Home >Documents >t r s x æ t r s - Direktorat Kesehatan Kerja & Full.pdf · PDF fileTitle:...

t r s x æ t r s - Direktorat Kesehatan Kerja & Full.pdf · PDF fileTitle:...

Date post:19-May-2019
Category:
View:215 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

i

RENCANA AKSI KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA

TAHUN 2016-2019

DIREKTORAT KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA DIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN MASYARAKAT

KEMENTERIAN KESEHATAN RI TAHUN 2016

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenan-Nya, Buku Rencana Aksi Nasional Kesehatan Kerja dan Olahraga Tahun 2016-2019 dapat disusun. RAN ini akan menjadi arah bagi perencanan dan pelaksanaan kegiatan di Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga, baik dalam pencapaian target dan sasaran Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga maupun dalam mendukung pencapaian indikator program pada Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat serta indikator kinerja utama Kementerian Kesehatan. Secara lebih luas tentunya untuk pengembangan dan peningkatan efektivitas kinerja organisasi dalam bersinergi mewujudkan visi misi pemerintah dan program Nawa Cita melalui upaya kesehatan kerja dan olahraga.

Dalam Rencana Aksi Kegiatan Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Tahun 2016-2019 ini tergambar proses pemilihan tujuan, sasaran strategis, kebijakan, strategi, program dan kegiatan yang diperlukan untuk mewujudkan suatu masyarakat sehat, bugar dan produktif. Penyusunan Rencana Aksi Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga juga diselaraskan dengan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan RI dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Pada kesempatan ini, perkenankan saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga selesainya Rencana Aksi Nasional Kegiatan Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga 2016-2019. Semoga buku ini bermanfaat bagi kemajuan pembangunan kesehatan di Indonesia, khususnya di bidang Kesehatan Kerja dan Olahraga. Selamat bekerja, mari membangun Negara Indonesia tercinta. Salam Sehat, Bugar dan Produktif.

Jakarta, September 2016

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga

drg. Kartini Rustandi, M.Kes

ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR__i DAFTAR ISI__ii DAFTAR TABEL__iii DAFTAR GAMBAR__iv BAB I PENDAHULUAN__1

A. Latar Belakang__1 B. Tujuan Penyusunan RAN__2 C. Dasar Hukum__2 D. Pengertian__4

BAB II KONDISI DAN PERMASALAHAN KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA__5

A. Kondisi Kesehatan Kerja dan Olahraga__5 B. Permasalahan Kesehatan Kerja dan Olahraga__8 C. Gambaran Umum Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga__9 D. Harapan Pemangku Kepentingan (Stakeholder)__11 E. Tantangan Strategis__12 F. Analisis SWOT__13 G. Analisis Posisi Bersaing__14

BAB III KEBIJAKAN DAN STRATEGI KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA__

A. Arah Kebijakan__18 B. Sasaran Strategis__18 C. Peta Strategi__19 D. Indikator Kinerja__21 E. Sasaran Strategi dan Indikator Kinerja__18

BAB IV RENCANA AKSI NASIONAL KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA__23 BAB V KERANGKA REGULASI DAN PEMBIAYAAN__28

A. Kerangka Regulasi__28 B. Kerangka Pendanaan dan Pembiayaan_28

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI__29

C. Monitoring__29 D. Evaluasi__29

BAB VII PENUTUP__30 LAMPIRAN KAMUS INDIKATOR__31 DAFTAR PUSTAKA__35

iii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Harapan Pemangku Kepentingan (Stakeholder)__11 Tabel 2. Analisis Posisi Bersaing__14 Tabel 3. Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja__21 Tabel 4. Kegiatan Rencana Aksi__26

iv

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Piramida Komposisi Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur Tahun 2010 dan Tahun 2025__6 Gambar 2. Distribusi Tenaga Jabatan fungsional Pembimbing Kesehatan Kerja Per Provinsi Tahun 2015__10 Gambar 3. Posisi Bersaing__17 Gambar 4. Peta Strategi Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga__20

i

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam Resolusi World Health Assembly (WHA) 60.26 tahun 2007 tentang Workers health: Global Plan of Action ditekankan bahwa kesehatan pekerja merupakan faktor yang penting dalam meningkatkan produktivitas dan perekonomian. Pencegahan primer terhadap bahaya kesehatan di tempat kerja merupakan upaya untuk tercapainya kesehatan pekerja. Oleh karena itu, WHA menghimbau WHO untuk menggalakkan pengelolaan kesehatan kerja melalui The Global Plan Action on Workers Health tahun 2008-2017. Di sisi lain, Indonesia menghadapi Globalisasi World Trade Organisation (WTO) dan Asian Free Trade Agreement (AFTA) yang mempunyai konsekuensi persaingan antar negara dalam kuantitas dan kualitas produk, jasa maupun sumberdaya manusia. Penerapan kesehatan kerja merupakan salah satu syarat agar produk suatu industri diterima oleh negara penerima untuk dapat memenangi persaingan diperlukan pekerja yang sehat dan produktif.

Tahun 2007-2010 telah ditetapkan Visi, Misi, Kebijakan, Strategi dan Program Kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional. Pada intinya untuk dilakukan peningkatan koordinasi yang sinergis antara pengandil (stakeholders) dengan pemerintah, kemandirian dunia usaha dalam menerapkan K3, peningkatan kompetensi serta daya saing tenaga kerja di bidang K3 guna terwujudnya bidaya Keselamatan dan kesehatan. Strategi Kesehatan Kerja Nasional yang dirumuskan meliputi: 1) Memperkuat dan mengembangkan kebijakan kesehatan kerja, 2) Pengembangan jejaring kesehatan kerja untuk meningkatkan cakupan pelayanan untuk seluruh masyarakat pekerja, 3) Peningkatan upaya kesehatan kerja dan pencegahan penyakit, 4) Melaksanakan sistem informasi kesehatan kerja, 5) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM kesehatan kerja berbasis kompetensi, 6) Peningkatan pemberdayaan sektor terkait dan masyarakat, 7) Peningkatan kegiatan penelitian, dan 8) Membangun komitmen kesehatan kerja dalam pembangunan kesehatan dan pembangunan Indonesia.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025 mengarahkan pada prioritas upaya promotif dan preventif, dengan isu strategis RPJMN 2015-2019 adalah peningkatan status kesehatan ibu, bayi, balita, remaja, usia produktif dan lansia, peningkatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, pengembangan JKN, pemenuhan sumber daya manusia kesehatan, peningkatan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang berkualitas.

Sejalan hal di atas, Visi Kabinet Indonesia Kerja 2015-2019 adalah Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong, dengan salah satu misi dalam Nawacita adalah mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera. Dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019 terdapat Program Indonesia Sehat, yaitu Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan, dan Jaminan Kesehatan Nasional sebagai upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan sehat, mampu

2

menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Upaya bersifat promotif dan preventif menjadi prioritas Program Indonesia Sehat melalui Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan pendekatan keluarga.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 64 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan, tugas pokok Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahrana melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang kesehatan kerja dan olahraga sesuai peraturan perundang-undangan; dengan fungsi di bidang kesehatan okupasi dan surveilans, kapasitas kerja, lingkungan kerja, dan kesehatan olahraga serta urusan tata usaha dan rumah tangga. Kegiatan Kesehatan Kerja dan Olahraga diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kesehatan dan kebugaran bagi masyarakat, termasuk pekerja dengan prioritas pendekatan promotif dan preventif sesuai paradigma sehat. Kesehatan Kerja dan Olahraga bermanfaat luas bagi masyarakat, baik pekerja maupun keluarga, termasuk anak.

Selaras dengan situasi global dan kebijakan pemerintah dalam rangka mendukung program pembangunan kesehatan nasional secara efektif dan optimal sesuai Tugas Pokok dan Fungsi, maka perlu disusun suatu Rencana Aksi Kegiatan (RAN) Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga yang akan menjadi panduan bagi berbagai stakeholder terkait, diantaranya: 1. Pengelola Program kesehatan Kerja dan Olahraga 2. Lintas Program dan Lintas Sektor terkait Program Kesehatan Kerja dan

Olahraga, termasuk Kementerian Keuangan, Badan Perencana Pembangunan Nasional, Badan Pemeriksa Keuangan, dan lain-lain.

3. Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. 4. Pemangku kepentingan di pusat, pemerintah daerah provinsi dan

kabupaten/kota B. Tujuan Penyusunan RAN

1. Mendukung pencapaian masyarakat sehat, bugar dan produktif 2. Mendukung pencapaian Rencana Strategi Kementerian Kesehatan dan

Rencana Aksi Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Tahun 2015-2019 3. Menentukan arah dan target program Direktorat Kesehatan Kerja dan

Olahraga tahun 2016-2020 untuk kesinambungan dan kelanjutan program Kesehatan Kerja dan Olahraga.

4. Panduan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Tahun 2016-2020

C. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Dasar 1945 amandemen ke-4. 2. Undang-Undang RI nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 3. Undang-Undang RI nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. 4. Undang-Undang RI nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 5. Undang-Undang RI nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

3

6. Undang-Undang RI nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

7. U

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended