Home > Documents > Terdakwa Dianiaya di Pengadilan - ftp.unpad.ac.id · ANGIN puting beliung merusak sekitar 48 rumah...

Terdakwa Dianiaya di Pengadilan - ftp.unpad.ac.id · ANGIN puting beliung merusak sekitar 48 rumah...

Date post: 03-Mar-2019
Category:
Author: leliem
View: 214 times
Download: 0 times
Share this document with a friend
Embed Size (px)
of 1 /1
AIR ILEGAL: Petugas dari PT Aetra Air Jakarta memutuskan sambungan air ilegal di Jalan Kali Baru Timur, Jakarta Utara, kemarin. Sambungan ilegal tersebut memasok 250 kontrakan di kawasan tersebut. Penggunaan air secara ilegal itu diperkirakan mencapai 2.200 m3 per bulan. Megapolitan | 5 KAMIS, 23 SEPTEMBER 2010 I MEDIA INDONESIA ANGIN puting beliung merusak sekitar 48 rumah warga di Ke- lurahan Mulyaharja dan Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Sebanyak 48 rumah di dua RW mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga berat sampai rusak rata dengan tanah. Selain itu, kejadian tersebut juga menyebabkan salah seorang warga, Normala, 50, mengalami luka cukup serius di bagian kepala. Lurah Mulyaharja Usman TZ mengatakan bagi warga yang ru- mahnya rusak parah disediakan rumah kontrakan oleh kelurahan. Adapun bagi yang rusak ringan, langsung dilakukan perbaikan dengan cara bergotong-royong. “Bagi dua keluarga yang rumahnya rusak, kami evakuasi dan mengontrakkan rumah. Masa kontrakan hingga waktu tidak ditentukan sampai dilakukan pembangunan rumah mereka oleh pemerintah kota,” ujarnya. (DD/J-4) Puting Beliung di Bogor Rusak 48 Rumah LINTAS BERITA WARGA Jakarta harus waspadai banjir kiriman. Debit air di Ben- dung Katulampa, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, mengalami kenaikan. Hingga pukul 15.15 WIB, ketinggian air di Bendung Katulampa, terpantau 100 sentimeter dengan status siaga 4 banjir. Andi Sudirman, penjaga Bendung Katulampa, mengatakan air baru datang sekitar pukul 15.15 WIB. Sebelumnya, pada pukul 13.35 WIB, ketinggian air masih normal di angka 80 sentimeter. “Pukul 01.35 WIB, air naik jadi 90 sentimeter. Terus pukul 03.15, air naik lagi sampai 1 meter atau 100 sentimeter,” kata Andi. Menurut dia, dengan kondisi dan cuaca di Bogor masih diguyur hujan, ada kemungkinan air akan terus bertambah dan statusnya bisa berubah. Untuk itu dia mengimbau seluruh warga Jakarta, terutama yang berada di bantaran sungai, agar waspadai terja- dinya banjir. “Saat ini pantauan terfokus pada kondisi di hulu. Karena kalau di puncak atau di hulu naik, debit air akan bertam- bah,” katanya. (DD/J-4) Jakarta Waspada Banjir PEMPROV DKI Jakarta mem- percepat pembangunan instalasi pengolahan air bersih di dekat Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Proyek yang diper- kirakan akan menelan biaya hingga Rp3 triliun itu dilakukan untuk memenuhi pasokan air bersih bagi warga Jakarta. “Sesudah diolah, air bersih akan langsung disalurkan dari Waduk Jatiluhur melalui pipa sepanjang 70 kilometer di bawah tanah sehingga air tidak lagi terkontaminasi limbah rumah tangga maupun industri dalam per- jalanan menuju DKI,” ujar Gubernur DKI Fauzi Bowo, kemarin. Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo, mengatakan percepatan ini terkait dengan rencana penetapan aturan baru mengenai pengeta- tan penggunaan air bawah tanah yang akan diberlakukan untuk rumah tangga maupun gedung bertingkat di Jakarta. (Ssr/J-3) Pembangunan Instalasi Air Dipercepat Terdakwa Dianiaya di Pengadilan Baru pada tembakan kedua massa mundur dan terdakwa dikembalikan ke dalam sel. Ayomi Amindoni nerima permohonan terdakwa dan menyatakan sidang di- tunda hingga Rabu (29/9). Setelah sidang ditutup dan majelis hakim angkat kaki, kericuhan kembali meletus. Massa dari kursi pengunjung merangsek mengejar kedua terdakwa. Petugas berusaha melin- dungi, namun beberapa kali pukulan bersarang juga di mu- ka dan tubuh Benardus. Semen- tara Kanor diamankan petugas di belakang meja hakim. Benardus berhasil dilarikan lalu dimasukkan ke dalam sel. Namun situasi masih mencekam. Massa tetap berjaga-jaga di luar sel menunggu Kanor dimasuk- kan ke sana. Mereka mundur setelah John Key menyuruh bubar. Kanor pun selamat dari pengeroyokan. (J-1) amindoni @mediaindonesia.com bukan teroris.” Akhir mediasi, John Key kem- bali menyatakan, “Saya mohon sidang dilanjutkan. Saya kasih guarantee (jaminan).” Ia menja- min bahwa massa tidak akan membuat keributan selama persidangan. Melalui pengawalan ketat, kedua terdakwa dibawa masuk ke ruang sidang utama Prof H Oemar Seno Adji SH. Terlihat muka sebelah kiri Benardus bengkak dan ada bercak darah di kemeja putihnya. Ia sangat gelisah karena ruang sidang dipenuhi anak buah John Key. Mereka berperawakan be- sar dan berkulit legam. Dalam persidangan, kedua terdakwa memohon sidang di tunda karena trauma dan tertekan. Sontak pernyataan terdakwa dibalas seruan massa. Setelah meminta pandangan anggota majelis hakim, jaksa, dan pengacara, Singit Elier me- pengadilan untuk dibawa ke ruang sidang. Meski dikawal anggota kepolisian dan kejak- saan, pengeroyok yang berada di sekitar sel langsung memu- kuli terdakwa bertubi-tubi. Saat itulah polisi mengeluar- kan tembakan peringatan. “Pengeroyok sempat kaget men- dengar suara tembakan, tapi mereka terus berusaha memu- kuli tersangka. Polisi kesulitan mengembalikan terdakwa kem- bali ke dalam sel. Baru pada tembakan kedua massa mundur dan terdakwa dikembalikan ke dalam sel,” terang Hendra, saksi mata. Benardus Malela dan Kanor Lolo merupakan keamanan Blowfish Kitchen and Bar, City Plaza, Wisma Mulia, Jakarta Selatan. Mereka terlibat perti- S IDANG pembunuh- an dengan terdakwa Benardus Malela dan Kanor Lolo di Pengadil- an Negeri Jakarta Selatan, ke- marin, berlangsung mencekam. Keluarga dan teman-teman korban berusaha menghabisi kedua terdakwa. Dua tembakan peringatan dilepaskan polisi ke udara un- tuk mencegah kebrutalan massa. Seketika orang-orang yang ber- ada di lingkungan pengadilan berlarian karena panik. Beberapa pengeroyok sempat adu mulut dengan polisi, menyesalkan tembakan peringatan itu. Situasi berubah ricuh saat terdakwa dikeluarkan dari sel kaian dengan sekelompok orang yang tidak kebagian tempat duduk di Blowfish pada 4 April 2010. Pertikaian meng- akibatkan M Soleh dan Yoppie Ingratubun tewas, serta M Nuh luka-luka. Polisi menahan empat sekuriti Blowfish dan dua di antaranya kemudian menjadi terdakwa. Kemarin, sidang menjadwalkan pleidoi pihak terdakwa dan pe- meriksaan saksi setelah pekan lalu mengacarakan dakwaan. Mediasi Untuk mencegah aksi anar- kistis kembali terjadi, Kapolsek Pasar Minggu Komisaris Sunar- to mengajak Hakim Ketua Singit Elier, perwakilan penge- royok, yakni John Key, serta pengacara terdakwa Togar Si- matupang berunding. John Key sempat berujar nyaring ketika mediasi berlangsung, “Jangan buang-buang tembakan, di sini MI/SUSANTO MI/RAMDANI Fauzi Bowo Gubernur DKI
Transcript

AIR ILEGAL: Petugas dari

PT Aetra Air Jakarta memutuskan

sambungan air ilegal di Jalan Kali Baru

Timur, Jakarta Utara, kemarin. Sambungan

ilegal tersebut memasok 250

kontrakan di kawasan tersebut. Penggunaan

air secara ilegal itu diperkirakan

mencapai 2.200 m3 per bulan.

Megapolitan | 5KAMIS, 23 SEPTEMBER 2010 I MEDIA INDONESIA

ANGIN puting beliung merusak sekitar 48 rumah warga di Ke-lu rahan Mulyaharja dan Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Sebanyak 48 rumah di dua RW mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga berat sampai rusak rata de ngan tanah. Selain itu, kejadian tersebut juga menyebabkan salah seorang warga, Normala, 50, mengalami luka cukup serius di bagian kepala.

Lurah Mulyaharja Usman TZ mengatakan bagi warga yang ru-mahnya rusak parah disediakan rumah kontrakan oleh kelurahan. Adapun bagi yang rusak ringan, langsung dilakukan perbaikan dengan cara bergotong-royong.

Bagi dua keluarga yang rumahnya rusak, kami evakuasi dan mengontrakkan rumah. Masa kontrakan hingga waktu tidak ditentukan sampai dilakukan pembangunan rumah mereka oleh pemerintah kota, ujarnya. (DD/J-4)

Puting Beliung di Bogor Rusak 48 Rumah

LINTAS BERITA

WARGA Jakarta harus waspadai banjir kiriman. Debit air di Ben-dung Katulampa, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, mengalami kenaikan. Hingga pukul 15.15 WIB, ketinggian air di Bendung Katulampa, terpantau 100 sentimeter dengan status siaga 4 banjir.

Andi Sudirman, penjaga Bendung Katulampa, mengatakan air baru datang sekitar pukul 15.15 WIB. Sebelumnya, pada pukul 13.35 WIB, ketinggian air masih normal di angka 80 sentimeter. Pukul 01.35 WIB, air naik jadi 90 sentimeter. Terus pukul 03.15, air naik lagi sampai 1 meter atau 100 sentimeter, kata Andi.

Menurut dia, dengan kondisi dan cuaca di Bogor masih diguyur hujan, ada kemungkinan air akan terus bertambah dan statusnya bisa berubah. Untuk itu dia mengimbau seluruh warga Jakarta, terutama yang berada di bantaran sungai, agar waspadai terja-dinya banjir. Saat ini pantauan terfokus pada kondisi di hulu. Ka rena kalau di puncak atau di hulu naik, debit air akan bertam-bah, katanya. (DD/J-4)

Jakarta Waspada Banjir

PEMPROV DKI Jakarta mem-percepat pembangunan instalasi pengolahan air bersih di dekat Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Proyek yang diper-kirakan akan menelan biaya hingga Rp3 triliun itu dilakukan untuk memenuhi pasokan air bersih bagi warga Jakarta.

Sesudah diolah, air bersih akan langsung disalurkan dari Waduk Jatiluhur melalui pipa sepanjang 70 kilometer di bawah tanah sehingga air tidak lagi terkontaminasi limbah rumah tangga maupun industri dalam per-jalanan menuju DKI, ujar Gubernur DKI Fauzi Bowo, kemarin.

Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo, mengatakan percepatan ini terkait dengan rencana penetapan aturan baru mengenai pengeta-tan penggunaan air bawah tanah yang akan diberlakukan untuk rumah tangga maupun gedung bertingkat di Jakarta. (Ssr/J-3)

Pembangunan Instalasi Air Dipercepat

Terdakwa Dianiaya di PengadilanBaru pada tembakan kedua massa mundur dan terdakwa dikembalikan ke dalam sel.

Ayomi Amindoni

nerima permohonan terdakwa dan menyatakan sidang di-tunda hingga Rabu (29/9).

Setelah sidang ditutup dan majelis hakim angkat kaki, ke ricuhan kembali meletus. Massa dari kursi pengunjung merangsek mengejar kedua terdakwa.

Petugas berusaha melin-dungi, namun beberapa kali pu kulan bersarang juga di mu-ka dan tubuh Benardus. Semen-tara Kanor diamankan petugas di belakang meja hakim.

Benardus berhasil dilarikan lalu dimasukkan ke dalam sel. Namun situasi masih mencekam. Massa tetap berja ga-jaga di luar sel menunggu Kanor dimasuk-kan ke sana. Mereka mundur setelah John Key menyuruh bubar. Kanor pun selamat dari pengeroyok an. (J-1)

[email protected]

bukan teroris.Akhir mediasi, John Key kem-

bali menyatakan, Saya mo hon sidang dilanjutkan. Saya kasih guarantee (jaminan). Ia menja-min bahwa massa tidak akan membuat keributan selama persidangan.

Melalui pengawalan ketat, kedua terdakwa dibawa masuk ke ruang sidang utama Prof H Oemar Seno Adji SH. Terlihat muka sebelah kiri Benardus beng kak dan ada bercak darah di kemeja putihnya.

Ia sangat gelisah karena ruang sidang dipenuhi anak buah John Key. Mereka berpera wakan be-sar dan berkulit legam.

Dalam persidangan, kedua ter dakwa memohon sidang di tunda karena trauma dan ter tekan. Sontak pernyataan ter dakwa dibalas seruan massa. Setelah meminta pandangan anggota majelis hakim, jaksa, dan pengacara, Singit Elier me-

pengadilan untuk dibawa ke ruang sidang. Meski dikawal anggota kepolisian dan kejak-saan, pengeroyok yang berada di sekitar sel langsung memu-kuli terdakwa bertubi-tubi.

Saat itulah polisi mengeluar-kan tembakan peringatan. Pengeroyok sempat kaget men-dengar suara tembakan, tapi mereka terus berusaha memu-kuli tersangka. Polisi kesulitan mengembalikan terdakwa kem-bali ke dalam sel. Baru pada tem bakan kedua massa mundur dan terdakwa dikembalikan ke dalam sel, terang Hendra, saksi mata.

Benardus Malela dan Kanor Lolo merupakan keamanan Blow fi sh Kitchen and Bar, City Plaza, Wisma Mulia, Jakarta Selatan. Mereka terlibat perti-

SIDANG pembunuh-an dengan terdakwa Be nardus Malela dan Ka nor Lolo di Pengadil-an Negeri Jakarta Selatan, ke-marin, berlangsung mencekam. Keluarga dan teman-teman kor ban berusaha menghabisi ke dua terdakwa.

Dua tembakan peringatan dilepaskan polisi ke udara un-tuk mencegah kebrutalan mas sa. Seketika orang-orang yang ber-ada di lingkungan peng adilan berlarian karena panik. Beberapa pengeroyok sempat adu mulut dengan polisi, menyesalkan tembakan peringatan itu.

Situasi berubah ricuh saat terdakwa dikeluarkan dari sel

kaian dengan sekelompok orang yang tidak kebagian tempat duduk di Blowfi sh pada 4 April 2010. Pertikaian meng-akibatkan M Soleh dan Yoppie Ingratubun tewas, serta M Nuh luka-luka.

Polisi menahan empat sekuriti Blowfi sh dan dua di antaranya kemudian menjadi terdakwa. Kemarin, sidang menjadwalkan pleidoi pihak terdakwa dan pe-meriksaan saksi setelah pekan lalu mengacarakan dakwaan.

Mediasi Untuk mencegah aksi anar-

kis tis kembali terjadi, Kapolsek Pasar Minggu Komisaris Sunar-to mengajak Hakim Ketua Si ngit Elier, perwakilan penge-royok, yakni John Key, serta pengacara terdakwa Togar Si-matupang berunding. John Key sempat berujar nyaring ketika mediasi berlangsung, Jangan buang-buang tembakan, di sini

MI/SUSANTO

MI/RAMDANI

Fauzi BowoGubernur DKI


Recommended