Home >Art & Photos >Teknik Presentase TV Efektif

Teknik Presentase TV Efektif

Date post:14-Dec-2014
Category:
View:80 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Description:
Pelatihan Televisi UmmatTV Makassar
Transcript:
  • 1. Teknik Presentase TV Efektif-Etika Jurnalistik-Harmonisasi Gesture dan Body Languange-Tips Menghidupkan Acara-Workshop dan PraktikMudrikan Nacong

2. Etika Jurnalistik TelevisiMoral dan etika pada hakekatnya merupakanprinsip dan nilai-nilai yang menurutkeyakinan seseorang atau masyarakat dapatditerima dan dilaksanakan secara benar danlayak. Dengan demikian, prinsip dan nilai-nilaitersebut berkaitan dengan sikap yangbenar dan yang salah yang mereka yakini.Etika sendiri sebagai bagian dari falsafahmerupakan sistem dari prinsip-prinsip moraltermasuk aturan-aturan. 3. Etika Jurnalistik& Jurnalisme TelevisiKode Etik (code of conduct):-Kode etik inilah yang menjadi pegangan bagiwartawan dalam melaksanakan aktivitasnyasebagai wartawan.-Pekerjaan seorang jurnalis televisi juga tidakterlepas dari Etika. Sehingga kerja-kerjajurnalis harus berlandaskan Etika. 4. Etika Jurnalistik& Jurnalisme TelevisiKode Etik Jurnalistik Televisi:- Pasal 1 dijelaskan bahwa Kode EtikJurnalis Televisi adalah penuntun perilakujurnalis televisi dalam melaksanakanprofesinya.-Pasal 2, Jurnalis televisi Indonesia adalahpribadi yang mandiri dan bebas daribenturan kepentingan, baik yang nyatamaupun terselubung. 5. Etika Jurnalistik& Jurnalisme TelevisiKode Etik Jurnalistik Televisi:- Pasal 1 dijelaskan bahwa Kode EtikJurnalis Televisi adalah penuntun perilakujurnalis televisi dalam melaksanakanprofesinya.-Pasal 2, Jurnalis televisi Indonesia adalahpribadi yang mandiri dan bebas daribenturan kepentingan, baik yang nyatamaupun terselubung. 6. Di Indonesia terdapat banyak Kode EtikJurnalistik.[2] Hal tersebut dipengaruhi olehbanyaknya organisasi wartawan di Indonesia,untuk itu kode etik juga berbagai macam,antara lain Kode Etik Jurnalistik PersatuanWartawan Indonesia (KEJ-PWI), Kode EtikWartawan Indonesia (KEWI), Kode EtikJurnalistik Aliansi Jurnalis Independen (KEJ-AJI),Kode Etik Jurnalis Televisi Indonesia, danlainnya.Etika Jurnalistik& Jurnalisme Televisi 7. Etika Jurnalistik& Jurnalisme TelevisiKode Etik setidak-tidaknya memiliki limafungsi, yaitu:A. Melindungi keberadaan seseorangprofesional dalam berkiprah di bidangnya;B. Melindungi masyarakat dari malpraktek olehpraktisi yang kurang profesional;C. Mendorong persaingan sehat antarpraktisi;D. Mencegah kecurangan antar rekan profesi;F. Mencegah manipulasi informasi olehnarasumber 8. Etika Jurnalistik& Jurnalisme Televisi-Dalam konteks etika, jurnalis televisi harusberpegangan kepada Kode Etik WartawanIndonesia dan juga P3-SPS (PedomanPerilaku Penyiaran, dan Standar ProgramSiaran) yang dikeluarkan KPI.-Bagi seorang Jurnalis televisi yang bekerjadalam sebuah lembaga penyiaran, haruslahberdasarkan Etika Jurnalistik dan jugaketentuan yang tertera dalam P3-SPS yangmau tidak mau harus diikuti. 9. Jurnalistik Dakwah / Jurnalistik IslamiTelevisi 10. Jurnalistik TV Islami~Jurnalistik Dakwah awalnya identik dengan Dakwah BilQolam (Dakwah Bil Kitabah, Dakwah Bit Tadwin), yaitudakwah dengan tulisan, seperti lewat tulisan konvensionaljurnalistik" yang identik dengan media cetak --suratkabar,tabloid, majalah, atau buletin.~Namun, seiring perkembangan media, jurnalistik dakwahtidak lagi terbatas di media cetak, tapi juga media elektronik(Radio/Televisi) dan media siber (cybermedia, media online,media internet).Feature radio atau feature televisi, misalnya, jikamengandung kebaikan, kebenaran, dan bernilai syi'ar Islam,maka itu termasuk produk jurnalistik dakwah. 11. Jurnalistik TV Islami~ Dalam buku Jurnalistik Dakwah: Visi dan Misi DakwahBil Qolam (Rosdakarya, 2003), didefinisikan JurnalistikDakwah atau Jurnalistik Islami sebagai suatu prosesmeliput, mengolah, dan menyebarluaskan berbagai peristiwadengan muatan nilai-nilai kebenaran yang sesuai denganajaran Islam, khususnya yang menyangkut agama dan umatIslam.~ Jurnalistik Dakwah masuk dalam jenis CrusadeJournalism, yaitu jurnalistik yang memperjuangkan nilai-nilaitertentu, yakni nilai-nilai Islam. Jurnalistik Islamimengemban misi amar ma'ruf nahyi munkar (QS 3:104).Jurnalistik Dakwah masuk kategori Jurnalisme Profetik(Jurnalisme Nabawi), yaitu jurnalistik yang mengembanmisi kenabian --menegakkan tauhid dan syiar Islam. 12. Jurnalistik TV IslamiLandasan Jurnalistik Dakwah"Dasar hukum" Jurnalistik Dakwah yaitu ayat Al-Quran yangjuga menjadi dasar aktivitas dakwah secara umum:"Dan hendaklah ada di antara kamusegolongan umat yang menyeru kepadakebaikan, menyuruh kepada yang ma'ruf,dan mencegah dari yang munkar.Merekalah orang-orang yang beruntung."(QS Ali Imran:104). 13. Jurnalistik TV IslamiIdeologi Jurnalis Muslim:~Jurnalistik Dakwah harus menjadi ideologi para jurnalisMuslim. Ideologi ini akan mendorong munculnya ghirah,semangat, membela kepentingan Islam dan umatnya, jugamenyosialisasikan nilai-nilai Islam, sekaligus meng-counterdan mem-filter derasnya arus informasi jahili dari kaum anti-Islam.~ Ciri khas jurnalistik dakwah adalah menyebarluaskaninformasi tentang perintah dan larangan Allah SWT. Iaberpesan (memberikan message) dan berusaha keras untukmempengaruhi komunikan/khalayak, agar berperilakusesuai dengan ajaran Islam. 14. Jurnalistik TV IslamiEtika Jurnalistik Islami/Dakwah:Etika Jurnalistik Dakwah tentu saja menghindarigambar-gambar ataupun ungkapan-ungkapanpornografis, menjauh-kan promosi kemaksiatan, atauhal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam, sepertifitnah, pemutarbalikkan fakta, berita bohong,mendukung kemunkaran, dan sebagainya. JurnalistikIslami harus mampu mempengaruhi khalayak agarmenjauhi kemaksiatan, perilaku destruktif, danmenawarkan solusi Islami atas setiap masalah. 15. Jurnalistik TV Islami5 (Lima) Peran Jurnalis Dakwah:1. Sebagai Pendidik (Muaddib).Jurnalis Muslim atau Jurnalis Dakwah melaksanakan fungsiedukasi yang Islami. Ia harus lebih menguasai ajaran Islamdari rata-rata khalayak pembaca.2. Sebagai Pelurus Informasi (Musaddid).Ada 3 Hal:- Informasi tentang ajaran dan umat Islam.- Informasi tentang karya-karya atau prestasi umat Islam.- Dituntut mampu menggali --melakukan investigativereporting-- tentang kondisi umat Islam di berbagai penjurudunia. 16. Jurnalistik TV Islami5 (Lima) Peran Jurnalis Dakwah:3. Sebagai Pembaharu (Mujaddid)Yakni penyebar paham pembaharuan akan pemahamandan pengamalan ajaran Islam (reformisme Islam). JurnalisMuslim hendaknya menjadi jurubicara para pembaharu,yang menyerukan umat Islam memegang teguh Al-Qurandan As-Sunnah, memurnikan pemahaman tentang Islamdan pengamalannya (membersihkannya dari bidah,khurafat, tahayul, dan isme-isme asing non-Islami), danmenerapkannya dalam segala aspek kehidupan umat. 17. Jurnalistik TV Islami5. (Lima) Peran Jurnalistik Dakwah4. Sebagai Pemersatu (Muwahid)Mempersatukan umat Islam. Oleh karena itu, kode etikjurnalistik yang berupa impartiality (tidak memihak padagolongan tertentu dan menyajikan dua sisi dari setiapinformasi atau both side information) harus ditegakkan.5. Sebagai Pejuang (Mujahid)Yaitu pejuang-pembela Islam. Melalui TV, jurnalis Muslimmembentuk pendapat umum yang mendorong penegakkannilai-nilai Islam, menyemarakkan syiar Islam,mempromosikan citra Islam yang positif dan rahmatanlilalamin, serta menanamkan ruhul jihad di kalangan umat 18. Jurnalistik TV IslamiYang Terabaikan:Profesionalisme!- Terkesan mengabaikan teknik/skill- Kode etik jurnalistik 19. Jurnalistik TV Islami-Kelemahan itu tampak dari kualitas berita --dari sisiredaksional-- yang mereka tampilkan, terutama parapenulis atau wartawannya "tidak bisa menahan diri"untuk beropini dalam menulis berita. Wartawan kadangjuga tampak tidak bisa mengendalikan emosinya dalammenulis berita.-Selain soal pencampuran fakta dan opini, wartawanmedia Islam online juga tampak lemah dalampenguasaan bahasa jurnalistik. Masih banyakdidapatkan berita-berita yang berisi kata mubazir dankata jenuh, mehingga mengurangi efektivitas kalimatdan naskah berita secara keseluruhan. 20. Jurnalistik TV Islami-Kelamahan media Islam secara umum adalah"sektarian", dalam arti berpihak pada kelompok atauorganisasi tertentu. Sebuah media yang "sektarian"akan merugikan media itu sendiri secara ideal dankomersial (bisnis).-Jurnalis Dakwah atau pengelola media Islamhendaknya profesional, yakni menguasai ilmu, teori, danskill jurnalistik dengan baik. 21. Jurnalistik TV Islami"Sesungguhnya Allah sukakepada hamba yang berkarya danterampil (professional atau ahli).Barangsiapa bersusah-payahmencari nafkah untukkeluarganya maka dia serupadengan seorang mujahid di jalanAllah Azza wajalla" (HR. Ahmad). 22. -Harmonisasi Gesture& Body Languange 23. Gesture & BodyLanguangeSikap danBahasa TubuhSerta Suara 24. Gesture & BodyLanguangeTUJUAN Memahami adanya bentuk lain dari bahasa selainbentuk verbal Memahami karaktaristik bahasa tubuh dan intonasi. Memanfaatkan bahasa tubuh dan intonasi dalammelakukan 25. Gesture & BodyLanguangeDua perspektif, yakni:1. Bagaimana kita memperbaiki bahasa tubuh selakukomunikator agar lebih persuasif dalam membawakanmemandu acara.2. Bagaimana kita menggunakan pengetahuanmengenai bahasa tubuh ini untuk bisa membacapikiran mitra bicara/narasumber melalui bahasatubuhnya. 26. Gesture & BodyLanguangeMengerti Body Language:Body Language Komunikasi yang (umumnya) tidak disadari. Menunjukkan internal reality seseorang, yang keluarmendahului bahasaverbal. Sangat berpengaruh dan perlu dioptimalkan sesuai tujuankomunikasi. Jika berlawanan dengan bahasa verbal, akan mengurangikekuatan komunikasi. Jika selaras dengan bahasa verbal, akan menambahkekuatan komunikasi. 27. Gesture & BodyLanguangeManfaat Body LanguageMengamati body language lawan bicara, contoh: Mengerti apa yang tidak terkatakan, dan ada dipikiranlawan bicara. Mengenali tanda kebohongan, tanda kebosanan, dan lain-lain.Memperbaiki body language kita sendiri, contoh: Membangun hubungan dengan lebih cepat. Memperkuat pengaruh komunikasi. Menghindari kesalahpahaman dan misinformasi. Dan lain-lain. 28. Gesture & BodyLanguangeTidak universal

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended