Home >Documents >SWOT Kebidanan

SWOT Kebidanan

Date post:07-Nov-2015
Category:
View:108 times
Download:7 times
Share this document with a friend
Description:
a
Transcript:
  • a. Pendirian Puskesmas

    Streght (Kekuatan) a. Perijinan sudah sesuai

    alur, dimulai dari

    pemerintah Kemenkes

    dan pemerintah Daerah,

    pembiayaan dari

    pemerintah (APBD)

    b. Peralatan kesehatan: peralatan lengkap

    Weaknes (Kelemahan)

    a. Tidak ada dana dari sponsor

    b. Lokasi puskesmas tetap belum selesai

    direnovasi

    c. Lokasi puskesmas sementara menempati ruko 2

    lantai, sempit dan

    panas, tempat parkir

    sempit, terletak di

    tepi jalan raya yang

    lalu lintas ramai, atap

    bocor.

    d. Denah dan tata ruang yang kurang rapi dan

    kurang sistematis

    Opportunities (Peluang)

    Pembaharuan denah an tata

    ruang yang lebih layak dan

    nyaman bagi pasien

    Dengan pembaruan denah

    dan tata ruang yang lebih

    nyaman dan aman bagi

    pasien dan tenaga kesehatan,

    disertai dengan perijinan

    yang telah di dapatkan dan

    peralatan yang sudah lengkap

    maka Puskesmas Singosari

    akan mendapat cakupan yg

    lebih banyak dan

    menyeluruh.

    Melakukan pembaruan denah dan

    tata ruang yang lebih

    nyaman dan aman

    bagi pasien meskipun

    masih menempati

    puskesmas sementara

    sementara puskesmas

    yang asli masih

    direnovasi.

    Lebih rajin mencari dana sponsor untuk

    menambah dan

    memperbaiki fasilitas

    yang sudah ada, serta

    menambah fasilitas

    yang belum ada dan

    sedang dibutuhkan.

    Threats (Ancaman)

    a. Pendistribusian sarana&prasarana

    dari dinas kesehatan

    dapat terjadi

    keterlambatan

    b. Jumlah pasin berkurang karena

    faktor lokasi

    Dengan pembaruan denah

    dan tata ruang yang lebih

    nyaman dan aman bagi

    pasien, penambahan

    peralatan medis, serte

    mempertimbangkan faktor

    pemilihan lokasi puskesmas

    untuk menarik minat pasien

    yang diusulkan ke Dinkes.

    lebih giat mencari dana

    sponsor, untuk meningkatkan

    sarana prasarana sementara

    sampai puskesmas tetap

    selesai direnovasi. Agar tetap

    terjaga keamanan dan

    kenyamanan pasien. Serta

    menata ruang dan denah agar

    lebih sistematis.

  • b. Penentuan Prioritas Masalah

    Streght (Kekuatan) semua program dijalankan

    Weaknes (Kelemahan)

    kurangnya analisa dalam

    menentukan prioritas

    program. Program akan

    ditindak lanjuti secara

    mendalam jika ada KLB.

    Opportunities (Peluang)

    ada kesempatan untuk tiap

    tim dari tiap program untuk

    mengembangkan

    keberlangsungan program

    -Melakukan kerjasama setiap

    tim untuk menjalankan setiap

    program yang ada di

    puskesmas

    -Melakukan promosi kepada

    masyarakat tentang program-

    program yang ada di

    Puskesmas Singosari

    Melakukan observasi

    mengenai program yang

    harusnya lebih diutamakan

    dan lebih dibutuhkan oleh

    masyarakat sekitar

    puskesmas.

    Threats (Ancaman)

    Kepala Puskesmas menjadi

    tidak tahu secara pasti

    masalah prioritas yang terjadi

    pada masyarakat di

    kecamatan Singosari.

    Melakukan sosialisasi

    program yang akan

    dijalankan secara

    menyeluruh baik ke atas

    (kepala puskesmas) maupun

    ke bawah (masyarakat).

    Meningkatkan kesadaran

    masyarakat akan program

    yang dilakukan di

    puskesmas. Serta

    mengadakan pusat informasi

    yang bisa di akses oleh

    seluruh tenaga kesehatan

    yang ada di puskesmas

    hingga kepala puskesmas,

    sehingga semua mengetahui

    tentang program yang ada

    dan memprioritaskan yang

    lebih utama.

  • Analisis SWOT 6M+I

    1. Man

    Faktor Internal

    Faktor Eksternal

    (S) Strength

    Cara Peningkatan SDM :

    melanjutkan kuliah ke

    jenjang yang lebih tinggi,

    mengikuti pelatihan dari

    dinkes dan browsing di

    internet

    (W) Weakness

    Kurangnya khususnya SDM

    laki-laki untuk tenaga non

    medis (bila ada jaga malam

    untuk keamanan PKM agak

    kesulitan)

    (O) Opportunities

    Strategi SO:

    - Strategi WO:

    -

    (T) Threats

    Jam kerja berlebih bila ada

    tanggung jawab tumpang

    tindih

    Strategi ST:

    Dengan adanya upaya

    peningkatan SDM maka

    semua ancaman dapat

    diminimalisir

    Strategi WT:

    Memanfaatkan tenaga laki-

    laki untuk jaga malam

    2. Money

    Faktor Internal

    Faktor Eksternal

    (S) Strength

    a. Pembagian keuangan

    dan kesejahteraan baik

    dan adil untuk jasa

    prasarana dan sarana

    b. Ada kas untuk kebutuhan

    mendesak bila dana

    pemerintah kurang

    c. Dana pembangunan :

    dana Pemda (dana pasti)

    (W) Weakness

    Biaya kesehatan belum

    gratis untuk masyarakat

    karena cakupan kabupaten

    malang terlalu luas

    (O) Opportunities

    Cari sponsor untuk

    penggalangan dana untuk

    program-program tertentu

    yang butuh biaya besar dan

    dana dari pemerintah tidak

    cukup

    Strategi SO:

    Penggunaan dana pemda

    dan kas puskesmas dapat

    diminimalkan dengan

    adanya sponsor.

    Strategi WO:

    Dana yang didapatkan dari

    sponsor dapat digunakan

    untuk sedikit memotong

    biaya kesehatan masyarakat.

    (T) Threats Strategi ST:

    - Strategi WT:

    -

  • 3. Material

    Faktor Internal

    Faktor Eksternal

    (S) Strength

    Sarana dan prasarana dari

    Dinas Kesehatan Malang

    (sesuai standar pelayanan)

    (W) Weakness

    Pembangunan bangunan

    baru PKM tidak melebar

    namun keatas, karena lahan

    kurang luas

    (O) Opportunities

    Sudah terdapat bangunan

    baru yang sedang direnovasi

    Strategi SO:

    Sarana dan prasarana yang

    disediakan oleh dinkes

    dapat dimaksimalkan untuk

    membangun puskesmas

    yang lebih baik

    Strategi WO:

    Pembangunan puskesmas

    yang bersifat keatas dapat

    dimaksimalkan dengan

    tetap menyediakan fasilitas

    yang mendukung

    kelancaran pelayanan

    meskipun lahan yang

    digunakan tidak begitu

    lebar.

    (T) Threats

    a. Keterlambatan alokasi dana penyediaan obat

    saat kondisi emergensi

    ( dana dibebankan pada

    pasien, pembelian

    dengan persetujuan

    pasien)

    b. Keterlambatan alokasi dana sarana-prasarana

    (tergantung dana dari

    dinkes ada /tidaknya)

    Strategi ST:

    Selalu melakukan

    koordinasi dengan dinkes

    untuk penyediaan obat dan

    dana yang belum diberikan

    agar keterlambatan yang

    ada tidak berlangsung lama

    Strategi WT:

    Meskipun bangunan

    puskesmas yang baru

    bersifat keatas, maka hal

    tersebut tidak menghalangi

    koordinasi yang ada antara

    puskesmas dan dinkes

    terkait obat dan dana.

  • 4. Market

    Faktor Internal

    Faktor Eksternal

    (S) Strength

    a. Pelayanan dasar PKM

    telah tercapai

    b. Melaksanakan program

    dasar (18 dari dinkes),

    dan terdapat program

    inovasi yaitu posyandu

    remaja , kelas ibu hamil

    dan kelas ibu-balita

    (W) Weakness

    Lokasi strategis (mudah

    dijangkau masyarakat dari

    berbagai kalangan) namun

    tidak aman karena kondisi

    lalu lintas di sekitar PKM

    ramai karena jalan besar

    antar kota

    (O) Opportunities

    Strategi SO:

    - Strategi WO:

    -

    (T) Threats

    Di sekitar lokasi PKM

    terdapat pelayanan

    kesehatan yang lebih

    memadai

    Strategi ST:

    Pelayanan dasar dan 18

    program dasar yang telah

    terlaksana dapat menjadi

    faktor penarik masyarakat

    untuk tetap berkunjung ke

    puskesmas yang biayanya

    lebih murah daripada

    pelayanan kesehatan yang

    lain.

    Strategi WT:

    Lokasi yang strategis dapat

    menjadi faktor penarik

    masyarakat untuk datang ke

    puskesmas namun tentu saja

    perlu perbaikan dari segi

    keamanan mislanya dengan

    adanya satpam yang

    bertugas membantu

    pengunjung untuk

    menyeberang jalan.

    5. Methods

    Faktor Internal

    Faktor Eksternal

    (S) Strength

    Kerjasama dan koordinasi

    tim baik

    (W) Weakness

    a. Tanggung jawab saling tumpang tindih, dan

    ada yang merangkap

    beberapa program

    b. Bendahara harus melapor keuangan ke

    bank tiap hari sehingga

    tidak efisien dan efektif

    (O) Opportunities

    Strategi SO:

    - Strategi WO:

    -

    (T) Threats Strategi ST:

    -

    Strategi WT:

    -

  • 6. Machine

    Faktor Internal

    Faktor Eksternal

    (S) Strength

    Alat diluar medis lengkap :

    printer, laptop, kipas

    angina, TV, Kulkasbiasa,

    Kulkas penyimpanan

    vaksin, jenset

    (W) Weakness

    (O) Opportunities

    Strategi SO:

    -

    Strategi WO:

    -

    (T) Threats Strategi ST:

    -

    Strategi WT:

    -

    7. Information

    Faktor Internal

    Faktor Eksternal

    (S) Strength

    Promosi kesehatan

    dilakukan oleh bagian

    promosi kesehatan dengan

    menggunakan penyuluhan,

    leaflet, poster. Promosi juga

    dilakukan oleh dinas

    kesehatan

    (W) Weakness

    Media informasi kepada

    masyarakat yang mobilitas

    tinggi kurang mendukung :

    tidak ada website PKM

    Singosari

    (O) Opportunities

    Strategi SO:

    -

    Strategi WO:

    -

    (T) Threats Strategi ST:

    -

    Strategi WT:

    -

  • d. Discharge Planning

    Internal

    Eksternal

    Kekuatan (S) :

    a. DP sudah memenuhi tahap pemeriksaan untuk

    pemulangan pasien

    Kelemahan (W):

    a. adanya beban kerja ganda

    oleh tenaga kesehatan

    yang harus mengurus

    keuangan dan

    administrasi pasien, tidak

    ada feedback kondisi

    pasien dari puskesmas

    (kuesioner, telepon,

    kunjungan rumah)

    Peluang (O):

    a. mengurangi jumlah

    kekambuhan karena DP

    telah dilakukan sesuai

    tahapannya

    Rencana Strategis (SO):

    a. Mempertahankan proses yang sudah ada dengan

    selalu memeriksa pasien

    sesuai tahapan prosedur

    sehingga dapat efektif dan

    efisien dalam proses

    pemulangan pasien.

    b. Pengarsipan yang tertata rapi untuk data rekam

    medis pasien yang telah

    dipulangkan sehingga

    dapat mudah mengetahui

    jumlah pasien

    kekambuhan dan dapat

    dievaluasi penyebab

    kekambuhan tersebut.

    Rencana Strategis (WO):

    a. Menambah jumlah SDM non-medis sehingga

    pembagian tugas dapat

    merata dengan baik dan

    tidak ada beban kerja

    ganda, serta SDM dapat

    melakukan pekerjaan

    sesuai dengan tugas yang

    seharusnya.

    b. Membuat suatu kuesioner sederhana sehingga

    pasien tidak memerlukan

    banyak waktu untuk

    mengisinya dan

    menyediakan kotak

    kritik-saran.

    Ancaman (T):

    a. loss to follow up

    Rencana Strategis (ST):

    a. Memberikan KIE pada pasien sebelum

    dipulangkan dan

    memberitahukan pasien

    untuk datang periksa

    setidaknya 3 hari setelah

    dipulangkan, serta

    menggratiskan biaya

    konsultasi pasca

    penyembuhan.

    Rencana Strategis (WT):

    a. Melibatkan kader di setiap desa untuk

    mebantu follow up atau

    kunjungan rumah pasien

    yang telah dipulangkan.

    b. Memberikan reward kepada kader yang

    melakukan tugasnya

    sebaik mungkin dan

    sudah memberikan

    laporan secara rutin.

  • e. Pendokumentasian dan Pelaporan

    Internal

    Eksternal

    Kekuatan (S) :

    a. Pendokumentasian langsung dicatat saat

    tindakan dilakukan.

    Pendokumentasian harus

    selesai pada hari itu juga.

    Penyimpanan

    dokumentasi sesuai kode

    Kelemahan (W):

    a. Hanya beberapa data saja

    yang dilaporkan ke

    dinkes via email

    Peluang (O):

    a. Keterlambatan

    penanganan lanjutan bisa

    dicegah saat proses

    timbang terima,

    meminimalisir bias

    memory

    Rencana Strategis (SO):

    a. Mempertahankan sistem pendokumentasian yang

    telah berjalan dengan baik

    dan meningkatkan

    motivasi petugas jika ada

    yang malas mencatat atau

    yang menunda

    pendokumentasian.

    b. Meningkatkan kesigapan petugas dalam proses

    penangananlanjutan

    dalam timbang terima.

    Rencana Strategis (WO):

    -

    Ancaman (T):

    a. Tidak ada backup data,

    rawan hilang

    Rencana Strategis (ST):

    a. Menyediakan SDM khusus untuk membackup

    data ke dalam sebuah

    program khusus di

    komputer.

    Rencana Strategis (WT):

    a. Melaporkan semua data ke dinkes via email

    secara bertahap dan rutin.

  • f. Penerimaan Pasien Baru

    Internal

    Eksternal

    Kekuatan (S) : a. Semua kasus ditangani

    sesuai alur kerja

    puskesmas

    b. Menerima asuransi dan kartu GAKIN

    Kelemahan (W) : a. Tumpang tindih

    tanggung jawab dari

    pelayanan di loket

    sampai pulang

    Peluang (O) :

    a. Dapat melayani semua lapisan masyarakat

    b. Semua tenaga medis bisa melakukan

    penanganan

    kegawatdaruratan

    Rencana strategis (SO) :

    a. Mempertahankan pelayanan puskesmas yang

    selalu sesuai dengan alur

    kerja puskesmas

    b. meningkatkan cakupan layanan dengan bekerja

    sama dengan berbagai

    asuransi kesehatan dan

    tidak membedakan proses

    pelayanan pasien dengan

    asuransi dan gakin maupun

    pasien umum

    c. Meningkatkan keterampilan petugas

    dengan pelatihan rutin

    penanganan

    kegawatdaruratan

    Rencana Strategis (WO) :

    a. Meninjau kembali pembagian tugas dan

    tanggung jawab tiap

    petugas kesehatan

    sesuai dengan porsi

    dan kewenangannya

    b. Menambah jumlah petugas non medis dan

    membagi pada setiap

    shif, sehingga petugas

    kesehatan hanya fokus

    pada tindakan

    pelayanannya, dan

    petugas administrasi

    maupun loket juga

    fokus pada tugas

    mereka

    Ancaman (T) :

    a. Beban kerja bertambah b. Capek

    Rencana strategis (ST) :

    a. Menetapkan standar waktu minimum dalam

    melakukan penanganan

    dalam kondisi

    kegawatdaruratan atau

    tidak

    b. Menjadwalkan piket harian sementara dengan

    melibatkan seluruh staf

    magang, asisten, maupun

    perawat untuk membantu

    mengambil alih

    administrasi penerimaan

    pasien baru diluar shif

    kerja mereka

    c. Memberikan reward pada petugas dengan beban

    kerja yang lebih banyak

    Rencana strategis (WT) :

    a. Menambah jumlah petugas non medis dan

    membagi pada setiap

    shif, sehingga petugas

    kesehatan hanya fokus

    pada tindakan

    pelayanannya, dan

    petugas administrasi

    maupun loket juga

    fokus pada tugas

    mereka

  • g. Sentralisasi Obat

    Internal

    Eksternal

    Kekuatan (S) :

    a. Pengajuan permintaan obat dilakukan secara

    rutin setiap bulan

    b. Tidak ada keterlambatan dalam

    distribusi obat,jika ada

    dana internal

    puskesmas, pembelian

    obat dapat

    menggunakan uang

    kas terlebih dahulu

    untuk persiapan jika

    ada obat yang habis.

    c. Pelaporan dan pencatatan regulasi

    obat ke dinas

    kesehatan

    Kelemahan (W) :

    a. Jumlah ketersediaan obat tidak selalu

    lengkap, terkadang ada

    beberapa obat yang

    habis terlebih dahulu

    b. Rak penyimpanan obat kurang

    c. Penyimpanan obat belum ideal

    d. Jumlah tenaga farmasi sedikit

    e. Waktu pelayanan lama

    Peluang (O) :

    a. Pembelian obat oleh puskesmas untuk

    meminimalisir

    kekurangan obat

    Rencana strategis (SO) :

    a. Mempertahankan sentralisasi obat yang

    sudah berjalan lancar

    b. Meningkat sistem pencatatan dan

    pelaporan distribusi

    obat dengan

    merekapitulasi secara

    sistematis setiap

    harinya dan

    melaporkan secara

    periodik ke dinas

    kesehatan (satiap

    bulan)

    Rencana Strategis (WO) :

    a. Merekapitulasi obat yang keluar secara

    sistematis setiap

    harinya, sehingga

    dapat memprediksi

    jumlah obat yang

    mulai berkurang, dan

    dapat segera di data

    untuk diajukan ke

    dinas kesehatan

    b. Jika persediaan obat masih lengkap, dan

    dana internal

    puskesmas masih ada,

    dapat dialokasikan

    untuk pembelian rak

    untuk obat

    c. Melakukan penataan ulang terhadap ruang

    sentralisasi obat

    sehingga memenuhi

    syarat ruang

    penyimpanan obat

    d. Menambahkan tenaga farmasi

    e. Menetapkan standar waktu minimum dalam

    melakukan pelayanan

    obat

  • Ancaman (T) : a. Jika ada obat yang lebih

    dahulu habis karena

    adanya KLB penyakit

    tertentu dan stok di dinas

    kesehatan juga habis,

    maka permintaan stok

    obat segera tidak bisa

    terpenuhi

    Rencana strategis (ST) : a. Mengevaluasi KLB

    yang pernah terjadi

    dalam periode satu

    tahun, dan

    memperkirakan obat

    dan tindakan apa yang

    dibutuhkan, sehingga

    dana internal untuk

    KLB di periode

    selanjutnya dapat

    dipersiapkan

    Rencana strategis (WT) : a. Melakukan evaluasi

    terhadap KLB setiap

    tahunnya, sehingga

    dapat memprediksi

    KLB yg akan muncul

    dan stok obat dapat

    disediakan tepat waktu

  • h. Timbang terima

    Internal

    Eksternal

    Kekuatan (S) :

    a. SDM yang bekerja sesuai shift dapat

    mengerjakan

    pekerjannya dengan

    penuh tanggungjawab

    b. Pengaturan jam kerja dan pergantian sudah

    sesuai dengan peraturan

    perundang-undangan

    Kelemahan (W):

    a. Dokter hanya ada pada shift pagi

    Peluang (O):

    a. Harus ada dokter jaga pada setiap shift

    b. Penambahan jumlah SDM medis

    Rencana Strategis (SO):

    a. Mengajukan pada dinkes untuk menambahkan

    SDM petugas puskesmas

    b. Memberikan reward pada petugas yang selalu

    disiplin dan bertanggung

    jawab di setiap tahunnya.

    Rencana Strategis (WO):

    a. Menilik kembali jadwal pembagian shift dan

    membagi jadwal ulang

    jika dirasa kekurangan

    dokter jaga khususnya di

    shift malam.

    Ancaman (T):

    a. Kegawatdaruratan yang terlambat ditangani

    karena dokter hanya ada

    pada shift pagi

    b. Tenaga kesehatan yang tidak disiplin karena

    pergantian shift tidak

    saklek (tergantung

    kasus)

    Rencana Strategis (ST):

    a. Menjadwalkan pelatihan kegawatdaruratan pada

    seluruh tenaga medis agar

    keseluruhan petugas lebih

    tanggap dalam

    menangani

    kegawatdaruratan

    b. Menetapkan sanksi pada petugas yang kurang

    disiplin

    Rencana Strategis (WT):

    a. Menambahkan jadwal shift malam pada dokter

    apabila penambahan SDM sudah ddisetujui

    dinkes, sehingga jumlah

    tenaga medis sudah

    dirasa mencukupi

  • i. Monev

    Internal

    Eksternal

    Kekuatan (S) :

    a. lokakarya mini tiap bulan, tiga bulanan dan enam

    bulan. Rapat tiap minggu,

    bahkan bisa sampai tiga

    kali setiap minggunya.

    Evaluasi dilakukan oleh

    petugas dinas kesehatan

    tiap bulan, 3 bulan, 6

    bulan dan 1 tahun

    Kelemahan (W):

    a. tidak ada follow up hasil monitoring dan evaluasi,

    tidak ada reward bagi

    pegawai yang kinerjanya

    baik

    Peluang (O):

    a. update ilmu pengetahuan lebih baik karena

    lokakarya yang rutin

    dilakukan

    Rencana Strategis (SO):

    a. Mempertahankan adanya lokakarya mini

    b. Lebih meningkatkan update ilmu dan

    membaginya pada

    petugas lain Bisa dengan membuat mading

    dan menempelkan

    informasi baru yang

    didapat agar seluruh

    petugas dapat membaca

    info tersebut.

    Rencana Strategis (WO):

    a. Mengadakan follow Up hasil monev, data

    dibandingkan dengan

    data monev sebelumnya.

    b. Mencetuskan inovasi-inovasi baru dalam

    menanggapi evaluasi

    kerja sesuai dengan

    perkembangan disiplin

    ilmu yang didapat

    Ancaman (T):

    a. penurunan kinerja pegawai karena tidak ada

    reward

    Rencana Strategis (ST):

    a. Memberikan reward setiap tahun pada petugas

    yang rutin mengikuti

    lokakarya agar lebih

    termotivasi dalam

    mengikuti lokakarya.

    Rencana Strategis (WT):

    a. Memberikan reward pada petugas yang dinilai

    kinerjanya paling bagus

    sesuai dengan hasil

    monev di setiap

    tahunnya.

  • Diagram Layang

    Eksternal Strategic Factors Analysi Summary/EFAS sarana Prasarana

    Faktor-faktor

    Strategis

    Eksternal

    Bobot Rating

    Skor

    Pembobotan

    (Bobot x

    Rating)

    Peluang

    (Opportunities/O) :

    0

    1

    0

    Jumlah O 0

    0

    Ancaman

    (Threats/T) :

    1 -4 -4

    Jumlah T 1

    -4

    T o t a l 1

    -4

    Eksternal Strategic Factors Analysi Summary/EFAS SDM

    Faktor-faktor

    Strategis Eksternal Bobot Rating

    Skor

    Pembobotan

    (Bobot x

    Rating)

    Peluang

    (Opportunities/O) :

    0,4 2 0,8

    Jumlah O 0,4

    0,8

    Ancaman

    (Threats/T) :

    1. Ancaman 1 2. Ancaman 2

    0,6 -3 -1,8

    Jumlah T 0,6

    -1,8

    T o t a l 1

    -1

  • Internal Strategic Factors Analysi Summary / IFAS Sarana Prasaranan

    Faktor-faktor Strategis

    Internal Bobot Rating

    Skor

    Pembobotan

    (Bobot x

    Rating)

    Kekuatan

    (Stregths/S) :

    1. Kekuatan 1 2. Kekuatan 2

    0,3 2 0,6

    Jumlah S 0,3

    0,6

    Kelemahan

    (Weaknesses/W):

    1. Kelemahan 1 2. Kelemahan 2

    0,7 -4 -2,8

    Jumlah W 0,7

    --2,8

    T o t a l 1

    -2,2

    Internal Strategic Factors Analysi Summary / IFAS SDM

    Faktor-faktor Strategis

    Internal Bobot Rating

    Skor

    Pembobotan

    (Bobot x

    Rating)

    Kekuatan

    (Stregths/S) :

    0,4 2 0,8

    Jumlah S 0,4

    0,8

    Kelemahan

    (Weaknesses/W):

    3. Kelemahan 1

    0,6 -3 -1,8

    Jumlah W 0,6

    -3

    T o t a l 1

    -2,2

  • Prioritas Masalah

    MASALAH SKOR ANALIS SWOT

    PRIORITAS IFAS EFAS

    Sarana

    Prasarana -2,2 -4 1

    SDM -3 -1 2

    Keterangan :

    Sarana prasarana :

    SDM :

  • 3.10 Skoring Prioritas

    Aspek M S V C TOTAL

    Luas lahan 6 7 3 7 882

    Tata ruang 8 7 7 8 3136

    Lokasi 9 8 3 5 1080

    Ruang tunggu pasien 8 6 4 7 1344

    Privacy klien 8 7 8 7 3136

    Struktur bangunan 9 8 6 8 3456

    Pemanfaatan prasarana ( tidak

    menggunakan kipas angin yang

    disediakan)

    8 6 3 3 432

    Aspek M S V C TOTAL

    Beban kerja 8 6 5 4 960

    Tenaga non medis kurang 6 5 7 5 1050

    Kurangnya tenaga laki-laki 7 5 7 5 1225

    Prioritas Masalah:

    - Struktur bangunan

    - Privacy klien

    - Tata ruang

    3.11 Rencana Strategi Operasional

    1. Pendirian Puskesmas

    Masalah:

    e. Lokasi puskesmas tetap: belum selesai direnovasi

    f. Lokasi puskesmas sementara: menempati ruko 2 lantai, sempit dan panas, tempat

    parkir sempit, terletak di tepi jalan raya yang lalu lintas ramai, atap bocor.

    g. Denah dan tata ruang yang kurang rapi dan kurang sistematis dijalankan.

    c. Pendistribusian sarana dan prasarana dari dinas kesehatan dapat terjadi

    keterlambatan

    d. Jumlah pasien berkurang karena faktor lokasi

    Penyelesaian:

    Agresif ke dalam:

    o mengatasi keluhan lahan puskesmas yang sempit dan panas dengan cara

    mengganti bangku kayu di ruang tunggu dengan kursi minimalis, serta

  • menambah dan mengoptimalkan pengoperasian kipas angin (atau AC jika

    memungkinkan)

    o pembaharuan denah dan tata ruang puskesmas agar didapat denah dan tata ruang

    yang lebih sistematis dan efisien

    o memperbaiki atap sehingga tidak lagi ada yang bocor

    o mempercepat renovasi puskesmas tetap sehingga dapat segera pindah dari

    puskesmas sementara

    Agresif ke luar:

    o memastikan pencairan dana dari pemerintah daerah tidak macet sehingga

    renovasi puskesmas tetap dapat segera terselesaikan

    2. Metode 6M + I

    Masalah:

    a. Kurangnya SDM (khususnya laki-laki) untuk tenaga non medis (bila ada jaga

    malam untuk keamanan Puskesmas agak kesulitan)

    b. Media informasi kepada masyarakat yang mobilitas tinggi kurang mendukung:

    tidak ada website Puskesmas Singosari

    c. Tanggung jawab saling tumpang tindih, dan ada yang merangkap beberapa

    program

    d. Pembangunan bangunan baru Puskesmas tidak melebar namun ke atas, karena

    lahan kurang luas

    e. Lokasi strategis (mudah dijangkau masyarakat dari berbagai kalangan) namun

    tidak aman karena kondisi lalu lintas di sekitar Puskesmas ramai karena jalan

    besar antar kota

    f. Bendahara harus melapor keuangan ke bank tiap hari sehingga tidak efisien dan

    efektif

    g. Biaya kesehatan belum gratis untuk masyarakat karena cakupan kabupaten malang

    terlalu luas

    h. Keterlambatan alokasi dana penyediaan obat saat kondisi emergensi (dana

    dibebankan pada pasien, pembelian dengan persetujuan pasien)

    i. Keterlambatan alokasi dana sarana-prasarana (tergantung dana dari dinkes

    ada/tidaknya)

    j. Jam kerja berlebih bila ada tanggung jawab tumpang tindih

    k. Di sekitar lokasi Puskesmas terdapat pelayanan kesehatan yang lebih memadai

  • Penyelesaian:

    Agresif ke dalam:

    o Pembagian tugas kerja yang sesuai dengan kewenangan masing-masing

    o Memaksimalkan tenaga kerja yang ada dengan pembagian tugas yang sesuai

    dengan keahlian masing-masing

    o Memastikan keamanan pasien dan petugas yang

    o Mengadakan iuran untuk keuangan internal Puskesmas yang dapat dijadikan

    dana cadangan jika ada keterlambatan dana dari pemerintah

    o Memaksimalkan lahan dan bangunan yang ada dengan sebaik-baiknya sambil

    menunggu renovasi puskesmas selesai

    o Meningkatkan kualitas pelayanan baik dari segi petugas kesehatan dan fasilitas,

    sehingga Puskesmas tetap menjadi pilihan bagi masyarakat untuk berobat

    dengan biaya terjangkau dan pelayanan yang optimal.

    Agresif ke luar:

    o Kepala Puskesmas mengajukan penambahan pegawai (tenaga nonmedis laki-

    laki) ke Dinas Kesehatan setempat

    o Mengajukan lokasi baru yang lebih strategis dan kondusif bagi penyelenggaraan

    puskesmas kepada Dinas Kesehatan (jika memungkinkan)

    o melakukan e-banking atau pelaporan online. Penyetoran tunai melalu mesin

    (lebih efisien). Misalnya: kerjasama dengan bank untuk database online atau

    pihak bank mendatangi puskesmas.

    o Pengadaan dana sehat oleh masyarakat, misalnya: pemberian otonomi cakupan

    kesehatan tiap kecamatan

    o Memastikan pencairan dana dari pemerintah daerah tidak macet sehingga

    penyediaan obat, saranda, dan prasarana dapat segera terselesaikan tanpa ada

    penundaan

    3. Penentuan Prioritas Masalah

    Masalah:

    a. kurangnya analisis dalam menentukan prioritas program. Program akan ditindak

    lanjuti secara mendalam jika ada KLB.

    b. Kepala Puskesmas menjadi tidak tahu secara pasti masalah prioritas yang terjadi

    pada masyarakat di kecamatan Singosari.

  • Penyelesaian:

    Agresif ke dalam: menggiatkan analisis penentuan prioritas masalah sehingga

    fungsi promotif dan preventif puskesmas dapat lebih maksimal

    Agresif ke luar: menggiatkan kerjasama dengan Badan Pusat Statistik, PWS-KIA,

    BPM dll dalam mendapatkan laporan tentang kondisi kesehatan masyarakat di

    wilayah kerja puskesmas. Laporan atau data tersebut berperan dalam perumusan

    penentuan prioritas masalah.

    4. Discharge Planning

    Masalah:

    a. Adanya beban kerja ganda oleh tenaga kesehatan yang harus mengurus keuangan

    dan administrasi pasien

    Penyelesaian:

    Agresif ke dalam: Memaksimalkan tenaga kerja yang ada dengan pembagian

    tugas yang sesuai dengan keahlian masing-masing

    Agresif ke luar: Mengusulkan ke Dinkes untuk penambahan tenaga kerja

    terutama pada bidang non-medis (administrasi)

    b. Tidak ada feedback kondisi pasien dari puskesmas (kuesioner, telepon, kunjungan

    rumah) dan loss to follow up

    Penyelesaian:

    Agresif ke dalam: Membagikan kuesioner bagi pasien yang akan pulang

    terutama untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan dan

    melakukan kunjungan rumah jika memang diperlukan, misalnya kunjungan ibu

    nifas dan bayi jika setelah melahirkan ibu tidak kembali ke puskesmas untuk

    memeriksakan diri dan bayinya.

    Agresif ke luar: menghimbau masyarakat untuk memeriksakan diri kembali

    (melakukan kunjungan ulang sesuai KIE yang telah diberikan oleh nakes)

    5. Pendokumentasian dan pelaporan

    Masalah:

    a. beberapa data pelaporan ke dinkes via email

    Penyelesaian:

    Agresif ke dalam: membuat sistem pelaporan yang efisien

  • Agresif ke luar: Memberikan usulan pada Dinkes agar seluruh data pelaporan

    dapat dikirim via email sehingga pekerjaan nakes lebih efektif dan efisien

    b. tidak ada backup data, rawan hilang

    Penyelesaian:

    Agresif ke dalam: Mengusahakan adanya salinan data sehingga apabila ada data

    yang hilang masih ada data salinan

    Agresif ke luar: Menjalin kerjasama dengan Dinkes agar pelaporan dapat

    berbentuk soft file sehingga mudah disalin dan tak mudah hilang

    6. Penerimaan pasien baru

    Masalah:

    a. Tumpang tindih tanggung jawab dari pelayanan di loket sampai pulang

    b. Beban kerja bertambah, capek

    Penyelesaian:

    Agresif ke dalam: Pembagian tugas kerja yang sesuai dengan kewenangan masing-

    masing

    Agresif ke luar: Mengusulkan ke Dinkes untuk penambahan tenaga kerja terutama

    bagian non-medis (administrasi)

    7. Sentralisasi obat

    Masalah:

    a. jumlah ketersediaan obat tidak selalu lengkap tekadang ada beberapa obat yang

    habis terlebih dahulu, rak penyimpanan obat kurang, penyimpanan obat belum

    ideal

    b. jumlah tenaga farmasi sedikit, waktu pelayanan lama

    Penyelesaian:

    Agresif ke dalam: Melakukan penambahan rak untuk penyimpanan obat

    Agresif ke luar: Melakukan kerjasama dengan penyuplai obat (farmasi) untuk

    ketersediaan obat, mengajukan penambahan tenaga farmasi ke dinkes.

    8. Timbang terima

    Masalah:

    a. Dokter hanya ada pada shift pagi

  • b. Kegawatdaruratan yang terlambat ditangani karena dokter hanya ada pada shift

    pagi

    c. Tenaga kesehatan yang tidak disiplin karena pergantian shift tidak saklek

    (tergantung kasus)

    Penyelesaian:

    Agresif ke dalam: pengajuan dokter jaga untuk shift malam, mengusahakan

    jangkauan rumah dokter ke puskesmas dekat, mengajukan pengadaan alat absensi

    sidik jari untuk pendisiplinan tenaga kesehatan.

    Agresif ke luar: mengajukan diadakan pelatihan kegawatdaruratan ke dinkes.

    9. Monitoring dan Evaluasi

    Masalah:

    a. tidak ada follow up hasil monitoring dan evaluasi, tidak ada reward bagi pegawai

    yang kinerjanya baik

    b. penurunan kinerja pegawai karena tidak ada reward

    Penyelesaian:

    Agresif ke dalam: membuat deadline feedback hasil monev, mengadakan

    pelombaan pegawai berprestasi.

    Agresif ke luar: menjalin kerjasama dengan dinkes untuk monitoring dan evaluasi

    dari kinerja puskesmas

of 22/22
a. Pendirian Puskesmas Streght (Kekuatan) a. Perijinan sudah sesuai alur, dimulai dari pemerintah Kemenkes dan pemerintah Daerah, pembiayaan dari pemerintah (APBD) b. Peralatan kesehatan: peralatan lengkap Weaknes (Kelemahan) a. Tidak ada dana dari sponsor b. Lokasi puskesmas tetap belum selesai direnovasi c. Lokasi puskesmas sementara menempati ruko 2 lantai, sempit dan panas, tempat parkir sempit, terletak di tepi jalan raya yang lalu lintas ramai, atap bocor. d. Denah dan tata ruang yang kurang rapi dan kurang sistematis Opportunities (Peluang) Pembaharuan denah an tata ruang yang lebih layak dan nyaman bagi pasien Dengan pembaruan denah dan tata ruang yang lebih nyaman dan aman bagi pasien dan tenaga kesehatan, disertai dengan perijinan yang telah di dapatkan dan peralatan yang sudah lengkap maka Puskesmas Singosari akan mendapat cakupan yg lebih banyak dan menyeluruh. Melakukan pembaruan denah dan tata ruang yang lebih nyaman dan aman bagi pasien meskipun masih menempati puskesmas sementara sementara puskesmas yang asli masih direnovasi. Lebih rajin mencari dana sponsor untuk menambah dan memperbaiki fasilitas yang sudah ada, serta menambah fasilitas yang belum ada dan sedang dibutuhkan. Threats (Ancaman) a. Pendistribusian sarana&prasarana dari dinas kesehatan dapat terjadi keterlambatan b. Jumlah pasin berkurang karena faktor lokasi Dengan pembaruan denah dan tata ruang yang lebih nyaman dan aman bagi pasien, penambahan peralatan medis, serte mempertimbangkan faktor pemilihan lokasi puskesmas untuk menarik minat pasien yang diusulkan ke Dinkes. lebih giat mencari dana sponsor, untuk meningkatkan sarana prasarana sementara sampai puskesmas tetap selesai direnovasi. Agar tetap terjaga keamanan dan kenyamanan pasien. Serta menata ruang dan denah agar lebih sistematis.
Embed Size (px)
Recommended