Home >Documents >TEK Edisi April

TEK Edisi April

Date post:03-Jan-2016
Category:
View:536 times
Download:8 times
Share this document with a friend
Description:
Tinjauan Ekonomi dan Keuangan edisi April 2013
Transcript:
  • Daging Sapi20,25%

    Beras3,17%

    Cabe Merah26,53%

    Bawang187,84%

    | Ancaman Krisis Pangan Indonesia

    | Kebijakan Stabilisasi Pangan Untuk Menekan Laju Inflasi

    | Diversifikasi Sebagai Langkah Pencapaian Ketahanan Pangan

    | Endogenous Poverty Line| Perkembangan Ekonomi Domestik

    InflasiVo

    latileFo

    od14,20%

    (yoy)

  • Pembina : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Pengarah : Sekretaris Kementerian

    Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Ekonomi Makro dan Keuangan Koordinator : Bobby

    Hamzar Rafinus Editor : Edi Prio Pambudi, M Edy Yusuf Analis : Windy Pradipta, Masyitha Mutiara

    Ramadhan, Fitria Faradila, Insani Sukandar, Alexcius Winang, Dara Ayu Prastiwi, Oktya Setya

    Pratidina, Riski Raisa Putra, Al isa Fatimah Distribusi : Chandra Mercury Kontributor : Ratih

    Purbasari Kania, Adji Dharma, Ahmad Rifa' i Sapta, Erns Saptenno, Niken Wulandari , Very Yanto,

    Predi Mul iansyah, Bustanul Arifin, Tim Pemantauan dan Pengendal ian Inflasi , Komite Kebijakan

    KUR, Tim Koordinasi Kebijakan Stabil isasi Harga Pangan Pokok.

    UPAYA MEMBANGUN KETAHANAN

    PANGAN NASIONAL 9

    Ancaman Krisis Pangan Indonesia|

    Pelajaran Berharga Krisis Pangan 2007-2008|

    Distorsi Struktur Pangan Komoditas|

    Diversifikasi Pangan|

    Mencari Alternatif Solusi dari Kebuntuan

    Kemandirian Pangan: Pembenahan Infrastruktur

    Pertanian Secara Komprehensif|

    Sejarah Kebijakan Pangan Indonesia|

    Tinjauan Ekonomi dan Keuangan diterbitkan dalam rangka meningkatkan pemahaman pimpinan daerah terhadap perkembangan

    indikator ekonomi makro dan APBN, sebagai salah satu Direktif Presiden pada retreat di Bogor, Agustus 2010

    KOORDINASI KEBIJAKAN EKONOMI 2

    Upaya Pemerintah Untuk Stabilisasi Harga Produk

    Hortikultura dan Daging Sapi

    EKONOMI INTERNASIONAL 4

    Perkembangan Ekonomi Siprus

    EKONOMI DOMESTIK 5

    Perkembangan Ekonomi Domestik Indonesia

    EKONOMI DAERAH 7

    Koordinasi Ketahanan Pangan Daerah

    KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) & UKM 30

    Penyaluran KUR Maret 2013

    OPINI PAKAR 21

    Membangun Ketahanan Pangan Indonesia -

    Prof. Bustanul Arifin, M.S., Ph.D |

    KEUANGAN 23

    Bank BUMN Bagikan Deviden Rp 12,72 Triliun

    BUMN 24

    Sinergitas BUMN dalam Mencapai Swasembada

    Daging 2014

    FISKAL & REGULASI EKONOMI 25

    Pengelolaan Penerimaan Denda Lalu Lintas

    MP3EI 27

    Progres 43 Regulasi dalam Debottlenecking

    Proyek MP3EI Indonesia

    KETENAGAKERJAAN 28

    Publikasi ILO: Tren Ketenagakerjaan dan

    Sosialisasi di Indonesia 2012 "Upaya Untuk

    Menciptakan Ekonomi yang Adil dan

    Berkelanjutan

    Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi - Republik Indonesia

    KAJIAN PEMBANGUNAN 31Endogenous Poverty LineLAPORAN KEGIATAN 32Myanmar Menyambut Positif Investasi BUMN

    Indonesia

    Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian - Republik Indonesia

    imelprayoga.blogspot.com

    kampus-sipil .blogspot.com

    ariesulaeman.wordpress.com

  • Editorial

    Perkembangan ekonomi global tahun 2013

    diperkirakan sedikit membaik dibanding tahun 2012

    dengan resiko menurun yang perlu mendapat

    perhatian, demikian menurut World Economic Outlook

    (WEO) April 2013 dari IMF. Pertumbuhan ekonomi

    global 2013 diproyeksikan mencapai 3,3%, sedikit di

    atas 3,2% tahun 2012. Volume perdagangan dunia dan

    harga komoditas nonmigas diharapkan meningkat.

    Real itas hingga tahun 2012 menunjukan potensi

    percepatan pertumbuhan ekonomi ada pada negara

    berkembang, sementara Amerika Serikat tumbuh

    lambat, dan Eropa masih belum menentu. Dengan

    kondisi tersebut maka resiko ekonomi tahun 2013

    diperkirakan akan berasal dari perkembangan kawasan

    Eropa. Perlambatan pertumbuhan ekonomi

    diperkirakan melanda negara-negara kuat (core

    countries) kawasan tersebut, seperti Jerman dan

    Perancis. Hal ini akan berdampak pada upaya beberapa

    negara lain (periphery countries) seperti Yunani,

    Spanyol , dan Portugal dalam memulihkan

    perekonomiannya.

    Resiko yang berasal dari kelompok negara berkembang

    relatif terjaga. Sementara ini negara berkembang

    dinilai berhasil mengelola dampak arus modal global

    yang masuk seperti terjadinya pemanasan mesin

    ekonomi (overheating) . Pertumbuhan ekonomi negara

    berkembang relatif mencerminkan potensinya. Namun

    demikian negara-negara berkembang, termasuk

    Indonesia, perlu terus mewaspadai kecenderungan

    arus modal global yang semakin membesar dan nilai

    tukar matauang utama dunia yang fluktuatif. Kebijakan

    makroprudensial atau pengelolaan arus modal masuk

    disarankan agar tidak terjadi ketidakseimbangan

    internal .

    Perkembangan ekonomi Indonesia hingga triwulan I-

    2013 nampaknya mengkonfirmasi perlunya perhatian

    yang penuh pada menjaga keseimbangan internal .

    Memasuki bulan April 2013 ini laju inflasi telah

    mencapai 5,9% (yoy), defisit transaksi berjalan

    cenderung naik, dan real isasi defisit APBN 2013

    diperkirakan bertambah. Dalam WEO April 2013,

    perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh 6,3%

    dengan defisit transaksi berjalan sebesar -3,3% PDB

    selama tahun 2013. Perkiraan defisit transaksi berjalan

    yang naik dibanding -2,7% PDB tahun 2012

    mengindikasikan beratnya tantangan meningkatkan

    ekspor dan mengendal ikan impor dalam tahun ini.

    Tantangan tersebut antara lain akan kita hadapi dalam

    waktu dekat dengan melakukan langkah penyesuaian

    harga subsidi BBM agar impor BBM berkurang dan

    defisit APBN terkendal i . Kerjasama antar-lembaga

    serta dukungan masyarakat diperlukan agar kebijakan

    ini berhasil . Untuk itu kiranya tepat salah satu pesan

    dari WEO tersebut bahwa dalam tahun 2013 ini

    policymakers cannot afford to relax their efforts. Mari

    bekerjasama.

    Bobby Hamzar Rafinus

    Tinjauan Ekonomi dan Keuangan April 2013

    1

    Indikator Ekonomi

  • Usai memimpin Rakortas Tingkat

    Menteri tentang Kebijakan

    Stabil isasi Pangan khususnya

    Hortikultura dan Daging Sapi

    tanggal 17 April 2013 yang lalu ,

    Menteri Koordinator Bidang

    Perekonomian didampingi oleh

    Menteri Pertanian, Menteri

    Perdagangan, Menteri

    Perindustrian, Wakil Menteri

    Keuangan, dan Wakil Menteri PU,

    menggelar konferensi pers di

    Kantor Menko Bidang

    Perekonomian.

    Dalam keterangannya tersebut

    disampaikan bahwa menurut

    laporan dari Badan Pusat Stastistik

    (BPS April minggu ketiga 2013)

    mayoritas harga-harga yang telah

    mulai menurun, yaitu: bawang

    putih, cabe merah, telur ayam ras,

    cabe rawit, beras termurah, daging

    ayam ras, beras umum, migor,

    kedelai . Sedang beberapa

    komoditas yang mengalami sedikit

    kenaikan, yaitu: bawang merah,

    gula pasir, dan daging sapi. Untuk

    itu, perlu dilakukan upaya

    stabil isasi harga yang ditempuh

    melalui beberapa kebijakan, antara

    lain:

    a). Khusus komoditas hortikultura

    yang belum dapat diproduksi dari

    dalam negeri (bawang putih),

    disarankan dibuka importasinya

    dengan tetap dilakukan

    pengendal ian.

    b). Kementerian Perdagangan dan

    Kementerian Pertanian diminta

    untuk mengevaluasi cakupan

    barang produk hortikultura yang

    diatur importasinya pada

    Pemendag No. 60 tahun 2012 dan

    Permentan No. 60 tahun 2012.

    Diharapkan Revisi Permendag dan

    Permentan tersebut dapat selesai

    tanggal 21 April 2013.

    c). Penyederhanaan mekanisme izin

    impor dengan menggunakan

    sistem elektronik melalui

    INATRADE, yang selanjutnya

    diteruskan secara onl ine ke portal

    (Indonesia National Single

    Window), diharapkan dapat

    mempercepat proses perizinan dan

    dapat menjamin kepastian bagi

    dunia usaha.

    d). Sedangkan untuk daging sapi

    dan sapi bakalan yang real isasi

    kuota impor triwulan satu 2013

    baru sekitar 20% dan daging sapi

    18,75%, Kementerian Perdagangan

    dan Kementerian Pertanian diminta

    untuk memberi peringatan kepada

    importir agar segera mempercepat

    real isasi importasinya. Bagi importir

    yang telah mendapatkan kuota

    impor tetapi secara disengaja

    memperlambat pelaksanaan

    importasinya akan diberi sanksi

    tegas.

    e). Terhadap harga daging sapi

    yang masih bertengger tinggi,

    maka perlu dilakukan stabil isasi

    harga dengan menambah pasokan

    dari luar. Kebijakan pemberian

    keterbukaan impor daging sapi

    dengan jenis tertentu (prime cut)

    untuk segmen pasar tertentu

    (HOREKA), yang belum dapat

    diproduksi dari dalam negeri

    dilakukan dengan tetap

    menggunakan instrumen

    pengendal ian. Untuk itu,

    diharapkan Ditjen Bea Cukai dan

    Badan Karantina dapat

    melaksanakan tugasnya berdasar

    prinsip Best Agricultural Practices.

    (baik untuk daging sapi maupun

    untuk hortikultura).

    f) . Adanya keterbukaan impor dari

    jenis daging tertentu tersebut tetap

    mempertimbangkan strategi

    swasembada daging sapi dan

    kerbau.

    Merespon keputusan Rakortas

    Pangan tentang hortikultura dan

    daging sapi diatas, Kementerian

    Perdagangan dan Kementerian

    Koordinasi Kebijakan Ekonomi

    Upaya Pemerintah Untuk Stabilisasi Harga

    Produk Hortikultura dan Daging Sapi

    Tinjauan Ekonomi dan Keuangan April 2013

    2

    "Kementerian

    Perdagangan dan

    Kementerian

    Pertanian telah

    melakukan

    beberapa kali rapat

    dalam ran

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended