Home >Documents >Tartib suwar II.doc

Tartib suwar II.doc

Date post:15-Apr-2016
Category:
View:25 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

114

AbstractSurat dalam al-Quran merupakan permulaan dan kesudahan pada beberapa ayat. Setiap surat tidak sama panjang dan tidak sama pula pendeknya, jumlah ayat dari tiap surat pun berbeda, panjang pendeknya surat tesebut berdasarkan dari ketentuan Allah Swt. Pembagian al-Quran ke dalam surat-surat memberikan kemudahan untuk mempelajari, mengkaji, bahkan menghafalkan al-Quran bagi manusia. Surat menguraikan secara rinci menurut problem-problem sejenis sehingga pengertian menjadi runtut.

Adanya pembagian al-Quran kepada surat-surat dan ayat-ayat merupakan karakteristik yang tidak terdapat pada kitab-kitab yang lain. Yang menentukan/menetapkan panjang/pendeknya surah dalam al-Quran adalah Allah sendiri, yang semuanya tentu mengandung hikmah-hikmah yang tinggi.Teori penamaan surat berdasarkan Tauqifi , yakni dari Nabi langsung yang dapat dilihat melalui hadits-haditsnya, dan juga berdasarkan Ijtihadi, yakni berdasarkan ijtihad para sahabat. Penamaan tersebut memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk membantu mengenali al-Quran dari berbagai aspeknya.Para Ulama berbeda pendapat mengenai sistematika penyusunan surat di dalam al-Quran, Sebagian ulama mengatakan surah-surah tersebut berdasarkan Tauqifi atau ketetapan dari Nabi Muhammad SAW, ada pula yang mengatakan berdasarka ijtihad para sahabat, dan ada juga ulama lainnya berpendapat berdasarkan perpaduan antara keduanya.

Penulis mengambil kesimpulan bahwasannya sistematika penyusunan surah atau Tartib suwar yang dapat kita lihat hingga saat ini adalah berdasarkan dari Tauqifi dan petunjuk Nabi Muhammad SAW, berdasarkan beberapa pendapat yang kuat bahwasanya Jibril diperintahkan Allah SWT agar melakukan koreksi dan pengulangan bacaan al-Quran kepada Rasulullah SAW minimal sekali setahun, dan pengulanagn dilakukan dua kali dihadapan jibril sampai beliau wafat. Fokus pada makalah ini adalah bagaimana pengertian, nama, serta sistematika penyusunan surat berdasarkan pendapat para ulama . MUQODDIMAHA. Latar Belakang Masalah

Al Quran adalah kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW yang mengandung petunjuk bagi umat manusia. Al Quran diturunkan untuk menjadi pegangan bagi mereka yang ingin mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Tidak diturunkan hanya untuk umat atau suatu umat masa tertentu, tetapi untuk seluruh umat manusia dan berlaku sepanjang masa.Al-Quran diturunkan oleh Allah swt. dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia pada malam qadr (lailat al-qadr) secara keseluruhan. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad saw. Melalui malaikat Jibril dalam tempo kurang dari 23 tahun.

Kehadiran wahyu al-Quran sendiri adalah di luar kehendak Nabi Muhammad saw. Suatu ketika ayat turun karena peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian serta kebutuhan Rasulullah saw, ada saatnya pula kehadiran ayat al-Quran terjadi secara tiba-tiba tanpa diduga sebelumnya, bahkan pernah pula kehadirannya amat sangat ditunggu-tunggu namun ia tidak kunjung-kunjung datang, kaum kafir pun mendapat kesempatan untuk mencela Nabi saw. sebagai utusan yang ditinggalkan Tuhannya. Semua itu merupakan suatu pertanda, bahwa tidaklah mungkin bagi ayat al-Quran merupakan qaul Muhammad.Karena al-Quran memiliki banyak keistimewaan, tetapi juga banyak perbedaan tentang bagaimana penyusunan surah yang terdapat dalam satu mushaf al-Quran, dimana al-Quran yang hadir dihadapan dan yang sering kita baca adalah mushaf dari rasm Usmani. Ternyata tidak hanya rasm itu saja, tetapi banyak penyusunan surah dalam al-Quran yang menimbulkan perbedaan dalam memberikan kedudukan dalam setiap surah. Studi atas al-Quran telah banyak dilakukan para ulama dan sarjana tempo dulu, termasuk para sahabat di Zaman Rasulullah SAW. Hal itu tidak lepas dari disiplin dan keahlian yang dimiliki oleh mereka masing-masing. Ada yang mencoba mengelaborasi dan melakukan eksplorasi lewat perspektif keimanan, historis, bahasa dan sastra, pengkodifikasian, kemujizatan, penafsiran serta telaah dan kepada huruf-hurufnya.

Al Quran terbagi atas beberapa surat dan didalam surat terdiri dari beberapa ayat. Pembagian Al Quran ke dalam surat-surat memberikan kemudahan untuk mempelajari, mengkaji, bahkan menghafalkan Al Quran bagi manusia. Surat menguraikan secara rinci menurut problem-problem sejenis sehingga pengertian menjadi runtut.

Al-Quran mengandung 114 (seratus empat belas) surat dan jumlah ayatnya 6.236 (enam ribu dua ratus tiga puluh enam). Jumlah kosa kata menurut hitungan sebagian para ahli berjumlah 74.437 (tujuh puluh empat ribu empat ratus tiga puluh tujuh), sedangkan hurufnya terdiri dari 325.345 (tiga ratus dua puluh lima ribu tiga ratus empat puluh lima).

Setiap surat mempunyai tujuan tertentu dan maksud dasar yang menyebabkan turunnya. Adanya pembagian al-Quran kepada surat-surat dan ayat-ayat merupakan karakteristik yang tidak terdapat pada kitab-kitab lain.

Menurut beberapa ulama tafsir seperti al-Zarkasyi, bahwa surat adalah al-Quran yang mencakup sejumlah ayat yang mempunyai permulaan dan penutup dan sedikitnya yang terkandung dalam sebuah surat adalah tiga ayat.

Dalam pembahasan kali ini penulis menyajikan tentang pengertian surat, nama-nama surat, macam-macam surat serta sistematika dalam penyusunan surah yang menimbulkan perbedaan dikalangan para ulama. Dari uraian latar belakang diatas, bisa bisa diambil beberapa masalah yang dapat dijadikan sebagai rumusan masalah, antara lain : 1) Apakah pengertian surat; 2) Apa nama dan macam surat yang terkandung di dalam Al Quran; 3) Bagaimana sistematika penyusunan surat. PEMBAHASAN

A. Pengertian SuratSecara lughawi (arti kata), surat mempunyai banyak arti, diantaranya : (1)Tingkatan atau martabat, (2) tanda atau alamat, (3) gedung yang tinggi dan indah, (4) sesuatu yang sempurna atau lengkap, (5) susunan sesuatu atas lainnya yang bertingkat-tingkat.

Kata al-Surath berarti al-Mazilah(posisi). Juga bermakna al-Syaraf(kemuliaan),sesuatu yang menonjol dan baik dari suatu bangunan,tanda dan pagar.

Pendapat lain mengatakan, surah berasal dari bahasa Ibrani shurah,baris,yang dipakai untuk bata dalam tembok dan untuk cabang tanaman yang merambat.Hal itu diambil dari makna tembok yang membatasi suatu kota.

Dalam surat Yunus dan surat Hud disebutkan;

(((( (((((((((( ((((((((((( ( (((( ((((((((( ((((((((( (((((((((( ((((((((((( (((( ((((((((((((( (((( ((((( (((( ((( ((((((( (((((((((( ((((

Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), Maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar."(QS. Yunus 10:38)

(((( (((((((((( ((((((((((( ( (((( ((((((((( (((((((( (((((( (((((((((( ((((((((((((( ((((((((((( (((( ((((((((((((( (((( ((((( (((( ((( ((((((( (((((((((( ((((

Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), Maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar".(QS. Hud 11:13)

Dalam ketiga ayat tersebut bisa kita tarik kesimpulan, bahwa kata surat berasal dari bahasa Suriahsurta,yang mengandung arti tulisan, teks kitab suci, dan bahkan kitab suci.Nama surat al-Quran dalam berbagai pengertian sebagaimana disebutkan diatas yang intinya alQuran itu adalah kumpulan surat-surat yang saling berhubungan yang satu dengan yang lainnya sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan menyeluruh.Adapun pengertian surat menurut terminologi para ahli ilmu-ilmu Al-Quran, di antaranya :1. Menurut Manna al-Qaththan

"Surat ialah sekumpulan / sekelompok ayat-ayat al-quran yang memiliki permulaan dan penghabisan.

2. Zarkani dalam karyanya Manahilul Irfan fii Ulumil Quran, jilid I:350),surah ialah :

Merupakan sekelompok (ayat-ayat al-Quran) yang berdiri sendiri, yang mempunyai permulaan dan penutup.

3. al-Jabari

Batasan surat ialah (sebagian) Quran yang mencakup bebrapa ayat yang mempunyai permulaan dan penutupan, dan paling sedikit adalah tiga ayat.

4. as-SuyuthiSurah adalah kelompok yang merupakan bagian dari al-Quran yang diberi nama tertentu secara tawqifi oleh Nabi Muhammad saw.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Surah adalah sejumlah ayat al-Quran yang mempunyai permulaan dan kesudahan. Berbeda dengan ayat, ayat adalah kalam Allah yang terdapat dalam sebuah surah dalam al-Quran. Dan dapat pula disimpulkan bahwa surat dalam konteks al-Quran pada dasarnya adalah bagian tertentu dari keseluruhan al-Quran yang membicarakan perihal topik tertentu.

Sistematika penyusunan al-Quran yang memerhatikan surat dan ayat ini ternyata sejalan dengan tradisi penulisan buku-buku ilmiah terutama peraturan perundang-undangan yang ada pada umumnya atau bahkan semuanya menggunakan judul-judul bagian ke dalam beberapa bab dan sub bab sampai keudian pasal dan ayat. Dengan cara demikian,orang akan mudah merujuk al-Quran dengan merujuk kepada nama dan nomor surat serta nomor ayat.

B. Nama-Nama Surat

Al-Quran terdiri dari 114 surat, yang tidak sama panjang dan pendeknya. Ada yang panjang,sedang dan pendek. Yang terpanjang adalah surat al-Baqarah yang terdiri 286 ayat, sedangkan yang terpendek adalah surat al-kautsar yang terdiri dari 3 ayat.

Didalam Al-Quran ada sejumlah 23 surah yang dinamai dengan nama-nama yang tidak dijumpai dipermulaan surah, seperti surah Al-Baqarah. Perkataan al-Baqarah ( sapi betina ) disebut sesudah 65 ayat berlalu dari permulaannya.Surat AliImran demikian juga, yakni terdapat sebutan AliImran sesudah 32 ayat.Dalam Surat An Nisa terdapat beberapa kali perkataan An Nisa yang terdapat sesudah berlalu beberapa ayat dari awalnya. DemikiandenganAl Maidah,sesudah 110 ayat berlalu barulah kita berjumpa lafadz itu, akan tetapi jika diperiksa berulang-ulang, terdapatlah bahwa kata-kata yang menjadi nama itu walaupun tidak terletak di permulaan surat pada pembacaan, namun ia dipermulaan surat pada turunnya.

Setiap surah mempunyai nama atau judul. Umumnya, nama tidak mengacu kepada pokok bahasan surat, melainkan yang menonjol dari surah itu. Misalnya saja surat An-Nahl yang berarti lebah, tetapi lebah baru disebut pada ayat : 68-70, yaitu sesudah lebih dari setengahnya, ini satu-satunya bacaan dalam Quran yang berbicara tentang lebah. Begitupula, surah As Syuaraa yang berarti para penyair; tetapi satu-satunya tempat yang menyebut penyair adalah ayat 224, pada bagian akhir surat. Menurut jumhur ulama kecuali golongan Syiah menetapkan bilangan surat sebanyak 114 (seratus empat belas) surat. Sedangkan golongan Syiah Ghulat (syiah ekstrem) menetapkan 116 surat. Mereka memasukkan surat Qunut, yang dinamai Al-Khal dan Al-Hafd. Nama surat-surat dalam Al-Quran sebagian besar sesuai dengan tema yang dibicarakan didalamnya, atau nama itu sendiri terdapat didalamnya. sebagian surat Al-Quran telah disebutkan dalam beberapa hadis Nabi, Sebagian ulama mengasumsikan bahwa nama-nama surat Al-Quran ini adalah petunjuk Rasul (tauqifi). Berdasarkan dari hadits-hadits nabi seperti,hadis sahih yang menyatakan bahwa Rasulullah membaca surah Araf dalam shalat Marghrib dan dalam shalat Shubuh, hari Jumat membaca surah As-Sajadah, juga membaca surah Qaf pada waktu khutbah, surah Jumuah dan surah Munafiqun dalam shalat Jumat.Hadits tersebut telah menyebutkan beberapa nama surat dari Al Quran, yang kemudian nama-nama tersebut dijadikan nama-nama surat di dalam Al Quran. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa banyak dari nama-nama surat yang telah ditentukan di zaman Nabi, karena nama-nama tersebut sering dipakai dan bukan merupakan sesuatu yang ditentukan oleh Nabi secara syari.

Adapun ke 114 surat al-Quran yang disepakati oleh mayoritas atau bahkan semua ulama di segenap penjuru dunia, secara berturut-turut nama berikut julukannya adalah sebagai berikut :

1. Surat Al-Fatihah (Pembukaan)

Surat yang terdiri dari 7 ayat ini memiliki sejumlah nama/julukan, paling sedikit ada 12 nama menurut yang di kemukakan al-Qurthubi (w. 671 H), yaitu :

a. Al-Shalat (shalat)

b. Al-Hamdu (pujian)

c. Fatihah al-Kitab (pembuka kitab)

d. Umm al-Kitab (pembuka kitab)

e. Al-Matsani/al-Sabal-matsani (tujuh ayat yang diulang0ulang)

f. Al-Quran al-azhim (Al-Quran yang agung)

g. Al-Syifa (obat)

h. Al-Ruqyah (pengobatan dengan membaca ayat-ayat Al-Quran, terutama dengan membaca surah Al Fatihah.

i. Al-Asas (dasar/pondasi)

j. Al-Wafiyah (yang utuh menyeluruh/yang sempurna)

k. Al Kafiyah ( yang mencukupi)

2. Surat Al-Baqarah (Lembu Betina)Sebutan lain bagi surat al-Baqarah adalah Fushath Al-Quran (puncak Al-Quran), surat Alif Lam Mim dan bersama-sama surat Ali Imran dijuluki al-Zahrawain (dua yang cemerlang) karena menyingkap beberapa hal keagamaan yang disembunyikan para ahli kitab Yahudi dan Nasrani.3. Surat Ali Imran (Keluarga Imran),yang bersama-sama surat Al-Baqarah dijuluki al-Zahrawain (dua yang cemerlang)4. Surat An-Nisaa (Wanita),yang juga dijuluki dengan surat Al-Nisa al-Kubra (surat wanita besar), sebagai imbangan bagi surat Al-Thalaq yang dijuluki dengan surat AL-Nisa al-Shughra (surat wanita kecil).5. Surah Al-Maaidah (Hidangan)6. Surat Al-Anaam (Binatang Ternakan)7. Surat Al-Araaf (Tempat Tertinggi)8. Surat Al-Anfaal (Rampasan Perang)9. Surat At-Taubah (Pengampunan), dijuluki surat baraah (surat terlepas/pembebasan diri), surat Al-Qital(surat peperangan), surat Al-Badr (surat perang badar).10. Surat Yunus (Nabi Yunus a.s.)11. Surat Hud (Nabi Hud a.s.)12. Surat Yusuf (Nabi Yusuf a.s.)13. Surat Ar-Rad (Guruh) 14. Surat Ibrahim (Nabi Ibrahim a.s.)15. Surat Al-Hijr (Kawasan Berbatu)16. Surat An-Nahl (Lebah), yang memiliki surat Al-Niam17. Surat Al-Israa (Perjalanan Malam), yang disebut juga surat bani israil disamping dijuluki dengan surat subhana (surat Maha Suci).18. Surat Al-Kahfi (Gua),yang juga lazim disebut dengan surat Ashhab Al-Kahfi (para penghuni Gua).19. Surat Maryam (Siti Maryam), juga disebut dengan surat Kaf-ha-YaAin-Shad. 20. Surat Thaha, salah satu nama bagi Nabi Muhammad SAW.21. Surat Al-Anbiyaa (Para Nabi) 22. Surat Al-Hajj (Haji)23. Surat Al-Muminun (Golongan yang Beriman)24. Surat An-Nuur (Cahaya) 25. Surat Al-Furqaan (Pembeza Kebenaran dan Kebatilan)26. Surat Asy-Syuaraa (Para Penyair)27. Surat An-Naml (Semut)28. Surat Al-Qasas (Cerita-cerita)29. Surat Al-Ankabut (Labah-labah)30. Surat Ar-Rum (Bangsa Rom)31. Surat Luqman (Luqman) 32. Surah As-Sajdah (Sujud) , juga dijuluki dengan surat Al-Madhaji (surat Ranjang-ranjang)33. Surah Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu)34. Surah Saba (Kaum Saba)35. Surah Faatir (Pencipta)36. Surah Yaasin, yang oleh sebagian orang dijuluki Al Qalbu/Qalb Al-Quran(hati/Jantung Al-Quran)37. Surah As-Saaffat (Yang Teratur Berbaris)38. Surah Saad,yang juga disebut-sebut dengan surat Daud(surat Nabi daud)39. Surah Az-Zumar (Rombongan), yang juga disebut dengan surat Al-Ghuraf(surat Kamar-kamar).40. Surah Al-Ghafir / Al-Mumin(Orang yang Beriman),dijuluki dengan surat Ghafir (surat Maha pengampun/maha penerima taubat).41. Surah Fussilat (Dijelaskan),dinamakan pula surat al-Mashabih(surat lampu-lampu)42. Surah Asy-Syuraa (Permesyuaratan),disebut juga surat Ha-Mim-Sin-Qaf.43. Surah Az-Zukhruf (Perhiasan Emas)44. Surah Ad-Dukhaan (Kabut / Asap)45. Surah Al-Jatsiyah (Yang Berlutut) 46. Surah Al-Ahqaaf (Bukit-bukit Pasir)47. Surah Muhammad (Nabi Muhammad SAW)48. Surah Al-Fath (Kemenangan) 49. Surah Al-Hujurat (Bilik-bilik)50. Surah Qaaf, dijuluki dengan surat Al-Basiqat (surat pohon yang tinggi-tinggi)51. Surah Adz-Dzariyaat (Angin yang Menerbangkan)52. Surah At-Tur (Bukit)53. Surah An-Najm (Bintang)54. Surah Al-Qamar (Bulan)55. Surah Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah)56. Surah Al-Waqiah (Peristiwa yang Tidak Dapat Dielakkan)57. Surah Al-Hadid (Besi)58. Surah Al-Mujadilah (Perempuan yang mengajukan protes)59. Surah Al-Hasyr (Pengusiran)60. Surah Al-Mumtahanah (Perempuan yang Diuji)61. Surah As-Saf (Barisan)62. Surah Al-Jumuah (Hari Jumaat) 63. Surah Al-Munafiquun (Golongan Munafik)64. Surah At-Taghabun (Dinampakkan Kesalahan)65. Surah At-Talaq (Cerai / Talak)66. Surah At-Tahrim (Mengharamkan),disebut juga dengan surat Al-Nabiy (surat Nabi Saw)67. Surah Al-Mulk (Kerajaan),yang juga dijuluki dengan surat Al-Waqiyah (surat yang melindungi)68. Surah Al-Qalam (Pena / Kalam),dikenal dengan nama surat Nun.69. Surah Al-Haaqqah (Keadaan Sebenar / Hari Kiamat)70. Surah Al-Maarij (Tempat-tempat Naik),disebut juga surat saala sailun ( Surat pertanyaan Orang yang bertanya) 71. Surah Nuh (Nabi Nuh a.s.) 72. Surah Al-Jin (Jin), disebut juga surat Qul-Uhiya (katakan Aku diberi wahyu).73. Surah Al-Muzammil (Yang Berselimut) 74. Surah Al-Muddatsir (Yang Berselubung) 75. Surah Al-Qiyaamah (Hari Kebangkitan / Kiamat) 76. Surah Al-Insaan (Manusia), juga dinamakan surat Al-Dahr (surat Masa).77. Surah Al-Mursalat (Malaikat Yang Diutus)78. Surah An-Naba (Berita Besar)79. Surah An-Naaziaat (Malaikat Yang Mencabut)80. Surah Abasa (Dia Bermasam Muka)81. Surah At-Takwiir (Menggulung)82. Surah Al-Infitar (Terpecah & Terbelah) 83. Surah Al-Mutaffifiin (Golongan yang Curang),Surat Al-Tathif (Surat Kecurangan)84. Surah Al-Insyiqaaq (Terbelah)85. Surah Al-Buruj (Gugusan Bintang) 86. Surah At-Taariq (Pengunjung Malam) 87. Surah Al-Alaa (Yang Tertinggi) 88. Surah Al-Ghaasyiah (Peristiwa Menggelisahkan/Hari Pembalasan) 89. Surah Al-Fajr (Fajar / Sinar Mentari)90. Surah Al-Balad (Negeri)91. Surah Asy-Syams (Matahari)92. Surah Al-Lail (Malam)93. Surah Adh-Dhuha (Pagi yang Cemerlang / Matahari Meninggi)94. Surah Al-Insyirah/An-Nasyrah (Melapangkan) 95. Surah At-Tin (Buah Tin ) 96. Surah Al-Alaq (Segumpal Darah), juga disebut dengan surat Iqra(surat Bacalah).97. Surah Al-Qadr (Kemuliaan) 98. Surah Al-Bayyinah (Bukti yang Nyata)99. Surah Al-Zalzalah (Kegoncangan) 100. Surah Al-Aadiyaat (Yang Berlari Kencang)101. Surah Al-Qariah (Hari Yang Hingar Bingar / Kiamat)102. Surah At-Takathur (Bermegah-megah)103. Surah Al-Asr (Masa)104. Surah Al-Humazah (Pengumpat)105. Surah Al-Fiil (Gajah)106. Surah Quraisy (Kaum Quraisy)107. Surah Al-Maun (Barangan Berguna), disebut juga surat Al-Din (agama).108. Surah Al-Kautsar (Sungai Di Syurga), disebut juga surat An Nahr (Surat Kurban).109. Surah Al-Kafirun (Golongan Kafir) ,disebut juga surat manabidzah (surat pertentangan).110. Surah An-Nasr (Pertolongan)111. Surah Al-Masad / Al-Lahab (Nyalaan Api) 112. Surah Al-Ikhlas (Tulus Ikhlas / Memurnikan Keesaan Allah),disebut juga surat al-Tauhid.113. Surah Al-Falaq (Waktu Subuh / Dinihari)114. Surah An-Naas (Manusia).

Penamaan surat-surat al-Quran diatas, sangat membantu dan memudahkan siapa saja untuk mengenali al-Quran dari berbagai aspeknya. Semua dan setiap nama surat dalam al-Quran, sendiri-sendiri maupun secara keseluruhan, memberikan gambaran tentang sosok surat al-Quran dari aspek tertentu, sementara pada saat yang bersamaan menggambarkan sosok utuh Al-Quran.

Pemilahan al-Quran ke dalam sejumlah surat dan terutama ke dalam ribuan ayat, juga memudahkan kita mengenali peraturan perundang-undangan yang terbiasa menggunakan pasal dan ayat.Yang menentukan panjang dan pendeknya surat al-Quran adalah Allah sendiri dan semuanya itu mengandung hikmah-hikmah yang tinggi. Diantara hikmah dan faedah al-Quran dibagi ke dalam surat-surat adalah:

1. Untuk memudahkan umat Islam mempelajari, memahami dan menghafalkan al-Quran.

2. Untuk menunjukkan topik pembicaraan, sebab tiap surat telah diberi nama dengan nama yang relevan sesuai dengan isi kandungan surat yang bersangkutan, seperti surat al-Baqarah, Surat al-Jin, Surat Yusuf dan sebagainya.

3. Untuk menunjukkan bahwa mukjizat al-Quran itu tidak terletak pada surat-surat yang panjang saja, tetapi juga surat pendek bisa menjadi mukjizat.

4. Bagi seorang pembaca, bila telah menyelesaikan satu surat atau satu bab dari suatu buku, maka ia akan lebih bersemangat untuk melanjutkan pada surat bab atau bab selanjutnya, bahkan lebih membuatnya berhasil memahaminya, dibanding bila semuanya hanya terdiri dari satu surat atau bab.

5. Seorang hafiz, bila telah lancar mengahafal satu surat, maka ia merasa yakin bahwa ia telah mengantongi sebagian al-Quran secara mandiri.

6. Menguraikan secara rinci menurut problem-problem sejenis, sehingga pengertian menjadi runtut. C. Macam Macam SuratAdapun macam-macam surat dalam al-Quran terbagi menjadi empat macam;1. At Tiwal, Terdiri dari 7 surah yaitu: Al-Baqarah, Ali-Imran, Al-Nisa, Al-Maidah, Al-Anam, Al-Araf dan yang ketujuhnya ada perbedaan pendapat, ada yang mengatakan Al-Anfal dan At-Thaubah sekaligus karena keduanya tidak dipisahkan dengan basmalah. Dan ada juga yang mengatakan surah yang ketujuh adalah surah Yunus. 2. Al Miun. Yaitu surah-surah yang ayatnya kurang lebih dari seratus atau sekitar itu, seperti Al Kahfi, dan Al Isra',yang letaknya setelah tujuh kelompok yang panjang.3. Al Matsani, yaitu surah-surah yang jumlah ayatnya dibawah Al Miun,atau kurang dari seratus ayat, karena surah ini diulang-ulang bacaannya lebih banyak dari At Tiwal dan Al Miun.

4. Al Mufashal, yakni surah-surah yang ada setelah surat al Matsani, berupa surat-surat pendek,sampai akhir ayat al-Quran. Disebut surat al-Mufashshal karena banyaknya pemisah antar suratnya dengan basmalah. Adapun surat-surat Al Mufashal tersebut terbagi menjadi tiga;

a) Thiwal al-Mufashshal, yaitu dimulai dari surat Qaf atau Hujurat sampai surat al-Buruj.b) Aushat al-Mufashshal, yaitu pertengahan surat. Aushat dimulai dari surat at-Thariq sampai pada surat al-Bayyinah.c) Qishar al-Mufashshal, yaitu surat-surat pendek yang dimulai dari surat az-Zalzalah sampai pada surat terakhir dalam al-Quran yaitu an-Nas.

D. Sistematika Penyusunan SuratYang dimaksud dengan Sistematika disini ialah tertib atau urutan surat-surat al-Quranul Karim, yang secara jelas telah ditunjukkan bahwa al-Quran itu, baik ayat-ayatnya maupun suratnya tidak tersusun menurut kronologis turunnya. Al-Quran mempunyai susunan dan sistematika yang istimewa, tidak dapat dibandingkan apalagi disamakan dengan produk pikiran manusia.

Para ulama berbeda pendapat mengenai tertib surah-surah Quran. Sebagian ulama mengatakan urutan surah-surah itu berdasarkan wahyu (tauqifi), dan ada juga ulama yang mengatakan urutan surah-surah tersebut berdsarkan ijma atau ijtihad para shahabat (taufiqi) dan ada juga pendapat ulama lainnya berdasarkan perpaduan antara kedua pendapat sebelumnya.Pertama, Urutan Surah adalah Tauqifi, Dikatakan bahwa tertib surah itu tauqifi dan ditangani langsung oleh Nabi SAW sebagaimana diberitahukan Jibril kepadanya atas perintah Tuhan. Dengan demikian, al-Quran pada masa Nabi SAW telah tersusun surah-surahnya secara tertib sebagaimana tertib ayat-ayatnya. Seperti yang ada di tangan kita sekarang ini yaitu tertib mushaf Usmani yang tak ada seorang sahabat pun menentangnya. Ini menunjukkan telah terjadi kesepakatan (ijma) atas tertib surah, tanpa suatu perselisihan apa pun. Pendapat yang pertama ini didukung oleh ulama-ulama seperti Abu Jafar bin Nuhas, Ibnu al-Hasr dan Abu Bakar al-Anbari.

Untuk melihat seberapa kuat pendapat ini, banyak pernyataan dari kalangan ulama-ulama besar dan terkemuka, seperti Abu Jaafar yang menegaskan bahwa sistematika surah-surah al-Quran yang ada sekarang merupakan tauqif dari Nabi. Sebagaimana dikutip oleh as-Suyuthi pendapat al-Kirmani sebagai berikut: ,

Bahwa susunan surah-surah al-Quran demikian itu (utsmani) telah ada di sisi Allah Taala di Lauhil Mahfuzh. Dan sesuai dengan sistematika ini, Nabi saw (setiap tahun) melakukan repitisi bacaan al Quran yang telah ada pada diri beliau di hadapan Jibril. Bahkan pada tahun wafat beliau, repitisi bacaan itu dikemukakan beliau sampai dua kali

Penjelasan di atas berkaitan dengan hadits-hadits yang menerangkan kebijaksanaan Allah, demi memelihara al-Quran dengan baik maka Allah mengutus Jibril untuk mengoreksi bacaan Nabi tentang al-Quran minimal sekali dalam 1 tahun, dan pengulangan dilakukan dua kali dihadapan Jibril sampai beliau wafat.

Kedua, Urutan surah Al-Quran adalah Ijtihad Sahabat dikatakan bahwa tertib surah itu berdasarkan ijtihad para sahabat. Dasar dari pendapat itu adalah kenyataan bahwa para sahabat memiliki koleksi mushaf yang awalnya berbeda-beda urutan. Misalnya mushaf Ali disusun menurut tertib nuzul, yakni dimulai dengan Iqra, kemudian Muddassir, lalu Nun, Qalam, kemudian Muzammil, dan seterusnya hingga akhir surah makki dan madani. Dalam mushaf Ibn Masud yang pertama ditulis adalah surah Al-Baqarah, Nisa dan Ali-Imran. Dalam mushaf Ubai yang pertama ditulis ialah Fatihah, Baqarah, Nisa dan Ali-Imran. Sistematika surat-surat al Quran yang ada sekarang bukanlah tauqifi melaikan hasil ijtihad sahabat Nabi. Pendukung pendapat ini antara lain: Imam Malik dan Qadhi Abu Bakar. Pendapat ini diungkapkan oleh Fatwa Ibnu Faris, dalam kitab al-Masailul Khamsi sebagai berikut: .

Menghimpun al Quran itu ada dua macam cara. Pertama, menghimpun/menyusun surah-surahnya, seperti mendahulukan tujuh surah yang panjang-panjang. Kemudian diiringi dengan surah-surah Al Maun. Maka ini adalah ihwal yang ditetapkan oleh para sahabat Nabi. Kedua: menghimpun/menyusun ayat-ayat al Quran dalam surah-surah. Maka hal ini merupakan ihwal yang ditetapkan Nabi, sesuai dengan yang disampaikan oleh Jibril dari perintah Tuhannya Yang Maha Luhur dan Agung.

Para ulama yang mendukung pendapat ini berdasarkan dalil bahwa sebelum mushaf Utsmani tersusun, telah ada mushaf sebelumnya yaitu mushaf para sahabat yang sistematika surat-suratnya berbeda-beda. Seperti mushaf Ubay bin Kaab yang diriwayatkan dimulai dari surat Al-Fatihah, Al Baqarah, An-Nisa dan seterusnya. Kemudian juga mushaf Ibnu Masud dan Mushaf Ali bin Abi Thalib.

Ketiga, Urutan Surah sebagian Tauqif dan Sebagian Ijtihad Sahabat. Pendapat ketiga adalah perpaduan antara keduanya. Mereka mengatakan bahwa sebagian surah itu tertibnya tauqifi dan sebagian lainnya berdasarkan ijtihad para sahabat. Pendapat inilah yang kemudian dipilih oleh sejumlah besar ulama. Hanya saja para ulama berbeda-beda dalam menentukan surat-surat yang urutannya berdasarkan tauqif dan berdasarkan ijtihad. Al-Qadhiy Abu Muhammad ibn Athiyyah mengatakan, sebagian besar surat Al-Quran telah diketahui urutannya sejak Nabi SAW masih hidup, seperti as-Sab al-Thiwal, al-Hawamim dan al-Mufashal.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan penegasan sebagaimana di kutip oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin: boleh membaca atau menulis surat ini sebelum surat itu. Oleh karena itu terjadi perbedaan penulisan pada mushaf-mushaf para sahabat, akan tetapi tatkala mereka telah bersepakat kepada satu mushaf pada zaman Usman, maka kesepakatan itu menjadi sunnah (salah seorang) al-Khulafaur Rasyidin, sementara sebuah hadits menunjukkan bahwa sunnah mereka wajib diikuti.

KESIMPULAN

Berdasarkan Uraian tersebut diatas, maka dapatlah disimpulkan sebagai berikut:1. Surat berarti sekumpulanatausekelompok ayat-ayat al-quran yang mandiri yang memiliki permulaan dan penghabisan.2. Teori-teori nama surat berdasarkanTauqifi, yakni dari nabi langsung yang dapat dilihat melalui hadits-haditsnya, dan juga berdasarkanIjtihadi,yakni berdasarkan ijtihad para sahabat.

3. Al Quran scara garis besar terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu:a. As Sabut Thiwal: Tujuh surat yang panjang.

b. Al Miun: Sura-surat yang ayatnya lebih dari seratus,c. Al Matsani: Surat yang jumlah ayatnya dibawahAl Miun,d. Al Mufashshal: surat yang ayat-ayatnya pendek.4. Para ulama berbeda pendapat terhadapTartib Al Suwar,yaitu ada tiga kelompok, yakni:a. Kelompok pertama berpendapat, bahwa tertib surat-surat Al Quran itu adalahTauqifiberdasarkan petunjuk Rasulullah dari Malikat Jibril,b. Kelompok kedua berpendapat, bahwa tertib surat-surat Al Quran itu berdasarkan ijtihad para sahabat,c. Kelompok ketiga berpendapat, bahwa tertib surat-surat Al Quran itu sebagian berdasarkan pada petunjuk Rosulullah dari Malaikat Jibril, sebagian yang lain berdasarkan atas ijtihad para sahabat.

5. Berdasarkan dalil dan ijma ulama pendapat yang pertama lebih kuat dan dapat dipegangi. Dimana seluruh surat-surat Al Quran itu seperti sekarang ini adalah berdasarkan petunjuk Rosulullah SAW. dari Malaikat Jibril, dan bahkan sebagian Ulama menerangkan itu sudah menjadi ketentuan Allah dalamLauh Al Mahfudz.DAFTAR PUSTAKAAbdul Azim al-Zarqani. Muhammad. Manahil Al-urfan fi ulum al-Quran. Jakarta : Gaya Media Pratama. 2010.

Abu Syuhbah, Muhammad. Al-Madkhal Li Dirasah Al-Quran Al-Karim. Kairo, Mesir: Maktabah As-Sunnah. 1996.Ali Hasan, M dan Syauqi nawawi, Rifat. Pengantar ilmu tafsir. Jakarta : Bulan Bintang. 1988.

al-Qattan, Manna. Mabahits fi Ulum Al-Quran. Kairo : Maktabah wahbah. 1973.

Amanah. Pengantar Ilmu AlQuran dan Tafsir.Semarang: CV. Asy-Syifa.1993.Amin Suma, Muhammad. Ulumul Quran. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. 2013.

ash-Shiddieqy, Hasbi. Sejarah dan pengantar ilmu Al-Qur;an dan Tafsir. Semarang : PT.Pustaka Rizki Putra. 2009.

Baidan, Nashruddin .Wawasan Baru Ilmu Tafsir. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.Bell, Richard. Bells Introduction to the Quran. Edinburgh : Edinburgh University Press. 1970.

Bin Abdirrahman ar-Rumi, Fahd. Dirasat fi Ulum Al-Quran. Yogyakarta :Titian Ilahi Press. 1996.

Bin Shalih al-Utsaimin, Muhammad dan Bin Jamil Zainu, Muhammad. Ter. Muhammad Qowwam. Bagaimana Kita Memahami al-Quran, Malang: Cahaya Tauhid Press. 2006.

Chirzin, Muhammad. Al Quran dan Ulumul Quran. Yoyakarta: PT Dana bhakti prima yasa. 1998.

Husain ThabathabaI,Muhammad. Al-Quran fi Al-Islam: Mengungkap Rahasia Al-Quran, Teheran: Organisasi Dakwah Islam. 1404H. Karim, Abdullah. Terjemah Ilmu Tafsir Imam As-Suyuti. Banjarmasin : Comdes Kalimantan. 2004.

Nor Ichwan,M. Studi Ilmu-Ilmu al-Quran. Semarang :RaSAIL Media Group. 2008.

Shihab, Quraish. Mukjizat Al-Quran: Ditinjau dari Aspek Kebahasaan, Isyarat Ilmiah dan Pemberitaan Ghaib. Bandung : Mizan. 2013.

Umar, Nasaruddin. Ulumul Quran: Mengungkap Makna-Makna Tersembunyi Al-Quran. Jakarta: Al-Gahzali Center. 2008.Zuhdi, Masjfuk. Pengantar Ulumul Quran. Surabaya : PT. Bina Ilmu. 1993. M. Nor Ichwan, Studi Ilmu-Ilmu al-Quran, (Semarang :RaSAIL Media Group,2008), hal. 34.

M. Quraish Shihab, Mukjizat Al-Quran: Ditinjau dari Aspek Kebahasaan, Isyarat Ilmiah dan Pemberitaan Ghaib, (Bandung :Mizan, 2013), cet III, hal. 78

Muhammad Chirzin,Al Quran dan Ulumul Quran, (Yoyakarta: PT Dana bhakti prima yasa, 1998) ,hal. 61.

Hasbi ash-Shiddieqy, Sejarah dan pengantar ilmu Al-Qur;an dan Tafsir,(Semarang : PT.Pustaka Rizki Putra, 2009),hal. 48.

Fahd Bin Abdirrahman ar-Rumi, Dirasat fi Ulum Al-Quran, ( Yogyakarta :Titian Ilahi Press,1996),hal. 140.

Amanah, Pengantar Ilmu AlQuran dan Tafsir, (Semarang: CV. Asy-Syifa,1993), hal. 227.

Muhammad Amin Suma, Ulumul Quran, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2013),cet.1, hal. 60.

Muhammad Abdul Azim al-Zarqani, Manahil Al-urfan fi ulum al-Quran,( Jakarta : Gaya Media Pratama, 2010),hal. 367.

Richard Bell, Bells Introduction to the Quran,(Edinburgh : Edinburgh University Press, 1970), hal. 52.

QS. Yunus 10:38.

QS. Hud 11:13.

Manna al-Qattan, mabahits fi Ulum Al-Quran,(Kairo : Maktabah wahbah, 1973), hal. 133.

M. Ali Hasan dan Rifat Syauqi nawawi, Pengantar ilmu tafsir,(Jakarta : Bulan Bintang, 1988), hal. 86.

Abdullah Karim, Terjemah Ilmu Tafsir Imam As-Suyutiy ,( Banjarmasin : Comdes Kalimantan, 2004), hal. 5.

Masjfuk Zuhdi, Pengantar Ulumul Quran, (Surabaya : PT. Bina Ilmu, 1993), hal.148.

Hasbi ash-Shiddieqy, Sejarah dan pengantar ilmu Al-Qur;an dan Tafsir, hal. 49.

Hasbi ash-Shiddieqy, Sejarah dan pengantar ilmu Al-Qur;an dan Tafsir, hal. 48.

Sayyid Muhammad Husain ThabathabaI, Al-Quran fi Al-Islam: Mengungkap Rahasia Al-Quran, (Teheran: Organisasi Dakwah Islam, 1404H), hal. 142-143.

Muhammad Amin Suma, Ulumul Quran, hal. 64-70.

Masjfuk Zuhdi, Pengantar Ulumul Quran, hal. 148.

Muhammad Abdul Azim al-Zarqani, Manahil Al-urfan fi ulum al-Quran, hal. 368.

Fahd Bin Abdirrahman ar-Rumi, Dirasat fi Ulum Al-Quran, hal. 144-145.

Muhammad Abdul Azim al-Zarqani, Manahil Al-urfan fi ulum al-Quran ,hal. 369.

Muhammad Amin Suma, Ulumul Quran., hal. 71.

Nashruddin Baidan, Wawasan Baru Ilmu Tafsir,(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011), cet II, 2011, hal. 192.

Nasaruddin Umar, Ulumul Quran: Mengungkap Makna-Makna Tersembunyi All-Quran. (Jakarta:Al-Gahzali Center, 2008),Cet 1, hal. 143.

Muhammad bin Muhammad Abu Syuhbah, Al-Madkhal Li Dirasah Al-Quran Al-Karim, (Kairo, Mesir: Maktabah As-Sunnah, 1996), hal. 293.

M. Ali Hasan & Rifat Syauqi Nawawi. Pengantar Ilmu Tafsir,.hal. 96.

Nasaruddin Umar, Ulumul Quran: Mengungkap Makna-Makna Tersembunyi All-Quran,hal. 151-152.

M. Ali Hasan & Rifat Syauqi Nawawi. Pengantar Ilmu Tafsir,hal. 92-93.

Muhammad Abdul Adzim Al Zarqani, manahil al urfan fi ulum quran, hal. 372.

Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dan Muhammad bin Jamil Zainu, Ter. Muhammad Qowwam, Bagaimana Kita Memahami al-Quran, (Malang: Cahaya Tauhid Press, 2006), hal. 40.

of 29/29
1 Abstract Surat dalam al-Qur’an merupakan permulaan dan kesudahan pada beberapa ayat. Setiap surat tidak sama panjang dan tidak sama pula pendeknya, jumlah ayat dari tiap surat pun berbeda, panjang pendeknya surat tesebut berdasarkan dari ketentuan Allah Swt. Pembagian al- Qur’an ke dalam surat-surat memberikan kemudahan untuk mempelajari, mengkaji, bahkan menghafalkan al-Qur’an bagi manusia. Surat menguraikan secara rinci menurut problem-problem sejenis sehingga pengertian menjadi runtut. Adanya pembagian al-Qur’an kepada surat-surat dan ayat-ayat merupakan karakteristik yang tidak terdapat pada kitab-kitab yang lain. Yang menentukan/menetapkan panjang/pendeknya surah dalam al-Qur’an adalah Allah sendiri, yang semuanya tentu mengandung hikmah-hikmah yang tinggi. Teori penamaan surat berdasarkan Tauqifi , yakni dari Nabi langsung yang dapat dilihat melalui hadits- haditsnya, dan juga berdasarkan Ijtihadi, yakni berdasarkan ijtihad para sahabat. Penamaan tersebut memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk membantu mengenali al-Qur’an dari berbagai aspeknya. Para Ulama berbeda pendapat mengenai sistematika penyusunan surat di dalam al-Qur’an, Sebagian ulama mengatakan surah-surah tersebut berdasarkan Tauqifi atau ketetapan dari Nabi Muhammad SAW, ada pula yang mengatakan berdasarka ijtihad para sahabat, dan ada juga ulama lainnya berpendapat berdasarkan perpaduan antara keduanya. Penulis mengambil kesimpulan bahwasannya sistematika penyusunan surah atau Tartib suwar yang dapat kita lihat hingga saat ini adalah berdasarkan dari Tauqifi dan petunjuk Nabi Muhammad SAW, berdasarkan beberapa pendapat yang kuat bahwasanya Jibril diperintahkan Allah SWT agar melakukan koreksi dan pengulangan bacaan
Embed Size (px)
Recommended