Home >Documents >TEKNIK DRAINASE PRO-AIR - · PDF fileDrainase Perkotaan Kata drainase berasal dari drainage...

TEKNIK DRAINASE PRO-AIR - · PDF fileDrainase Perkotaan Kata drainase berasal dari drainage...

Date post:06-Feb-2018
Category:
View:239 times
Download:7 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • Prof.Dr.Ir. Sunjoto Dip.HE, DEA-Outline Teknik Drainase Pro-Air-JTSL-FT-UGM, Yogyakarta Page 1

    TEKNIK DRAINASE

    PRO-AIR

    Oleh:

    Prof.Dr.Ir. Sunjoto Dip.HE, DEA.

    Jurusan Teknik Sipil & Lingkungan

    UNIVERSITAS GADJAH MADA Yogyakarta, 2011

    Teknik Drainase

  • Prof.Dr.Ir. Sunjoto Dip.HE, DEA-Outline Teknik Drainase Pro-Air-JTSL-FT-UGM, Yogyakarta Page 2

    Pro-Air

    Oleh: Prof.Dr.Ir. Sunjoto Dip.HE, DEA

    1. Pendahuluan

    a. Deskripsi

    1).Asal kata:

    2). Terminology:

    3). Beda drainase dgn drainasi

    4). Konsekuensi perubahan ttg lahan

    b.Infrastruktur

    1).Depkimpraswil dalam CBUIM (2002) lebih jelas mendefinisikannya sbb:

    Prasarana dan Sarana merupakan bangunan dasar yang sangat diperlukan untuk

    mendukung kehidupan manusia yang hidup bersama-sama dalam suatu ruang yang

    terbatas agar manusia dapat bermukim dengan nyaman dan dapat bergerak dengan

    mudah dalam segala waktu dan cuaca, sehingga dapat hidup dengan sehat dan dapat

    berinteraksi satu dengan lainnya dalam mempertahankan kehidupannya.

  • Prof.Dr.Ir. Sunjoto Dip.HE, DEA-Outline Teknik Drainase Pro-Air-JTSL-FT-UGM, Yogyakarta Page 3

    2). Komponen infrastruktur

    Dari kedua belas komponen dapat dikelompokkan kedalam tujuh group infrastruktur

    (Suripin, 2004):

    Kelompok keairan, meliputi air bersih, sanitasi, darinase-drainasi, irrigasi dan

    pengendalian banjir, didalamnya termasukInfrastructur air perkotaan.

    Kelompok jalan meliputi jalan raya, jalan kota dan jembatan.

    Kelompok sarana transportasi meliputi terminal, jaringan rel dan stasiun

    kereta api, pelabuhan dan pelabuhan udara.

    Kelompok pengolahan limbah meliputi sistem manajemen limbah padat.

    Kelompok bangunan kota, pasar, dan sarana olah raga terbuka (outdoor

    sports)

    Kelompok energi meliputi produksi dan distribusi listrik dan gas.

    Kelompok telekomunikasi.

    3). Infrastruktur Air Perkotaan

    Urban water supply system

    Sistem air bersih adalah suata satu kesatuan penyediaan air bersih yang mencakup

    pengadaan (aquisition) pengolahan (treatment), mengalirkan (delivery), distribusi

    (distribution) ke pengguna baik domestik, komersial, perkantoran, industri maupun

    sosial.

    Urban waste water system

    Sistem air limbah perkotaan adalah suatu sistem yang mengumpulkan (collecting),

    mengalirkan (delivery), mengolah (treatment) dan membuang (disposal) dari buangan

    air limbah baik dari domestik, komersial, perkantoran, industri maupun sosial.

    jumlah air kotor adalah mendekti jumlah air bersih ysng telah dikonsumsi.

  • Prof.Dr.Ir. Sunjoto Dip.HE, DEA-Outline Teknik Drainase Pro-Air-JTSL-FT-UGM, Yogyakarta Page 4

    Water irrigation system

    Sistem air irrigasi adalah mulai dari penangkap (intake), mengalirkan (delivery),

    membagi (distribution), menggenangi sawah. Saluran drainasi makin kehilir makin

    kecil dimensinya karena debit air yang dialirkan kemakain kecil kehilir. Berbeda

    dengan saluran drainase atau drainasi yang semakin kehilir semakin besar dimensinya

    karena debit air semakin bertambah. Persoalan lain adalah elevasi saluran irigasi

    lebih tinggi dari lahan sekitar dan sebaliknya saluran drainase/i selalu lebih rendah

    dari lahan sekitar.

    Drainase Perkotaan

    Kata drainase berasal dari drainage (ing, fra) yang secara umum berarti

    mengalirkan, menguras, membuang atau mengalihkan air. Hampir semua kota-

    kota di negara maju terutama yang intensitas hujannya rendah pada umumnya Urban

    Drainage System nya menyangkut sekaligus yaitu penaganan air hujan dan air limbah

    sekaligus. Artinya saluran air limbah dan saluran air hujan cukup satu tanpa

    dipisahkan hingga pada saat hujan sering terjadi bahwa air dari treatment plant

    yang belum sempurna terdekomposisi bahan organiknya telah terdorong keluar

    masuk kebadan air akibat tambahan air hujan, yang biasanya bila hujan terjadi

    terlalu lebat.

    2. Urbaniasi

    Terjadinya genangan

    a. Luas bidang infiltrasi berkurang

    b. Temporary storage (tajuk) hilang

    c. Sponge system (mulch) hilang

  • Prof.Dr.Ir. Sunjoto Dip.HE, DEA-Outline Teknik Drainase Pro-Air-JTSL-FT-UGM, Yogyakarta Page 5

    Gambar 1. Bagan alir kerusakan sumberdaya air akibat urbanisasi (Prince, lecture

    note)

    URBANIZATION

    POPULATION DENSITY

    INCREASES BUILDING DENSITY

    INCREASES

    IMPERVIOUS

    AREA

    INCREASES

    DRAINAGE

    SYSTEM

    MODIFIED

    WATERBORNE WASTE

    INCREASES WATER DEMAND

    RISES

    WATER

    RESOURCES

    PROBLEMS

    URBAN

    CLIMATE

    CHANGES

    RUNOFF

    VOLUME

    INCREASES

    FLOW

    VELOCITY

    INCREASES

    GROUNDWATER

    RECHARGE

    REDUCES

    STORMWATER

    QUALITY

    DETERIORATES

    LAG TIME &

    TIME BASE

    REDUCE

    RECEIVING WATER

    QUALITY

    DETERIORATES

    PEAK

    RUNOFF RATE

    INCREASES

    BASEFLOW

    REDUCES

    FLOOD CONTROL

    PROBLEMS

    POLLUTION

    CONTROL

    PROBLEMS

  • Prof.Dr.Ir. Sunjoto Dip.HE, DEA-Outline Teknik Drainase Pro-Air-JTSL-FT-UGM, Yogyakarta Page 6

    Gambar 2. Bagan alir kerusakan sumberdaya air akibat urbanisasi dan alternative

    solusi (Sunjoto, 2007)

    U R B A N I Z A T I O N

    Population

    Density

    Increases

    Storm water

    Quality

    Deteriorates

    Water

    Demand

    Rises

    Building

    Density

    Increases

    Vegetation

    Coverage

    Decreases

    Wind

    Current

    Changes

    Waterborne

    Waste

    Rises

    Water

    Resources

    Decreases

    Impervious

    Area

    Increases

    Drainage

    System

    Modified

    Energy

    Demand

    Increases

    Groundwater

    Recharge Reduces

    Runoff Volume

    Increases

    Flow Velocity

    Increases

    Receiving Water

    Quality

    Deteriorates

    Base Flow

    Reduces

    Peak Runoff Rate

    Increases

    Lag Time & Time

    Base Reduce

    POLLUTION

    CONTROL

    PROBLEMS

    GROUND

    WATER

    CONTROL

    PROBLEMS

    FLOOD

    CONTROL

    PROBLEMS

    URBAN

    CLIMATE

    CHANGE

    PROBLEMS

    P R OW A T E R

    M A Z H A B

    (Recharge System)

    C O NW A T E R

    M A Z H A B

    (Channel System)

  • Prof.Dr.Ir. Sunjoto Dip.HE, DEA-Outline Teknik Drainase Pro-Air-JTSL-FT-UGM, Yogyakarta Page 7

    3. Mashab dalam ilmu drainase

    a. Con-Water Mazhab (Mashab Nafi-Air) Con-Water Mashab ini adalah teknik menyelesaikan genangan dengan membuang air secepatnya secara gravitasi kedaerah lebih rendah atau dengan pompa bila

    topografi tak memungkinkan. Pada umumnya dilaksanakan dengan parit, sungai dan

    akhirnya ke laut dan cara ini telah dilaksanakan dan mendominasi sejak zaman Romawi

    sampai saat ini. Kajian utama adalah menetapkan arah aliran dan menghitung dimensi

    bangunan-bangunan tersebut diatas terutama dimensi saluran. Mashab ini juga disebut

    dengan Channel System.

    1). Terbentuknya

    Alamiah : sungai (Natural Drainage) Buatan: selokan (Artificial Drainage)

    2). Letak Bangunan

    Drainase Permukaan (Surface Drainage) :Permukiman, jalan, lapangan terbang

    Drainase bawah permukaan (Subsurface Drainage) :Lapangan sepak bola, taman, lapangan olah raga lainnya

    3). Fungsi

    Satu Fungsi (Single purpose) Banyak Fungsi (Multi Purpose)

    4). Konstruksi

    Saluran Terbuka

    Saluran Tertutup

    5). Cross Section Persegi

    Trapesium

    Lingkaran

    6). Cara Pelaksanaan

    On Site Pre Fabricated

  • Prof.Dr.Ir. Sunjoto Dip.HE, DEA-Outline Teknik Drainase Pro-Air-JTSL-FT-UGM, Yogyakarta Page 8

    b. Pro-Water Mazhab (Mashab Pro-Air) Pro-Water Mazhab ini adalah teknik menyelesaikan genangan dengan meresapkan air hujan kedalam tanah disekitar permukiman secara individual maupun komunal yang baru

    dikembangkan mulai tahun 1980 an ketika masalah lingkungan hidup menjadi perhatian

    global dengan di mulainya era sustainable development (Usul Wakil Swedia pada 28 Mei 1968 di PBB; Pada 5-16 Juni 1972 diadakan United Nation Confrerence on the Human

    Environment di Stockholm; Pada 3 -14 Juni 1992 Konferensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio

    de Janeiro; Pada 2002 di adakan KTT Rio + 10 di Johanesburg; Pada Desember 2007 di

    Indonesia yaitu Bali Roadmap). Bangunannya berupa Sumur Peresapan Air Hujan, Parit Peresapan Air Hujan maupun

    Taman Peresapan Air Hujan. Mashab ini juga disebut dengan Recharge System.

    1). Terbentuknya

    Buatan (Artificial Drainage)

    2). Letak Bangunan

    Drainase bawah permukaan (Subsurface Drainage)

    3). Fungsi

    Satu Fungsi (Single purpose) hanya merespkan air Drainase Permukaan (Surface Drainage) dan tidak dijadikan satu dengan resapan air limbah

    4). Konstruksi

    Tertutup

    Terbuka

    5). Bentuk

    Sumur Resapan

    Parit Resapan

    Taman Resapan

    6). Cara Pelaksanaan

    On Site (pasangan batu) Pre Fabricated (buis beton)

  • Prof.Dr.Ir. Sunjoto Dip.HE, DEA-Outline Teknik Drainase Pro-Air-JTSL-FT-UGM, Yogyakarta Page 9

    c. Model Imbangan Air menurut Sunjoto (1989):

    Kebutuhan air domestik diperhitungkan sebesar 100 l/

of 70/70
Prof.Dr.Ir. Sunjoto Dip.HE, DEA-Outline Teknik Drainase Pro-Air-JTSL-FT-UGM, Yogyakarta Page 1 TEKNIK DRAINASE PRO-AIR Oleh: Prof.Dr.Ir. Sunjoto Dip.HE, DEA. Jurusan Teknik Sipil & Lingkungan UNIVERSITAS GADJAH MADA Yogyakarta, 2011 Teknik Drainase
Embed Size (px)
Recommended