Home >Documents >ternak ayam kampung super

ternak ayam kampung super

Date post:01-Jan-2016
Category:
View:634 times
Download:28 times
Share this document with a friend
Description:
buat yang mau ternak ayam saja
Transcript:

POTENSI USAHA AGROBISNIS

POTENSI USAHA AGROBISNISNovember 30, 2012

BUDIDAYA AYAM KAMPUNG SUPERDENGAN APLIKASI BIOTEKNOLOGI PROBIOTIK

Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak yang telah memasyarakat dan budidayanya telah menyebar ke seluruh nusantara. Peternakan ayam kampung memang mempunyai peranan yang cukup besar dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan saat ini merupakan komoditi andalan yang menjanjikan banyak keuntungan.Dibanding unggas lain ayam kampung memiliki beberapa kelebihan antara lain: mudah beradaptasi terhadap lingkungan baru, pemeliharaan relatif mudah, daya tahan tubuh terhadap peyakit lebih kuat, sumber daging dan telur, dll. Pada masa lalu ayam kampung umumnya dipelihara secara tradisional dengan kemampuan produksi dan reproduksi yang relatif rendah dibanding ayam ras. Penelitian dan pengembangan yang kami lakukan beberapa tahun terakhir ini menghasilkan ayam kampung super (ayam kampus) merupakan hasil penyilangan pejantan dan induk ayam yang unggul (super) baik super dalam produksi telur atapun dalam pertumbuhannya yang lebih cepat dengan ukuran tubuh yang besar. Sehingga dihasilkan keturunan yang mempunyai keunggulan kecepatan dalam pertumbuhan dan kualitas daging yang sebaik ayam kampung asli.Daya dukung lingkungan, masyarakat dan pemerintah terhadap pengembangan ayam kampung pun sangat besar. Bahan-bahan untuk membuat kandang banyak dan mudah dijumpai di daerah, sumber pakan mudah dan murah didapat, program INTAB (intensifikasi ayam buras) selalu didukung pemerintah. Jadi tak ada hambatan untuk pengembangan ayam kampung ini.Saat ini permintaan daging ayam kampung sangat tinggi bahkan banyak pedagang, sehingga menjadikan peluang usaha yang prospektif.Untuk mengembangkan pemeliharaan ayam kampung super secara intensif perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: perkandangan, pemilihan bibit, pengendalian penyakit (biosecurity, sanitasi, vaksinasi, obat, probiotik), pakan, dll.KandangKandang berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari dan air hujan, dan merupakan tempat tinggal yang nyaman bagi ternak. Ukuran kandang sangat fleksibel pembuatannya, tergantung luas lahan yang kita miliki, untuk luas per meter2 mampu menampung ayam 15 ekor, lokasi kandang bisa di kebun, samping rumah, bahkan banyak peternak pemula yang memanfaatkan garasi kosong ataupun rumah kosong dengan hasil yang menggembirakan, sehinga tidak ada alasan tidak ada tempat, takut mengganggu lingkungan atau alasan lain dalam budidaya ayam kampung super ini. Secara umum ada 2 model kandang ayam yang baik bisa dikembangkan;1. Kandang litter. Kandang sistem litter merupakan kandang yang sederhana, dinding bisa terbuat dari kayu atau bambu, sekitar 30-50 cm bagian bawah harus rapat agar ayam tidak terkena terpaan angin secara langsung (menggunakan batako lebih baik), lantai lebih bagus bila diperkeras, atap sebaiknya terbuat dari genteng atau bahan lain yang nyaman bagi ayam sehingga tidak terlalu panas/dingin. Bahan litter bisa dari serbuk gergaji atau sekam padi, atau bahan lain yang tidak beracun, tidak berdebu, harga murah, mudah didapat, dengan ketebalan kira-kira 10 cm agar ayam nyaman tinggal di dalam kandang. Litter berfungsi alas tidur yang nyaman dan untuk menyerap kotoran agar tidak lembab dan menjadi sarang penyakit.2. Kandang postal (panggung).Kandang postal merupakan kandang berbentuk panggung, lantai terbuat dari kayu atau bambu (slat), kandang sistem ini memerlukan biaya yang lebih besar dibanding sistem litter, tetapi lebih sehat karena kotoran langsung turun ke bawah sehingga penyakit yang ditularkan lewat feces bisa dihindari

2,0 m

30cm-50 cm

BibitDalam pengadaan bibit ayam, untuk mengawali usaha berternak ayam kampung super, bisa membeli pada pembibit atau dapat dilakukan dengan memelihara beberapa ekor induk dan pejantan yang baik. Agar memperoleh bibit yang berkualitas dapat dilakukan dengan pekawinan alami ataupun perkawinan buatan / inseminasi buatan (IB).Perkawinan alami membutuhkan pejantan yang lebih banyak dan ukuran kandang yang lebih luas. Perbandingan jantan : betina sebaiknya 1 : 5-8 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kawin alami dengan sistem litter mempunyai prosentase produksi telur lebih rendah dibanding dengan kawin suntik. Penanganan kawin alami cukup mencampurkan pejantan dalam komunitas ayam betina, bisa berkelompok dalam satu pen kecil atau jadi satu dalam pen besar.

Perkawinan buatan (kawin suntik) diperlukan keahlian pada pengambilan sperma pejantan, penanganan sperma dan proses inseminasi pada ayam betina. Kelebihannya pada sistem kawin suntik dibutuhkan tempat yang lebih sedikit karena pemeliharaan induk bisa menggunakan sangkar (cage) vertikal sehingga mampu menampung induk yang lebih banyak, jumlah ayam pejantan juga lebih sedikit. Hasil produksi telur pada sistem sangkar individu lebih tinggi dibanding sistem litter pada kawin alami. Cara pengambilan sperma dan inseminasi buatan adalah sebagai berikut:1. Siapkanlah alat dan bahan berupa:Alat suntik, selang lembut, tabung penampung sperma, tabung pengencer, NaCl fisiologis 0,9 % ( pengencer sperma), kain lap / tissue2. Siapkan indukan dan pejantan 3. Pengambilan Sperma pejantan Sebaiknya dilakukan sore hari diatas jam 15:00 WIB Pengambilan sperma dilakukan 2 orang, satu orang memegang pejantan, yang lainya mengambil sperma Bersihkan kotoran yang menempel padaanus dan sekitarnya Rangsanglah pejantan dengan cara mengelus-elus bagian punggung kearah ekor dan daribawah anus kearah ekor lakukan 5-10 kali Tekan pangkal ekor dengan posisi tangan diatas sampai keluar sperma, kemudian tampung sperma kedalam tabung, dapat dilakukan 3-5 kali dalam satu minggu. Encerkan sperma dengan NaCl fisiologis 0,9% dengan perbandingan 1:10 dengan cara; sedot NaCl fisiologis dengan spuit sesuai derajat pengencerannya, masukkan kedalam tabung tersebut goyangkan secara perlahan hingga tercampur, kemudian sisa NaCl dimasukkan lagi kedalam tabung tersebut goyangkan hingga tercampur. Masukkan / sedot sperma yang telah diencerkan dengan spuit / alat suntik, setelah masuk siap diinseminasikan 4. Pelaksanaan IB Siapkan Induk yang akan diinseminasi Bersihkan kotoran yang menempel di anus dan sekitarnya Pelaksanaan IB dilakukan 2 orang, dimana 1 orang memegang ayam dan 1 orang melaksanakan IB Tekan bagian tubuh dibawah anus hingga terlihat saluran reproduksi (yang sebelah kiri) Masukkan sperma yang udah diencerkan dengan spuit yang dipasang selang secara perlahan kedalam saluran telur sedalam kurang lebih 2 cm. Pada waktu akan dilakukan penyuntikan, penekanan bagian bawah tubuh dilepaskan, bersamaan dengan itu penyuntikan dilakukan. Tiap indukkan dibutuhkan sperma 1-2 ml Untuk mendapatkan hasil yang baik, sebaiknya IB diulang 5 hari setelah IB yang sebelumnya.Inseminasi buatan perlu dilakukan dengan teliti dan cermat untuk memperoleh bibit yang berkualitas dan kualitas induk tetap bagus.PenetasanKebutuhan bibit ayam kampung super dapat dipenuhi secara komersial ataupun dengan menetaskan sendiri. Penetasan dengan menggunakan mesin tetas sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut:Kondisi telur yang baik untuk ditetaskan Bentuk telur berbentuk bulat telur (oval) Bobot telur 45 50gram Ukuran telur sebaiknya seragam Umur telur tetas sekitar 7 hari Telur dalam keadaan bersihPenanganan telur tetas: Pembersihankulit telur dengan cara dispray disenfectankemudian dilap dengan kain yang lembut agar tidak merusak pori-pori kulit telur. Bila tidak segera ditetaskan, simpan telur dalah suhu 12-15 C. Penempatan telur jangan sampai terbalik, bagian tumpul ditaruh diatas.Membuat mesin tetas (kapasitas 200 butir): Buatlah rangka kotak dengan ukuran lebar 40cm, panjang60cm dan tinggi 50 cm, Setiap sisi luar, tutuplah dengan menggunakan triplek / polypek dan bagian tengah antara sisi luar dan dalam bisa dipakai stelofom untuk menjaga suhu Buatlah lubang ventilasi pada sisi kiri, kanan dan atas Pada sisi dalam, potonglah triplek sesuai ukuran kemudian pasang pada sisi-sisi bagiandalam Pintu depan dipasang kaca ditempatkan ditengah-tengah pintu agar memudahkan kontrol di bagian dalam mesin setiap saat Didalam kotak, buatlah rak untuk tempat telur dengan dibentuk kolom-kolom setiap kolom 4 cm Dibawah rak telur diberi wadah air yang berfungsi untukmenambah kelembaban Pasanglah alat pemanas kombinasi listrik dan lampu tradisional / teplok sesuai dengan petunjuk yang ada.

Pelaksanaan Penetasan telur

Harike-PemutaranTemperature(F)Keterangan

123

1---102Pada hari 1-3 telur belum dilakukan pembalikan

2---102Membiarkanmesintetasdalamkeadaanrapat

3---102

4102Pembalikanrutin, ventilasiatas dibuka bagian

5102Pembalikanrutin , ventilasiatas dibuka bagian

6102Pembalikanrutin, ventilasi atas dibuka bagian

7102Pembalikanrutin, ventilasidibukaseluruhnya, dilakukanjugapeneroponganuntukmemilihtelur yang embrionyahidup. Sedangkantelur yang kelihatanterangatauembrionyamatidikeluarkan.

8103Pembalikanrutin , ventilasidibukaseluruhnya

9100Pembalikanrutin, ventilasiditutup, dansuhuditurunkan

10103Pemutarantelur rutin

11103Pemutarantelurrutin

12103Pemutarantelurrutin

13104Pemutarantelurrutin

14104Pemutarantelurrutin

15104Pemutarantelurrutin

16104Pemutarantelurrutin

17104Pemutarantelurrutin

18105Pemutarantelurrutindandilakukanpeneropongankembaliuntukmenyeleksiembrio yang masihhidup.

19---105Mesindibiarkantertutupventilasidibukaseluruhnya

20---105Telur-telur, sudahmulairetak

21---105Telurbiasanyasudahmenetas, bak air dikeluarkan

Keterangan: = dibalik kekanan 45C = dibalik kekiri 45CPengendalian PenyakitPengendalian penyakit bisa dilakukan beberapa tahap, antara lain dengan penerapan biosecurity, sanitasi, vaksinasi, pemberian probiotik & pemberian obat dll. Biosecurity adalah pencegahan penya

Embed Size (px)
Recommended