Home >Documents >TANAH AIR - ftp.unpad.ac.id filepun marak di Indramayu, Jawa Barat. Akibatnya, para petani bawang...

TANAH AIR - ftp.unpad.ac.id filepun marak di Indramayu, Jawa Barat. Akibatnya, para petani bawang...

Date post:31-Mar-2019
Category:
View:214 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

MI/AHMAD SAFUAN

8 TANAH AIR SENIN, 24 JANUARI 2011 | MEDIA INDONESIADARI PULAU KE PULAU

Indramayu, Jawa Barat15.30 WIB

TINGGINYA harga bawang merah membuat pencurian komoditas milik petani itu pun marak di Indramayu, Jawa Barat.

Akibatnya, para petani bawang merah pun memilih untuk melakukan ronda pada malam hari.

Kondisi itu terjadi di salah satu sentra bawang di Indra-mayu, tepatnya di Blok Welini, Desa/Kecamatan Patrol.

Pencuri beraksi pada malam hari, kata Casdi, petani bawang di Indramayu, Jawa Barat, kemarin.

Casdi mengaku kaget saat pagi hari menemukan sebagian tanaman bawang merah mi-liknya yang sudah berumur 50 hari, atau sudah siap panen, ternyata sudah dicabuti pen-curi.

Akibat pencurian bawang merah itu, Casdi mengaku kehilangan panen sebanyak 1 kuintal.

Biasanya dari 0,5 bau (3.548 m2) tanaman bawang bisa dihasilkan hingga 3 ton. Na-mun, kali ini kurang dan saya kehilangan sekitar 1 kuintal,

katanya. Di saat harga bawang merah

yang tinggi seperti sekarang ini, harga 1 kuintal bawang merah sangatlah tinggi.

Hal yang sama diungkapkan petani bawang merah lainnya, Kardiwan.

Selain mencuri tanaman bawang siap panen, mereka pun mencuri bawang merah yang sudah dipanen, kata Kardiwan.

Biasanya tanaman bawang yang sudah dipanen pemilik sengaja dijemur dahulu di sawah sekitar dua hari. Saat penjemuran itulah pencuri pun beraksi.

Walaupun pencurian bawang merah tidak dilakukan dalam jumlah besar, di saat harga tinggi seperti sekarang ini ten-tulah itu sangat berharga.

Terlebih, tambah Kardiwan modal untuk menanam bawang pun saat ini sangat mahal.

Harga bibitnya pun su-dah naik dari sebelumnya kurang dari Rp10 ribu/kg. Kini harga bibit sudah naik menjadi Rp22 ribu per kg, cetusnya. (UL/N-1)

Harga Tinggi, PencurianBawang Merah Marak

Ambon14.00 Wita

DUA kelompok warga di Kota Ambon, Maluku, terlibat ben-trokan, kemarin dini hari. Ben trokan kali ini melibatkan warga kawasan Batu Merah dan warga Karang Panjang, Kota Ambon.

Warga saling serang menggu-nakan batu di jalan raya yang menjadi perbatasan kedua wi-layah tersebut.

Bentrokan cepat diredam se-telah puluhan aparat Polres Pu-lau Ambon yang tiba di lokasi memisahkan kedua kelompok dengan mengeluarkan rentetan tembakan peringatan.

Pascabentrokan, ratusan orang terkonsentrasi di perba-tasan kedua wilayah tersebut. Suasana sekitar lokasi bentrok-an tegang. Warga yang tinggal di perbatasan kedua wilayah mengungsi ke rumah kerabat mereka.

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKB Djoko Susilo menyatakan bentrokan diawali hanya kesalahpahaman sejumlah anak muda di persim-pangan Karang Panjang.

Seorang warga bernama Iwan, yang mengendarai mo-tor dan terjatuh, dipukul di persimpangan Karang Panjang sehingga memicu kemarahan warga lainnya.

Masalah pemukulan itulah kemudian membias, melibat-kan warga lainnya sehingga terjadi bentrokan dan saling serang di antara warga, kata Susilo saat memantau lokasi bentrokan.

Menurut Susilo, akibat pe-mukulan itu Iwan kini dirawat di RSU Al-Fatah, Ambon. Un-tuk mencegah bentrokan su-sulan, satu regu Pasukan Reaksi Cepat dan puluhan Pasukan Dalmas Polres Pulau Ambon disiagakan.

Situasi keamanan di Kota Ambon pascabentrokan tidak terpengaruh. Warga tetap ber-aktivitas seperti biasa.

Meski sempat ditutup akibat bentrokan, arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Batu Merah, dan perbatasan Karang Panjang siang normal kembali, kemarin. (HJ/N-1)

Dua Kelompok Warga Bentrok

GUBERNUR Jawa Ti-mur (Jatim) Soekarwo segera mengumpulkan semua koordinator suporter di daerahnya, terkait makin se-ring terjadi bentrokan suporter, yang menimbulkan korban jiwa, seperti yang terjadi di Lamongan, pada Sabtu (22/1).

Sudah tidak terhitung berapa banyak suporter yang meninggal dunia, ini tidak bisa dibiarkan. Minggu depan mereka (koordinator supor-ter) akan kita kumpulkan, kata Soekarwo di Surabaya, kemarin.

Peristiwa itu berawal ketika ratusan suporter bonek yang menumpang kereta api (KA) Kertajaya melempari sejumlah rumah dan masjid dengan batu ketika melalui kawasan Kecamatan Deket, Kabupaten

Lamongan, Jatim.Hal itu, membuat warga se-

tempat marah dan langsung melakukan sweeping bonek. Akibatnya, satu orang tewas dan dibuang dari atas kereta di pinggir rel di Desa Ploso-wahyu, Lamongan.

Korban meninggal bernama Gilang, 24, warga Perumah-an Graha Indah, Kecamatan Tikung, Surabaya, yang meng-alami luka robek di leher. Je-nazah korban kemarin dibawa ke Surabaya, untuk dimakam-kan.

Aparat Polres Lamongan te-lah menangkap 31 orang untuk diperiksa lebih lanjut.

Tampaknya Gubernur gerah juga melihat bentrokan dan banyaknya suporter yang me-ninggal dunia. Menurutnya, ini tidak bisa dibiarkan terus-

menerus. Ia mengutarakan koordina-

tor serta perkumpulan suporter akan dipanggil untuk disatu-kan kembali. Ini Jawa Timur jangan sampai ternoda oleh perkelahian terus-menerus, katanya.

Dalam pertemuan nanti akan digagas mencari solusi agar suporter tidak lagi berkelahi sesama suporter. Mereka yang dari Malang, Kediri, Sidoarjo, Surabaya akan dikumpulkan,

katanya.Kapolres Lamongan AKB

Gagas Nugraha mengutarakan polisi telah menyita barang bukti sebuah pisau, jaket, dan baju yang berlogo bonek de-ngan lumuran darah, untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ia menambahkan pihak ke-polisian sendiri sebelumnya sudah mengantisipasi potensi-potensi rusuh dengan mere-dam kegiatan-kegiatan yang merugikan masyarakat, seperti saling lempar dan bentrokan.

Kami sudah melakukan pengamanan di wilayah sta-siun atau yang dilewati kereta api untuk tidak melakukan tindakan pelemparan. Kare-na disinyalir beberapa hari lalu, sering terjadi demikian, ujarnya. (FL/YK/N-1)

Surabaya, Jawa Timur12.50 WIB

Ulah Bonek Buat Gerah GubernurSudah tidak terhitung berapa

banyak suporter yang meninggal dunia.SoekarwoGubernur Jawa Timur

98% Daging di Balikpapan dari Luar

DINAS Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPKP) Balikpapan, Kaliman-tan Timur, akan meningkatkan produksi sapi melalui program peng-amanan ternak sapi betina produktif. Banyak peternak lokal menyem-belih sapi betina yang masih produktif berusia 2 hingga 3 tahun. Pada-hal, sapi betina hingga memasuki usia 8 tahun masih produktif, kata Kepala Bidang Peternakan Balikpapan Budijanto, katanya, kemarin.

Kebutuhan di daerah itu setiap tahun sekitar seribu sapi. Peter-nak lokal hanya bisa memenuhi kebutuhan itu 2%. Untuk itu, DPKP Balikpapan akan memberikan pemahaman kepada peternak agar tidak menyembelih sapi betina produktif. (SY/N-1)

Tangki Minyak Pertamina TerbakarTANGKI minyak PT Pertamina yang menampung sekitar 10 ribu barel minyak mentah dari PT Medco Energy Petroleum di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, terbakar. Meski tidak menimbulkan kor-ban, kebakaran itu sempat mengganggu aktivitas operasi perusahaan selama satu jam lebih.

Kapolres Pelalawan Ajun Komisaris Besar (AKB) Ari Rahman Nafarin, kemarin, mengatakan peristiwa terbakarnya tangki I dari empat tangki milik Pertamina Ukui terjadi sekitar pukul 11.20 WIB, Sabtu (22/11). Asal api diperkirakan dari las listrik. (RK/N-1)

286 Bangunan Kuno Ditemukan

TIM Inventarisasi Bangunan Cagar Budaya menemukan 286 bangun-an di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, masuk kategori bangunan cagar budaya yang dibangun pada periode 1930-1970. Namun, ratusan ba-ngunan cagar budaya tersebut sebagian besar tidak terawat.

Keterangan yang dihimpun Media Indonesia di Pekalongan Minggu (23/1), berdasarkan hasil survei inventarisasi bangunan cagar budaya yang dilakukan di 13 wilayah di Kota Pekalongan, ditemukan bangun-an-bangunan tua yang dibangun antara tahun 1930-an hingga tahun 1970-an. (AS/N-1)

Gubernur Kumpulkan Muspida JemberGUBERNUR Jawa Timur Soekarwo mengumpulkan jajaran Muspida Kabupaten Jember setelah situasi politik di Jember memanas terkait penolakan sebagian warga masyarakat terhadap pejabat sementara Bupati Jember Zarkasy.

Pertemuan ini untuk mencari solusi terbaik kasus Jember agar situasi tidak terus memanas, kata Soekarwo kepada wartawan seusai pertemuan tertutup di Gedung Grahadi Surabaya, kemarin.

Pertemuan itu diikuti oleh Bupati (nonaktif) Jember MZA Djalal, Plt Bupati Jember Zarkasy, perwakilan ormas Islam Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah Jember. (FL/N-1)

ANTARA

AKIBAT CUACA BURUK: Nelayan

mencoba menyelamatkan perahunya yang

tenggelam akibat dihempas

gelombang di Teluk Kendari, Sulawesi

Tenggara, kemarin. Dalam sepekan terakhir, cuaca

buruk yang disertai angin kencang menyebabkan

sejumlah nelayan enggan melaut.

Beberapa perahu nelayan pun tenggelam

dihempas gelombang saat diparkir di Teluk

Kendari.ANTARA/ZABUR KARURU

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended