Home >Presentations & Public Speaking >Teknik penulisan risalah rapat (upl)

Teknik penulisan risalah rapat (upl)

Date post:18-Jul-2015
Category:
View:139 times
Download:12 times
Share this document with a friend
Transcript:

Slide 1

Teknis Penulisan Risalah RapatM. Lutfi Handayani, MM., MBA Pemimpin Redaksi BusinessNews Indonesia dan Business ReviewSekretaris Jenderal Indonesia Performance Management Society (IPMS)116FILOSOFI DASARNOTULEN/ RISALAH atau NOTULA

Catatan singkat mengenai jalannya persidangan (rapat) serta hal yang dibicarakan dan diputuskan. Jadi, risalah adalah sebuah ringkasan tentang hasil pembicaraan dalam rapat yang bersifat: ringkas, padat, sistematis, lengkap dan menyeluruh.

3RISALAH & NOTULIS

Untuk menghasilkan risalah yang baik, maka dibutuhkan seorang notulis yang baik pula. Notulis hendaknya memiliki keterampilan menyimak dan menulis sehingga mampu menangkap seluruh isi pokok pembicaraan dan menuliskannya dalam risalah secara sistematis.

Kemudian notulis mencatat apa yang terjadi dalam rapat. Yang pertama dicatat ialah pengesahan risalah rapat sebelumnya bila rapat yang diadakan waktu itu adalah lanjutan dari rapat terdahulu. Selanjutnya yang perlu dicatat adalah pembahasan-pembahasan serta keputusan-keputusan yang diambil mengenai hal-hal yang tercantum didalam agenda rapat. Dan yang terakhir adalah mencatat pukul berapa rapat tersebut ditutup.

FILOSOFI DASAR4Mendengarkan dan menulisMemilah dan memilih hal yang penting dan yang tidak pentingKonsentrasi yang tinggiMenulis cepatBersikap obyektif dan jujurMenguasai bahsa teknis baku dan menguasai materi pembahasanMengetahui dan memenuhi kebutuhan pembaca risalahMenguasai metode pencatatan secara sistematisMenguasai metode pengolahan dataMenguasai berbagi hal yang berhubungan dengan rapat.Menyimpulkan hasil rapatNotulis yang baik, mampu.5Mendengarkan dan MenulisTeknik MendengarKita tidak dapat mendengarkan dan berbicara secara bersamaanSeseorang cenderung menambahkan ide pada saat orang sedang berbicara. hal ini akan menjadi persoalan besar apabila lawan bicara belum selesai bicara, sehingga ia merasa terganggu. Pihak pendengarpun akan kehilangan konsentrasi.

2. Mencoba memahami pokok pikiran atau ide utama pambicara Seorang pendengar yang baik akan selalu mencoba untuk memahami intisari dari suatu pembicaraan. Oleh karena itu, ketika kita berkomunikasiusahakan mencari atau pahami inti dari pembicaraan tersebut.

3. Hindari gangguan dari lingkungan sekitarPendengar yang baik akan selalu memfokuskan diri pada pembicaraan. Oleh karena itu penting sekali untuk memperhatikan lingkungan sekitar kita dan usahakan sekondusif mungkin.

4. Mencoba untuk mengendalikan emosi Pendengar yang baik akan mencoba untuk mengenyampingkan perasaan atau emosinya. Sehingga ia dapat menerima pesan dari pembicara dengan jernih.

5. Membuat catatan jelas dan singkatBuatlah catatan-catatan kecil yang sikiranya penting tanpa mengurangi konsentrasi pada saat sedang mendengarkan. Perlu diketahui bahwa kita tidak dapat mengerjakan dua tugas sekaligus tanpa mengurangi keefektifan salah satu tugas diantaranya

6Mendengarkan dan Menulis

7Mendengarkan dan Menulis

8Mendengarkan dan Menulis

9Mendengarkan dan Menulis

102. Memilah dan memilih hal yang penting dan yang tidak penting

Gestalt112. Memilah dan memilih hal yang penting dan yang tidak penting

123. Konsentrasi yang tinggi134. Menulis cepat

144. Menulis cepat

155. Bersikap obyektif dan jujur166. Menguasai materi pembahasan dan bahasa teknis baku 177. Mengetahui dan memenuhi kebutuhan pembaca risalah188. Menguasai metode pencatatan secara sistematis199. Menguasai metode pengolahan data2010. Menguasai berbagai hal yang berhubungan dengan rapat.2111. Menyimpulkan hasil rapat22Keistimewaan Notulis23Terima kasih

of 23/23
Teknis Penulisan Risalah Rapat M. Lutfi Handayani, MM., MBA Pemimpin Redaksi BusinessNews Indonesia dan Business Review Sekretaris Jenderal Indonesia Performance Management Society (IPMS)
Embed Size (px)
Recommended