Home >Documents >TEK 0810 final

TEK 0810 final

Date post:24-Jun-2015
Category:
View:591 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Edisi 08 Agustus 2010 | Kedeputian Bidang Koordinasi Ekonomi Makro & Keuangan

Arah, Struktur dan Sumber Pembiayaan Industrialisasi di Indonesia Penyaluran Kredit untuk TKI Perbandingan Suku Bunga KUR, Bank Umum dan BPR

Revitalisasi Industri Indonesia untuk Mempercepat Pertumbuhan EkonomiMencari jalan keluar bagi industrialisasi

Agustus 2010

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Kedeputian Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Asisten Deputi Urusan Analisa Kebijakan Makro Gedung Sjafruddin Prawiranegara (d.h. Ged. PAIK II) Lantai 4 Jalan Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta, 10710 Telepon. 021-3521843, Fax. 021-3521836

www.ekon.go.id

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Kedeputian Ekonomi Makro dan KeuanganEdisi Agustus 2010

Tinjauan EkonomiInternasional Perkembangan Harga Komoditas Dunia Key Indicators ADB 2010: Peningkatan Kelompok Kelas Menengah Kawasan Asia 3 5

Domestik Utama: Mencari Jalan Keluar Bagi Industrialisasi Indonesia Utama: Perkembangan Teori Ekonomi Pembangunan Utama: Energi & Mineral Harus Berkorban Untuk Industrialisasi Nasional Utama: Arah, Struktur & Sumber Pembiayaan Industrialisasi di Indonesia: Bukti Ekonometrik dan Analisa Fakta Penyaluran Kredit Untuk TKI Inflasi & Gejolak Harga Perkembangan Harga Komoditas Bahan Pokok Perkembangan Ekspor Impor Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Analisa Perkembangan Utang, SBN & SBI Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Analisa Nilai Tukar Petani 6 9 12 14 17 18 20 21 23 23 25 25 26

Tinjauan Keuangan Perkembangan Pasar Modal Perbandingan SUku Bunga KUR, Bank Umum dan BPR Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Agustus 2010 27 28 29 31

Sekilas Berita Internasional & Domestik Liputan Economists Talk Edisi Keempat Agustus 2010Menggiatkan Potensi Anggaran untuk Pertumbuhan EkonomiBersama: Hendri Saparini (Pengamat Ekonomi ECONIT)

32

Tinjauan Ekonomi dan Keuangan | Agustus 2010

1

OPINIJoseph Schumpeter, ekonom Austria pada awal abad 20 mengembangkan teori siklus usaha Jean Sismondi dan Clement Juglar menjadi empat tahap: ekspansi, krisis, resesi dan pemulihan. Pemikiran ini mendasari tahap pertumbuhan industrialisasi dalam ekonomi pembangunan dari kondisi praindustri menjadi tahap industri. Pengertian industrialisasi seringkali dipahami dalam arti sempit sebagai pembangunan pabrik-pabrik atau manufaktur ditandai oleh kontribusinya terhadap PDB semakin meningkat. Dalam makna yang lebih luas industrialisasi adalah transformasi sosial dan ekonomi, masyarakat semakin maju pengetahuan dan kemampuannya karena teknologi yang diabsorpsi ke dalam ekonomi melalui industrialisasi. Termasuk pertanian pun dapat mengalami industrialisasi bilamana teknologi mulai digunakan. Jadi, kenikmatan industrialisasi bagi perekonomian adalah terjadi peningkatan produktivitas dari faktor produksi baik modal maupun tenaga kerja karena teknologi yang diimplementasi. Negara industri umumnya adalah negara yang sudah dalam tahap negara maju, namun ada pula negara maju yang tidak sepenuhnya negara industri seperti Singapura jika dihitung dari besarnya pembangunan manufaktur atau pabrik. Pembangunan industri di Indonesia yang dimulai sejak Orde Baru dipercaya sebagai penarik gerbong perekonomian nasional. Sayangnya, ideologi pengembangan industri atas dasar bagi kue agar terwujud gotong royong melalui trickle down effect ternyata justru menciptakan konglomerasi. Masyarakat tidak menerima manfaat apalagi mengalami transformasi sosial dari industrialisasi. Saat ini industri yang pernah merajai dunia seperti tekstil ibarat matahari kian terbenam (sunset) yang sulit mencari modal untuk memperbarui mesin. Demikian pula industri gula yang pernah menduduki juara 3 dunia hanya tertinggal rongsokan mesinmesin tua bekas peninggalan kolonial. Industri tidak harus mengandalkan subsidi untuk kembali bangkit tetapi saat ini diperlukan ideologi dan kebijakan industri sebagai vitamin untuk kembali kuat menarik gerbong perekonomian. Tanpa rambu-rambu yang jelas dan arah pembangunan industri yang terstruktur, perjalanan industri semakin tersesat dan berakibat pula pada perkembangan ekonomi yang tak tentu arah. Indonesia dengan pasar konsumsi yang luas plus berada dalam kawasan yang strategis menjadi lahan yang menguntungkan untuk mengembangkan berbagai industri. Hanya saja perlu pemikiran yang cermat bagaimana industriindustri yang dikembangkan bekerja menjadi seperti ban berjalan dalam sebuah pabrik raksasa.

Indikator Ekonomi Agustus 2010PDB Q2-2010, harga berlaku Pertumbuhan Ekonomi Q22010 Inflasi, Agustus 2010 Tk. Pengangguran Feb 2010 Tk. Kemiskinan Maret 2010 Nilai Tukar (Rp/USD), 31 Agustus 2010 Cadangan Devisa Penerimaan Perpajakan Ekspor Juli 2010 Impor Juli 2010 Nilai Tukar Petani Agustus 2010 IHPB Agustus 2010 Rp. 1572.4 T 6.2 % (yoy) 6.44% (yoy) 7.41% 13.33% 9,035 $81.32 Milyar Rp 264,1 triliun 44,5% dari target 2010 $12,492.4 Juta $12,621.1 Juta 101.82 174.86

Karya Rodrigo, www.expresso.pt, dimodikasi Gambar Sampul: Daniel Kurtzman, About.com dimodifikasi Seluruh artikel merupakan hasil kajian Kedeputian Ekonomi Makro & Keuangan berdasarkan data dan informasi dari sumber dan referensi terkait.Tinjauan berita merupakan ringkasan dari berbagai media sumber yang menjadi rujukan analisa. Seluruh artikel melalui proses editing dan reviu. Tim Penyusun Kedeputian Ekonomi Makro & Keuangan Gedung Syafruddin Prawiranegara II Lantai 4 Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta Telepon 021-3521843 Fax. 021-3521836

Tinjauan Ekonomi dan Keuangan | Agustus 2010

2

TINJAUAN | EKONOMI | INTERNASIONAL

Perkembangan Harga Komoditas DuniaHarga komoditas energi, secara rata-rata, mengalami peningkatan sepanjang Januari hingga Agustus 2010 jika dibandingkan dengan harga rata-rata di sepanjang tahun 2009. Meskipun meningkat, tingkat harga rata-rata yang terjadi di tahun 2010 masih lebih rendah jika dibandingkan dengan harga rata-rata di tahun 2008. Kenaikan harga komoditas energi pada tahun 2008 dipicu oleh sejumlah faktor, diantaranya kekhawatiran kurangnya pasokan minyak akibat permasalahan geopolitik di kawasan Afrika dan Timur Tengah, tingginya permintaan dari negara berkembang dan Cina, gangguan suplai akibat badai di pantai AS, dan lemahnya dollar AS sebagai faktor nonfundamental akibat penurunan suku bunga fed. Harga rata-rata semua komoditas energi sepanjang Januari hingga Agustus 2010 meningkat sebesar 23,6% dibandingkan dengan tahun 2009. Peningkatan terjadi di semua harga komoditas energi yaitu batubara 33,8%; minyak mentah 24,7%; dan gas alam 18,2%. Penurunan harga di tahun 2009 dan lebih rendahnya posisi harga di sepanjang tahun 2010 dibandingkan dengan harga di tahun 2008, didorong oleh besarnya persediaan minyak bumi akibat turunnya permintaan disaat pelemahan ekonomi global akibat krisis. Bahkan OPEC menurunkan output produksinya. Selanjutnya, di tahun 2010 terjadi peningkatan harga yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi Cina dan pulihnya konsumsi di Amerika. Namun, peningkatan harga cenderung stabil dan terkendali karena permintaan yang meningkat dapat dipenuhi dengan persediaan yang besar setelah krisis. Turunnya harga batubara dan gas alam di tahun 2009 juga dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi global dan kemudian kembali meningkat di sepanjang tahun 2010 seiring pemulihan ekonomi global. Sama halnya dengan komoditas energi, harga komoditas non energi juga mengalami peningkatan hingga Agustus 2010 jika dibandingkan dengan harga rata-rata di tahun 2009, namun lebih rendah jika dibandingkan tahun 2008. Tingginya harga komoditas non energi tahun 2008 dipicu oleh kenaikan harga komoditas energi. Sedangkan penurunan harga di tahun 2009 didorong oleh pelemahan permintaan global setelah krisis dan prospek produksi yang membaik. Di tahun 2010, harga komoditas non energi kembali naik. Harga rata-rata semua komoditas non energi sepanjang Januari hingga Agustus 2010 meningkat sebesar 19,3% dibandingkan dengan tahun 2009.

Perkembangan Harga Komoditas DuniaKomoditas Non Energi Kopi Arabika (c/kg) Kopi Robusta (c/kg) Minyak Kelapa ($/mt) Maize ($/mt) Rice, Thailand, 5% ($/mt) Gandum, US, HRW (b/$/mt) Gula (b/c/kg) Emas ($/toz) Bijih besi (b/c/dmtu) Nikel (b/$/mt) Seng (b/c/kg) Energi Batu bara ($/mt) Minyak Mentah, average spot ($/bbl) Gas, US ($/mmbtu) Rata-rata Tahunan Jan-Aug 2009 2010 317.1 164.4 725 165.5 555 224.1 40.0 973 101 14,655 166 71.8 61.8 3.9 393.9 163.2 945 162.6 482.2 195.1 42.43 1,165 151.7 21,029 210.4 96.1 77.01 4.67 Rata-rata Triwulan Q1-2010 353.7 150.8 834 162.7 535.3 195.4 51.82 1109 101 19,959 228.9 95.19 77.06 5.15 Q2-2010 320.2 161 955 157.7 452.4 177.4 34.93 1196 167 22,476 202.6 99.49 78.18 4.32 Rata-rata Bulanan Jun-10 420.9 169.6 993 152.7 440 157.7 35.01 1233 167 19,389 174.3 98.19 74.73 4.79 Jul-10 448.0 188.0 1,031 163.8 441.8 195.8 38.5 1,193 205 19,518 184.4 95.2 74.6 4.6 Aug-10 466.5 182.3 1,161 175.6 452.8 246.2 40.71 1,216 205 21,413 204.5 89.59 75.83 4.31

Keterangan: a/ Included in the energy index (2000=100), b/=included in the non-energy index (2000=100), =US cent, mt=metric ton, bbl=barrel, toz=troy oz, mmbtu=million British thermal units, dmtu=dry metric ton unit, kg=kilogram. Tabel 1 . Harga komoditas non energi naik 2,4% sedangkan harga komoditas energi turun 1,8% pada Juli 2010. (Sumber: DECPG, The World Bank). Tinjauan Ekonomi dan Keuangan | Agustus 2010

3

Gambar 1. Harga komoditas pertanian dan logam dasar mengalami peningkatan masing-masing sebesar 4,0 dan 8,5 persen pada Agustus 2010. Peningkatan harga komoditas pertanian masih didorong oleh naiknya harga makanan dan minuman. (Sumber: DECPG, The World Bank).

Pada Agustus 2010, harga komoditas non energi kembali mengalami peningkatan sebesar 4,6% setelah pada bulan sebelumnya

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended