Home >Documents >t e t a n u s Rev

t e t a n u s Rev

Date post:12-Jul-2016
Category:
View:225 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Description:
.
Transcript:
  • TETANUS

    dr. Debbie Latupeirissa, SpA(K)UKK Infeksi dan Penyakit Tropis

    IDAI

  • Tetanus

    Masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia terutama pada daerah risiko tinggi dengan cakupan imunisasi DPT rendah

    Insidens di seluruh dunia : 700.000 1 juta kasus/tahun

    Mortalitas 6 60%

    Tetanus neonatorum

    50% seluruh kematian perinatal

    20 % angka kematian bayi

  • Di Indonesia masih menjadi salah satu dari 10 besar penyebab kematian pada anak

  • Penatalaksanaan tetanus pada anak, HTA Depkes RI 2008

  • Etiologi...

    Clostridium tetani :

    Batang

    Gram-positif

    Spora pada ujungnya

    Obligat anaerob

    Flagella

    Menghasilkan eksotoksin

    Membentuk spora (terminal spore) : tahan thd suhu tinggi, kekeringan dan desinfektan

  • Terdapat di

    tanah pertanian / peternakan, debu jalanan

    kotoran binatang ( kuda, domba, anjing, kucing,

    babi, dan ayam )

  • Patogenesis...

    port d entree :

    luka tusuk, patah tulang komplikasi kecelakaan,gigitan

    binatang, luka bakar yang luas, luka operasi, luka yang

    tidak dibersihkan dengan baik, karies gigi, luka kronik,

    otitis media, pemotongan tali pusat yang tidak steril,

    pembubuhan ujung tali pusat dengan kotoran binatang,

    bubuk kopi, bubuk ramuan, daun-daunan

  • sporakondisi anaerob bentuk vegetatif dan berbiak dengan cepat eksotoksin : tetanospasmin dan tetanolisin

    Tetanospasmin dari tempat luka via motor end plate & aksis silinder saraf tepi kornu anterior sumsum tulang belakang ditransportasikan sentripetal Sistem Saraf Pusat

    Tetanospasmin sirkulasi darah dan limfatik ke ujung semua saraf

  • Dampak toksin

    1. Pada ganglion pra sumsum tulang blkg memblok sinaps jalur antagonis tonus meningkat dan otot kaku

    2. Pada otak karena toksin menempel pd gangliosida serebri shg menyebabkan kekakuan dan spasme

    3. Pada saraf otonom mengenai saraf simpatis shg timbul keringat berlebihan, hipertermia, hipotensi, hipertensi, aritmia, heart block atau takikardia

  • Manifestasi Klinis...

    Masa Inkubasi 3 - 21 hari

    Berhubungan dengan jarak tempat masuknya

    C.tetani (tempat luka) ke SSP

    Semakin besar jarak luka ke SSP, maka masa

    inkubasi makin lama

    Makin pendek masa inkubasi, semakin tinggi

    terjadinya kematian

  • 4 bentuk tetanus :

    Tetanus umum (generalized tetanus)

    Sering ditemukan

    Masa inkubasi 7 21 hari

    Gejala utama : trismus (75% kasus)

    Pola desendens : trismus kaku pd leher sulit

    menelan spasme pd otot perut

    Tetanus lokal (localized tetanus)

    Terjadi pada ekstremitas dgn luka terkontaminasi

    Prognosis baik

  • Tetanus sefalik (cephalic tetanus)

    Umumnya terjadi setelah trauma kepala atau

    infeksi telinga tengah

    Gejala : disfungsi saraf kranialis motorik (sering

    pd saraf fasialis)

    Gejala tetanus umum atau lokal

    Prognosis buruk

  • Tetanus neonatorum

    Terjadi pada neonatus

    Akibat penggunaan alat2 terkontaminasi utk

    memotong tali pusat pada ibu yang belum

    diimunisasi

    Masa inkubasi 3 10 hari

    Gejala : rewel, sulit minum ASI, mulut mencucu,

    spasme berat

    Angka mortalitas 70%

  • Trismus & kekakuan khas

  • Rhisus Sardonicus

  • Tetanus Neonatorum

  • Opistotonus

  • Derajat Tetanus (klasifikasi Ablett)...

    Ringan Sedang Berat Sangat Berat

    Trismus (+) ringan

    Sedang Berat Hipertensi + takikardi

    Kaku otot, opistotonus, perut papan

    (+) Spastis Hipotensi + bradikardi

    Disfagia (+) / (-) Ringan Berat Hipertensi/

    hipotensi

    Kejang (-) Kejang Rangsang Kejang spontan

    Gangguan Respirasi (-)

    Takipnea Takipnea, apneticspell

    Sistem autonom me

    Gangguan autonom berat

  • Pemeriksaan Penunjang...

    Pemeriksaan Laboratorium

    Tidak khas gejala klinis

    Kultur kuman anaerobik & pemeriksaan

    mikroskopis dari pus yang berasal dari luka

  • Pemeriksaan Tambahan...

    Tes Spatula

    Penyentuhan dinding posterior faring dengan

    spatula lidah

    Refleks muntah & mencoba mengeluarkan

    spatula hasil tes negatif

    Tetanus (-) refleks spasme dari otot

    masetter & menggigit spatula lidah

    hasil tes positif

  • Diagnosis...

    Anamnesa :

    pintu masuk luka :

    Apakah dijumpai luka tusuk, luka kecelakaan/patah tulang terbuka, luka dengan nanah atau gigitan binatang ?

    Apakah pernah keluar nanah dari telinga ?

    Apakah pernah menderita gigi berlubang ?

    Riwayat Imunisasi

  • pemeriksaan fisik :

    Trismus

    Karper mond

    Rhisus sardonikus

    Opistothonus

    Otot dinding perut kaku seperti papan

    Kejang rangsang (awal) s /d status konvulsius

    Gangguan Pernafasan

    Gejala saraf autonom

    Tes Spatula (+)

  • Diagnosa Banding...

    Efek samping dari Fenotiazin

    Tetani karena hipokalsemia

    Abses Peritonsillar

    Trismus yang terisolisasi

    Ensefalitis, meningitis, meningoensefalitis

    Rabies

    Keracunan striknin

  • Penatalaksanaan...

    Prinsip penatalaksanaan tetanus:

    menghentikan produksi toksin (antibiotik)

    menetralisir efek toksin (ATS/HTIG)

    mengontrol kekakuan otot (anti spasme)

  • Antibiotika Metronidazol (pilihan pertama)

    Dosis inisial 15 mg/kgBB 30 mg/kgBB/hari

    setiap 6 jam selama 7-10 hari

    Penisilin prokain

    50.000 100.000 U/kgBB/hari selama 7-10 hari

    Eritromisin

    Klindamisin

    Tetrasiklin

    Vankomisin

  • Perbedaan metronidazol dan penisilin

    Penisilin Spektrum luas, bakteri

    gram (+), anaerob Mekanisme : menghambat

    sintesis dinding sel Tidak stabil Sering reaksi alergi Sering resistensi Strukturnya menyerupai

    GABA : induksi spasme Penetrasi ke abses

    rendah Akses : IM

    Metronidazol

    Spektrum sempit, obligat anaerob

    Mekanisme menghambat sintesis DNA

    Stabil

    Jarang reaksi alergi

    Jarang resistensi

    Penetrasi ke abses baik

    Akses : oral, rektal, iv

  • Netralisasi toksin Anti Tetanus Serum (ATS) 100.000 IU 50.000 IU im

    50.000 IU iv

    Human Tetanus Imunoglobulin (HTIG) 3000 6000 IU im

    dosis tunggal

    Bayi : 500 IU im dosis tunggal

  • Anti spasme Diazepam 0,1-0,3 mg/kg/kali interval 2-4 jam sesuai gejala klinis

    Tetanus neonatorum dosis 0,1-0,2 mg/kg iv untk spasme akut, diikuti infus tetesan tetap 15-40 mg/kg/hari. Setelah 5-7 hari dosis diturunkan bertahap 5-10 mg/hari

    Dosis maksimal 40 mg/kg/hari

  • Tatalaksana umum

    Bebaskan jalan nafas

    Cegah aspirasi suction

    berkala & mobilisasi

    Pemberian oksigen

    Stimulasi minimal

    Cairan & nutrisi adekuat

    trismus berat sonde

    nasogastrik

    Bantuan nafas

    Monitoring kejang &

    tanda penyulit

  • Pencegahan pada luka

    Rawat luka

    Luka ringan dan

    bersih

    Luka sedang / berat,

    kotor

  • Tetanus ringan dan

    sedang pengobatan

    tetanus dasar

    Tetanus Sedang

    Terapi dasar tetanus

    Perhatian khusus A, B

    Cairan parenteral atau

    nutrisi parenteral

    Tetanus Berat

    Terapi dasar tetanus sedang

    ICU

    Balans cairan

    Spasme hebat pankuronium bromida

    Aktivitas simpatis berlebih -bloker (propranolol) / dan -bloker (labetalol)

  • Tetanus neonatorum :

    sepsis, meningitis, dehidrasi / karena trauma lahir

    Aspirasi,laringospasme/obstruksi,spasme

    diafragma, pneumonia, gagal jantung, gagal ginjal,

    perdarahan saluran cerna, dll

    Komplikasi...

  • Prognosis...

    Status imunitas pasien

    Masa Inkubasi

    Demam

    Letak, luasnya kerusakan jaringan, jenis luka

    Jenis tetanus : prognosis buruk pada tetanus neonatorum dan sefalik

    Sistem skoring Bleck

  • Imunisasi Pasif

    Imunisasi aktif (-)

    Human Tetanus Imuno Globulin (TIG) saat luka

    Profilaksis dosis 250 UI (im) (usia 7 tahun) ;

    usia < 7 tahun : 4U/kg im dosis tunggal

  • Pencegahan...

    Imunisasi aktif

    DPT,3 kali, sejak usia 2 bulan, interval 4 6 minggu, ulangan umur 18 bulan, 5 tahun dan 12 tahun

    Dosis 0,5 ml i.m

    Persediaan Preparat Tetanus Toxoid Tetanus-Diphteria

    vaccine ( DT, Td ) Diphteria Tetanus

    acelullar Pertussis vaccine (DTaP )

    DTaP Hib Diphteria-Tetanus-

    acelullar pertussis-Hepatitis B-Hib-Inactivated Polio Virus (DTaP-Hep B-Hib-IPV )

  • Tetaglobuline ( pasteurized )

    Indikasi :

    Pencegahan tetanus baru mengalami luka terkontaminasi spora tetanus & tidak menerima vaksinasi dalam 10 tahun terakhir / riwayat vaksinasi terdahulu belum lengkap / tidak diketahui

  • ProgramWorld Health Association ( WHO)

    Eliminasi tetanus maternal dan Neonatorum :

    memperkuat imunisasi rutin, pengawasan, pelaksanaan

    penyediaan aktivitas imunisasi (Suplementary

    Immunization Activities / SIAs )

    Target wanita usia reproduksi,3 dosis injeksi tetanus

    toxoid pada daerah resiko tinggi & promosi persalinan

    yang bersih

  • Rekomendasi Depkes RI 2008

    Tetanus masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia (RISKEDAS 2007 : salah satu dari 10 penyebab kematian pada anak) Rekomen

Embed Size (px)
Recommended