebut dapat berupa suatu sistem pengendalian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan perusahaan jasa konstruksi. Faktor-faktor penentu kesuksesan perusahaan jasa konstruksi tersebut terdiri dari faktor internal, faktor eksternal dan market forces (Wideman and Myers 1992). Sedangkan menurut (Teng 2002) dalam menentukan strategi untuk mengembangkan perusahaan harus memperhatikan faktor internal yang terdiri dari manajemen, organisasi perusahaan, operasional, sumberdaya manusia dan keuangan.

1

Bab I Pendahuluan

Dan faktor eksternal yang terdiri dari ekonomi makro, hukum dan undang-undang, teknologi dan inovasi, sosial politik dan lingkungan yang kompetitif. Keuntungan perusahaan konstruksi tidak hanya diperoleh dari pengendalian terhadap total aset dan produksi peralatan saja, melainkan diperoleh dari kemampuan manajemen, sumber daya manusia, kemampuan teknik, penggunaan solusi yang inovatif, sistem infrastruktur, kemampuan untuk menanggapi segala keperluan yang kompleks, kemampuan untuk menerima dan mengelola risiko (Jaafari 2000). Jika faktor-faktor tersebut dapat dikelola dan diperhatikan dengan baik, maka besar kemungkinan perusahaan-perusahaan jasa konstruksi di Indonesia dapat mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing didalam dan diluar negeri. Banyak masalah internal dihasilkan sendiri oleh perusahaan dan sebenarnya ada dalam kendali organisasi perusahaan. Masalah ini biasanya berhubungan dengan lemahnya manajemen perusahaan. Sehingga masalah manajemen adalah satusatunya faktor terbesar dibalik banyaknya kegagalan perusahaan (Teng 2002). Manajemen menyebabkan bahwa kita menyadari kemampuan-kemampuan kita, menunjukkan cara kearah pelaksanaan pekerjaan yang lebih baik, dapat mengurangi hambatan-hambatan dan memungkinkan kita mencapai tujuan-tujuan yang kita harapkan (Terry 1986) Salah satu penyebab perusahaan jasa konstruksi tidak berkembang adalah karena pengusaha dan top manajer tidak mau mengakui bahwa mereka perlu untuk membentuk kembali budaya perusahaan dan/atau mengambil cara baru dalam mengatur orang pada suatu tahap awal yang menjadi titik kritis dalam sejarah perusahaan. Intervensi untuk mendorong perkembangan perusahaan dari manajer yang profesional seharusnya terjadi diawal perjalanan suatu perusahaan dan sebelum terjadinya pengaruh negatif dari perkembangan kebudayaan organisasi yang cepat dan kepemimpinan yang dianggap dominan (Leach and Kenny 2000) Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasikan apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan manajemen perusahaan dengan menggunakan pendekatan manajemen strategis semakin banyak diakui pada masamasa ini dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif (Hitt, Ireland dan Hoslisson 1997). Sasaran perusahaan yang diuraikan dalam rencana jangka panjang akan diukur pencapaiannya melalui penilaian kinerja perusahaan yang uraiannya tercantum dalam Keputusan Meneg BUMN Nomor KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. Penilaian kinerja perusahaan BUMN terdiri dari aspek administrasi dan kinerja

Gatot Bentoro - 6402014051

2

Pengaruh Kualitas Manajemen Perusahaan Terhadap Peningkatan Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi

korporasi, kinerja korporasi dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu kinerja keuangan dan kinerja operasional. Sedangkan menurut Kaplan and Norton (1996) bahwa kinerja perusahaan memiliki 4 perspektif yaitu perspektif keuangan, perpektif pelanggan, perspektif bisnis internal, perpektif pembelajaran dan pertumbuhan. Perspektif keuangan ditandai dengan meningkatnya pendapatan, pertumbuhan produktivitas, penghematan biaya dan pemanfaatan aktiva. Perspektif bisnis/intern ditandai dengan meningkatnya inovasi, proses operasi dan pelayanan purna jual. Perspektif pelanggan ditandai dengan meningkatnya kepuasan pelanggan, akuisisi Pelanggan (sejauh mana perusahaan dapat menarik pelanggan), retensi pelanggan, pangsa pasar dan kemampulabaan pelanggan. Sedangkan untuk perpektif pembelajaran dan pertumbuhan ditandai dengan meningkatnya meningkatkan kapabilitas personil, meningkatkan kapabilitas sistem informasi dan motivasi, pemberdayaan dan keserasian.

1.2. POKOK PERMASALAHANAda fenomena yang menarik dan unik yang dimiliki industri konstruksi, yaitu pertama, industri jasa konstruksi adalah sebuah industri yang tergolong berisiko besar akan tetapi banyak peminatnya, hal ini dapat dicermati dengan demikian ketatnya kompetisi. Kedua, industri konstruksi merupakan sebuah industri yang tidak sekedar berorientasi pada produk jadi, sebagaimana pada industri lain, tetapi berorientasi pada proses. Bila ditinjau dari berbagai aspek jelas sarat dengan risiko bagi pihak yang terlibat didalamnya. Banyak masalah internal dihasilkan sendiri oleh perusahaan dan sebenarnya ada dalam kendali organisasi perusahaan. Masalah ini biasanya berhubungan dengan lemahnya manajemen perusahaan. Sehingga masalah manajemen adalah satusatunya faktor terbesar dibalik banyaknya kegagalan perusahaan. Dengan melihat kenyataan ini maka dalam menjalankan bisnis jasa konstruksi dalam bidang pelaksanaan (kontraktor) pada perusahaan jasa konstruksi swasta dan BUMN harus mampu menganalisa kualitas manajemen perusahaan agar dapat meningkatkan kinerja perusahaannya.

1.3. MAKSUD DAN TUJUANMaksud dilakukan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisa pengaruh kualitas manajemen perusahaan yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi.

3

Bab I Pendahuluan

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mengukur pengaruh faktorfaktor dari manajemen perusahaan yang dapat berpengaruh dalam peningkatan kinerja perusahaan jasa konstruksi.

1.4. PENDEKATAN PENULISANUntuk mencapai maksud dan tujuan penelitian, maka penulisan tesis dimulai dengan menyajikan kajian teori tentang manajemen perusahaan jasa konstruksi (kontraktor) swasta dan BUMN pada bab 2, yang dimulai dengan pembahasan industri konstruksi di Indonesia, manajemen perusahaan jasa konstruksi, pendekatan manajemen strategi pada perusahaan jasa konstruksi, hubungan fungsi manajemen dengan manajemen strategi, dan kinerja perusahaan jasa konstruksi sebagai alat ukur. Berdasarkan bab sebelumnya, bab 3 membahas metodologi penelitian yang digunakan, dimulai dari menjelaskan kerangka pemikiran yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan hipotesa, uraian umum tentang pemilihan metode penelitian, kerangka metode penelitian, metode pengumpulan data dan metode analisa. Sedangkan pelaksanaan penelitian pengaruh kualitas manajemen terhadap peningkatan kinerja jasa konstruksi dibahas pada bab 4 yang dimulai dengan dengan penjabaran hasil penyebaran kuesioner, analisis kinerja perusahaan, uji model kinerja perusahaan dan simulasi kinerja perusahaan dengan menggunakan metode analisis simulasi monte carlo. Sedangkan kesimpulan dan saran dibahas pada bab 5.

1.5. MANFAAT PENELITIANSesuai dengan maksud dan tujuan diatas, diharapkan agar penelitian ini dapat memberikan manfaat sumbangan pemikiran pada perusahaan-perusahaan jasa konstruksi yang bergerak dalam bidang pelaksanaan (kontraktor) swasta dan BUMN agar dapat mengukur kualitas manajemen perusahaan dalam meningkatkan kinerja perusahaannya sehingga mampu bersaing dengan perusahaan asing baik didalam maupun diluar negeri.

Gatot Bentoro - 6402014051

4

BAB 2MANAJEMEN PERUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI

2.1. INDUSTRI KONSTRUKSI DI INDONESIAIndustri konstruksi adalah industri yang mencakup semua pihak yang terkait dengan proses konstruksi termasuk tenaga profesi, pelaksana konstruksi dan juga para pemasok yang bersama-sama memenuhi kebutuhan pelaku dalam industri (Hillebrandt 1985) Dibandingkan dengan industri lain, misalnya industri pabrikan (manufacture), maka bidang konstruksi mempunyai karakteristik yang sangat spesifik, bahkan unik. Karakteristik usaha jasa konstruksi terdiri dari (Trisnowardono 2002) : 1. Produk jual sebelum proses produksi dimulai Produk bersifat custom-made Lokasi p

of 120

Embed Size (px)
Recommended