Home >Documents >Teknologi Pengolahan Limbah Padat

Teknologi Pengolahan Limbah Padat

Date post:19-Jun-2015
Category:
View:5,899 times
Download:16 times
Share this document with a friend
Description:
teknologi pengolahan limbah padat
Transcript:

Teknologi Pengolahan Limbah Padat

Retno Gumilang Dewi, Ir.,M.EngEnvSci.

Jenis limbah padat

Municipal

Limbah perkotaan yang pada umumnya dihasilkan oleh perumahan dan perkantoran, biasa disebut sebagai sampah (trash) (trash) Berupa : kertas, sampah taman, gelas, logam, plastik, sisa makanan, serta bahan lain seperti karet, kulit, dan tekstil

Non-municipal Non

Limbah yang berasal kegiatan industri, pertanian, pertambangan, dengan jumlah yang jauh lebih besar daripada sampah perkotaan

Sampah padat di Indonesia Sampah padat di kota-kota Indonesia pada umumnya kotadibedakan atas sampah hayati (74%) dan non-hayati non Sampah hayati : biomassa dari permukiman, pasar, atau jalan Sampah non-hayati : kertas, plastik, kaleng, logam, nonkeramik, kaca, berangkal, tekstil, karet, batere, dll.

Karakteristik dan jenis komponen yang terkandung didalam sampah padat kota bergantung pada sumber/asal sampah itu sendiri (perumahan, perkantoran, pertokoan, industri, pasar, taman kota). Hal ini sangat menentukan sistem pengelolaan dan pemanfaatannya.

Pemanfaatan sampah padat hayati padaumumnya adalah :

sampah biomassa untuk pembuatan kompos batok kelapa untuk bahan bakar, pembuatan arang dan arang aktif sabut kelapa sebagai bahan bakar, bahan baku pembuatan matras, jok mobil, keset, dll kayu sebagai bahan bakar atau barang-barang lain barangyang mempunyai nilai tambah tinggi kulit telur sebagai bahan baku produksi bahan bangunan tulang sebagai bahan baku pembuatan lem dan lain-lain lain-

Sampah padat non-hayati pada umumnya nondimanfaatkan sebagai bahan baku industri :

limbah plastik sebagai bahan baku industri plastik lain limbah aki dan batere kering sebagai sumber logam Pb dan Hg limbah kertas sebagai bahan baku pembuatan pulp limbah karet sebagai barang-barang seni atau perabot barangrumah tangga logam, gelas, dan masih banyak lagi sebagai bahan industri lainnya

Peta alur pemanfaatan sampah padat kota di Indonesia

Usaha pemanfaatan sampah Dalam upaya mendayagunakan kembali sampah padatkota, usaha pertama tentunya adalah mengurangi jumlah sampah yang terjadi dengan jalan pemanfaatan kembali barangbarang-barang yang masih dapat dipakai. Daur ulang sampah non-hayati sebagai sumber bahan nonbaku industri lain Sampah yang tidak dapat didaur ulang diolah secara biologi (composting, biogas), proses termal (pembakaran, (composting, insinerasi), maupun landfill. Dua alternatif proses pengolahan sampah menjadi energi adalah : proses biologis untuk menghasilkan gas bio proses termal yang menghasilkan panas

Diagram pemanfaatan sampah kota sebagai sumber energi dan daur ulang bahan secara terpadu

Potensi sampah padat perkotaan sebagai sumber energi Sampah padat kota sebagian besar terdiri dari bahanbahanbahan hayati, terutama biomassa sekitar 74% yang pada umumnya dalam keadaan basah dengan kadar air 20 40%, kandungan kertas 9 - 10% dalam keadaan basah atau kering.

Kedua komponen tersebut mudah terbakar, menentukanjumlah kandungan karbon di dalam sampah dan sangat menentukan dalam pemanfaatannya sebagai sumber energi.

Untuk kota Bandung dapat mencapai 5200 m3 biomassaper hari dan kertas 700 m3/hari.

Karakteristik lain yang ikut menentukan adalah nilai kalor.Sampah padat kota di Indonesia memiliki nilai kalor rataratarata sekitar 1750 2500 kkal/kg (HHV), dan kota Bandung khususnya 1200 kkal/kg.

Nilai kalor minimum yang diperlukan sebagai bahan bakuproses konversi sampah menjadi energi minimum adalah sekitar 1300 1500 kkal/kg (HHV).

Pemanfaatan bergantung pada jenis teknologi yangdigunakan.

Pada proses biologis, jumlah kandungan karbon dannitrogen sangat menentukan keberhasilan proses konversi

Pada proses termal, nilai kalor sangat menentukankeberhasilan proses

Potensi sampah padat perkotaan sebagai sumber daur ulang bahan

Untuk mengetahui lebih lanjut potensi pemanfaatan limbahplastik dan kertas, sebelumnya perlu diketahui jenis-jenis limbah kertas dan plastik yang terdapat di dalam campuran sampah padat kota yang masih dapat dimanfaatkan

Limbah kertas dapat dikelompokkan menjadi beberapakelas berdasarkan nilai dan mutunya :

limbah percetakan dan tulisan limbah karung kraft limbah kardus berombak limbah karton limbah kertas koran kertas bekas kertas pengemas dan pembungkus

Kendala yang perlu diperhatikan adalah bahan lain yangtidak dapat dimanfaatkan sebagai daur ulang kertas :

semua jenis kertas yang mengandung campuran plastik berikut : polyethylene, expanded polystyrene foam, cellophane, ABS perlengkapan bayi yang terbuat dari kertas campuran benang, lem, bahan-bahan kimia, dan tali bahanpada kertas kertas amplas, kertas dengan lapisan zat aspal (tarred), kertas minyak, kertas bitumen, roofing, dll.

Limbah plastik dapat dikelompokkan berdasarkan sifat-sifat sifatmendasar yang dimiliki plastik (termoplastik, termoset, dan elastomer)

Termoplastik Jenis polimer yang mempunyai struktur rantai molekul lurus, baik dengan rantai cabang atau tidak. Dapat dilelehkan melalui pemanasan dan dapat dicetak berulangberulang-ulang menjadi produk tertentu. Plastik yang termasuk ke dalam jenis ini adalah : PP (polypropylene), PE (polyethylene), PS (polystryrene), PVC (polyvinyl-chloride), PC (polycarbonate), PET (polyvinyl(polyethylene terephtalate), dan PA (polyamide).

Thermoset Jenis polimer yang mempunyai struktur model 3 dimensi. Setelah terbentuk menjadi produk tertentu, tidak dapat dapat dilelehkan dan dibentuk kembali. Plastik yang termasuk dalam kelompok ini adalah : UF (urea formaldehida), MF, PF, epoxy, polyurethane, unsaturated PS (Polystyrene). Elastomer Jenis polimer yang pada temperatur ruang bersifat seperti karet alam. Plastik yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah : SBR, chloroprene rubber, nitrile rubber, buthyl rubber, dll.

Pemanfaatan plastik sebagai sumber daur ulang bahan

Karakterisasi limbah

Karakterisasi limbah mempunyai 3 tujuan :sebagai dasar perencanaan analisa ekonomi, perancangan, dan selanjutnya pengoperasian serta manajemen sistem pengelolaan. rehabilitasi atau retrofit sistem pengelolaan yang ada mempermudah optimasi sistem pengelolaan yang ada, monitoring emisi, atau analisa ketidakberfungsian piranti limbah-kelimbah-ke-energi Melalui karakterisasi limbah, dapat diketahui konstituen utama sampah, karakter yang berhubungan dengan nilai kalor bakar, dan parameter-parameter lain yang parameterberpengaruh pada pembakaran dan karakter emisi gas. Keanekaragaman karakteristik sampah kota menuntut cara pemisahan/daur ulang yang beraneka ragam pula.

Teknologi pemisahan

Berbagai sistem pengelolaan sampah mempunyai persyaratan tertentu dalam hal sifat atau kualitas sampah yang akan diolahnya. Penanganan awal yang paling umum adalah pemisahan limbah berdasarkan jenis dan ukurannya. Selanjutnya limbah diolah dengan sistem pengecilan ukuran. Beberapa alat pemroses awal limbah padat di antaranya adalah shredder, ayakan trommel, pemisah magnetis, air shredder, trommel, classifier, classifier, dan baling. Pemilahan dimulai oleh kerja pemulung yang sering kali telah mengambil sebagian dari sampah di bak sampah rumah tangga, TPS, dan TPA, berupa kertas, plastik, karton, logam, dan karet. Sisanya adalah limbah yang pada saat ini tidak mempunyai pasar daur ulang.

ShreddingOperasi shredding tidak hanya bertujuan untuk mengecilkan ukuran sampah dan membuat sampah menjadi lebih seragam, tetapi juga melibatkan proses pencampuran sampah. Contoh mesin shredder adalah flail-mill dan hammerflailhammermill Ayakan trommel Bekerja berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Berupa ayakan berbentuk silinder terbuka pada kedua ujungnya yang bergerak secara rotary pada sumbunya. Silinder dipasang horisontal dengan sedikit kemiringan. Limbah masuk pada ujung silinder yang lebih tinggi dan oleh gerakan silinder, limbah dengan ukuran lebih besar daripada ukuran lubang ayakan keluar pada ujung lain.

Pemisah magnetisBekerja berdasarkan sifat magnetik suatu bahan terhadap medan magnet. Sampah diangkut dengan konveyor dan dilewatkan sebuah medan magnet. Limbah yang bersifat feromagnetis akan tertahan oleh medan magnet, sedangkan bahan yang tidak feromagnetis akan terus terbawa konveyor Air classifier Bekerja berdasarkan densitas bahan dalam sampah. Limbah dimasukkan dalam suatu arus udara di mana sampah akan terfluidisasi. Fraksi bahan yang ringan akan terbawa oleh arus udara dan fraksi berat akan jatuh dan terkumpul di bagian bawah alat. Sampah dapat dipilah menjadi 2 atau 3 kelompok

Baling

Bertujuan untuk mengatur dimensi limbah sedemikian rupa sehingga memudahkan penanganan lebih lanjut. Sampah dipres hingga kerapatan dan dimensi tertentu. Baling tidak merubah sifat fisik maupun kimia sampah. Proses ini menghasilkan pengurangan volume sampah, yaitu dengan memperkecil rongga-rongga tumpukan ronggasampah. Baling juga memperkecil terjadinya gas metan Biasanya tidak ditujukan untuk proses pembakaran dan menghasilkan air lindi yang tidak pekat.

Teknologi Pengelolaan Limbah Padat

Insinerasi Pirolisa dan Gasifikasi Pemadatan / Densifikasi Proses Biologis : Biogas dan Pengomposan Lahan Urug

Insinerasi Proses oksidasi bahan organik menjadi bahan anorganik. Insinerasi adalah sistem pembuangan sampah dengan caramengurangi volume dan massa sampah.

Sebenarnya bukan suatu solusi dari sistem pengelolaan sampahkarena sistem ini pada dasarnya hanya memindahkan sampah dari bentuk padat yang kasat mata menjadi sampah yang tidak kasat mata (gas).

Banyak difungsikan sebagai sistem pembangkit energi. Jika berlangsung secara sempurna, komponen utama penyusunbahan organik (C dan H) akan dikonversi menjadi gas karbon dioksida dan uap air. Unsur penyusun lain (S dan N) dioksidasi m

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended