Home >Documents >Tb Paru Anak

Tb Paru Anak

Date post:14-Nov-2015
Category:
View:57 times
Download:7 times
Share this document with a friend
Description:
Makalah Respiratory
Transcript:

Tuberkulosis Paru pada AnakImelda Gunawan102012205/F5Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJalan Terusan Arjuna No. 6, Jakarta [email protected] Penyakit tuberkulosis paru sering ditemukan pada anak maupun dewasa. Penyakit ini disebabkan karena infeksi dari Mycobacterium tuberculosis yang mudah ditularkan melalui jalur inhalasi atau pernafasan. Penyakit tuberkulosis dapat menyerang ke berbagai organ tubuh seperti sendi, jantung, paru-paru, kulit, abdomen, traktus urinaria, dan kelenjar limfe.Selama dekade terakhir abad ke-20 jumlah kasus baru tuberkulosis meningkat di seluruh dunia. Saat ini, 95% kasus TB terjadi di negara berkembang, di mana epidemi HIV/AIDS telah memiliki dampak terbesar, dan dimana sumber daya seringkali tidak tersedia untuk identifikasi yang tepat dan pengobatan penyakit ini. Di banyak negara industri, sebagian besar kasus TB terjadi pada populasi lahir di negeri asing. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa hampir 1,3 juta kasus dan 450.000 kematian terjadi pada anak-anak setiap tahun. 1SkenarioSeorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke Puskesmas dengan keluhan batuk yang tidak kunjung sembuh sejak 2 minggu yang lalu.Keluhan disertai demam ringan terutama pada malam hari dan nafsu makan serta berat badan menurun.Pada PF didapati kesadaran compos mentis dan tampak sakit ringan. BB 15 kg, TD 90/60 mmHg, frekuensi nafas 24 x/menit, suhu 37,7C. Lain-lainnya dalam batas normal.AnamnesisAnamnesis adalah cara pemeriksaan yang harus dilakukan dengan cara wawancara, baik secara langsung dengan pasien yang bersangkutan maupun dengan orang tua atau sumber lain yang bukan pasien. Pada seorang pasien, terutama pasien anak, sebagian besar data yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis diperoleh dari anamnesis. Namun, hambatan dapat dijumpai saat pembuatan anamnesis pasien anak. Hal ini dikarenakan data tentang keadaan anak yang didapat mungkin berdasarkan asumsi orangtua atau pengantar.2,3

Dalam anamnesis dapatditanyakan:2,3a. Identitas pasien.b. Keluhan utama: suatu gejalayang menyebabkan pasien dibawa berobat.c. Riwayat perjalanan penyakit: menjelaskan secara kronologis mengenai keadaan kesehatan sejak sebelum ada keluhan sampai anak tersebut di bawa berobat.d. Riwayat kehamilan dan kelahiran: untuk mengetahui keadaan kesehatan ibu saat kehamilan dan bagaimana proseskelahiran.e. Riwayat pertumbuhan dan perkembangan: untuk mengetahui berat badan dan tinggi badan sesuai umur, dan untukmengetahui perkembangan sianak.f. Riwayat imunisasi: status imunisasi penderita, khususnya imunisasi BCG, DPT, Polio, dan Campak. Hal ini perlu untuk mengetahui status perlindungan anak, juga dapat membantu diagnosis pada beberapa keadaan tertentu.g. Riwayat makanan: untuk mendapat gambaran makanan anak, baik secara kualitas maupun kuantitasnya.h. Riwayat penyakit yang pernah diderita: pernahkan anak mengalami hal seperti ini sebelumnya, karena terkadang penyakit yang pernah diderita berhubungan dengan penyakit yang diderita saat ini.i. Riwayat keluarga: untuk mengetahui secara sekilas gambaran mengenai keadaansosial-ekonomi-budaya sertakeadaan kesehatan keluarga pasien.Dalam kasus ini, dapat pula ditanyakan hal-hal yang lebih terperinci, seperti apakah di dalam atau sekitar lingkungan rumah ada yang menderita seperti ini? Apakan pernah pergi kedaerah tertentu? Bagaimana makanan sehari-harinya? Dan lainsebagainya.Pemeriksaan FisikTanda tanda vital, berat badan dan tinggi badan Nadi normal pada anak :UsiaRata-rataKisaran

1-2 tahun11070-150

2-6 tahun10368-138

6-10 tahun9565-125

Frekuensi napas : berkisar antara 20-40 kali/menit. Berat badan (BB) : kurang lebih 5 x BBL. Tinggi badan : kurang lebih 100 cm

InspeksiInspeksi dada dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang dinding dada, bentuk dada, kesimestrisan dada, gerakan pernapasan dada, deformitas, penonjolan, pembengkakan, serta kelainan lokal lainnya. Bentukdada bayi hampir bulat dan dalam pertumbuhannya dada akan membesar pada diameter transversal. Lingkaran dada pada bayi kurang dari 2 tahun lebih kecil atau sama dengan lingkaran kepala. Sebaliknya, pada umur lebih dari 2 tahun lingkaran dada lebih besar daripadalingkaran kepala.2,3PalpasiPalpasi bermanfaat untuk menegaskan hasil dari inspeksi. Palpasi dilakukan dengan meletakkan telapak tangan serta jari-jari pada seluruh dinding dada dan punggung. Dengan palpasi dicari dan ditentukan hal simetri atau asimetri toraks, fremitus suara, krepitasi subkutis.2,3PerkusiPada bayi/ anak, perkusi tidak boleh terlalu keras, karena dinding dada pada anak masih tipis dan otot-otot masih kecil.Suara perkusi paru normal ialah sonor. Bunyi perkusi yang abnormal dapat berupa hipersonor atau timpani yang terjadi bila udara dalam paru atau pleura bertambah, misalnya emfisema paru atau pneumotoraks. Suara abnormal lain ialah redup atau pekak, bila terdapat konsolidasi jaringan paru (pneumonia lobaris, atelektasis, tumor) dan cairan dalam rongga pleura.2,3AuskultasiAuskultasi paru dilakukan untuk menilai suara napas dasar dan suara napas tambahan. Auskultasi harus dilakukan pada seluruh dada dan punggung, termasukdaerah aksila. Adapun suara napas dasaradalah sebagai berikut :2,3 Vesikular adalah suara napas normal yang terjadi karena udara masuk dan keluar melalui jalan napas. Suara inspirasi lebih keras dan lebih panjang dari suara ekspirasi. Suara vesikular melemah bila terdapat penyempitan atau keadaan yang menyebabkan ventilasi berkurang. Suara vesikular mengeras bila bertambahnya ventilasi. Bronkial, suara ini terdengar pada bronkus besar kanan dan kiri, di daerah parasternal atas.Bila suara bronkial terdengar ditempat lain, berarti terdapat konsolidasiyang luas, seperti pneumonia lobaris. Amforik, suara napas ini menyerupai bunyi tiupan di atas mulut botol kosong, dapat didengar pada kavitas. Cog-wheel breath sound adalah suara napas yang terputus-putus, tidak kontinu, baik pada fase inspirasi maupun pada fase ekspirasi. Keadaan ini mungkin disebabkan oleh adhesi pleura atau kelainan bronkus kecil. Terdapat misalnya pada tuberkulosis dini.Pemeriksaan Penunjang1. Uji TuberkulinTuberkulin adalah komponen protein kuman tuberkulosis sifat antigenik yang kuat. Uji tuberkulin merupakan alat diagnosa tuberkulosis yang paling penting terutama pada anak, dikarenakan sensitivitas dan spesifitasnya lebih dari 90%.4 Pada anak dibawah 5 tahun dengan uji tuberkulin positif, proses tuberkulosis biasanya masih aktifmeskipun tidak menunjukkan kelainan klinis dan radiologis, demikian pula halnya kalau terdapat konversi uji tuberkulin. Pengukuran uji tuberkulin dilakukan berdasarkan timbulnya hipersensitivitas terhadap tuberkuloprotein karena adanyainfeksi.5Ada beberapa cara melakukan uji tuberkulin yaitu cara Moro dengan salep, dengan goresan disebut patch testcara von Pirquet, cara Mantouxdengan penyuntikan intrakutandan multiple puncture method dengan 4-6 jarum berdasarkan cara Heaf danTine.5Sampai sekarang uji Mantoux masih dianggap sebagai cara yang paling dapat dipertanggungjawabkan karena jumlah tuberkulin yang dimasukkan dapat diketahui jumlahnya.5 Cara Mantoux dilakukan dengan menyuntikkan 0,1 ml PPD (purified proteinderivative) tuberkulin dari Biofarma RT-23 2TU atau PPD S 5TU, secara intrakutan di bagian volar lengan bawah dan dibaca 48-72 jam setelah penyuktikan. Pengukuran dilakukan terhadap indurasi yang timbul, bukan hiperemi/eritemanya. Perlu dinilai ukuran indurasi (diameter dalam millimeter), tebal tipisnya, dan dicatatditemukan vesikel hingga bula.4Tabel 1. Interpretasi Berdasarkan Hasil Uji Tuberkulin4DiameterHasilPenyebab

15 mm+Sangat mungkin tuberkulosis alamiah

10-15 mm+Kemungkinan tuberkulosis alamiah, infeksi atipik, dan masih mungkin karena imunisasi BCG (dalam jangka waktu 5 tahun)

5-9 mm+/- (Ragu)Kesalahan teknis, keadaan anergi, atau reaksi silang dengan M. atipik. Ulangan 2 minggu kemudian, dan jarak penyuntikan di lokasi lain minimal jaran 2 cm.

5 mm+Keaadantertentusepertiimunokompromais(giziburuk,infeksi HIV, keganasan, morbili, pertusis, varisela, anak yangmengalami kontak erat dengan pasien tuberkulosis dewasa aktif)

0-4 mm-Tidak infeksi tuberculosis

Uji tuberkulin positif dapat dijumpaipada tiga keadaan sebagai berikut :4a. Infeksi Tuberkulosis alamiah Infeksi tuberkulosis tanpa sakit sakit tuberkulosis (infeksi tuberkulosis laten). Infeksi tuberkulosis dan sakit tuberculosis. TB yang sudah sembuh.b. Imunisasi BCG (infeksi tuberkulosis buatan)c. Infeksi Mycobacterium atipikUji tuberkulin negatif dapat dijumpai pada tigakeadaan berikut :4a. Tidak ada infeksi tuberkulosis.b. Dalam masa inkubasi infeksi tuberkulosis.c. Anergi.Anergi adalah keadaan penekanan sistem imun oleh beberpa keadaan, sehingga tubuh tidak memberikan reaksi terhadap tuberkulin walaupun sebenarnya terinfeksi tuberkulosis. Beberapa keadaan tersebut adalah misalnya gizi buruk, keganansan, penggunaan steroid jangka panjang, pertusis, varisela, tuberkulosis berat.2. RadiologiPada anak dengan uji tuberkulin positif dilakukan pemeriksaan radiologi. Walaupun gambaran foto toraks pada tuberkulosis tidak khas, kelainan-kelainan radiologi pada tuberkulosis dapat juga dijumpai pada penyakit lain. Pemeriksaan radiologi parusaja tidak dapat digunakan untukmembuat diagnosis tuberkulosis, kecuali gambaran milier.4Secara umum, gambaran radiologis yang sugestiftuberkulosis adalah sebagai berikut :5 Pembesaran hilus atau paratrakeal dengan/tanpa infiltrat Konsolidasi segmental/lobar Milier Kalsifikasi dengan infiltrate Atelektasis Kavitas Efusi pleura Tuberkuloma3. MikrobiologiDiagnosis pasti ditegakkan bila ditemukan kuman tuberkulosis pada pemeriksaan mikrobiologis. Pemeriksaan mikrobiologis terdiri dari dua macam, yaitu pemeriksaan mikroskopis apusan langsung untuk menemukan BTA dan pemeriksaan biakankumanM. tuberculosis. Spesimen yang digunakan adalah darah, sputum dan cairan lambung. Perkembangan lain

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended