Home >Documents >Tasbih Jurnal

Tasbih Jurnal

Date post:27-Oct-2015
Category:
View:140 times
Download:16 times
Share this document with a friend
Description:
Journal about a housing in Medan.
Transcript:

KAJIAN ILMIAH MENGENAI PERUMAHAN TAMAN SETIA BUDI INDAH I, JANUARI 2013

KAJIAN ILMIAH MENGENAI PERUMAHAN TAMAN SETIA BUDI INDAH IWahyu dkk

KAJIAN ILMIAH MENGENAI PERUMAHAN TAMAN SETIA BUDI INDAH IWahyu Ardhiningtika 100406033, Putri Amanda Nst 100406034, Rifqi Sudrajat 100406036, Jeumpa Kemalasari 100406037, Daniel 100406038,Hilda Syarika Nst 100406039UNIVERSITAS SUMATERA UTARAIn this research, the housing of Taman Setia Budi Indah I will be analyzed thoroughly through the aspects involved in the housing and settlement discipline of study, whether it follows the philosophy of good housing and settlement or not. Experimental field studies, questionnaires, and numbers of interviews were done in order to gain the data needed for the research. Several points of the macro aspects of housing actually meet quite a good result for this housing, yet a numbers of micro aspects of housing and settlement still off the standards. If it is compared to the other housing in Medan, however, this housing still have its goodness more than other housing near the location of Taman Setia Budi Indah I.Keywords: (dalam Bhs. Inggris).PENDAHULUANPerumahan dan permukiman merupakan kebutuhan dasar manusia dan mempunyai peranan yang sangat strategis dalam pembentukan watak serta kepribadian penghuninya. Permukiman merupakan proses bermukim manusia dalam menciptakan ruang kehidupan untuk bermasyarakat dan menunjukkan jati dirinya. Diperlukan berbagai hal untuk mendirikan sebuah rumah, seperti: tanah, kepemilikan, struktur bangunan, tes kelayakan dan izin pendirian bangunan. Banyak masyarakat yang menginginkan untuk menghuni di perumahan yang memiliki banyak fasilitas juga tingkat keamanan yang tinggi. Tidak hanya itu, masyarakat cenderung memilih tempat perumahan yang tenang dan nyaman yang jauh dari sumber kebisingan.

Ada berbagai masalah yang terjadi di permukiman di Indonesia : 1. Belum adanya sistem penyelenggaraan termasuk sistem kelembagaan yang diperlukan. 2. Rendahnya tingkat pemenuhan kebutuhan perumahan yang layak dan terjangkau. 3. Menurunnya kualitas lingkungan permukiman, dimana secara fungsional kualitas pelayanan sebagian besar perumahan dan permukiman yang ada masih terbatas dan belum memenuhi standar pelayanan yang memadai. Rumah merupakan aspek penting dalam kehidipan manusia. Selain untuk tempat berlindung dari cuaca, rumah juga dapat menjadi lebih dari sebuah bangunan. Rumah juga merupakan tempat dimana sebuah keluarga hidup dan berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitarnya.TEORI2.1 Aspek FisikMenurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman dikatakan bahwa : Prasarana lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkugan yang memungkinkan lingkungan permukiman dapat berfungsi sebagai mestinya. Sarana lingkungan adalah fasilitas penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya2.2 Aspek Sosial dan Budaya

Menurut Rapoport (1997) yang menekankan bahwa latar belakang budaya manusia akan berpengaruh pada perilaku seseorang. Pada dasarnya kerangka pendekatan ini menganggap perlunya memperhatikan latar belakang budaya manusia seperti pandangan hidup,dan peran yang dipilihnya di masyarakat. Selanjutnya cara hidup dan peran yang dipilih seseorang akan menentukan sistem kegiatannya. Sistem kegiatan akan menentukan macam dan wadah bagi kegiatan tersebut. Ada 3 aspek budaya yang mempengaruhi pembangunan. Kegiatan aspek itu adalah agama,adat istiadat dan aturan.Menurut Melvin Kohn, ada pengelompokan individu yang menempati posisi yang sama dalam skala prestis (ditentukan oleh tingkat pendidikan.pekerjaan,penghasilan).Berasarkan konsep Kohn membagi kelas sosial dalam empat golongan : lower class,working class, middle class,elite class.2.3 Aspek Ekonomi

Menurut Richard dan Muth (1968) bahwa pasar perumahan di kawasan kota lebih tinggi dari pada di pinggiran kota atau pedesaan. Masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di daerah kumuh dipusat kota banyak menimbukan permasalahan. Apabila ingin meningkatkan daya beli masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh bukan dengan cara mensubsidi perumahan.2.4 Aspek Teknis

Menurut McLaughlin (1969), karena semakin kompleksnya masalah lingkungan buatan dan kehidupan manusia yang tidak diikuti dengan landasan teori dan pendeketan perencanaan yang mantap maka beliau melahirkan paradigma baru dalam perncanaan yang disebut Pendekatan Sistem.METODE PENELITIAN3.1Jenis Penelitian

Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang berarti penelitian ini dilakukan melalui pendekatan pada aspek fisik, sosial budaya, ekonomi dan teknis. Metodologi kualitatif adalah metodologi yang melihat fakta pada Perumahan Taman Setia Budi Indah 1 dengan cara pembagian kuisioner, wawancara, dan asumsi dimana info tersebut digunakan sebagai hasil penelitian untuk melihat perbedaan antara aturan dan ketentuan yang berlaku pada Perumahan Taman Setia Budi Indah 1.3.2Lokasi Penelitian

Perumahan Setia Budi Indah 1 ini terletak di Jalan Setia Budi Kecamatan Medan Selayang.3.3Definisi OperasionalAspek Fisik dalam penelitian ini meliputi tipologi hunian, lahan / tanah, sarana prasarana, fasilitas umum dan struktur bangunan, yang meliputi: air bersih, sistem pembuangan, jalan, jaringan listrik, dan bahan bangunan. Aspek Sosial dan Budaya dalam penelitian ini meliputi budaya, pencapaian, yang meliputi: agama, suku, dan penghasilan penghuni. Aspek Ekonomi dalam penelitan ini meliputi harga bangunan, yang meliputi harga lahan, material/ bahan bangunan dan upah tukang. Aspek Teknis dalam penelitian ini meliputi identifikasi hierarki jalan, kepadatan penduduk, ketinggian bangunan, GSB, aturan sosial, aturan ekonomi, material bangunan, yang meliputi; jalan primer, sekunder, tagihan bulanan, persentase kepadatan.3.4Metode dan Alat Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini pengumpulan data menggunakan cara pembagian kuisioner dengan memberikan beberapa pertanyaan dengan pilihan-pilihan, sedangkan untuk mengukur tingkat kepadatan penduduk, peraturan dan letak bangunan melalui cara wawancara kepada pihak pengurus perumahan tersebut.3.5Rencana Pengolahan, Analisis Data, Kegiatan PenelitianData-data yang penulis temukan melalui cara kuisioner, wawancara dan foto lokasi kemudian penulis kelompokan dan penulis saring kembali sesuai dengan aspek yang dibutuhkan. Seperti kepadatan penduduk, aturan- aturan, fasilitas dan survey- survey fisik, sosial dan budaya ekonomi dan teknis. Dimana pengelompokan yang sudah dibuat disusun kembali sesuai fakta yang ada pada kuisioner. Pengurusan perijinan untuk proses wawancara dan survey di dalam kompek tersebut.3.6Pelaksanaan PenelitianPelaksanaan yang dilakukan untuk survey ini dengan membagikan kuisioner, wawancara dan foto langsung pada lokasi yang dibutuhkan agar info yang didapat lebih akurat.3.7Penyelesaian PenelitianPenyelesaian penelitian ini dilakukan dengan menganalisa dan menyaring data yang sudah dikumpulkan. Setelah itu data tersebut data disusun secara rapi dan dikelompokan sesuai dengan aspek-aspek yang ditentukan secara jelas dan tepat.TEMUAN4.1 Aspek Fisik

Prasarana lingkungan di setia budi indah sudah cukup memadai dengan adanya fasilitas air bersih dan kebersihan lingkungan yang setiap harinya dilakukan pegutipan sampah pada setiap rumah. Bukan hanya itu, sarana di lingkungan ini sudah sangat memadai. Hampir semua kebutuhan dapat terpenuhi di dalam kompleks, seperti adanya bank, supermarket, kegiatan olahraga, tempat makan dan lain sebagainya.

4.2 Aspek Sosial Budaya

Kehidupan masyarakat pada kompleks ini dapat dikatakan cukup maju. Mereka memiliki kehidupan yang tertutup dan mementingkan privasi, interkasi sempit, bersifat individualistis, kemampuan berfikir juga relatif tinggi dan juga cepat menerima pengaruh dari luar. Di kompleks ini terdapat juga kegiatan-kegiatan keagamaan yang masih berlangsung sedangkan untuk kegiatan adat istiadat sudah jarang dilakukan antar masyarakat komplek.

Selain itu, sebagian besar penghuni kompleks ini berasal dari kalangan middle class dan elite class. Hal ini dapat dibuktikan dari survey yang dilakukan - penghasilan rata-rata masyarakat di dalamnya Rp. 5.000.000,00 ke atas.4.3 Aspek Ekonomi

Harga hunian/tanah dalam kompleks ini sangat ditentukan oleh lokasinya pada perumahan ini. Contohnya perumahan BHR yang mana harga dan lokasi bangunanya tertinggi dikarenakan suasana yang masih hijau dan keamanan yang lebih terjamin. Sedangkan bangunan di luar komplek BHR harga sesuai dengan luasan rumah.

4.4 Aspek Teknis

Beberapa peraturan di kompleks ini acap kali terabaikan oleh penghuni di dalamnya. Contoh yang paling sederhana adalah peraturan pewarnaan atap pada bangunan yang telah disepakati. Dapat terlihat kini telah diabaikan oleh penghuninya karena penghuni merasa telah memiliki bangunan tersebut dengan sepenuhnya. Tetapi masih ada peraturan yang masih dilaksanakan dengan baik, contohnya pada area BHR, yaitu peraturan untuk tidak memasang pagar pada halaman depan rumah yang sampai saat ini masih dilaksanakan oleh setiap penghuninya.HASIL PENELITIAN

5.1 Aspek FisikPada awal perencanaan dan pembangunan perumahan TASBIH 1, ada terdapat cukup banyak blok, yaitu sebanyak 36 blok, menggunakan huruf abjad dalam penamaan blok dan terbagi menjadi dua bagian besar yang dipisah oleh sebuah sungai, pada bagian depan (yang menghadap jalan) terdapat 13 blok dengan penamaan menggunakan satu abjad (A, B, C, D, dst). Sedangkan pada bagian belakang sungai menggunakan penamaan blok dengan dua abjad (AA, CC, DD, EE, FF, dst). Dalam tahap pembangunan berikutnya, lahan kosong yang terletak di sebelah barat perumahan dijadikan menjadi sebuah kompleks perumahan baru yang dinamai Bukit Hijau Regency (BHR), terdapat 60 kavling dan 49 unit town house. Untuk jumlah hunian pada awal perencanaan setiap blok adalah sebagai berikut:Blok A56 Unit

B

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended